Monday, 19 September 2016

we time (week end) yang ceria,,,



Bikin weekend lebih ceria bersama keluarga

Dulu nggak kebayang klo beberapa weekend ini selalu terima orderan cookis karena sudah jadi kamus kalau weekend itu ya hari we time^^ Tapi setelah menerima orderan pertama kali kok jadi ketagihan karena memang melibatkan seluruh keluarga waktu itu kita menerima orderan klappertaart yang jumlahnya nggak tanggung-tanggung 1000pcs jadilah pembagian tugas dari abinya dan Azka anak laki saya membeli kelapa muda sedangkan saya dan Fazhna si bungsu membeli perlengkapan lainnya.

Dari cara pengelohan pun di bagi tugas dari yang mengaduk adonan yang memasukkan adonan ke cupcake yang memasukkan ke oven semua ada tugasnya karena dari awal keuntungan dari orderan semua mendapat prosentase Abang dan adik mendapat 15% sedangkan ayahnya mendapatkan 20% dan sisanya saya.

Dan ngga kerasa semula kayaknya nggak mungkin bisa menerima orderan sebanyak itu akhirnya kelar lelah sedikit memang tapi kita semua happy. Saya akan menceritakan kok tiba-tiba bisa dapat orderan klappertaart sebanyak itu, waktu itu sahabat saya mau mengadakan aqiqahan untuk anak laki-lakinya yang baru lahir dan mengundang beberapa anak yatim ke rumahnya untuk syukuran dan Bebe saudara serta sahabat2nya Karena kebetulan bahan-bahan klappertaart masih ada saya mencoba membuatnya itupun sisa dari bahan-bahan My sis in low karena sebenarnya dialah yang pakar masalah pembuatan segala macam jenis cake. Jadilah saya membawakan klappertaart sebagai endorse di acara syukuran Winda sebagai surprise juga sih karena belum mengatakan sebelumnya.

Selang dua mingguan ternyata tetangganya Winda ada yang tertarik dengan klappertaart buatan saya jadilah nego harga nggak kebayang ibu itu membayar 5 juta untuk 1000pcs klappertaart padahal waktu itu endorse hanya 50pcs jadiny mendapat berkali-kali lipat berkah ya.

Kemudian di susul dengan orderan puding coklat yang 300pcs itupun ada ceritanya di awal anak perempuan saya hobby sekali pake banget yang namanya puding coklat waktu ke tempat les dia membawakan puding coklat untuk miss-missnya/guru di tempat lesnya sebagai hadiah karena naik level lah. Nggak tahu nya orang tua dari salah satu murid ada yang ikut mencicipi dan minta no telp saya untuk membuat puding coklat sebanyak 300pcs padahal waktu itu hanya memberikan 15pcs puding coklat jadi 300pcs .

Dan orderan lain datang walaupun memang tidak rutin setiap weekend tapi setiap bulan ada dua atau tiga kali weekend pasti dapat orderan yang jumlahnya menurut saya fantastis maklum bagi pemula dan ngga hoby masak apalagi membuat cake jumlah segitu rasa buat melayang

Ada lagi kelebihan dari melibatkan seluruh keluarga kedua anak saya yang berusia 9 dan 10th sudah lihai menyalakan kompor gas, sudah bisa membuat oatmeal sendiri mie goreng bahkan nasi goreng pun rasanya sudah oke.

Semula karena saya tidak pernah melarang waktu mereka mencoba membantu di dapur saya tidak pernah berkata "sudah main aja" atau, jangan dekat-dekat nanti kena minyak" ketika mereka ingin membantu "Bun Ade yang aduk-aduk ya" "iya boleh tapi pelan-pelan kalau kena tangan Ade santannya panas" atau sesekali abangnya datang "Bun Abang bantu iris cabenya ya" "boleh tapi hati-hati pisaunya tajam" itu mungkin yang membuat anak-anak saya percaya dirinya kalau sudah berada di area dapur.,, memang tidak ahli seperti acara master chef yunior.. tapi cukuplah membantu saya sedikit ketika mereka mau membuat ceplok telur atau nasi goreng sendiri...

Bisa dipake tips ini loh bagi yang ingin nyantai sedikit ngga melulu kita yang harus melayani anak-anak tanamkan rasa percaya diri dan jangan ditakut-takuti jika anak berada di area dapur. Walaupun begitu kita masih tetap mengawasi tetapi secara diam-diam.


.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,