Sunday, 3 December 2017

Simposium Hari Diabetes Sedunia 2017 Diteksi Dini Kesehatan



Simposium Hari Diabetes Sedunia 2017 di Ritz Caltonn mengusung tema – Woman and Diabetes, Our Right to a Healthy Future. Tema tersebut dipilih karena dewasa ini ada lebih dari 199 juta wanita yang hidup dengan diabetes di dunia dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 313 juta pada tahun 2040. Selain itu, diabetes merupakan penyebab utama kematian ke-9 pada wanita di dunia dengan 2,1 juta kematian setiap tahunnya. Artinya, ada 1 di antara 7 kelahiran dipengaruhi oleh Diabetes Gestasional.

Sebelum acara dimulai  banyak para peserta mendaftarkan test kesehatan secara gratis yang di gelar PON PTN, sayapun ikut selain penasaran juga ingin tahu  alhamdulillah semua normal, hanya kadar asam urat sedikit tinggi.

Dalam gelaran simposium dihadiri oleh Menteri Kesehatan serta para Pejabat di Lingkungan Kementerian Kesehatan, Menteri Kesehatan Nila F MoeLoek membuka acara dengan mengatakan bahwa Diabetes Millitus (DM) atau kencing manis merupakan induk dari segala macam jenis penyakit yang menyebabkan penyakit lainnya, seperti gagal ginjal, stroke bahkan bisa sampai kebutaan. maka masyarakat harus menjaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat, olahraga, makan seimbang, dan istirahat cukup,

Lebih lanjut, Baliau  juga memaparkan, diabetes bisa diturunkan oleh ibu pada bayinya. Hal tersebut menambah potensi pengidap diabetes di Indonesia akan semakin bertambah, jika para wanita tidak bisa menerapkan gaya hidup sehat dan benar. Selain itu diabetes juga berpotensi menjangkit perempuan, dan memiliki risiko yang lebih fatal, karena wanita pengidap diabetes bisa menurunkan penyakit tersebut pada anaknya.

mentri kesehatan Nila F MoeLoek
by p2ptmkemenkesri
Simposium yang dihadiri sekitar 600 orang, dari Lembaga kesehatan, mahasiwa, blogger  dan media. Menjadi saksi atas diresmikannya peluncuran program baru Kementerian Kesehatan: Program Indonesia Mampu; Aksi Bersama untuk Indonesia Sejahtera bersama Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dengan pemerintah Denmark yang diwakili oleh Perdana Menteri Lars Lokke Rasmussen. Dengan simbolis menekan sirene bersama yang salah satu targetnya untuk mengurangi dan mencegah resiko tinggi diabetes dan hipertensi.

Dalam kesempatan itu, Mr Rasmussen mengatakan bahwa diabetes telah menjadi permasalahan internasional. Salah satu yang menjadi permasalahan pada kebiasaan sehari-hari. Untuk itu, perlu menjaga makanan yang sehat dan meningkatkan kualitas pendidikan pada anak. Di Denmark sendiri terdapat peraturan tersendiri. Sehingga lifestyle bisa menjadi solusi medis. Seperti melakukan latihan fisik dengan bersepeda. Beliau menilai Indonesia termasuk sangat cepat menanggapi hal itu. Dalam menghadapi ini, Indonesia berkolaborasi dengan Denmark khususnya mengenai profesional kesehatan. Indonesia memiliki pengalaman dalam pencegahan penyakit, terlihat dalam sistem kesehatannya," ujarnya.

Perdana Mentri Denmark Lars Lokke Rasmussen
by p2kemenkesri
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan RI juga memuji layanan kesehatan di Denmark. Menurutnya, Denmark bagus sekali mengenai kesehatan seperti dengan e -health. Dokter sudah pakai elektronik." Kita akan coba itu. Untuk saat ini akan kerjasama pembuatan insulin dulu," kata Ibu Nila F Moeloek. Lagi.

Selain itu hadir juga Vice President & General Manager Novo Nordisk, Morten Vaupel mengatakan penguatan fasilitas kesehatan dasar adalah hal yang utama. “Peningkatan kesehatan dasar sudah pernah dilakukan Denmark dan negara-negara di Eropa selama 20 tahun terkahir. Hal ini pun dilakukan di Meksiko yang memiliki latar belakang negara mirip dengan Indonesia.


Dan katanya lagi ada 4 hal utama yang menjadi masalah dalam menangani penyakit diabetes di Indonesia. Berdasarkan Blueprint for Change di tahun 2013.
  • Rendahnya kesadaran masyarakat terkait dengan penyakit diabetes secara menyeluruh.
  • ketidakseimbangan pasokan maupun permintaan akan layanan kesehatan akibat populasi pasien yang menyebar dan dihadapkan dengan spesialis penyakit diabetes yang sangat terbatas.
  • kurangnya sumber daya dalam sistem kesehatan masyarakat di Indonesia.
  • Masih rendahnya jumlah masyarakat yang menerima pengobatan dan insulin yang tepat sehingga mengakibatkan minimnya kualitas pengobatan diabetes.

Dengan mempelajari keempat isu utama tersebut, kami yakin dapat membantu menurunkan jumlah kasus diabetes di Indonesia,” katanya lagi

peluncuran gerakan Indonesia Mampu Aksi Bersama Untuk Indonesia Sejahtera
by p2kamenkesri
Acara simposium ini padat dan tentunya  menambah ilmu baru bagi saya, setelah rombongan Mentri Kesehatan dan Perdana Mentri Denmark meninggalan tempat acara ada beberapa diskusi  yang intinya sama bagaiman menanggulangi DM, dimana pemerintah berusaha dari puskemas yang merupakan gerbang utama kesehatan dalam mengedukasi pentingya memerikasa kesehatan sebelum sakit.

Sebenarnya apa penyakit Diabetes Militus itu kata dr Koesmedi Priharto, SpOT. M.Kes Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.

Nara Sumber sessi 1
Gejala Diabetes Mellitus
Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 – 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.
Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :
1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga.
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak.
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya dan mudah infeksi
cek kesehatan sejak dini
Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.

Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.

Tipe Diabetes Mellitus

1. Diabetes Mellitus tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.

Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.

2. Diabetes Mellitus tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.
peserta simposium WDD2017
Dari beberapa nara umber yang hadir tetap intinya  menganjurkan pola hidup sehat, agar terhindar dari segala macam penyakit. Dan gerakan masyrakat (GerMas) yang dirancang oleh kementrian kesahatan yaitu program CERDIK agar direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Apasih CERDIK itu ?
Cek kesehatan secara rutin
Enyahkan asap rokok
Rajin aktivitas fisik
Diet Seimbang
Istirahat cukup
Kelola stress

Jika ini dilakukan setiap hari insyaAllah penyakit apapun akan jauh dari badan kita. Dan hal yang penting dalam keseharian kesehatan adalah diteksi dini,

Semoga bermanfaat ya.
  


2 comments:

  1. Wahh ternyata wanita hamil dapat berpotensi menurunkan diabetes kepada janinnya yaa. Mesti digalakkan niyy gerakan CERDIKNya, biar masyarakat banyak yang aware.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mba evi,,, cerdik mesti terrealisasi dalam kehidupan sehari-hari

      Delete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,