Jumat, 16 Desember 2016

Menantu Vs Menantu.....,,,,,



daunbuahcom




Menantu Vs Menantu.....

Tulisan ini bermula dari curhatan seorang teman tentu saja sebelum di post izin si empunya,,,

Tie,,,, pernah ngga sih lo ngerasa bahwa lo ngga di anggap?, Pernah ngga lo ngerasa apa yang lo lakukan cuma di anggap angin lalu??

Saya hanya terdiam, mencoba menjadi pendengar yang bijak tidak ingin menyela pembicaraan,

kemudian dia melanjutkan,, Memang sih,,, aku ini cuma ibu rumahtangga beda dengan adik ipar ku yang wanita karir,,, kamu bisa bayangin tie ketika jalan terus ada yang bertanya ini mantu Bu Dewi,,ya,, kok ngga pernah kelihatan???

Waktu itu aku cuma senyum dan berkata iya Bu saya jarang keluar rumah!"

Oohhh,,, ngga juga sih habis kalau ibu kamu kesini yang diceritakan cuma istrinya Doni yang kerja di daerah Sudirman itu,, neng mah ngga pernah diceritain!"

Oohhh,,, kembali hanya senyum dan nyesek,,,

Terus tie ada lagi tetangga yang ngomong "emang ibu kamu dibeliin hp merk apa sih sama istrinya Doni,,bangga banget kayaknya cerita terus!”

 Lo bisa ngebayangin tie,,, dari tetangga ujung jalan sampai tetangga dekat,,, ibu mertuaku cuma ngebanggain adik iparku,,, ngga ada secuil cerita tentang aku ,,,, kurang gimana ya tie?,, memang sih secara ekonomi aku belum bisa ngasih banyak ke mertua tapi aku selalu tahu setiap bulan suamiku selalu kasih rutin ,,, dan juga kalau aku kerumahnya ngga pernah diam,, ibu mertuaku ngga ada pembantu,, yah kalau datang ke rumahnya aku selalu bantu-bantu kerjaan beliau,,, memang cuma tenaga yang aku bisa lakukan tapi kok ya berasa ngga di anggap?,,, Sedih dan berasa sakit hati saja,,,, Begitu juga perlakuan adik-adik iparku,,, aku berasa ngga dihormati,, lalu aku harus apa?? Ngomong ke suami ngga mungkin takut dia menambah beban dia aja?? Aku orangnya ngga enakkan ? Jadi selama ini aku diam saja,,, dipuji atau tidak cuma Allah yang tahu perasaan ku,,, dilihat atau tidak di anggap ahhh biarlah,,, mungkin saat ini harta dan uang punya peranan penting di hati ibu mertuaku,,, dia bangga karena anak laki-laki nya mempunyai istri yang mempunyai kedudukan tidak seperti aku cuma ibu rumahtangga,,, makasih ya sudah dengerin curhatan aku,,, hiks ngga perlu dijawab aku cuma butuh didengar,,,

Aku terdiam dan terhenyak tidak menyangka dibalik sifatnya yang ceria ternyata ada cerita yang selama ini ditutupi… hmm Ok! Dah selesai nih curhatnya kita makan bakso laper nih.., berusaha mengalihkan untuk makan bakso kesukaannya.

Selama makan ngga ada lagi mukanya yang kuyu sebelum datang tad,i matanya lebih berbinar cerita aku alihkan cerita ke zaman-zanan kuliah.. sesekali ada tawa lepas dari mulutnya...

Sebelum berpisah aku hanya menceritakan sebuah cerita pada zaman nabi tentang bapak dan anak bersama seekor unta kecil (ceritanya versi aku)... ketika si anak menaiki unta tersebut orang-orang yang bertemu di jalan berkata “kok si anak tega ya bapaknya jalan sedangkan si anak itu menaiki unta”, akhirnya mereka bertukar tempat si bapaknya yang menaiki unta dan anaknya yang berjalan dan ketika bertemu dengan orang-orang di jalan kemudian mendengar perkataan lagi “kok bapaknya tega membiarkan si anak jalan kasihankan...” lalu pada akhirnya mereka berdua menaiki unta itu... tapi di jalan mereka mendengar pembicaraan orang-orang lagi... “kok ngga kasihan ya sama unta kecil itu dinaiki berdua” lalu akhirnya mereka berdua turun dan jalan sambil menuntun unta itu tapi di perjalanan mereka mendengar orang-orang berkata lagi “alangkah tololnya mereka ada unta tapi tidak dinaikki....”

Mudah-mudahan kamu ngerti akan cerita ini... selama kita fokus mendengar omongan orang.. yakin kita merasa bukan menjadi diri kita.. aku yakin ada saatnya nanti ibu mertua juga adik-adikmu akan tersadar yang penting saat ini yang kita lakukan jangan sampai melukai perasaan orang ini mungkin pelajaran secara tidak langsung buat diri kita... suatu saat kamu pun akan jadi ibu mertua buat menantumu.. jadi bisa di ambil sikap alangkah tidak enaknya jika kita selalu membangga-banggakan yang lain lupa dengan yang satunya lagi... itu ambil sisi positifnya... Jadi lupakan penilaian orang lain terhadap diri kita, fokus perbaiki diri dan bahagiakan orang-orang yang benar-benar menyayangi kita, anak-anak dan suami juga orang tua kandung kita mereka lebih butuh perhatian kita, mengenai ibu mertua serta adik ipar cuma butuh waktu saja sampai kapan harta jabatan dan uang itu, semua sifatnya sementara tapi kebaikan itu abadi, ngerti mit,,, isi waktu dengan yang bermanfaat datang ke tempat menuntut ilmu agama jadi ngga ada waktu untuk mendengarkan hal hal yang buat sakit hati...
Ketika kita menikah berarti kita siap juga menikahi keluarganya kalau sudah sifat mertua dan adik-adik iparmu seperti itu,, ya dimengerti sama pengertian terhadap sifat suamimu,,, justru aku salut sama kamu mit,,, aku yang berterima kasih mungkin aku sekarang lurus lurus dan aman-aman aja terhadap keluarga suamiku tapi ngga tahu nanti,,, yang pasti hati pemaaf itu lebih mulia ketimbang hati yang tidak bersyukur,,,

Allah tidak akan diam melihat itu walaupun mungkin perlu waktu panjang sampai seusia kita misalnya,,, tetap ada pelajaran dibalik itu semua,,, pasti ada hal-hal yang baik yang akan menghampiri kita jadi ngga perlu sedih apalagi sakit hati, terus saja berbuat baik jika kita beruntung kita akan menemukan orang yang baik jika tidak kita akan ditemukan orang baik,,,,

Hmmmm makasih ya tie,,, mungkin juga Allah sudah menemukan orang yang baik yaitu kamu yang mau jadi sahabat baikku dunia dan di akhirat nanti,,,

Bukan aku Mit,,, tapi anak-anak dan suami mu merekalah orang-orang yang terbaik yang telah Allah berikan kepadamu, aku cuma sebatas pendengar dan penyampai yang mungkin juga kalau aku seperti keadaan mu sekarang mungkin juga aku akan seperti mu berasa sedih,,, tapi percaya aja Allah tidak akan memberi cobaan yang tidak mungkin kita sanggup memikulnya.

Tapi kamu janji tie,,, kita akan tetap seperti ini selamanya saling mendengarkan saling memberikan nasehat dan saling mengingatkan,,,

Mudah-mudahan,,,

aamiin,,,

11 komentar:

  1. Wahhh mertua dan menantu memang cerita yang tidak pernah habis

    Hahaha

    BalasHapus
  2. Susah memang jika kita ditakar dengan orang lain berdasarkan materi dan prestasi. Tapi jangan patah semangat yaa ...

    BalasHapus
  3. Untungnya masih punya tempat cerita ya, semangat!! :)

    BalasHapus
  4. Kata org bijak kita tdk bs menutup mulut semua orang tp bs menutup kedua kuping kita sendiri. Semangat untuk temannya mba.. Ga usah dimasukin hati. Dinikmati aja..

    BalasHapus
  5. Untungnya ya mba hubunganku ama mertua dan ama menantunya yg 1 lagi masih baik2 aja. Kalo mertua memang orangnya demokratis sekali dan berpikiran terbuka dr dulu. Jd ngomong ama beliau ya kayak ibu sendiri. Menantunya cm 2, aku dan menantu laki2. Jd makin berkuranglah gesekan antara aku dan menantu 1 nya :p. Yg 1 ce, yg 1 co, ga ada yg bisa diributin juga :D

    BalasHapus
  6. Begitulah namanya orang pasti ada banding-bandingin. Yang sabar aja deh ya

    BalasHapus
  7. 😢 sediiih. Sabar ya mbaknyaaa.
    Aku suka banget ada gambar kartun ttg unta itu si fb wktu itu. Dan aku save juga loh, mbak. Buat penyemangat diri :)

    Makasih yaa ceritanya.

    BalasHapus
  8. Menceritakan kepada orang yang tepat apa yang ada dalam pikiran dan menjadi beban akan menghilangkan sebagian beban. Ada kelegaan disana, dan hilangkan stress.

    Kalo mau bersifat dewasa, ya, cuek saja. Nikmati saja hidup yang pendek ini dengan hal baik dan positif. Dengan kejelekan dan hal negatif sabodo teuing.

    salam,
    http://alrisblog.wordpress.com

    BalasHapus
  9. yap, jangan dengarkan kata-kata orang lain karena nggak akan ada habisnya, keep strong and be your self :)

    BalasHapus
  10. Tetap semangat ya. Ambil positif saja karena bagaimanapun ibu mertua juga adalah ibu kita ya mba :)

    BalasHapus
  11. Hubungan mertua dan menantu memang banyak menjadi pembicaraan. Bagaimanapun ibu mertua sudah menjadi ibu kita sendiri. Semoga temannya tetap semangat dan hubungan dg mertua akan baik pada akhirnya nanti.

    BalasHapus

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,