Thursday, 22 September 2016

Motor dan Anak Sekolah,,,,




Motor dan anak sekolah

Ini antara percaya dan ngga percaya kalau melintas di jl putih raya daerah Depok, pasti banyak anak-anak kecil usia tanggung antara 10 - 14th dengan sepeda motornya, apalagi kadang mereka sambil bercanda atau kebut-kebutan diantara teman-temannya kitalah yang mesti extra hati-hati jika berpapasan,

Mungkin kalau di daerah Jakarta mereka tidak akan seberani ini, ternyata berangkat sekolah main dan pergi lespun mereka sudah memakai sepeda motor, Halaman sekolah SD dan SLTP di daerah sawangan ini hampir seluruhnya di penuhi sepeda motor dan jangan kaget karena kebanyakan siswanyalah yang menggunakanya, kadang saya berpikir apa yang di benak para orang tua mereka dengan mengizinkan anak-anak seusia dini sudah memakai sepeda motor,

Dan secara random saya mencari tahu bahwa orang tua mereka sibuk jadi untuk mengantar sekolah tidak punya waktu bahkan ada beberapa orang tua dengan sengaja membelikan sepeda motor untuk di pakai kegiatan sehari-hari si anak.. waduuuh miriskan ,.

Terus terang ketika saya pindah tentu saja agak kaget melihat anak-anak dengan lengangnya menaiki sepeda motor tidak terkecuali anak saya yang kelas 6, jadi ikut-ikutan meminjam sepeda motor saya untuk berangkat sekolah "Bunda ngga usah jumput deh, Abang dah bisa!" Padahal kakinya saja belum sampai aspal sudah minta motor, saya mencoba memberikan keterangan bagaimana bahayanya jika naik motor seusia Abang anak saya, walaupun mungkin dia mengerti tapi agak ketakutan jika dibelakang saya anak saya coba-coba pinjam motor temannya. Dan tambah bingung lagi ketika teman-temannya menjemput untuk bermain futsal ada hampir 4 motor yang menjemput. Tambah deg-degan kan, mulut saya tidak henti-hentinya berkata jangan ngebut atau bercanda ya!" Dan mau tidak mau saya mengikuti dari belakang tanpa sepengetahuannya.

Dan akhirnya ketika hari Rabu mau berangkat les tiba di jl putih raya terdengar suara braaakkkkk keras sekali beberapa meter di depan saya anak sekolah yang masih memakai seragam putih merah menabrak motor seorang bapak-bapak yang habis membeli beras. Duuhh gemetaran melihat kecelakaan itu anak-anak saya pun pasti merasakan hal yang sama beras sudah berwarna merah bercampur darah kepala anak tersebut terbentur aspal sedangkan si bapak tergolek kaku ditengah jalan, mungkin kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi anak saya terutama abangnya yang duduk dikelas 6, waktu itu saya tidak banyak bicara cukup berkata. "Itu bang yang Bunda takutkan kalau Abang memaksa naik motor!"


Selang beberapa hari dari peristiwa itu sepulang sekolah anak saya bercerita bahwa temannya motornya dibegal di daerah jembatan keramat. Motornya di bawa kabur terus handphonenya juga dirampas. Tapi Doninya selamat Bun!". Dan ketika menunggu anak-anak sepulang sekolah seorang ibu-ibu bercerita bahwa sepeda motornya ada yang begal di depan komplek karena dua orang mengaku sebagai debt colektor katanya sepeda motor yang ditumpang anaknya yang masih duduk di kelas 7, menunggak padahal motor itu baru saja lunas sebulan yang lalu.

Antara kriminal dan kecelakaan tentu saja menjadi objek yang mudah jika pengendara motor anak-anak usia dini, mudah-mudahan saja ini menjadi pelajaran bagi para orang tua untuk berpikir ribuan kali, Tentunya banyak faktor yang harus dipertimbangkan selain usia faktor emosional tentulah ditentukan bagaimana bisa anak-anak seusia tersebut sudah dibelikan sepeda motor untuk kegiatan sehari-hari,

Jadi teringat sebuah film “laskar pelangi” bagaimana “Lintang” mengayuh sepeda nya melewati hutan dan menunggu buaya untuk sampai sekolahnya dan bagaimana juga anak-anak di daerah pelosok berjalan jauh bahkan sampai menyebrang sungai untuk sampai ke sekolah masing-masing. Sayang yang salah jika mereka masih mengizinkan anak-anak nya untuk memakai motor hanya dengan satu alasan " kasihan kalau jalan panas, capek!"

Duhhhh tapi mau dikata apa toh besok-besok nya masih tetap banyak anak-anak yang mengendarai motor, kecelakaan atau rawan pembegalan tidak membuat jera para orang tua mungkin ya mungkin kalau anak-anak mereka sudah menjadi korban baru agaknya membuat jera.

Padahal berjalan bersama dan berpisah di ujung gang ketika berangkat atau pulang sekolah, yakinlah itu memori indah yang akan mereka kenang kelak. Yang dinginkan saya adanya pihak terkait yang mengawasi daerah dalam Depok pada khususnya atau peringatan dari sekolah bahwa anak-anak tidak diperbolehkan membawa sepeda motor tentu angka kecelakaan dan rawan pembegalan akan berkurang. Berharap bolehkan mudah-mudahan suatu saat ada pembaca dari blog saya dapat menindaklanjuti^^.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,