Friday, 18 August 2017

Mengenal Psoriasis dan Cara Mengobatinya





Semula saya tidak tahu sebelum mengikuti event  kesehatan pada tanggal 16 Agustus 2017 di Hotel Westin Jakarta,  bahwa orang yang sering saya jumpai itu ternyata terkena PSORIASIS, saya pikir itu sejenis cancer kulit. Karena hampir dari seluruh telapak tangannya ada plak kemerahan dan menebal.

Psoriasis adalah penyakit inflamasi  autoimun sistemik  terutama pada kulit  dan  tidak menular yang bersifat kronis residif, dapat mengenai semua usia yang di tandai dengan  gambaran klinik bervariasi berupa plak kemerahan  yang ditutupi oleh sisik tebal putih  seperti perak dan berbatas tegas.

Biasanya Psoriasis muncul di telapak tangan  dan tumit atau disebut, diderita oleh 40% pasien dengan plak psaoriasis. Penyebab psoriasis ini belum sepenuhnya diketahui, karena adanya kecendrungan genetik dan juga faktor lingkungan, penyakit ini berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang terkorelasi dengan sel-sel tubuh, dimana sel kulit ini kemudian membentuk sisik tebal dan berwarna keperakan dalam ruam-ruam merah yang terasa gatal, kering dan seringkali menyakitkan.

Mr Milan Paleja, Dr Lily Sriwahyuni dan dr Danang Tri Wahyudi


Adapun pencetus psiorasis ini bisa dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum-muniaman keras, stress,  pola makan yang sembarangan, sinar matahari, infeksi bacterial, trauma fisik dan adanya gangguan metabolisme. Menurut  dr Danang Tri Wahyudi Sp.KK , spesialis kulit dari Rumah Sakit Dharmais mengatakan , pasien tidak hanya harus berjuang melawan rasa sakit, tetapi mereka juga harus melawan beban emosional seperti kecemasan yang berdampak pada bagaimana pasien tersebut dapat menjalani kehidupan sehari-harinya dan memiliki hidup berkualitas, karena tidak dipungkiri psoriasis memiliki dampak  yang besar bagi kesehatan fisik dan mental. Kualitas hidup pasien sudah pasti akan menurun dan tentunya mempengaruhi kepercayaan diri mereka.

gejala psoriasis

Ingat jika ada anggota keluarga yang terkena psoriasis ini jangan dijauhi makan sepiring berdua tidak akan tertular karena dukungan dan perhatian dari keluarga adalah faktor besar bagi penderita psoriasis ini bisa menjalani layaknya hidup normal , kata Dr Lily. S. Sulistyowati, MM Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Pasien ini seperti penderita diabetes yang tergantung pada obat seumur hidupnya.   Di Indonesia psoriasis ditemukan sekitar 1 % dan penyakit ini dimulai dari usia 10 – 30 tahun dengan risiko yang sama pada laki-laki dan perempuan.

Jika awalnya timbul pada usia kurang dari 15 tahun  biasanya ada riwayat psoriasis dalam keluarga. Beliau melanjutkan langkah pencegahan dan pengendalian psoriasis di Indonesia  adalah melalui :

  1. Penyusunan buku pedoman penanggulangan psoriasis  fasilitas kesehatan  di tingkat pertama guna menyediakan tenaga kesehatan untuk peningkatan dan pengembangan kompetensi dan kapasitasnya.
  2. Promosi kesehatan, dilakukan melalui kegiatan advokasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat  dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan serta kemampuan individu, keluarga dan kelompok masyarakat untuk perilaku pencegahan dan berperan aktif dalam penanggulangan psoriasis serta  informasi melalui media.
 
area yang biasa timbul psoriais


Tindakan Psoriasis Area and Severity Index (PASI) adalah metode  untuk menentukan hasil dari studi klinis untuk psoriasis dengan cara mengukur tingkat kemerahan, sisik dan tebalnya plak psoriasis dan sebarannya di permukaan tubuh. Skor dari PASI ini yang meningkat mengindikasikan perbaikan kondisi tubuh psoriasis pasien untuk mendapatkan kondisi kulit yang tambak bersih. Kini tersedia ‘Secukinumab’ yang diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pengobatan untuk peningkatan hasil bagi para pasien dan standar harapan terhadap pengobatannya kata Mr Milan Paleja General Manager Pharma, Presiden Director Novartis Grup Indonesia.

gambar jelas pd kulit diambil dari skincareayurveda,com

Secukinumab adalah obat biologis - protein dengan rekayasa genetis yang didapatkan dari gen manusia yang dirancang untuk  menghambat komponen spesifik di sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi dan daya tahan tubuh. Secara sederhana obat ini beraksi dengan menghambat siklus respon daya tahan tubuh terhadap penyakit tersebut. Biasanya obat ini disuntikan 1 bulan sekali kepada pasien, jika rutin berobat maka kulit tampak halus walaupun tidak bersih sama sekali.

 
seorang dr gigi yang sembuh dari Psoriasis
Sedangkan Novartis yang memproduksi Secukinumab ini adalah penyedia layanan kesehatan bagi pasien dan komunitas dan kebutuhannya yang terus berkembang bertempat di Basel, Swiss,  pengobatan yang inovatid, produk generik dengan harga yang efisien,  dan produk Novartis dijual di sekitar 155 negara di seluruh dunia.





10 comments:

  1. Saya baru tahu kalo itu namanya psoriasis. Kayak gatal tapi tebal gitu ya. Tfs mbak

    ReplyDelete
  2. Aku juga baru tahu apa itu psoriasis.
    Semoga obat yang baru ini bisa benar-benar membuat kulit bersih ya, Mbak.

    ReplyDelete
  3. Baru tahu dengan penyakit ini. Tapi penyakit kulit sejenis gitu sering lihat loh pada beberapa orang... Kira in gatal karena kuman2 biasa. Setelah ada obatnya ini moga makin banyak yg sembuh dan tidak terlihat lagi orang dengan penyakit kulit demikian ya.

    ReplyDelete
  4. semoga banyak pasien psoriasis yang cocok dengan obat ini. Tentu bakal lebih percaya diri dengan kulit yang bersih

    ReplyDelete
  5. aduh ngeriiii, bersyukur sudah ada obatnya ya mba, semoga efektif

    ReplyDelete
  6. Kapan hari kakak saya suruh lihat bagian kulit kepalanya, ada yang gatal kayaknya. Klo saya lihat kok mirip psoriasis ini yaa..

    Saya juga ada, mirip. Tapi gak setebal itu. Adanya di sekitar siku. Gatal kalau kena air laut. Besok-besok mau diperiksa dlu lah..ini sakit apa.

    ReplyDelete
  7. Sedih ya kemarin nyimak tentang penyakit ini,moga obatnya benar-benar membantu

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah skrng udah bisa diobati meskipun bekasnya tdk bisa hilang bersih ya mbak. Kirain disebabkan virus, ternyata lbh krn gaya hidup ya...

    ReplyDelete
  9. Meski hanya 1% di Indonesia, kita tetap harus waspada dengan gaya hidup. Jangan sampai terkena psoriasis

    ReplyDelete
  10. Anakku pernah kena ini deh, obatnya amoxan tapi pas sembuh bakat ya gak ilang

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,