Friday, 7 October 2016

E M M A K .......



E m m a k....

Ahhh menulis namanya saja dan ingin menceritakan dari mana membuat tangan terhenti dan dahi berkerut dari mana awalnya,, Ini hanya coretan kisah seorang ibu yang lebih terbiasa dipanggil emak oleh anak-anaknya,

Istri dari seorang pegawai negeri hanya tingkat golongan 2A itupun sudah mengabdi bagi negara lebih dari 40tahun,,, dan aku adalah salah satu anaknya,,, pernah merasakan bagaimana bapak mendapatkan jatah beras yang banyak kutunya,, tapi emak tidak pernah mengeluh beras itu ditukar tambah ke warung tentu dengan menambah uang, yang dulu beras hanya 300rupiah/liternya demi untuk anak-anaknya dan itu dilakukan setiap bulan.

Diusia Bapak yang ke 69 bulan Juni tepatnya bapak, pergi selama-lamanya, emak memutuskan untuk tinggal di desa kelahirannya Cirebon desa beber hijrah dari Jakarta tempat tinggal yang bergelut keringat, doa dan harapan. 

Emak tidak mau tinggal bersama kami di Jakarta secara rembuk kami meminta emak tinggal dengan siapa, tapi beliau menolak ingin tinggal dekat makam bapak dan akhirnya sibungsulah yang menemaninya hingga sekarang.

Uang pensiunan bapak yang hanya beberapa rupiah jauh dari standar gaji upah minimum kerja  Diterima dengan penuh rasa syukur,, rumah yang nyaman peninggalan kakek (bapak dari emak).dan halaman yang luas tiap sentimeter tanahnya pasti ada macam-macam tumbuhan yang ditanami sendiri dari tanaman obat hingga tanaman buah dan dari ayam kemudian tambak ikan kecil dan soang ikut menghiasi rumahnya

.Untuk mengisi kekosonggannya emak berjualan keliling dari gorengan hingga pisang rebus dari hasil panennya awalnya kami semua protes kepada emak, apakah uang yang kami kirim kurang sehingga emak perlu berjualan seperti itu tapi bukan emak kalau tidak bisa menjawab ini hanya bentuk sedekah emak katanya..

Dan selidik punya selidik inipun dapat cerita dari tetangga-tetangga ternyata kalau emak berjualan, orang-orang yang membeli dagangannya mau uang berapapun dia terima kalau mereka bayar Rp 1000 emak kasih gorengannya lima atau delapan buah apalagi kalau anak-anak yang membeli uang Rp 500 pun diterima dan akan mendapatkan gorengan lebih dari lima,,, tentu saja dagangan emak cepat habis,,,,

Tentu jauh dari kami nalar anak-anaknya capek-capek keliling dari rumah ke rumah mendapatkan uang yang tidak seberapa tapi seperti itulah emak  kami dan pernah dia masak urap sayuran satu baskom penuh dia pun keliling rumah memberikan cuma-cuma setiap rumah sepiring-sepiring.

Dan jika datang bulan Ramadhan ada keunikan dari emak, dan kita pun anak-anaknya baru ngeh, kalau orang menyediakan buka puasa itu sudah biasa tapi emak selalu mengundang anak-anak remaja yang membangunkan sahur untuk sahur bersama di rumahnya,,, pokoknya kalau ada emakhaji mah kita enak,," ucap salah satu remaja.

Usianya kini hampir menginjak 70tn,,, tapi ingatannya masih tajam dan berkali-kali kami dikejutkan kedatangan emak yang tiba-tiba datang dan sudah berada didepan pintu rumah kami,,, "Ya,,,Allah emak kenapa ngga ngomong kan bisa dijemput kalau mau ke sini!" Selalu saja hal itu berulang-ulang dan tentunya kakaknya memarahi adik bungsu kami kenapa ngga kasih tahu kalau emak mau ke sini, "emak pamit mau pergi tapi ngga bilang kalau mau ke Jakarta.!" Nah,,, itu kekurangan di balik kelebihan emak ku “kan ada Allah disisi emak jadi emak ngga takut kemana pun kalau pergi sendirian.. Jadi jangan hiraukan kan perkataan orang-orang. Emak kami memang keras sifatnya kalau kata beliau A ya harus A tidak bisa menerima alasan B atau C,,  padahal setiap bulan ada saja anaknya yang datang umtuk mengunjunginya.


Tapi Alhamdulillah kedatangan emak yang tiba-tiba itu kini sudah tidak lagi dan itu cukup membuat kami tenang anak-anaknya, mungkin karena kelelahan fisiknya atau nasehat dari kakak tertua kami yang mungkin mau didengarnya. Ya begitulah emakku semoga apa yang dilakukan diusia senja bisa menjadi contoh terutama bagi kami anak-anaknya.

 Menulis ini bukan berarti saya menyebut kebaikan-kebaikan yang emak lakukan dan jangan sampai kebaikan yang telah dilakukan menguap.mungkin kelak anak-anak saya atau bahkan cucu saya bisa membaca dan mengenangnya.

saya yang sebagai anak ini tidak tahu apakah saya bisa melakukan hal yang sama seperti apa yang emak lakukan sekarang-sekarang ini, apakah harus menunggu tua untuk melakukan hal-hal tersebut,

Dan kini setiap hembusan nafas doa kami semoga selalu Allah memberikan yang terbaik untuknya kesehatan keselamatan dan umur yang berkah juga . aamiin..

8 comments:

  1. semoga emak nya selalu diberi kesehatan yaa :), kebetulan daerah asal saya sama dengan emak mbak di Sedong Cirebon :D

    diniratnadewi.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  2. aamiin,,, makasih ya mba dini doa yang sama untuk bundanya juga,,,

    ReplyDelete
  3. aamiin, senang mba masih ada emak semoga emak ttp sehat dan terus menebarkan kebaikan ke semua orang :)

    ReplyDelete
  4. aamiin,,, makasih juga mba herva slm kenal...

    ReplyDelete
  5. Teringat mamak ku juga mbak di kampung. Terakhir ketemu bulan Januari itu setelah 2 thn di Greenland...kangen banget sama dia...pengennya bisa dekat dekat selalu...apa daya, harus ikut suami ...
    http://dewinielsen.com/?p=2024

    ReplyDelete
  6. Iya mba Dewi, sukses terus ya..

    ReplyDelete
  7. Iya mba Dewi, sukses terus ya..

    ReplyDelete
  8. beliau sudah terbiasa melakukan apa2 sendiri ya jadi berangkat ke Jakarta pun dia tidak merasa perlu dijemput. Kdg memang suka lupa sama umur kl niatnya besar :) Salam buat emaknya semoga sehat selalu

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,