Selasa, 27 September 2016

Mantan Preman dan Sepeda,,,,






Mantan Preman dan Sepeda,,,

Hawa di sawangan yang sebenarnya sejuk tapi bisa membuat kulit hitam hiks jadilah telapak tangan saya beda dengan warna kulit yang lainnya karena setiap hari menjadi ojek kidos.

Hari itu memang panasnya sangat menyengat fuuiiih penutup muka rasanya ngga cukup untuk menghalangi sinar matahari sepulang mengantar les bahasa Inggris kidos, saya melihat dua anak laki-laki berseragam putih biru berjalan,,

"Hei de mau ikut hayuuhhh!" Ujar saya sambil menghentikan motor di samping mereka.
 "Ngga apa-apa nih Bun!" Ujar salah satu anak
"Ngga!"
"Bundanya Azka kan ya,,!"
"Iya,,, kok tahu!" Hiks anak saya memang lebih tenar ketimbang bundanya.

Jarak dari depan komplek sampai jalan raya memang cukup jauh  ngga tega juga melihat mereka berjalan di panas terik seperti ini,

"Nanti bilang stop aja ya kalau sudah deket rumah!"
"Iya Bun!"
 "Saya di sini Bu,,, makasih!"
"Siyaap!"
"Kamu di mana?"
"Rumah saya lewatin rumah Azka beberapa rumah, tapi saya turun didepan rumah Azka aja tinggal jalan."
"Ok,, nama kamu siapa?"
 "Ruli,, Bun,,!"
"Ohh,,. ngga pernah main ke rumah ya? kok Bunda jarang liat?"
 "Jarang main,, bund! Makasih bundanya Azka!" Sesaat setelah motor sampai didepan rumah.


Selang beberapa bulan ketika pulang les berkata "Bunda sering boncengan Ruli ya!"
 "Ngga seiring, memangnya kenapa?"
"Jangan Bun... Bapak nya Ruli kan preman habis keluar dari penjara!"
"Abang kata siapa?"
"Temen abanglah?
"Oohhh... Terus kenapa kalau bapaknya Ruli habis keluar dari penjara?" Mencoba memancing opini Azka.
"Seremlah Bun,,,, nanti kalau bapaknya Ruli tiba-tiba jadi jahat lagi terus Bunda di apa-apain gimana?"
 "Maksudnya?"
"Iiihhh bundamah pura-pura ngga ngerti!"
"Hiks,, yang Bunda boncengin kan Ruli,, bang,, bukan bapaknya!" Lagian Bunda dulu pernah berazam kalau suatu saat Bunda bisa naik motor bukan akan boncengin orang-orang yang jalan kaki,karena dulu bunda ngerasain gimana capeknya jalan,  Bunda juga kan pilih-pilih bang,,. Kalau ngga anak-anak ya ibu-ibu!" Kan Bunda Iseng habis anter kamu Bunda sendirian."

"Azka,,,,,!" Terdengar teriakan teman-teman Azka dari luar pager.
"Iya,,, !" Abang pamit mau tanding bola di lapangan dekat komplek!"
"Tanding dengan siapa?"
 "Lawan anak-anak kampung sebelah Bun,,,!"
"Ya,,,, hati-hati!"
 "Daahhh... Bunda!" Azka mengayuh sepedanya sambil melambaikan tangannya.

 Tepat jam 5 sore,,, Azka tiba-tiba pulang diiringi teman-teman nya wajahnya pucat dan sambil menahan tangis dia berkata. "Sepeda Abang hilang... Bunnnnm!" Katanya sambil memeluk pinggang Bunda.
 "Kok,,, bisa?" Abang ngga kunci?"
"Ngga,,. Teman-teman juga sepeda nya ngga ada yang dikunci”.
"Sudah dicari?"
 "Sudah bund... Kita semua dah muter-muter seluruh komplek dan kampung tapi ngga ketemu!" Ujar Doni salah satu temannya.
 "Iya Bunda,, tadi tanding bola kan selesainya jam 4 hampir satu jam kita keliling ikut cari," ujar Adit temannya satu lagi
 "Hhmm ya sudah ini buat pelajaran semua kalau mau main bola atau futsal sepedanya harus dikunci,,, sudah kalau memang sepeda itu rezki Abang pasti balik lagi!" Ya,, sudah kalian pulang semua.. makasih ya udah bantu cari!”.

Belum sempat mereka pergi tiba-tiba Ruli datang sambil menaiki sepeda Azka,
"Azka,,. Ini sepeda kamu?"
 "Eh,,. Ruli,,, kok bisa?" "Bapakku yang menemukan hampir saja mau di jual di bengkel dekat masjid depan jalan raya putih,,!"
Di depan pagar ada bapaknya Ruli berdiri disamping motornya, tiba-tiba Azka berlari dan langsung memegang tangannya. "Makasih,,. Om!" Terlihat bapaknya Ruli hanya mengangguk dan mengusap kepala Azka. Saya hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengucapkan terimakasih.
"Alhamdulillah,,, Untung ada bapaknya Ruli!" Ujar teman-teman nya serempak. "yuks bubar! Besok kita main lagi,,,!”

Lepas Maghrib setelah selesai mengaji. "Abang salah ya,,, selama ini menilai bapaknya Ruli?" Besok Abang mau minta maaf."

"Hhhhmmmm makanya jangan menilai orang dari masa lalunya, mungkin dulu dia jahat tapi kan bisa berubah jadi baik,,"
 "Bunda boleh deh sekarang boncengin Ruli lagi kalau ketemu di jalan,!" Ujar Azka sambil nyengir.
"Bang,,, ketika kita berbuat baik jangan pernah memandang siapa yang akan kita bantu, Abang liat tasbih ini misalkan kita ada di kepala tasbih ini dan anggap saja biji-biji ini kebaikan yang kita lakukan nah... Itu akan berputar terus kembali ke kita tanpa kita tahu waktunya kapan kebaikan itu berbalik ke kepada kita. "Abang ingiet waktu mobil abi mogok di pondok indah yang di belakang menara hijau, ada seorang bapak-bapak yang tiba-tiba nolongin abi.!"
 "Oh,. Iya Om Dandi ya,,!"
"Abi sama Bunda ngga kenal sebelumnya dengan Om Dandi, tapi tiba-tiba dia mau anter abi untuk jemput montir langganan nya di bengekel deket daerah pondok pinang!"
"Oh,, iya,, iya,,!"
 "Teruslah berbuat baik kepada siapapun, Bunda suka halaman samping dijadikan basecamp sama teman-teman Abang mereka datang mau pinjam pompa ban atau pinjam kunci L atau kunci Inggris ," atau apa dan jangan minta bayaran. apalah arti yang seribu tapi Abang punya banyak teman,,"
"Iya,, iya,, itu bapaknya Rido masa orang pinjem pompa aja bayar seribu!"
"Ssstttt sudah tidak usah ngomongin orang!"
 "Iya,,, Bun kemarin stang Doni miring abang yang betulin tapi ngga minta upah?”
“Ya,, janganlah pokoknya sekarang banyakin teman dan terus berbuat baik tanpa minta imbalan,

Senyum bahagia terpancar dari wajahnya hiks rasanya ngga kebayang kalau sepeda merah hasil rakitannya sendiri bakalan hilang. Sepeda yang dibeli dari tabungannya sendiri dan menjadi teman setianya bermain. 

Mudah-mudahan lewat peristiwa ini anakku bisa banyak mengerti bahwa kebaikan akan terus menghampiri jika kita terus berbuat baik dan mungkin bisa waktunya tepat saat kita membutuhkan, ^^

Utie 085775866676

3 komentar:

  1. Menyentuh banget pelajaran buat Abang ini, Bund. Sampai ikut terbawa suasana pas sepeda Azka ditemukan. Sukses buat saya nangis...hehehe..

    Terimakasih sudah berbagi. Salam kenal, Bund. :-)

    BalasHapus
  2. Menyentuh banget pelajaran buat Abang ini, Bund. Sampai ikut terbawa suasana pas sepeda Azka ditemukan. Sukses buat saya nangis...hehehe..

    Terimakasih sudah berbagi. Salam kenal, Bund. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mba farida sama2 salam kenal juga,,,,

      Hapus

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,