Kamis, 02 Maret 2017

Program KITA SAMA Untuk Kepedulian Anak Penyandang Autisme




Pernah kesal terhadap anak yang katanya nakal atau sulit diatur, pernah ngeluh karena anak tidak rangking di kelasnya padahal sudah di les ke sana sini, atau pernah memukul anak karena sering membantah, sekiranya itu semua saatnya untuk berhenti menyesal mengeluh apalagi sampai memukul, karena diluar sana banyak sekali sepasang suami istri yang belum dikarunia amanah dan masih banyak anak diluar sana yang lahir dengan kelainan atau cacat tubuh misalnya. Dan masih banyak anak diluar sana  yang mempunyai ganguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, dan gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun itulah yang disebut gejala Autisme.



Hanya satu kata untuk kita para orang tua yaitu BERSYUKUR, bersyukur karena anak lahir dan tumbuh dengan  normal, bersyukur karena di berikan amanah yang akan meneruskan garis keturunan kita.bisa dibayangkan seorang MC kondang MF, saya pernah beberapa kali bertemu dengannya  dan pernah berkata sampai menghabis dana sebesar 2 mobil untuk membiayai anaknya yang autisme agar bisa untuk lebih  mandiri dan dapat bersoliasisasi dengan baik. Belum lagi merasakan perasaan emosional yang kadang up and down, karena memiliki anak yang autisme, tapi mereka pantang menyerah dan selalu optimis, dan itu yang kita harus rasakan lebih dari bersyukur mempunyai anak yang terlahir normal.

Sekarang saya lebih mengarah kepada anak autisme dan kenapa anak bisa terkena ganguan autisme apakah karena keturunah, iya lebih besar anak penderita autis karena  faktor genetis 90% menurut penelitian, dan faktor risiko untuk autisme termasuk karakteristik orang tua anak tersebut usia ayah dan usia ibu yang terlau tua. Resiko memiliki anak autis lebih besar pada ayah yang usianya terlalu tua, sebuah hipotesis menyebutkan bahwa sperma yang tua menyebabkan mutasi dan hipotesis lainnya menyebutkan laki-laki yang membawa gen dengan beberapa fitur autism dan juga akibat lainnya yaitu infeksi sebelum kelahiran adanya virus rubella atau cytomegalovirus yaitu mengaktifkan sistem imun tubuh ibu dan meningkatktkan resiko autisme, .



Sebenarnya banyak lagi penyebab kelahiran autisme pada anak lalu apa gejala autisme  ketika anak itu sudah lahir gejalanya yaitu anak sulit melakukan interaksi social, mengalami permasalahan dalam bersosialisasi, tidak dapat menengembangkan kemampuan berbicara dengan baik , gesture yang tidak biasa seperti sering flapping, loncat-loncat bahkan ada yang tiba-tiba berteriak, mereka lebih senang menyendiri dan fokus pada satu hal saja.

Bahkan kata Pak Heri yang usia anak sudah 22th masih sulit untuk mandiri, ada juga anak dari artis Ferina Widodo yang sudah berusia 23 tahun tapi bisa kuliah di kelas kusus di Institut Pertanian Bogor, lalu mengapa tiba-tiba Interface BPN peduli dengan penyandang Autisme dengan programnya KITA SAMA   karena kurangnya perhatian publik terhadap penyandang autisme, jadi melalui program KITA SAMA yaitu sebuah program yang terdiri dari lomba foto bercerita dan lomba menggambar, kata pak David selaku Direktur  melalui program itu untuk menyebarkan pesan kepada masyarakat luas bahwa anak autisme memiliki kesempatan yang sama dengan anak yang dilahirkan normal. Mereka dapat berprestasi dan menginpirasi anak-anak Indonesia lainnya.



Dan juga kata ibu Rani Karina Basri dengan lomba gambar merupakan kegiatan membentuk dan merubah presepsi, baik penyandang, orang tua dan masyarakat bahwa anak autisme itu juga sejajar dengan anak-anak yang normal yang diharapkan menumbuhkan rasa optimisme dan keperyaaan diri dengan bakat yang mereka miliki dan program KITA SAMA ini didukung oleh Yayasan Autisme Indonesia, Tiga Generasi, Peduli Autisme, PT Indolakto (Indomilk), PT Hutchison dan nanti penjuriannya dinilai oleh Maya Sujatmiko uang dikenal sebagai kurator dan luksian dan juga Willi Yoh fotographer dan sebagai dosen di Universitas Indonesia.

Lalu kenapa dipilih lomba foto bercerita atau menggambar karena pada umumnya anak autisme kata Ibu Saskhya seorang psikolog pendiri Tiga Generasi seni itu merupakan salah satu penyaluran bagi anak penyandang autisme dalam rangka menyalurkan ekspresi pikiran dan perasaan mereka membantu daya pengelolaan sensitivitas indera-indera mereka.

Persyaratan lomba ini sangat mudah untuk diikuti oleh siapa saja, lomba menggambar berwarna ditujukan kepada anak-anak penyandang autisme di seluruh Indonesia di bawausia 15 tahun dengan media lomba ukuran kanvas yang wajib  ukuran 25 x 30 cm, dan untuk ukuran kertasnya A3 (200gr) dengan crayon wax/lilin atau crayon oil

Sedangkan untuk lomba foto bercerita peserta harus mengrim rangkaian foto dengan 3 -6 foto dan setiap foto harus disertakan dengan cerita (caption) yang mengandung minimal 200 kata. Untuk lebih jelasnya bisa  menghubungi bapak Harris Syahjohan dengan email harris.syahjohan@interfacebpn.com oh ya lomba ini akan berlangsung selama lebih dari sebulan, dari tanggal 28 february 2017 dan pengumumannya pada awal bulan mei  2017.

 Mungkin ada saudara atau anak tetangga di lingkungan kita yang mungkin menderita autisme bisa menghubungi Yayasan Autisme Indonesia karena disana banyak sekali info kegiatan dan pelatihan yang terletak di Apartemen Kalibata City Tower Jasmine lantai2 unit 02-CC email info@autisme.or.id


 
Kesimpulannya jangan pernah memandang rendah siapapun ketika seseorang mempunyai kekurangan pasti Allah melebihkan sesuatu pada dirinya. dan mari kita peluk anak kita berkatalah dengan lembut jangan beri kemarahan setiap hari.^^

11 komentar:

  1. Aku punya teman anaknya kena autis..di kampung kita nggak ada sekolahnya sama ekspertnya cuma ada di Medan...jadi sebulan sekali anaknya harus terapi ke Medan...:) so far lebih terkendali sih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Dewi benar kurang nya sarana u. Penyandang autis karena ketidaktahuan dan respect pemerintah jg blm ada

      Hapus
  2. aku peranh pernah ikut kelas inspirasi dan dpt di sekolah yang muridnya campur antara siswa ygautis dan tidak, dan tak masalah, anak yg normal malah banyak membantu temannya

    BalasHapus
  3. Keponakanku autistik non verbal. Usianya udh 26 thn. Pandai melukis.

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah semakin banyak yang peduli dengan anak special needs :)

    BalasHapus
  5. dulu tetangga uaku juga autis, dan itu ga mudah. Semoga semakin banyak yang peduli seperti ini ya.

    BalasHapus
  6. makasih artikelnya mba, informatif banget dan makin membuka mata kita soal autisme

    BalasHapus
  7. Pemerintah seharusnya juga lebih berperan menyediakan sistem pendidikan khusus bagi penyandang autis. Dari beberapa buku dan cerita yang saya dengar, pendidikan khusus maupun terapi autisme membutuhkan biaya yang tak sedikit.

    BalasHapus
  8. anaknya sepupuku termasuk anak autis.. tapi walo begitu dia punya bakat di itungan mba. kuaaat banget hitungannya.. itu lah aku percaya Tuhan adil kok... di stiap manusia yg terlihat kurang, tp dikaruniakan bakat terpendam yg ga dipunyai manusia lain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba,,, pst ada kelebihan di setiap org walaupun org itu kurang sempurna

      Hapus
  9. aku harap nantinya pemerintah akan membantu yayasan semacam ini, teman smpku mengidap autis ringan tapi kemampuan bahasa inggris dan komputernya patut diancungi 2 jempol!

    suika-lovers.com

    BalasHapus

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,