Senin, 03 Juli 2017

Tentang Sebuah Negri di Atas Awan




,,,,,
,,,,,


Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negri di atas awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa
Aku menuju kesaana..

Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang teruangkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih



Tentang   negri di atas awan, ingat liriknya Katon Bagaskara, saya pikir hanya sebuah lirik lagu bukan negri yang sesungguhnya dan ternyata semua itu ada di Indonesia tepatnya di Toraja  Utara, adalah wisata yang bertempat di “Kampung Lolai” suatu kampung yang kini terkenal dengan sebutan “Negri di atas awan  karena puncaknya yang berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Bagi yang suka akan ketinggian dan keindahan yang paling mempesona  dengan lukisan alam yang tiada tandingan bisa suatu saat jadikan “kampung lolai” dijadikan destinasi. Selain decak kagum dan tidak henti-hentinya hati akan berucap betapa Maha Agungnya  Allah Sang Pencipta.

sunrise negri atas awan Toraja

Letak tempat wisata ini berada di kecamatan Kapalpitu kabupatten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. 20 kilometer dari Rantepao dan bisa dinikmati di atas rumah adat khas Toraja. Tongkonan dan menikmati kopi khas Toraja. Di tempat ini juga ada barisan Tongkonan yang dinamai Tongkonan Lempe. Rumah Tongkonan milik warga kampung itu juga bisa disewa sebagai “homestay wisatawan”, sesuai kesepakatan dengan pemilik rumah. belum ada tarif khusus yang diatur karena mungkin Kampung Lolai belum dikelola oleh pemerintah setempat, jadi ongkos bisa lebih murah dan untuk yang terbiasa menggunakan tenda tenda di puncak Lolai dan bermalam di tempat jika  ingin melewatkan suasana siang dan malam.dan hamparan awan putih hanya bisa dinikmati di pagi hari saja.


Kampung Lolai dikenal semenjak pemugaran Tongkonan (rumah khas Toraja) dan adanya tim paralayang provinsi Sulawesi Tengah menjadikan “Kampung Lolai” sebagai olahraga paralayang bahkan pada ulang tahun ke 8, kabupaten Toraja Utara wisata Kampung Lolai mulai diresmilan dan pernah dijadikan sebagai ajang yang berstandar internasional yaitu Toraja Explorer yang salah satu  acaranya menampilkan olah raga paralayang yang di hadiri klub manca Negara.

Selain dapat Menikmati Keindahan Negeri Diatas Awan Dari Bukit Kampung Lolai, Di Toraja Utara kita bisa juga melanjutkan ke tempat wisata Andalan Tana Toraja lainnya seperti Kete Kesu, Museum Rantepao, Londa, Rante Kalimbuang Bori, Kolam Alam Limbong.

Tongkonan rumah adat khas Toraja


Kete Kesu lebih dikenal sebagai objek wisata rumah adat masyarakat Tana Toraja Tongkonan. Dan lokasi kate kesu ini hanya berjarak 100 meter dari Tongkanan. Yang terletak diKampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Indonesia.

kete kesu berupa peti yang berisi ratusan tahun
 
Tongkonan-tongkonan  biasa dilengkapi dengan ornamen-ornamen khas Tana Toraja, serta tanduk kerbau yg di susun rapi meningkat ke atas di depan rumah adat nya. Semakin tinggi tanduk kerbau yg terpasang di depan rumah, menunjukkan semakin tinggi pula status sosial sang pemilik rumah. Dan selalu dirawat dengan baik karena nanti akan diwariskan secara turun temurun. Walaupun sudah tidak dijadikan sebagai temapt tinggal tapi merupakan cagar budaya daerah setempat. Nama dari keturunan yaitu “Puang Ri” dan masih ada sampai sekarang

Kete Kesu ini berada di Toraja bagian selatan & Suaya (Kuburan Raja Sanggala). Toraja memang terkenal dengan wisata makam atau tengkorak,  hampir semua yg menjadi objek wisata berupa kuburan peti mati yang usianya sudah ratusan tahun dan banyak tengkorak yang berserakan jadi jika ingin kesana lebih baik di siang hari, ngga kebayangkan kalau malam hari. Tapi jika mempunyai nyali yang berani tidak ada salahnya..

Tulang belulang dan peti yang berusia 100tahun


Demikian dua tempat di Toraja Sulewesi Selatan yang bisa dijadikan destinasi travelling untuk dikunjungi yang satu negri diatas awan dengan sejuta pesona dan kate kesu tempat yang berbau mistik tapi masih nyaman dikunjungi. Bahkan .ada yang bilang  “Jangan Mati dulu sebelum ke Kampung Lolai/Negri diatas awan” ^^ dan jika ingin kesana bawa jaket atau syal karena hawa dinginnya pada malam hari melebihi musim salju. Kedua tujuan ini didekatkan antara kekaguman tentang penciptaan Allah dan didekatkan juga tentang sebuah hidup akhir kita yang tertinggal hanya tulang belulang, semoga kita semuanya dapat mengambil hikmah tentang kedua kekuasaan Sang Pencipta ini.
(Terima kasih banyak kepada mba Karaeng Hilda Hilda atas foto-foto bagusnya.)


14 komentar:

  1. Aiiish tuh kete kesu... destinasi yg gak biasa.������ lebih mistisan mana ma trunyan di bali mb uti??

    BalasHapus
  2. Kampung halaman kakek ku. Sulawesi selatan. Kalau ada rezeki mau ah ke sana.

    BalasHapus
  3. ternyata negri di atas awan tuh beneran ada yak...

    BalasHapus
  4. Indonesia Timur emang juaraaaa huhu pengen kesanaaa :))
    Mampir ke tulisan aku ya mbaa ^^

    BalasHapus
  5. Waah kirain Negeri Di atas awan cuman Dieng saja ternyata di Toraja juga ada ya.

    BalasHapus
  6. jadi seram ..kalo liat tengkorak., takut kebawa mimpi..

    BalasHapus
  7. Toraja, ngerii iih aku ga beranii..
    Tapi seneng perjalanan Negeri di Awannya. Aku pernah posting, pertama kalinya menikmati negeri di Awan popotoan awan deh ngumpet2 hhaaa, abis masyaallah indahnya yaa

    BalasHapus
  8. Pengen juga aku ke tOraja, mba. Tapi belum sempat. Asik sekali lihat pemandangannya :)

    BalasHapus
  9. Waaah Toraja, saya semakin penasaran sama tempat yang satu ini

    BalasHapus
  10. wooow, aku mau ke sana loh, lht rumah adat langsung bukan dari foto, tp kapan ya????

    BalasHapus
  11. Waw ini untuk agenda kelayapan yang jauh nih.

    BalasHapus

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,