Selasa, 22 Agustus 2017

Pantai Sawarna dan Upacara Adat Seren Taun



4 Days 5 Blogger Vacation to Bayah with CSR Semen Merah Putih (Part2)
Sudah hari ke 3 di Bayah,,, selepas sholat shubuh di mess Pabrik kami berangkat ke pantai Sawarna dengan tujuan memburu sunrise, sudah terbayang pasti Indah banget, perjalanan di sambung dengan menggunakan motor kami menyewa beberapa ojek yang melalui jalan setapak yang baru separuh di aspal, dan menurut tukang ojeknya ini adalah jalan pintas. Sebenarnya ada jalan lain hanya jauh harus memutar.

Sesampai di pantai pukul 05;20 tapi ternyata matahari tidak menampakkan dirinya awan sedikit tertutup mendung, tapi cukup terhibur dengan pantai yang bersih dan deburan ombak yang sudah begitu lama tidak pernah mendengar, menghirup udara laut  yang benar-benar fresh,  1 jam kami berada di Pantai Sawarna, lanjut menuju Karang Taraje…, karena air lautnya masih surut kami bisa berjalan kaki menuju karang yang dimaksud Karang Taraje itu artinya kita naik ke karang dengan menggunakan tangga ( bahasa sundanya taraje).

Karang Taraje
Biasanya tempat ini ramai dikunjungi photographer yang hendak mengabadikan ombak menerjang karang, suara ombaknya itu,,, membuat hati bergetar, memandang laut dari ketinggian kemudian ombak yang datang bergemuruh semakin  terasa kecil diri.. ( Ya Allah,,, betapa agung ciptaan- Mu).

Setelah berhasil mengabadikan ombak  kami jalan kembali ke Tanjung Layar dengan tujuan ingin makan siang, kata mba Ajeng salah satu staf PT.Cemindo Gemilang ada cumi yang enak di sana. Dikarenakan juga laut jika semakin siang akan pasang tentu menyulitkan kita akan balik ketempat semula jika tidak cepat-cepat meninggalkan Karang Taraje.

karang taraje
Akhirnya pukul 12;30 kami kembali ke penginapan,, istirahat sebentar dan pada pukul 15;30 kami diajak lagi ke pantai Sawarna kembali,  untuk makan malam sekaligus melihat matahari terbenam.  Sepanjang perjalanan ke Sawarna kanan kiri yang kami lewati masih hutan dan banyak sekali kera dan lutung (kera hitam berekor panjang), yang kita jumpai sayangnya mereka tidak bisa di foto karena begitu mobil yang dikendarai Pak Tono mendekat mereka langsung lari naik ke atas pohon.

Pukul 17;00 kami tiba di Pantai Sawarna, tapi sudah setengah jam menunggu matahari masih tertutup awan sunsite pun kembali tidak terlihat, (belum rezeki kami rupanya di pantai ini untuk melihat sunrise mapun sunsite). Selepas sholat maghrib kami menikmati makan malam di pantai, benar-benar merasakan sensasi yang berbeda makan sambil memandang lampu kapal nelayan yang sedang mencari ikan berkelap-kelip di kejauhan, di tambah lagi mendengar suara ombak.

Bincang akrab bersama Pak Andre Vincent Wenas
Satu jam kemudian rombongan Pak Sigit Indraya datang setelah makan kita berbincang akrab dengan Direktur Human Capital PT. Cemindo Gemilang Bp. Andre Vincent Wenas beliau menceritakan sejarah pertama kali berdirinya PT, Cemindo Gemilang dan harapan-harapannya agar kelak semen merah putih bisa ekspor dan lebih dikenal tidak hanya di Bayah dan ke enam wilayah pabrik lainnya tapi sampai mendunia dan berkeinginan mempunyai kapal sendiri agar lebih memudah logistic bahan mentah ataupun bahan jadi.

Ternyata pak Andre dulu juga sebagai seorang jurnalis dan pernah menjadi copywriter, ayah dari dua anak yang sedang duduk diperguruan tinggi ini, terlihat humble sekali jauh dari kesan menggurui ketika berbincang-bincang, mau berbagi ilmu tentang jurnalis jugatidak terasa bincang-bincang kami sampai larut malam. Dan akhirnya pukul 21;30 kami  harus kembali ke penginapan. Karena esoknya akan mengunjungi upacara adat Baduy luar tepatnya di Kasepuhan Cisungsang yaitu acara Seren Taun

Seren Taun di kasepuhan cisungsang
Esok harinya pukul 06;00 kita sudah berkemas dan bersiap-siap karena hari ini hari terakhir berada di Bayah, hampir 3 jam perjalan menuju Cisungsang, sesampai di sana acara baru saja dimulai acara Seren Taun yang diselenggarakan oleh masyarakat Kasepuhan dan masyarakat Baduy Luar.

seren taun kasepuhan cisungsang
Kebudayaan ini biasa disebut juga dengan Kebudayaan Tradisi, dimana pemaknaannya adalah sesuatu yang berkaitan dengan adat kebiasaan turun temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan dalam masyarakat dan terus bertahan hingga kini. yaitu berupa upeti hasil panen yang di letakkan di dalam sebuah Leuit/lumbung.

Kawasan ini dipimpin oleh seorang Kepala Adat, yang pemilihannya melalui proses wangsit dari karuhun. Sudah mengalami penggantian kepala adat dan telah terjadi 4 generasi yaitu generasi pertama oleh dipimpin oleh Embah Buyut yang berusia ± 350 tahun, generasi kedua oleh Uyut Sakrim berusia ± 250 tahun, generasi ketiga oleh Oot Sardani berusia ± 126 tahun dan generasi keempat oleh Abah Usep, dimana beliau mulai memegang tampuk pimpinan pada usia 19 tahun. Abah Usep ini selain menjadi kepala adat beliau mempunyai keahlian di bidang supranatural yaitu bisa membaca pikiran orang, Dalam menjalankan pemerintahannya Abah Usep dibantu oleh 87 rendangan artinya orang yang ditunjuk secara turun temurun yang merupakan perwakilan dari kepala adat.

Bersama Bupati Lebak Ibu Hj Iti Oktavia
Sedikit berbeda dengan masyarakat Baduy, masyarakat Cisungsang lebih terbuka terhadap perkembangan, seperti Baduy menggunakan sistem isolasi yakni masyarakatnya (Baduy dalam) tidak dapat beralkulturasi dengan masyarakat luar, sedangkan masyarakat Cisungsang tidak seperti itu terbukti dengan adanya penerangan listrik, bentuk rumah, bertani sudah menggunakan alat-alat yang modern dan media elektronik sudah ada seperti TV, Radio, dan Telepon. Namun tentu saja tanpa meninggalkan budaya asli leluhurnya seperti bentuk rumah tradisi yaitu rumah kayu berbentuk panggung dengan alat memasak tungku (hawu).

Pakaian adat masyarakat Cisungsang adalah Pakaian dengan 2 warna Hitam dan Putih yang katanya  mengandung arti hitam berarti cerdas, cepat mengerti. Sedangkan putih bersih, suci jadi harus mempunyai hati yang bersih. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian bertani, berdagang bahkan setelah dipimpin oleh Abah Usep, sebagian besar anak mudanya menjadi pekerja buruh ke kota-kota terutama  Jakarta dan Sukabumi. 
 
Bpk Andre, Bpk Nugraha dan  Adel
Upacara Seren Taun  juga mengandung makna serah terima tahun lampau kepada tahun yang akan datang, dan merupakan wahana syukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang dilaksanakan pada tahun terdahulu disertai harapan agar tahun selanjutnya kehidupan pertanian akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa Kerajaan Sunda.

Pada hari pelaksanaan, acara Balik Taun Rendangan merupakan acara pembuka, dan ritual berikutnya adalah yaitu memasukkan padi ke dalam lumbung (leuit) dan upacara dimulai dengan pembakaran kemenyan yang dilakukan oleh Dukun Pangampih sebagai pemimpin upacara disertai pembacaan mantra dan do’a agar padi yang disimpan dalam lumbung utama dapat mencukupi kebutuhan warga dan panen di tahun mendatang melebihi hasil panen tahun ini, dan iring-iringan di ikuti oleh penghantar pembawa padi utama terdiri dari tiga orang wanita yang sudah sepuh/tua dan dua orang gadis pemikul rengkong dan beberapa orang pria pembawa padi.

Timo, Adel,Agung, Ria dan Nisa di depan Leuit
Dan para sesepuh membawa Sembilan Bakul Padi yang dibungkus kain putih sebagai simbol dari Sembilan Wali yang menyebarkan Agama Islam di tanah Jawa termasuk Banten. Para Sesepuh juga menyanyikan puji-pujian kepada Dewi Sri sebagai penjaga kesuburan tanah dan tanaman yang mereka pelihara, diiringi gendang, angklung  dengan tembang-tembang sebagai pasokan makanan warga Kasepuhan serta seluruh masyarakat Kasepuhan Banten Kidul. prosesi ini biasanya diakhiri dengan gelar kesenian tradisional yang ada di daerah tersebut seperti debus dan tari-tarian.

Ketika prosesi sudah selesai kami dipersilahkan untuk makan bersama dan disanalah berjumpa dengan Bupati Lebak yaitu Ibu Hj Iti Oktavia, yang ramah sekali beliau  berharap bahwa tidak hanya perekonomian, yang maju tapi segi pendidikan juga harus maju, atas usul beliaulah mendirikan perpustakaan yang letaknya sengaja di pusat kota agar semua orang yang berkunjung ke lebak nanti akan mendapatkan informasi, tentang penduduknya, sekolah, adat istiadat  ataupun yang lainnya karena juga minat baca di Lebak ini sangat kurang. Dan beliau berharap juga nanti 3 tahun kedepan adanya sarana transportasi berupa jalan kereta api dari Rangkas Bitung bisa menuju Bayah. 

di depan leuit (batik bayah)
Sayangnya semua terbatas waktu, kita harus kembali ke Jakarta agar pulang tidak terlalu malam. Terima kasih kepada seluruh staf dan direksi PT Cemindo Gemilang yang telah mengundang kami, dan memberi pengalaman yang amat berharga. InsyaAllah kedepannya tetap sukses dan berkah.  Spesial untuk Bpk Andre Vincent Wenas, Bpk. Sigit Indrayana , Bpk Nugroho Atmijaya dan Ibu Atria Edelwys juga Bpk Tono sang sopir pembalap yang sudah mengantar kami. Terima kasih sekali lagi atas pengalaman yang luar biasa ini.

*cerita sejarah Baduy sumber Pak Sigit Indrayana dan Buku Kasepuhan Cisungsang

Senin, 21 Agustus 2017

4 Days 5 Blogger Vacation to Bayah with CSR Semen Merah Putih (Part 1)





Assamualaikum wr wb 

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman 4 hari 3 malam bersama rekan saya 4 blogger ke Bayah, bersama CSR Semen Merah Putih dari PT. Cemindo Gemilang,  pukul 11;30 kami tiba di stasiun Rangkas Bitung yang menjadi titik point awal perjalanan, sesampai di Rangkas Bitung kami dijemput mobil  menuju sebuah cafĂ© yang terletak pas di depan kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak,  disambut oleh Pak Sigit Indrayana Senior Manager Corporate PR, CSR dan Government Relation PT. Cemindo Gemilang  dan  Pak Darman Kasi Destinasi Pariwisata menurut beliau bahwa di lebak ada 25 curug dan pantai-pantai yang indah juga ada pemandian Cipanas yang kelak akan menjadi pusat pariwisata kota Lebak. Dan katanya lagi CSR Semen Merah Putih telah berhasil membantu dengan membangun jalan raya yang memudahkan kita ketempat pariwisata-pariwisata tersebut.

disambut Pak Sigit Indraya (tengah)
Setelah makan siang tempat yang pertama kita kunjungi adalah perpustakaan Saidjah Adinda diambil dari Tokoh buku Max Havelar, yang dikarang oleh Edward Douws Dekker atau lebih dikanal dengan nama Multatuli,  perpustaan ini baru berusia 8 bulan hanya beberapa kilo meter jaraknya dari stasiun Rangkas Bitung. .  dan letaknya di apit oleh alun-alun timur Rangkas Bitung, museum Multatuli dan Masjid al araf (persis Simpang Lima di daerah Semarang) tepatnya di Jl. RM Hardiwinangun  No 3, Dua bangunan tersebut megah dengan bentuk bangunan perpustakaan menyerupai leuit (lumbung padi masyarakat adat Baduy). Sementara, Museum Multatuli yang berada di sebelah perpustakaan itu merupakan bangunan lama dan menjadi benda cagar budaya. Bangunan bekas kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lebak tersebut direstorasi.

di depan perpustakaan dan di museum multatuli

Hampir semua  berbahan bambu karena sesuai dengan namanya Rangkas Bitung, Rangkas itu  patah dan Bitung itu Bambu , Perpustakaan  dan Museum ini  kelak akan dijadikan icon kota lebak juga sebagai pusat informasi seluruh kota Lebak kata Ibu Hj Iti Oktavia selaku Bupati Lebak. Kalau pernah membaca blog saya yang terdahulu tentang  5  program CSR Semen Merah Putih diantaranya program Ayo gemar Baca, di perpustakaan Saidjah Adinda ini membantu dengan memasang papan nama (majalah dinding)  dan mendistribusikan buku-buku  ke seluruh  sekolah  kabupaten Lebak.

Dengan adanya perpustakaan Saidjah Adinda dimasa depan diharapkan dapat meningkatkan gairah masyarakat untuk memulai menerapkan budaya Literasi sebagai modal awal membangun peradaban yang lebih maju ujar pak Drs Ali Rahmat MM. selaku Kabid Perpustakaan Dinas  Kearsipan dan Perpustakaan. Dan sampai sekarang pengunjung perpustakaan bukan hanya anak sekolah tetapi masyarakat umum juga banyak mengunjunginya dan hampir 14.000 pengunjung  hingga kini.

Pada bulan Desember nanti akan mengadakan bedah buku Max Havelar dengan tujuan untuk lebih  memperkenalkan sejarah,  kenapa perpustakaan ini di beri naman Saidjah Adinda?,  selain itu di bangunan lain Bioskop mini film yang khusus memutar film maxhavelar, tempat duduknya nyaman banget. Sayang nonton filmnya tidak selesai next kesini lagi insyaAllah dikhususkan untuk menikmati bioskop mini sekaligus menghadiri pembukaan Museum Multatuli pada bulan November 2017. Bayangkan jika semua elemen masyarakat bergerak untuk membangkitkan budaya membaca, peduli dengan  aset daerahnya berupa perpustakaan, di masa yang akan datang, Perpustakaan ini akan menjelma menjadi tempat pusat perhatian baru.

UKM Binaan Batik Bayah

Setelah ke perpustakaan kita melanjutkan lagi jalan ke binaan CSR Semen Merah putih lainnya yaitu UKM Binaan pengrajin Batik Lebak, Ibu Uum pemilik usaha ini memiliki 6 karyawan dan karyanya sudah sampai ke negeri Moscow juga pernah ikuta di Jakarta Fashion Weeks , ciri dari  batik khas lebak ini berwarna biru dan hitam dan ada gambar bambunya dan mempunyai  12 varian, untuk menjadi batik kata Bu Uum di perlukan waktu 2 hari dari di cetak, kemudian celub warna, di jemur hingga kering kemudian  cetak ,proses buang lilin, direbus kembali terakhir proses penjemuran. Harga dari batik ukuran 2,2 meter sekitar Rp 135.000 - Rp 150.000,- jika membeli dalam jumlah banyak tentu harga bisa berkurang,

Alamat lengkapnya berada di  Kp. Puncur Ds BojongLedes, Cibadak, Lebak dengan no telp 087772698778,  kita juga bisa melihat intsgaramnya @batiklebakchantingpradana, sayangnya instagram belum mempunyai admin khusus ujar Bu Uum.

Karena hari sudah larut malam akhirnya kami menuju ke penginapan yang letaknya satu lokasi dengan pabrik semen merah putih. Lebih dari 150 km perjalanan harus kami tempuh untuk sampai ke lokasi, karena malam jadi kanan kiri jalan tidak begitu terlihat, menurut cerita supir,  dulu sebelum ada semen merah putih jalanan ini rusak berat, dan tidak ada satupun orang yang berani melalui jalan ini karena kanan kirinya masih hutan , belum ada pemukiman warga, rata-rata mereka ini pendatang yang menetap. Dan 83kmnya CSR Semen Merah Putih membantu untuk pembuatan jalan ini. 

Saat Malam Hari di lingkungan Pabrik
Akhirnya pukul 10;30 kami tiba dipenginapan menyaksikan lampu-lampu dari ujung gerbang pabrik serasa memasuki kota seribu malam indah banget.

Keesokan harinya tepatnya hari ke 2, setelah sarapan pagi kami diajak berkeliling pabrik, PT. Cemindo Gemilang  mempunyai karyawan lebih dari 600 orang dan 80% merupakan tenaga lokal, masyarakat sekitar Bayah, luas bangunan sekitar 40 hektar berdiri megah tidak henti-hentinya berdecak kagum melihat kecanggihan mesin yang diatur pada satu ruangan, karena semua sistem bekerja secara automaticly. Dan ruang pengawasan diawasi oleh 5 orang  di bagi 3 ship setiap harinya.

Pabrik ini dibangun di ketinggian 100 meter persis di atas pantai Selatan, Jawa Barat PT Cemindo Gemilang yang berdiri sejak tahun 2011 merupakan produsen semen berkualitas premium dengan merek dagang Semen Merah Putih. Sejak awal berdiri, PT Cemindo Gemilang berkomitmen menjaga konsistensi kualitasnya melalui penyediaan bahan baku semen terbaik dan pembangunan pabrik-pabrik berteknologi mutakhir yang dioperasikan oleh tenaga kerja yang profesional

Bpk Andre Vincent Wenas Direktur Human Capital

Saat ini PT Cemindo Gemilang telah memiliki enam pabrik di Indonesia yang tersebar di wilayah Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Bengkulu.

Sebelum semen dipasarkan atau di produksi secara seksama sebelumnya dilakukan proses uji laboratorium, dari lab kimia, fisika hingga lab proses atau tahap akhir setelah benar di uji dan layak untuk diteruskan baru semen dilanjutkan proses terakhir, hal ini dilakukan guna mencapai kwalitas yang benar terjaga, karena semen merah putih walaupun baru beberapa tahun produksi tetapi telah mampu menyamai produksi semen yang sudah punya nama pada kelasnya, terbukti masuk pada urutan ke 4 market di Indonesia.

Produksi PT. Cemindo Gemilang ada beberapa yaitu :
  1. Semen Portland Komposit : Semen berkualitas premium untuk kebutuhan pembangunan kontruksi umum
  2. Produk Semen Curah : Untuk konstruksi umum dan khusus sesuai kebutuhan konsumen
  3. Produk Beton :produk beton siap pakai dan beton pracetak untuk beragam aplikasi sesuai permintaan.

Satu lagi keunggulan PT. Cemindo Gemilang ini sudah mempunya pelabuhan sendiri dibangunnya pelabuhan untuk memudahkan sarana transportasi/logistic baik bahan mentah ataupun produk yang sudah jadi. Bukan tidak kemungkinan kata Pak Andre dalam waktu dekat akan membeli beberapa kapal. 

foto diatas ketinggian 115m
Dan ada lagi yang menarik disekitaran pabrik ini yaitu ketika kami diajak naik pree heater setinggi 117m ( hampir setara dengan tinggi Monumen Nasional di Jakarta) kata Pak Nugroho Atmijaya selaku Corporate Public Retaion Superintedent, yang selalu menemani kami bahwa dari atas sini bisa melihat “christmas island” katanya kalau bupati Lebak Ibu Hj Iti Oktavia berkunjung senang naik keatas sini dan melihat pulau tersebut dari kajauhan.

Dengan hadirnya semen merah putih terbukti telah membantu penduduk sekitar kota Bayah selain pembangunan jalan, binaan UKM, program pendidikan, juga masyarakat sekitar yang tinggal di sekitar area pabrik sudah banyak mini market dan pemukiman sekitar penduduk yang dulunya sepi, kini menggeliat ada perubahan kearah ekonomi yang lebih baik.

didepan puskemas Bayah

Setelah keliling kita diajak ke Puskemas Bayah  pada setiap  bulan Agustus CSR Semen Merah Putih mengadakan  program bulan kesehatan gratis, berupa donor darah dan ada pemeriksaan kanker serviks, Puskemas Bayah ini juga sudah ada ruang rawat inap bagi pasien yang sakit maupun yang melahirkan, dan ada satu mobil “ambulance” juga persembahan dari CSR Semen Merah putih.

Tidak jauh dari puskemas ada binaan UKM  lainnya yaitu keripik pisang Jago Rasa milik Ibu Amanah yang sudah dari tahun 1980 bergelut di bisnis ini, rasa keripik pisangnya original dan selai pisangnya yang enak, dulu katanya  sewaktu suaminya masih hidup keripik pisang ini pernah berjaya pernah mengirim ke luar kota sampai tiga mobil pick up, walaupun sekarang suaminya  sudah tidak ada beliau masih menggeluti bisnis ini bersama anak-anaknya. 

Proses pembuatan masih tradisional pisang dikupas kemudian diserut langsung di goreng lalu di jemur  dan bisa tahan sampai 1 bulan, karena ibu Amanah  tidak memakai bahan pengawet, Alamat binaan UKM keripik pisang tepatnya ada Kp. Bayah 1 rt 03/05 Cikotok Hp 087805610242. Selain keripik pisang ada juga selai pisang dan keripik singkong yang harganya jauh lebih murah ketimbang membeli di Jakarta.

UKM Binaan Keripik Pisang

Seperti hadist Rosul “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” begitu juga pedoman dari CSR Semen Merah Putih hadir untuk memberi manfaat bagi banyak orang, karena setiap kebaikan yang dilakukan pasti akan kembali kepada diri masing-masing, semoga PT. Cemindo Gemilang terus memberikan energi yang bermanfaat dan positif bagi seluruh penduduk kota Bayah.

Untuk perjalanan selanjutnya baca blog saya berikutnya kita akan jalan ke beberapa pantai sekaligus menyaksikan upacara adat Lebak yaitu “sereun taun” berupa penyerahan hasil panen yang akan ditempatkan di Leuit (lumbung).




Jumat, 18 Agustus 2017

Mengenal Psoriasis dan Cara Mengobatinya





Semula saya tidak tahu sebelum mengikuti event  kesehatan pada tanggal 16 Agustus 2017 di Hotel Westin Jakarta,  bahwa orang yang sering saya jumpai itu ternyata terkena PSORIASIS, saya pikir itu sejenis cancer kulit. Karena hampir dari seluruh telapak tangannya ada plak kemerahan dan menebal.

Psoriasis adalah penyakit inflamasi  autoimun sistemik  terutama pada kulit  dan  tidak menular yang bersifat kronis residif, dapat mengenai semua usia yang di tandai dengan  gambaran klinik bervariasi berupa plak kemerahan  yang ditutupi oleh sisik tebal putih  seperti perak dan berbatas tegas.

Biasanya Psoriasis muncul di telapak tangan  dan tumit atau disebut, diderita oleh 40% pasien dengan plak psaoriasis. Penyebab psoriasis ini belum sepenuhnya diketahui, karena adanya kecendrungan genetik dan juga faktor lingkungan, penyakit ini berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang terkorelasi dengan sel-sel tubuh, dimana sel kulit ini kemudian membentuk sisik tebal dan berwarna keperakan dalam ruam-ruam merah yang terasa gatal, kering dan seringkali menyakitkan.

Mr Milan Paleja, Dr Lily Sriwahyuni dan dr Danang Tri Wahyudi


Adapun pencetus psiorasis ini bisa dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum-muniaman keras, stress,  pola makan yang sembarangan, sinar matahari, infeksi bacterial, trauma fisik dan adanya gangguan metabolisme. Menurut  dr Danang Tri Wahyudi Sp.KK , spesialis kulit dari Rumah Sakit Dharmais mengatakan , pasien tidak hanya harus berjuang melawan rasa sakit, tetapi mereka juga harus melawan beban emosional seperti kecemasan yang berdampak pada bagaimana pasien tersebut dapat menjalani kehidupan sehari-harinya dan memiliki hidup berkualitas, karena tidak dipungkiri psoriasis memiliki dampak  yang besar bagi kesehatan fisik dan mental. Kualitas hidup pasien sudah pasti akan menurun dan tentunya mempengaruhi kepercayaan diri mereka.

gejala psoriasis

Ingat jika ada anggota keluarga yang terkena psoriasis ini jangan dijauhi makan sepiring berdua tidak akan tertular karena dukungan dan perhatian dari keluarga adalah faktor besar bagi penderita psoriasis ini bisa menjalani layaknya hidup normal , kata Dr Lily. S. Sulistyowati, MM Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Pasien ini seperti penderita diabetes yang tergantung pada obat seumur hidupnya.   Di Indonesia psoriasis ditemukan sekitar 1 % dan penyakit ini dimulai dari usia 10 – 30 tahun dengan risiko yang sama pada laki-laki dan perempuan.

Jika awalnya timbul pada usia kurang dari 15 tahun  biasanya ada riwayat psoriasis dalam keluarga. Beliau melanjutkan langkah pencegahan dan pengendalian psoriasis di Indonesia  adalah melalui :

  1. Penyusunan buku pedoman penanggulangan psoriasis  fasilitas kesehatan  di tingkat pertama guna menyediakan tenaga kesehatan untuk peningkatan dan pengembangan kompetensi dan kapasitasnya.
  2. Promosi kesehatan, dilakukan melalui kegiatan advokasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat  dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan serta kemampuan individu, keluarga dan kelompok masyarakat untuk perilaku pencegahan dan berperan aktif dalam penanggulangan psoriasis serta  informasi melalui media.
 
area yang biasa timbul psoriais


Tindakan Psoriasis Area and Severity Index (PASI) adalah metode  untuk menentukan hasil dari studi klinis untuk psoriasis dengan cara mengukur tingkat kemerahan, sisik dan tebalnya plak psoriasis dan sebarannya di permukaan tubuh. Skor dari PASI ini yang meningkat mengindikasikan perbaikan kondisi tubuh psoriasis pasien untuk mendapatkan kondisi kulit yang tambak bersih. Kini tersedia ‘Secukinumab’ yang diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pengobatan untuk peningkatan hasil bagi para pasien dan standar harapan terhadap pengobatannya kata Mr Milan Paleja General Manager Pharma, Presiden Director Novartis Grup Indonesia.

gambar jelas pd kulit diambil dari skincareayurveda,com

Secukinumab adalah obat biologis - protein dengan rekayasa genetis yang didapatkan dari gen manusia yang dirancang untuk  menghambat komponen spesifik di sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi dan daya tahan tubuh. Secara sederhana obat ini beraksi dengan menghambat siklus respon daya tahan tubuh terhadap penyakit tersebut. Biasanya obat ini disuntikan 1 bulan sekali kepada pasien, jika rutin berobat maka kulit tampak halus walaupun tidak bersih sama sekali.

 
seorang dr gigi yang sembuh dari Psoriasis
Sedangkan Novartis yang memproduksi Secukinumab ini adalah penyedia layanan kesehatan bagi pasien dan komunitas dan kebutuhannya yang terus berkembang bertempat di Basel, Swiss,  pengobatan yang inovatid, produk generik dengan harga yang efisien,  dan produk Novartis dijual di sekitar 155 negara di seluruh dunia.





Senin, 14 Agustus 2017

Membaca Sejarah Lewat Lukisan di Galeri Nasional Indonesia




Membaca sejarah lewat lukisan itu sepertinya pesan yang di antar lewat pameran  lukisan di Galeri Nasional dengan tema “Senandung Ibu Pertiwi” lukisan yang merupakan koleksi istana kepresidenan Republik Indonesia adalah yang ke dua kali, yang pertama pada tahun 2016.

Pameran ini juga dalam rangka menyambut 72 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dan di buka langsung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan akan diselenggarakan dari tanggal 2 Agustus hinga 30 Agusutus 2017. dan saya bersyukur bisa menjadi bagian menyaksikan karya-karya seniman tempo dulu, atas undangan dari http://jadimandiri.org/  lukisan yang direduksi dengan begitu hati-hati untuk terjaga keasliannya. 
regristrasi bisa offline dan online
Dan tema Senandung Ibu Pertiwi sebagai cerminan Tanah Air tempat lahirnya sebuah identitas  di satu sisi dan di sisi lain sebagai kekuatan alam yang membentuk cara pandang masyarakat terhadap berbagai hal dalam kehidupan, karya-karya yang ditampilkan , kurang lebih menggali dan membangkitkan jiwa kecintaan terhadap tanah air.

peraturan pengunjung pameran
Pameran lukisan yang berisi 48 karya dari 41 pelukis  dengan tema satu sama lain saling berkaitan secara tematik,  yang dibuat antara abad 19 dan abad 20, ada juga  arsip dan dokumentasi yang terkait dengan materi pameran dan pemeliharaan koleksi istana pada ruang khusus.  Dan Lukisan karya Makovsky, yang ditampilakan melaui LED.

sebelum masuk tangan di stempel
Dari 48 lukisan dibagi menjadi 4 tema sebagai berikut
  1. Keragaman alam
  2. Dinamika keseharian
  3. Tradisi dan identitas
  4. Mitologi dan Religi
Keragaman Alam

salah satu lukisan karya Presiden RI Pertama Bp Ir Soekarno
Menampilkan 12 lukisan, lukisan pemandangan alam yang cukup banyak menghiasi istana kepresidenan , ada karya dari Presiden Soekarno ,  dan  Gubernur Jakarta, lukisan –lukisan  yang menggambarkan alam di berbagai wilayah itu menjadi representasi visual dari kekayaan alam serta budaya masyarakat dari berbagai  daerah ada kata-kata sari presiden Soekarno didepan sidang anggota  Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan  (Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai) pada tanggal 1 Juni 1945

lukisan karya Henk Ngantung yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jakarta
“maka manakah yang dnamakan tanah tumpah darah kita, tanah air kita? Menurut geopolitik, maka Indonesialah tanah air kita, Indonesia yang bulat, bukan Jawa saja, bukan Sumatera saja,  atau Borneo saja, atau Selebes saja, atau Ambon saja, atau Maluku saja, tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah menjadi suatu kesatuan antara dua benua dan dua samudera, itulah tanah air kita!”


Dinamika keseharian

lukisan nelayan
Menampilkan 11 lukisan yang menunjukkan berbagai kecenderungan  mata pencarian Indonesia  sekitar tahun 1950, seperti  “lelang ikan” karya  Tino Sidin, dan ada juga koleksi dari Theo Meier melalui tari Redjang, penjual ayam,  dan menggarap sawah

Tradisi dan Identitas
 
lukisan madona karya Sudarso
Menampilkan 15 lukisan  hampir rata –rata tema lukisan ini sebagian besar menunjukkan pakaian kebaya yang menjadi tradisi dan identitas berbusana Indonesia. Kebaya dapat digunakan oleh perempuan dari tiga etnis pribumi. Tionghoa dan Belanda sehingga kebaya merupakan fenomena yang cukup unit pada masa  tersebut. Secara praktis , kebaya dipilih menjadi pakaian sehari-hari karena dinilai paling nyaman digunakan ditengah iklim tropis.

memakai baju khas kebaya
Tidak hanya sebagai atribut keseharian, kebaya menjadi elemen yang kerap ditemui pada koleksi  istana kepresidenan RI, perempuan-perempuan berkebaya seakan menjadi ragam pengayaan dari idealisasi perempuan Indonesia.  Setelah menjadi  penanda etnis dan penanda identitas  Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Mitologi dan Religi

lukisan nyi roro kidul by Basoeki Abdullah

Masarakat Indonesia  terdiri dari beberapa suku dan mempunyai perpaduan  agama  yaitu Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Penggambaran alam benda dan aktifitas manusia mempraktekan kepercayaanya dituangkan dalam bentuk figur yang beribadah
  • Keyakinan agama yang dianut umumnya ikut mempengaruhi proses kreativitas penciptaan oleh para seniman.
  • Ahmad Sadali dan A.D. Pirous dua pelukis modern terkemuka di Indonesia, mengembangkan seni lukis abstrak, dan dengan kaligrafi, sesuatu yang berbeda dengan lukisan-lukisan lainnya, namun menyatu dalam konsep kuratorial pameran kali ini
seorang bertapa di candi tabing Bali karya Walter spies


Mitologi ada pelukis besar Basoeki Abdullah yang merupakan pelukis  yang sering mencerminkan kepercayaan lokal melalui penggambaran kisah pewayangan dan mitos budaya jawa seperti lukisan Gatotkaca  dan anak-anak Arjuna dan lukisan yang dikenal sebagai kisah mistisnya yaitu ”Nyi Roro Kidul” yang sudah mendunia lukisan ini disikapi sebagai penggambaran perempuan yang seduktif dengan posisi yang kuat yang merupakan satu citraan mitologi Indonesia namun direduksi dalam perkembangan masyarakat Indonesia.

kaligrafi arab karya ahmad sadali

Pada intinya pameran tahunan ini bertujuan agar masyarakat juga dapat ikut menikmati maha karya seniman lokal masa lalu yang menjadi koleksi istana. Selain itu, untuk memperlihatkan pada komunitas Internasional. Juga sebagai wujud komitmen Kementerian Sekretariat Negara dalam pemeliharaan karya-karya seni unggulan dari masa lalu, yang menjadi koleksi di Istana Kepresidenan.

Selama pameran, dilaksanakan juga sejumlah kegiatan, yaitu workshop melukis bersama Komunitas Difabel, pada 10 Agustus 2017. Diskusi pakar dengan topik Menjaga Ibu Pertiwi, pada 19 Agustus 2017. Lalu ada lomba lukis kolektif tingkat nasional, pada 26 Agustus 2017. Ditutup dengan workshop menjadi apresiator se-Jabodetabek pada 29 Agustus 2017.

kumpulan gambar-gambar arsip kepresidenan Republik Indonesia

Kita bisa mengunjungi Galeri Nasional, di Jalan Medan Merdeka Timur nomor 14, Jakarta Pusat. Dibuka setiap harinya pukul 10.00 – 20.00 WIB. Dan Setiap akhir pekan, wisatawan dapat mengikuti tur pameran oleh para kurator seni untuk menghindari antrian dapat juga melakukan reservasi secara online dan masuk ke galeri pameran ini tidak dipungut biaya sama sekali/free,. ajak seluruh keluarga, teman dan kerabat untuk bersama-sama mengenang sebagian sejarah yang tercipta lewat lukisan-lukisan pejuang dan seniman-seniman yang berjaya pada tahun 1930an. 

teman bloger n vloger by jdmandiri

galeri nasional Indonesia