Sabtu, 16 September 2017

Kenali Perilaku Anak di Usia Pra Sekolah

by mira  (sid n kanda)

Hari kamis tanggal 14 September 2017, bertempat di Harlequin Bistro Kemang Clozzetters Gathering dan Parenting Club Wyeth Nutrilon,  mengadakan event yang seru tentang “Kenali perilaku anak di usia Pra Sekolah” pertumbuhan dan perkembangan si kecil ternyata diawali pada 1000 hari pertama yaitu 9 bulan 270 hari dalam kandungan + 360 hari di usia 1 tahun dan 360hr menuju usia 2 tahun atau sering disebut masa {golden age}

Pada masa itu dibutuhkan ekstra dari orang tua dan lingkungan penuhi gizi, nutrisi pada baby dan tentu juga ibunya. Pemenuhan gizi yang tepat sangat penting untuk tumbuh dan kecerdasannya kelak jika semua supatan seperti karbohidrat, lemak. Vitamin, protein, serta serat dan mineral tercukupi maka anak yang cerdas dan pertumbuhan yang baik akan  terpenuhi.

Dalam dua tahun pertama usia anak, otaknya tumbuh hingga 80 persen ukuran otak orang dewasa. Ketika ia memasuki usia 5 tahun, pertumbuhan otaknya mencapai 90%. Pada fase ini, sekitar 85% kecerdasan dan kepribadiannya juga telah terbentuk. Karena itu, jangan heran,  jika saat memasuki usia prasekolah si Kecil terlihat lebih pintar, mandiri, dan percaya diri. 

Pada masa ini, biasanya si Kecil sudah bisa menunjukkan jenis kepintaran tertentu. Orang tua bisa mendeteksinya antara lain melalui minat serta kegiatan kesukaan si Kecil. Kata DR Dr Rini Sekartini Sp A(K) membuka pembicaraan. Biarkan anak bermain diluar tentunya  dengan pengawasan kita karena dengan bermain pengaruh stimulus dan perkembangan motorik, daya imaginasi anak akan bertambah dengan sendirinya dan biarkan anak bersoliasasi dengan teman seusianya.



nara sumber Ayudia, dr Rini Sekartini dan Budi Haha

Bermain adalah salah satu cara bagi anak untuk belajar dan merasakan pengalaman yang baru. Bermain akan mengasah kecerdasan mental, fisik, maupun sosial anak dalam memahami nilai-nilai kehidupan. Biarkan anak memilih permainannya, dapat dengan permainan yang tidak diarahkan, di sini anak belajar untuk bernegosiasi, bekerja sama, berbagi dan menyelesaikan konflik. Bisa permainan yang diputuskan hal itu secara otomatis kita orang tua bisa mengevaluasi kesiapannya memasuki masa sekolah. Selain faktor kepintaran, hal lain yang juga menentukan kesiapan si Kecil masuk sekolah yaitu kesiapan fisik, emosional, dan sosial.

Kesiapan emosional dan sosial antara lain tercermin dari perilaku anak. Perilaku adalah kemampuan memahami dan bertindak bijaksana dalam menghadapi atau berhubungan dengan orang lain. Banyak orang tua kebingungan menghadapi perilaku anaknya yang dianggap “bermasalah”. Padahal, perilaku normal setiap anak bisa saja berbeda karena tergantung usia, kepribadian, serta perkembangan fisik dan emosionalnya.

Untuk mengembangkan kepribadian anak dalam periode emasnya, orang tua perlu menyinergikan kepintaran si Kecil. Langkah ini sekaligus dapat membantu menyeimbangkan kepintaran dan perilaku anak. Sinergi kepintaran dapat mengembangkan kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial si Kecil. Melalui sinergi kepintaran, si Kecil dapat tumbuh menjadi anak yang pintarnya beda dan kelak memiliki masa depan penuh kesuksesan.

wiith Ayudia mom kala

Dalam mememilih permainan tidak menulu mainan yang mahal seperti main bola, mampu mengasah motorik kakinya dan mengatur emosinya bergantian dalam menendang bola. Anak usia dini adalah masa-masa yang butuh perhatian dan kasih sayang total dari kedua orangtuanya. Apabila anak diasuh dengan pola asuh demokratis maka tumbuh kembang anak akan lebih baik. Karena jika pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya demokratis yang selalu memberikannya kebebasan beraktivitas tetapi tetap diarahkan orangtuanya, anak akan cenderung bebas melakukan aktivitas pembelajaran dalam dirinya tetapi bertanggungjawab akan akibat yang akan diterima kelak, pemberani, mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, tidak tergantung kepada orangtuanya, dan riang gembira.


Sebaliknya jika pola asuh orangtua kepada anaknya otoriter anak akan cenderung takut untuk melakukan sesuatu untuk perkembangannya yang lebih baik karena apapun aktivitas anak selalu dikekang dan orangtua terlalu takut membebaskan anaknya beraktivitas. Anak akan cenderung penakut, tidak percaya diri, tergantung kepada orangtua, cenderung pendiam, pemurung, tidak mudah tersenyum, dan tidak gembira.


Dan artis Ayudia ibu dari Kala yang memasuki usia 2 tahun memberikan tipsnya, dalam memberikan stimulus bukan hanya peran ibu semata, seorang ayahpun bisa ikut membantu dengan sering bermain bersama buah hatinya, kata Ayu anak tidak perlu dimasukan sekolah terlalu dini karena hal itu akan membuat besarnya nanti akan timbul rasa bosan. Berikan hak anak yaitu dengan bermain dan bounding lebih banyak terhadap orang tuanya. Nanti jika anak telah mengijak usia 5 – 6 tahun baru kita mulai memasuki anak ke sekolah taman kanak-kanak.


peserta worshop dan nara sumber by Febri

Dan  acara kemarin juga menghadirkang pendongeng {story teller} mas Budi Haha, katanya jika anak sering mendengarkan dongeng maka daya imaginasinya akan bertumbuh dengan sangat baik. Stimulus otaknya dengan sendirinya akan bertambah dan tentu saja akan membuat anak tumbuh cerdas.

Bisa diambil kesimpulan Pengertian anak usia prasekolah  adalah “anak usia 4-6 tahun dimana pada masa ini anak telah mencapai kematangan dalam berbagai macam fungsi motorik dan diikuti dengan perkembangan intelektual dan sosioemosional”. Selain itu, imajinasi intelektual dan keinginan anak untuk mencari tahu dan bereksplorasi terhadap lingkungan juga merupakan ciri utama anak pada usia ini.
  • Lakukan interaksi/bounding sesering mungkin dan bervariasi dengan sikecil.
  • Tunjukkan minat terhadap apa yang dilakukannya dan berikan kesempatan kepada sikecil untuk meneliti dan mendapatkan pengalaman dalam banyak hal.
  • Berikan kesempatan dan dorongan untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri., dan doronglah sikecil agar mau mencoba mendapatkan keterampilan dalam berbagai tingkah laku.
  •  Kagumilah  dan beri reward apa yang dilakukanya sehingga akan timbul rasa percaya diri dan apabila berkomunikasi dengan anak, lakukan dengan hangat dan dengan ketulusan hati.




30 komentar:

  1. makasih mba sharingnya, ternyata jenis mainan/permainan juga harus dipertimbangkan demi kemajuan anak ya.. nanti kalo punya keluarga pasti aku terapin hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bner bngt annafi, aamiin smoga d segerakan

      Hapus
  2. Bener banget ya mbak, cara kita merespon semua kegiatannya juga jadi pengaruh besar buat tumbuh kembang anak. Jadi inget bundanya Bella (Annabella) yang di IG itu. Semua responnya membuat Bella berkembang dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iy mba alma bounding ortu k kidos itu lbih utama ya,

      Hapus
  3. makasih sharingnya, mbak. jadi intinya kita sebagai orang tua harus sering-sering bersama anak ya di periode emasnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap bner bounding n nutrisi my juga d perhatiin mba penting bngt u.kecerdasamny nanti

      Hapus
  4. Keinginan untuk memberikan kesempatan agar anak melakukan berbagai kegiatan memang perlu dilakukan tuh mba. Soalnya masih banyak orangtua yang kuatir anaknya jatuh jika explore

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg penting d awasi mba,. Mmberikan yg Aman itu juga penting

      Hapus
  5. Betul sekali ini. Terimakasih ya sharingnya :)

    BalasHapus
  6. Eh ternyata 11-12 sama ayudia ya.. Masi cocok mom nambah baby lagi. Wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ish mam ruly am yg msh mudaan sy mh mau explore diri dulu nih,,,

      Hapus
  7. Setujuuu, mainan untuk anak nggak perlu mainan yang mahal. Asyiknya, dapat ilmu parenting ya di acara ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iy bnr bngt mba,,, Aman murah itu jauh lbh penting

      Hapus
  8. iyaa bener banget sharingnya, dalam mas akembang anak semua kegiatan anak lebih baik kita dukung dan beri kesempatan anak untuk bisa melakukan hal-hal yang dia mau supaya dia bisa mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan dirinya ya mbak ^^

    nice infooo :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iy krn bermain hak mereka y mba,,. Aplg bounding tinggal ortu yg mngarahkn k tmpt brmain yg aman

      Hapus
  9. Solo kapan yah ada workshop begini, kaliahatannya keren dan bermanfaat bgt materinya

    BalasHapus
  10. Otak anak tumbuh berkembang . Makin gede dah anak makin Pinter

    BalasHapus
  11. Memang benar mb klo anak dekat/sering bermain dg ayah itu luar biasa energi positifnya..sy sdg merasakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iy bahkan Ada yg bilang kecerdasanny bertambah y mba,,

      Hapus
  12. aku jadi mikir loh mba aku ini demokratis tapi anakku jd penakut mungkin aku mesti lbh banyak belajar lagi hehehe atau jamgan2 secara ga asadar aku tll otoriter y mm PR banget jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sempet mikir juga,,. Yg pnting anak enjoy am kita itu udah nilai tambah

      Hapus
  13. Terima kasih sharingnya ya mbak. Usia anak saya banget nih.

    BalasHapus
  14. Termasuk Fahmi nih putra saya saat ini memasuki pra sekolah dan ilmu ini bagus banget. Berasa saya ikut acaranya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iy bnr teh,,, ish si teteh udah bnyk ilmunya sy yg msh bnyk bljar ini, suka ngeliat explore kelgny kemping 2 gitu

      Hapus
  15. bener mba, sinergi akal, fisik dan sosial harus terstimulasi dengan baik ya mba agar mereka berkembang optimal

    BalasHapus
  16. ganteng banget foto pembukanya, hihi. Sukak banget talkshow dari Wyeth ini. Ada stimulation room di mana anakku bisa bersosialisasi dengan orang lain.

    BalasHapus
  17. Waaahh ...
    Aku suka banget baca artikel reportase dari seminar parenting seperti ini. Secara aku punya Danisha yg jelang usia pra sekolah jg.

    Btw setuju sama Ayudia bahwa anak tak perlu terlalu dini masuk sekolah. Kelak kalo bosen sekolah tuh gawat!

    BalasHapus
  18. Foto pertama itu anak-anak pintar dan aktif yang aku kenal...hehe

    BalasHapus
  19. Tengkyu sharingnya mbak. Iya sih kadang menjumpai ada ortu yg khawatir berlebihan kepada anak saat beraktivitas, pdhl justru bikin anak jd penakut gtu yaaa

    BalasHapus
  20. Mainan Tidak harus mahal >> setuju nih Mba. Waktu anak pertamaku masuk usia pra sekolah aku ga pernah beli mainan, cukup kertas selebaran mini market aja yang aku jadikan fasilitas untuk mengenalkan angka dan berhitung.

    BalasHapus

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,