Friday, 30 December 2016

Behind the story "om telolet om"



Behind the story “om Telolet om”
(Versi di sebuah Desa di daerah Cirebon, Kuningan)



Sebut saja Kurni dia lebih tua usia 4 tahun dari saya, wajahnya memang cantik, cantik alami gadis desa, lahir dari keluarga yang sederhana. Dia dulu adalah teman main saya ketika saya sering liburan sekolah di sebuah desa di Cirebon Kuningan sebut saja Desa itu bernama Desa Welas,
Rata-rata di desa welas penduduknya adalah petani dan pengrajin bambu, bambu dibuat bilik yang dulu dibuat sebagai dinding rumah hmmm sampai sekarang pun ada seperti rumah kurni rumahnya masih setengah bilik, lantainya masih tanah merah,  kamar nya pun masih disekat dengan bilik dengan ruangan yang lainnya.

Selepas sekolah dasar Kurni tidak melanjutkan sekolahnya karena dia anak ke dua dari lima bersaudara kakaknya sudah menikah sedangkan ke tiga adiknya semua laki-laki, otomatis jadilah dia sebagai ibu kedua bagi keluarganya dia yang mencuci  baju seluruh keluarganya dan memasak karena kedua orangtuanya menghabiskan hampir tiga perempat harinya menggarap sawah. Selama menunggu panen bapaknya membuat anyaman bambu, dengan dibantu ketiga adik-adiknya.  Ketika usianya genap 15 tahun, Kurni ditawari kerja di sebuah restoran pinggir jalan raya tempat isitirahat para bis luar kota, selang dua tahun dia bekerja disana, dia kenal dengan seorang laki - laki bernama Sastra mungkin karena seringnya tiap hari bertemu timbul rasa suka pada keduanya, dan akhirnya mereka menikah tapi Kurni bukan sebagai wanita pertama,  dari pernikahan Satra , waktu itu Bapak dan ibunya serta kakaknya sudah memperingati agar tidak terburu-buru menikah tapi cinta sudah berkata lain, walaupun hanya menikah siri  dan hanya dihadiri oleh keluarga dekat dan beberapa teman Sastra yeng berprofesi sebgai supir dan kernet.

Beberapa bulan kemudian Kurni hamil dan dia berhenti dari tempat kerjanya,  Sastra sang suami dalam sebulan hanya datang dua atau tiga kali mengngunjunginya, tapi sebagai janjinya setiap lewat ujung jalan didesanya Sasta akan memencet klakson sebagai pengganti kehadirannya, dan sebagai obat kengen kepada Kurni. Dan hal itu ditepatinya Kurni hanya tersenyum kemudian mengelus perutnya yang semakin membesar telolet,, telolet,, bapakmu lewat nak, bisiknya pelan,,,

Dan ketika anaknya lahir Sastra begitu senang karena Kurni melahirkan seorang anak laki-laki konon katanya istri pertamanya  tidak mempunyai anak, dan anak itu diberi nama Ari,  walaupun itu tetap tidak merubah kunjungan Sastra ke Kurni akhirnya dari uang yang diberikan Sastra Kurni dapat membuat rumah sederhana   yang berjarak 200 meter dari rumah orangtuanya, ketika anaknya sudah bisa bicara Ari pernah berkata kepada Bapaknya,

 “kunaon Bapak teh gening teu bisa meting di imah lila, ngan dua dinten terus indit,,? (kenapa bapak ngga bisa lama tinggal dirumah cuma dua hari terus pergi?)

“Bapak teh,, milarian icis jeng sekolah Arinya, jadi ari kudu pinter, jaga mimih,,,!” Tapi Bapak jangji mun bapak liwat di jalan harep bapak nyalukan mimih jeng Ari  Tet,, tet,,, eta artina Bapak kangeng ka Ari jeng Mimihnya!” kata Sastra sambil memeluk anaknya erat. (Bapak harus cari uang, jadi Ari harus pinter jaga mimih ya, tapi Bapak janji kalau lewat jalan depan desa bapak akan mencet klakson tet,,tet,, itu artinya bapak kangen sama Ari dan Mimih ya,,,)

“Sanes tet,,tet,, Bapak cek Mimih mah,, telolet ,, telotet kitu” (bukan tet bapak tapi kata mimih telolet telolet gitu ).

Ari dan Kurni selalu tahu jadwal bapaknya memencet klakson yaitu pada pukul 12 lewat,  dan menjelang maghrib dia hapal betul suara klakson bapaknya walaupun semua bis rata-rata sama bunyinya, dia akan bilang ke mimihnya

 “Bapak,, mihhh!”  dan Kurni hanya mangaguk dan tersenyum kelu mungkin menahan rasa kangen atau sedih yang tertahan.

Ketika usia Ari 5 tahun tepat waktu itu hari minggu Bapaknya mengajak Ari untuk sholat shubuh di mushola depan balai desa  selama berjalan ke mushola Ari digendong di belakang dan tidak henti dari mulut keduanya bersenandung telolet telolet,, dan ternyata itu hari terakhir dia bersama bapak gendongan terakhir sang Bapak , karena beberapa hari Sastra tidak lagi datang waktu itu belum ada telpon genggam, Kurni mendapat berita dari kernet yang bernama Iwan  yang datang kerumahnya bahwa Sasta mengalami kecelakaan dan meninggal ditempat. Iwanpun terluka tapi tidak terlalu parah. Waktu itu Kurni hanya bisa menagis dan memeluknya erat Ari dan berkata bahwa Bapak tidak akan datang lagi kesini karena telah pergi jauh,. Ari tidak mengerti dia hanya ikut menangis, Iwan iba dan mengendong Ari,,

 “Ari,,,,  Om jangji om ngke datang kedie  deui ulin jeng Ari jeng mencet klaksan kanggo Ari jeng Mimihnya,” kata Iwan sambil mengelus kepala Ari. (Ari om janji om akan sering main kesini dan memencet klakson buat Ari dan Mimih ya)

Dan tepat ketika siang itu jam 12;30 klason terdengar tapi Ari seakan tahu mungkin ada kontak batin,, hatinya tidak seriang dulu matanya tidak berbinar seperti sebelum-sebelumnya,,, berkata kepada mimihnya

“Sanes Bapak ,,, mih,,!” ujarnya pelan sambil terisak,,  (bukan Bapak,, mih.!”)

“nya,, Ari,,, eta Om Iwan…! Jik atuch tingali kajalan esukannya, mugi aya Bapak ningalian Ari ti jauh,,,!” kata Kurni sambil membelai rambut Ari. (Iya Ari,, itu Om Iwan coba Ari kejalan besok mudah-mudahan Bapak melihat Ari dari jauh,,)

“Aya bapak kitu di bis,,ningalian Ari,,,?” kata Ari mulutnya kembali tersenyum. (Ada Bapak di bis melihat Ari?..)

Kurni hanya mengangguk sambil tersenyum. Dan semenjak itu Ari selalu berlari ke depan jalan menunggu bis yang dulu disupiri Bapaknya dan ketika lewat dia akan berteriak Om telolet om,,, dan Iwan sang Supir yang menggantikan Sastra sang Bapak, sudah hafal betul sambil melambaikan tangngannya dia memencet klakson,  ada rasa bahagia dan kegembiraan yang lain walaupun Ari tahu sang bapak tidak pernah datang lagi dan dia akan berlari pulang penuh dengan tawa
____


Ari dan Kurni tidak tahu bahwa “om telolet om” sudah mendunia dan kini usia Ari sudah 17th dan dia pun tidak tahu bahwa apa yang dia lakukan ketika kecil kini menjadi fenomenal, Ari menjadi pemuda yang lebih pendiam dari yang lain,  sekarang dia bekerja di pabrik rotan sekolahnya pun hanya lulusan sekolah dasar  dan Kurni telah menikah lagi kadang kata Kurni  pernah sesekali melihat Ari duduk di ujung jalan sambil menatap bis yang lewat entah apa yang ada di dalam hatinya, mungkin masih ada rasa kangen atas kehadiran sang Bapak.


(ini hanya sebuah versi lain yang saya tahu dan tidak tahu apakah om telolet om yang sedang mendunia ada cerila lainnya lagi... )


Tuesday, 20 December 2016

Bijak Menggunakan MedSos



.
Di acara Gathering Blogger kemarin di Buger King Plaza Pestival Kuningan mengenai “THE POWER OF SOCIAL MEDIA” sepertinya membuka pikiran kita selama ini bagaimana kita menggunakan medsos secara bijak, bijak dalam arti untuk diri kita sendiri dan tentunya bagi pembaca.

Acara gathering yang digagas oleh Indonesian Social Blogpreneur/ ISB dan CNI, di isi oleh dua nara sumber yang sudah berkompeten dibidangnya mas Niko Riansyah social media community dari CNI/ PT.NUSA INSAN CEMERLANG dan teh, Ani Berta writer content yang sudah tidak asing lagi namanya di dunia blogger.

Sesi pertama diisi oleh mas Niko yang memaparkan kini CNI membuka pangsa pasar baru dengan menggunakan dunia medsos, yang bisa membidik seluruh lapisan dan memudahkan untuk mendapatkan produk yang dihasilkan oleh CNI. Terus terang dulu mengenal produk CNI waktu masih usia SMA kakak ipar sering sekali mengkonsumsi Ginseng Coffee dan ternyata beliau juga sebagai member CNI. Seperti sekarang-sekarang ini sudah tidak mengkonsumsi lagi karena katanya sulit mendapakan produk CNI jauh dari rumah sih alasannya. Mungkin inilah salah satu alasan CNI untuk mendobrak penjualan dan menyebarluaskn produknya. Mungkin dulu konsumen masih menunggu agar dropshiper membeli banyak baru kita bisa membelinya via telepon janjian dimana baru bisa mendapatkan produk. Kini melalui geraicni.com belanja produk CNI semudah menjentikkan jari, mempermudah akses kita yang bukan memberpun bisa membeli produk CNI tanpa ribet.



Belanja online kini sudah menjadi lifestyle bagi sebagian penduduk Indonesia, yang enggan pergi ke mall atau supermarket tinggal diam dirumah transfers dan menunggu barang sudah diantar berada didepan mata. Lebih efisien waktu dan tenaga. Di gerancni.com kita bisa mendowloadnya lewat smartphone langkah pertamanya kita harus menjadi anggota CNI dan mendaftar akun di geraicni.com, selanjutnya cara mendaftar link afliasi adalah dengan login ke geraicni.com kilk daftar afliasi, dam masukkan link yang ingin didaftarkan. Dengan demikian anggota CNI akan semakin besar kesempatannya mendapatkan konsumen di geraicni.com

Dan jangan salahloh ketika kita belanja melalui geraicni.com selain mendapatkan produk dan harga yang terjamin kita bisa juga mendapatkan poin lebih yang masuk ke rekening kita apabila kita dapat mengajak orang lain untuk ikut serta belanja di geraicni.com  ,  ini juga termasuk salah satu bijak menggunakkan medsos dengan medsos kita bisa menghasilkan benefit selain mempunyai bayak teman.



Selanjutnya sesi kedua diisi oleh teh Ani Berta, terus terang pertama mendengar namanya saya pikir orang sebrang eh ternyata ada campuran urang sundanya samilah dengan saya, urang sunda mah cenah baik tidak pelit ilmu hehe,,, #ups punten sama yang lain ya. Di sesi ini teh Ani Berta memaparkan begitu banyak aplikasi medsos yang kadang kita lupa mengontrol diri untuk menggunakannya sebut saja Facebook, Instagram, twiteer, Path dan You tobe atau masih banyak yang lainnya. Kadang medsos dijadikan tempat curhat keadaan hati yang mungkin ada sebagian pembaca bisa mencibir atau sedikit yang senang, medsos dijadikan ajang diary, setiap menit apa yang kita lakukan pasti di upload duuhhh... tanpa sadar itu bisa membuat follower kita menjadi bosan dan tanpa sadar pula kita di unflollow. Atau kadang kita menggunakan medsos hanya sekedar copas opini yang kita senang, tanpa mencari kebenaran sumber berita tersebut, lalu yang terjadi bisa jadi perang opini dan kita menjadikan medsos sebagai media saling hujat, saling caci, dan merasa apa yang kita copas adalah pembenaran diri, hmmm jadilah kita menjadi punya banyak musuh yang tadi teman jadi lawan ah rugilah kalau begitu.dan tentu saja imeg diri kita menjadi tidak baik.

Lalu bagaimana kita menggunakan medsos dengan baik, bijak dan benar dan tentunya dapat mengguntungkan diri, punya bayak teman relasi bahkan bisa menghasilkan pundi pundi rekening. Sayang bangetkan kita punya ribuan follower tapi tidak bijak memberi brand positif pada diri kita.



Ciptakan Kredibiltas yang Baik artinya, tidak pernah terpengaruh berita bohong, tidak menjadi provokator teliti sebelum copas kemudian beri manfaat apa yang kita tulis.

Optimalkan Sosia Media yaitu tentukan tujuan, jaring follower ( artinya dimanapun kita bertemu misalkan ada acara kopdar maupun gathering  atau event lainnya sikut kanan kiri jangan disikut benaran ya, sapa mereka, depan atau belakang jadikan mereka follower saling follow, jangan asik dengan gadget sendiri) mungkin diantara mereka bisa menjadi rekan bisnis kita dan jangan sekali-kali membeli follower. Jika kita seorang blogger pahami issue yang menjadi viral lalu buat content menarik dan terakhir aktifkan analytics agar kita bisa lebih luas dikenal di dunia google dan siapa tahu brand yang professional bisa mengahampiri kita.

Dan terahir membuat content Plan, kalau saya sih biasa menyebutnya dengan agenda , tentukan waktu, tentukan jumlah konten yang akan dibuat, korelasikan kalimat demi kalimat jangan mengantung waktu membuat status atau time line, artinya harus putus dan benar., siapkan gambar (jangan sekali-kali menggunakan gambar orang lain tanpa izin), yang terakhir siapkan hastag yang bisa menjadi brand kita bisa juga menyisipkan  hastag atas nama kita missal #utieadnu, 



Nah dari acara gathering kemarin sepertinya langkah bijak menggunakan medsos harus sudah dimulai dari diri kita sendiri, perbanyak jaringan perluas pertemanan, optimalkan waktu, jangan setiap menit atau jam gadget ada ditangan kita, sementara kita lupa untuk memperhatikan orang-orang yang kita kasihi lebih memperhatikan mereka teman di dunia maya.

Semoga bermanfaat ^^….

Sunday, 18 December 2016

Dengan Redwin Kulit Menjadi Sehat dan Lembut



Kalau urusan kulit sebagai perempuan tentunya hal yang paling diperhatikan apalagi ketika kita menjelang usia 30tahun, kulit akan cepat sekali kering karena kelembabban makin lama makin berkurang, selain karena faktor cuaca juga faktor asupan sehari-sehari sangat mempengaruhi keadaan kulit kita. Dan juga ketika kita berada diruangan ber AC karena ruangan ber AC dapat menyebabkan kulit menjadi kering karena berkurangnya kelembabban dan seringnya kita mandi air hangat karena sekarang musim hujan jadi sebelum berangkat aktivitas hampir setiap hari suami dan anak-anak mandi air hangat, ternyata itu juga memicu salah satunya kulit menjadi cepat kering.

Ketika pindah dari Jakarta ke Sawangan Depok memang udara di sini masih sejuk karena masih banyaknya pepohonan akan tetapi jika yang dirasakan oleh saya kulit kok menjadi cepat kering dan agak kasar karena ternyata hawa sawangan sejuk tapi kering, jadi apabila berada di luar rumah dalam waktu lama, memang terasa sejuk, sengatan matahari tidak terasa tapi yang dirasakan kulit menjadi lebih kering dan agak gelap warnanya,. Karena tugas rutin menjemput sekolah dan mengantar les punggung tangan saya warnanya agak beda  ketimbang daerah yang lain dan kulit terlihat kusam karena menjemput anak jam 2an tengah hari sedang terik-teriknya kadang saya lupa untuk memakai masker dan sarung tangan. maka jadilah kalau berkunjung ke Jakarta ke rumah neneknya atau bertemu teman-teman pasti semua berkata,, "kok iteman?” mau ngga mau yah cuma nyegir saja.




 Tapi sekarang untung hadir inovasi terbaru dari REDWIN SENSITIVE SKIN mengandung Sorbolene Moisturises w/Vitamin E adalah pelembab sorbolene yang sangat efektif untuk seluruh tubuh yang diperkaya vitamin E, 10% Glycerine dan Sorbitol .Product ini No 1 di Australia. setiap memulai aktifitas baik di  dalam dan di luar terlebih dahulu saya  memakainya.

Apa itu Sorbolene adalah jenis perawatan kulit untuk seluruh tubuh yang tidak akan menyebabkan allergen, karena tidak mengandung zat-zat aditif keras seperti pewarna, wewangian dan parabens/bahan pengawet, yang dapat memicu reaksi merugikan pada kulit seperti iritasi dan elergi jadi sangat aman  untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitive dan kulit bayi, hmmm jadi aman product ini.

Redwin Sorbolene Moisturiser diformulasikan untuk :

-          - Melembabkan dan mempertahankan kelembutan kulit dan melindungi kulit
-          - Mengatasi dan mencegah masalah-masalah kulit kering, kasar dan bersisik
-          - Meningkatkan elatisitas kulit untuk kulit lebih kenyal
-         - Vitamin E dari minyak biji gandum sebagai anti – oxidant untuk melawan radikal bebas, mencegah penuaan dini dan meremajakan kulit yang rusak akibat masalah kulit kering.

Setelah memakai lebih kurang dua mingguan kulit saya menjadi lebih kenyal dan lembab, kulit kering yang bersisik di daerah betis dan tangan sudah mulai berkurang dan telapak tanganpun menjadi lebih lembut,  jadi memang benar ada hasilnya kulit saya menjadi kulit sehat dan lembut dengan Redwin Sarbolene Moisturiser. Satu lagi keunggulan Redwin Sorbolene Moisturiser ini tidak lengket dan cepat meresap, masalahnya suami kadang enggan memakai handbody tapi ketika memakai ini, dia bilang “Boleh juga nih,, bun,,,! Ngga ada wanginya terus ngga lengket lagi, suka abi,,!” Senanglah akhirnya suami mau juga dirawat kulitnya karena kerja sehari-hari diruangan ber AC .

Product  Redwin Sorbelene Moisturises ini kemarin datangnya lima hari sebelum acara liburan tahunan keluaga suami ke daerah Puncak di Cilember, daerahnya dingin dan setiap hari turun hujan walaupun tidak deras, dan tubuh sama sekali tidak pernah mengeluarkan keringat, tapi yang dirasakan kulit menjadi cepat kering untungnya Redwin Sorbolene Moisturiser saya bawa, dan ketika saya memakainya, Tante Irma adik mamah mertua, "pakai apa ti,?” "ini tant coba deh?” "Tante sudah pakai ini sejak lama sabun cair untuk mandinya juga ada,, tuh di tas tante bawa?” ini memang produknya bagus baru pakai seminggu saja sudah kelihatan hasilnya kulit jadi lebih sehat dan lembut..!”  




Akhirnya  seluruh keluarga suami ikut mencobanya, tester dulu katanya sebelum beli,  bahkan sepupu yang mempunyai bayi saya sarankan untuk memakainya mulanya dia agak ragu takut katanya, karenakan kulit bayi sensitive tapi setelah mencobanya dan kulit baby Raysa tidak terjadi apa-apa dia merasa yakin.
Baby Raysa selama di puncak tidak penah terlepas memakai pampers hal hasil kulit sekitar selangkangan dan bagian belakang menjadi merah akhirnya setelah memakai Redwin Sornolene Moisturiser ruam kemerahan menjadi hilang, benar ternyata Redwin Sorbolene Moisturises ini recommended untuk permasalahan kulit dewasa maupun kulit bayi dan  mudah di dapatkan di apotik Kima Farama, lotte Mart  dan di cabang Guardian atau Century pun sudah tersedia harganyapun sangat terjangkau yang 100 gr sekitar 1DR 75.000 dan yang 500ml harganya 1DR 165.00 untuk Body Washnya 500ml juga harga 1DR 165,000 Bahkan Redwin Sorbolene Moistutiser ini bisa  di beli secara online.


Anak laki-laki saya Azka, suka sekali renang selama di sana hampir sehari hampir tiga kali berenang, air kolam renang yang mengandung zat kaporit tentunya bisa mengakibatkan kulit menjadi kering dan bersisik, untuk menjaga kulitnya tetap sehat setiap mandi sore saya pakaikan di seluruh tubuhnya. Jadi tidak was-was lagi.



Selain untuk menjaga kulit agar tetap sehat dan lembut Redwin Sorbolwene Moisturiser ini bisa untuk membersihkan make up, double manfaatnya ya ngga akan rugi untuk memilih lebih ekonomis.. Produk  Redwin Sorbolene Moisturiser ini sebagai salah satu produk untuk menjaga kesehatan kulit keluarga dan jangan khawatir sudah ada sertifikasi halalnya.

Redwin Sorbolene Moisturiser, all over body moisturiser ,    trusted by mom and loved by families, Redwin Nothing but Goodness for sensitive skin.

Friday, 16 December 2016

Menantu Vs Menantu.....,,,,,



daunbuahcom
Tulisan ini bermula dari curhatan seorang teman tentu saja sebelum di post izin si empunya,,,

Tie,,,, pernah ngga sih lo ngerasa bahwa lo ngga di anggap?, Pernah ngga lo ngerasa apa yang lo lakukan cuma di anggap angin lalu??

Saya hanya terdiam, mencoba menjadi pendengar yang bijak tidak ingin menyela pembicaraan,

kemudian dia melanjutkan,, Memang sih,,, aku ini cuma ibu rumahtangga beda dengan adik ipar ku yang wanita karir,,, kamu bisa bayangin tie ketika jalan terus ada yang bertanya ini mantu Bu Dewi,,ya,, kok ngga pernah kelihatan???

Waktu itu aku cuma senyum dan berkata iya Bu saya jarang keluar rumah!"

Oohhh,,, ngga juga sih habis kalau ibu kamu kesini yang diceritakan cuma istrinya Doni yang kerja di daerah Sudirman itu,, neng mah ngga pernah diceritain!"

Oohhh,,, kembali hanya senyum dan nyesek,,,

Terus tie ada lagi tetangga yang ngomong "emang ibu kamu dibeliin hp merk apa sih sama istrinya Doni,,bangga banget kayaknya cerita terus!”

 Lo bisa ngebayangin tie,,, dari tetangga ujung jalan sampai tetangga dekat,,, ibu mertuaku cuma ngebanggain adik iparku,,, ngga ada secuil cerita tentang aku ,,,, kurang gimana ya tie?,, memang sih secara ekonomi aku belum bisa ngasih banyak ke mertua tapi aku selalu tahu setiap bulan suamiku selalu kasih rutin ,,, dan juga kalau aku kerumahnya ngga pernah diam,, ibu mertuaku ngga ada pembantu,, yah kalau datang ke rumahnya aku selalu bantu-bantu kerjaan beliau,,, memang cuma tenaga yang aku bisa lakukan tapi kok ya berasa ngga di anggap?,,, Sedih dan berasa sakit hati saja,,,, Begitu juga perlakuan adik-adik iparku,,, aku berasa ngga dihormati,, lalu aku harus apa?? Ngomong ke suami ngga mungkin takut dia menambah beban dia aja?? Aku orangnya ngga enakkan ? Jadi selama ini aku diam saja,,, dipuji atau tidak cuma Allah yang tahu perasaan ku,,, dilihat atau tidak di anggap ahhh biarlah,,, mungkin saat ini harta dan uang punya peranan penting di hati ibu mertuaku,,, dia bangga karena anak laki-laki nya mempunyai istri yang mempunyai kedudukan tidak seperti aku cuma ibu rumahtangga,,, makasih ya sudah dengerin curhatan aku,,, hiks ngga perlu dijawab aku cuma butuh didengar,,,

Aku terdiam dan terhenyak tidak menyangka dibalik sifatnya yang ceria ternyata ada cerita yang selama ini ditutupi… hmm Ok! Dah selesai nih curhatnya kita makan bakso laper nih.., berusaha mengalihkan untuk makan bakso kesukaannya.

Selama makan ngga ada lagi mukanya yang kuyu sebelum datang tad,i matanya lebih berbinar cerita aku alihkan cerita ke zaman-zanan kuliah.. sesekali ada tawa lepas dari mulutnya...

Sebelum berpisah aku hanya menceritakan sebuah cerita pada zaman nabi tentang bapak dan anak bersama seekor unta kecil (ceritanya versi aku)... ketika si anak menaiki unta tersebut orang-orang yang bertemu di jalan berkata “kok si anak tega ya bapaknya jalan sedangkan si anak itu menaiki unta”, akhirnya mereka bertukar tempat si bapaknya yang menaiki unta dan anaknya yang berjalan dan ketika bertemu dengan orang-orang di jalan kemudian mendengar perkataan lagi “kok bapaknya tega membiarkan si anak jalan kasihankan...” lalu pada akhirnya mereka berdua menaiki unta itu... tapi di jalan mereka mendengar pembicaraan orang-orang lagi... “kok ngga kasihan ya sama unta kecil itu dinaiki berdua” lalu akhirnya mereka berdua turun dan jalan sambil menuntun unta itu tapi di perjalanan mereka mendengar orang-orang berkata lagi “alangkah tololnya mereka ada unta tapi tidak dinaikki....”

Mudah-mudahan kamu ngerti akan cerita ini... selama kita fokus mendengar omongan orang.. yakin kita merasa bukan menjadi diri kita.. aku yakin ada saatnya nanti ibu mertua juga adik-adikmu akan tersadar yang penting saat ini yang kita lakukan jangan sampai melukai perasaan orang ini mungkin pelajaran secara tidak langsung buat diri kita... suatu saat kamu pun akan jadi ibu mertua buat menantumu.. jadi bisa di ambil sikap alangkah tidak enaknya jika kita selalu membangga-banggakan yang lain lupa dengan yang satunya lagi... itu ambil sisi positifnya... Jadi lupakan penilaian orang lain terhadap diri kita, fokus perbaiki diri dan bahagiakan orang-orang yang benar-benar menyayangi kita, anak-anak dan suami juga orang tua kandung kita mereka lebih butuh perhatian kita, mengenai ibu mertua serta adik ipar cuma butuh waktu saja sampai kapan harta jabatan dan uang itu, semua sifatnya sementara tapi kebaikan itu abadi, ngerti mit,,, isi waktu dengan yang bermanfaat datang ke tempat menuntut ilmu agama jadi ngga ada waktu untuk mendengarkan hal hal yang buat sakit hati...
Ketika kita menikah berarti kita siap juga menikahi keluarganya kalau sudah sifat mertua dan adik-adik iparmu seperti itu,, ya dimengerti sama pengertian terhadap sifat suamimu,,, justru aku salut sama kamu mit,,, aku yang berterima kasih mungkin aku sekarang lurus lurus dan aman-aman aja terhadap keluarga suamiku tapi ngga tahu nanti,,, yang pasti hati pemaaf itu lebih mulia ketimbang hati yang tidak bersyukur,,,

Allah tidak akan diam melihat itu walaupun mungkin perlu waktu panjang sampai seusia kita misalnya,,, tetap ada pelajaran dibalik itu semua,,, pasti ada hal-hal yang baik yang akan menghampiri kita jadi ngga perlu sedih apalagi sakit hati, terus saja berbuat baik jika kita beruntung kita akan menemukan orang yang baik jika tidak kita akan ditemukan orang baik,,,,

Hmmmm makasih ya tie,,, mungkin juga Allah sudah menemukan orang yang baik yaitu kamu yang mau jadi sahabat baikku dunia dan di akhirat nanti,,,

Bukan aku Mit,,, tapi anak-anak dan suami mu merekalah orang-orang yang terbaik yang telah Allah berikan kepadamu, aku cuma sebatas pendengar dan penyampai yang mungkin juga kalau aku seperti keadaan mu sekarang mungkin juga aku akan seperti mu berasa sedih,,, tapi percaya aja Allah tidak akan memberi cobaan yang tidak mungkin kita sanggup memikulnya.

Tapi kamu janji tie,,, kita akan tetap seperti ini selamanya saling mendengarkan saling memberikan nasehat dan saling mengingatkan,,,

Mudah-mudahan,,,

aamiin,,,