Rabu, 07 Desember 2016

Hobi menanam yang menjadi inspirasi




Ketika di tanya seseorang tentang hobi pasti akan menjawab hobi banyaklah dari yang membaca, menulis, travelling sampai berkebun,,, dan yang keempat sepertinya yang menginspirasi tetangga, ketika empat tahun yang lalu pindah ke daerah Sawangan Depok teras rumah  gersang sekali tidak ada satupun pohon,,,  karena titisan tangan petani, mulai saya menanam satu persatu pohon , taman di samping teras ini seperti hutan kecil bagi saya. Dan setiap tamu yang berkunjung maupun tetangga yang melihat,, iihh kok bisa nanam itu saya aja ngga tumbuh, dan semenjak itu satu persatu anak/bibit dari tanaman saya di minta tetangga dan dengan senang hati saya pun memberi. dari tanaman suplir, daun pandan, lidah buaya,.. ada aja yang minta.


Sekarang hampir rata-rata tetangga rumah senang sekali berkebun pingin liat yang  hijau-hijau segar dilihatnya kalau banyak tanaman

Seperti pohon sirih yang merambat mengelilingi pagar dan menutup sebagian tembok samping rumah, semua senang melihatnya, dan satu lagi tanaman pohon sirih saya  paling banyak di minta tetangga, ngga pagi atau siang atau pun sore pasti ada yang teriak dari luar “bunda Azka minta daun sirihnya ya buat obat,,,,!” Boleh jawab saya dan dengan suka hati saya kadang menawarkan untuk orang yang meminta untuk menanamnya di rumah, “mau nanam ngga dirumah saya ambilkan pisau untuk mengambil batang yang ada akarnya?”


Dan lama kelamaan rumah saya disebuat sebagai rumah sirih, bahkan kata Pak RT jalanan di rumah diganti aja dengan jalan sirih, karena sekarang hampir semua pagar rumah ada daun sirihnya. Waduhh!! Hhmm pokoknya senanglah bahkan tetangga dari luar komplekpun kadang meminta daunnya , semakin banyak diminta semakin pula banyak daunnya ngga pernah habis, bahkan saking banyaknya saya pernah menawarkan beberapa tukang jamu gendong untuk mengambilnya, berkah pokoknya.

Dan uniknya ada beberapa ibu-ibu tetangga untuk meminta saya menanam dirumahnya katanya tangan saya panas nanam pohon apa aja ngga pernah hidup, tolong dong tanamin pohonnya. “masasih bu,,, ada-ada aja!”

Berkebun atau menanam tanaman selain untuk menghambat debu yang langsung masuk ke rumah tentu saja berguna bagi paru-paru kita karena 40% udara berasal dari pepohonan yang kita tanam, dan dengan pastinya akan hadir binatang-binatang kecil ke rumah kita seperti kupu-kupu, kumbang, cangcorang, atau binatang kecil lainnya,. mungkin ini bukan hobi yang menghasilkan uang tapi percaya aja, ketika memberi bahkan selembar daun pun pasti ada balasan. Kalau memang ngga ada tanah kita bisa membeli beberapa pot lalu mengisinya dengan beberapa tanaman, bisa di gantung atau diletakkan di teras rumah.


Yuks,,, mulai sekarang jadikan diri kita sebagai inspirasi untuk lingkungan tetangga meski pun skala kecil, tapi kalau bermanfaat pasti menjadi senang.




18 komentar:

  1. Minggu lalu aku baru beli pohon cengkeh2an buat ditanem depan rumah semoga ntar bisa tumbuh dan pengen punya taman kayak mba :)
    gudluck y mba

    BalasHapus
  2. Haduuh seneng y berkebun, lihat yg ijo2 gt mata jd seger, hati jg ademm

    BalasHapus
  3. sama denagn daku apa ayng ditanam gak pernah tumbuh

    BalasHapus
  4. Aahh selalu seneng kalo ngelihat yang berkebun. Aku ga suka hiks, karena setiap tanaman yang aku tanam ga pernah jadi, kesel sendiri pundung deh heheh..

    BalasHapus
  5. Aku malah nggak bisa nanam sama sekali mba. Tanganku nggak "panas" hihiiii

    BalasHapus
  6. Lah iya mba, betul itu klo ada istilah tangan panas Krn nggak bisa nanam. Mksdnya nggak akan pernah berhasil jd tanaman bagus Klo dia yg nanem. Kyk ibu saya tiap nanem apa aja mati, eh giliran bapak yg nanem Ndilalah tumbuh subur

    BalasHapus
  7. Mbaak, telatennya, salut deh. Aku nih tangan panas, nanam apapun, peliharan binatang apapun, gagal. Huhuhu. Bunganya yg oranye cantik banget

    BalasHapus
  8. Saya juga seneng bertanam Mbak, rata-rata apa yang saya tanam bisa tumbuh. Dan di rumah juga ada pohon sirih, tapi susah besarnya. Kecil melulu. Kenapa ya? Di rumah adanya sirih merah, bukan yang hijau Mbak.

    BalasHapus
  9. dirumah ada sirih..itu pun jalar dari tetangga sebelah... karena jarang diambil kok malah mati ya..padahal awalnya subur banget..

    BalasHapus
  10. Aku biasa nya siram pake air cucian beras resep ibuku tuh...

    BalasHapus
  11. Bakat nih.
    Rumah yg hijau asri memang dambaan siapa pun. Adem rasanya.

    Good luck!

    BalasHapus
  12. Aaah pengen juga nanem2 begini, tp krn masih ngontrak jd kurang semangat :D

    BalasHapus
  13. mba sawangannya dimana? aku di sawangan regensi..kali aja bisa meetup

    BalasHapus
  14. Hayuhh atuh sy d pasir putih mba,,, nti y kapan2...

    BalasHapus
  15. ide yg menarik, daun sirih kami juga menanamnya di dinding pagar

    BalasHapus
  16. Kalo daun sirih dirumah bentuknya kaya rumpun. Hehhee...
    Waktu itu dirambatin ke tunggul pohon yang udah mati. Jadi kaya bonsai ^^

    BalasHapus
  17. Senangnya kalau punya rumah yang ada halamannya, sayangnya rumahku nggak punya halaman hihi, tapi rumah ortuku halamannya luas jadi banyak ragam tanaman

    BalasHapus
  18. pasti asik ya kalau pekarangan rumah kita bisa hijau kayak gitu

    BalasHapus

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,