Pagoda Tian Ti Surabaya

Pagoda Tian Ti Surabaya
Haii bertemu lagi tentang cerita saya di Surabaya selama 3 malam 4 hari, dilanjut ya,,,

Setelah dari Wisata Perahu Kalimas, akhirnya kami balik lagi ke Halte Prestasi untuk naik Bus Suroboyo menuju Kenjeran. Disana kita naik bus sampai poolnya lanjut naik transportasi online karena ke dalam KenPark agak jauh.

KenPark ini singkatan dari Kenjeran Park ya,, yang ternyata dulu katanya kawasan ini sangat kumuh tapi sekarang dibuat menarik dengan adanya Atlantis Land mirip Dufan kalau di Jakarta cuma versi kecilnya.

Hal lain yang menarik dari KenPark ini adalah merupakan tempat beribadah, peribadatan Budha dan Konghucu. Ada bangunan Patung Budha Empat Wajah, Klenteng Sanggar Agung dan Patung Dewi Kwan Im.

pagoda-tian-ti-surabaya

Di belakang Klenteng ini terdapat sepasang patung naga yang bisa dijadikan tempat untuk foto dengan pemandangan pantai kenjeran yang sangat memukau, saat saya kesana sedang surut. Jadi hanya terlihat seperti rawa.

Kemudian ada Pagoda Tian Ti . Bentuknya bundar, memiliki diameter 60 meter dan tinggi sekitar 50 meter dengan tiga tingkat. Arti dari Tian Ti berarti langit-langit. Mirip dengan yang ada di Beijing.

Bangunan besar dan bundar ini merupakan duplikat dari Tample  of heaven (Tian Tan), dari mulai warna, ornamen, aksesoris hingga ukiran naganya dibuat sama.

pagoda-tian-ti-surabaya
Pagoda Tian Ti

Ada juga Klenteng sanggar Agung yang memiliki arsitektur khas Bali. Kawasan ini sebagai tempat peribadatan umat Buddha, Konghucu, dan juga Tao. yang memiliki 4 altar. Di depan klenteng terdapat sebuah sangkar burung yang cukup besar dengan beberapa burung kecil. Bagi umat beragama budda, konghucu, dan Tao biasanya melakukan ritual membuang sial dengan melepaskan burung.

Kemarin sepi sekali hanya kami berlima saya, imawan, penjual air mineral 2 orang dan supir odong-odong yang kami sewa untuk keliling. Semoga saja pariwisata cepat bangkit. Agar roda perekonomian tetap terjaga.

Surabaya Tempo Dulu dan Malioboronya Surabaya

Setelah puas foto-foto di KenPark akhirnya kami menuju kawasan jalan Tunjungan, katanya merupakan Malioboronya Surabaya. Tetapi menurut saya trotoarnya agak sempit dan terlalu banyak mobil yang terparkir di sisi jalan jadi untuk mengambil angle spot foto yang bagus agak sulit.

Yang sudah mengunjungi Jogjakarta pasti akan merasakan perbedaan yang besar sekali. Katanya sih pemandangannya lebih bagus saat malam hari. Kendaraan sudah agak sepi atau saat Car Free Day.

Akhirnya kami balik lagi ke hotel tapi sebelumnya mencicipi  Nasi Krengsengan Cak Wi, khas Surabaya di emperan Jl. Tunjungan.

Balik Jakarta naik Pesawat

Tiba hari terakhir di Surabaya kami memutuskan untuk naik pesawat, kepingin juga nyobain naik pesawat di bandara Juanda Internasional yang merupakan bandara terbesar di Indonesia.

Ternyata bandara ini sudah dibuka sejak bulan Mei tahun kemarin, tentu saja untuk naik pesawat persyaratan wajibnya harus tes antigen dan vaksinasi harus sudah lengkap.

Kemarin antrian penumpang tidak terlalu banyak, tetap menjaga jarak, kami pun sempat foto-foto di lantai 2 nya sebelum pesawat yang membawa kami ke Jakarta tiba.
bandara-juanda-international
Bandara International Juanda

Nah di Bandara International Juanda,  juga ada Bus Damri yang sudah standby di pintu kedatangan, dulu sebelum pandemi ada 40 bus armada tapi sekarang hanya 25 yang beroperasi. Dengan rute Bandara- Bungurasih dengan tarif Rp 25 ribu dan Bandara - Bunder Gresik tarifnya Rp 60 ribu

Bertemu dengan Pak Mustofa yang merupakan koordinator Bandara Juanda, kemarin katanya ada yang tertinggal laptop di Bus, alhamdulillah masih rezeki, laptop itu ada dibawah kursi dan disimpan sampai pemiliknya mengambil.

damri-bandara-juanda
Damri Bandara Juanda
Pemiliknya tersadar setelah jauh meninggalkan Surabaya, lewat telpon menghubung Damri Surabaya akhirnya bisa ditrack dan tasnya laptopnya masih aman. Itu tandanya kita bisa aman nih untuk naik Bus Damri, karena busnya terjamin keamanan dan driver dan keneknya juga ramah siap membantu.

Demikian cerita singkat perjalan kami selama di Surabaya, walaupun memang Surabaya terkenal panasnya, tapi masyarakat yang ada disekitarnya terkenal ramah dan baik hati.

Sampai bertemu di cerita selanjutnya, ingat selalu jaga kesehatan, sempatkan olahraga, istirahat yang cukup dan tataati prokes. Mudah2an teman-teman bisa mengunjungi Pagoda Tian Ti Surabaya dalam waktu dekat.


utieadnu

2 comments

  1. Pas liat pagoda ini di IG mba, aku tuh mikirnya ini di China ATO Malaysia. Baguuuus banget pagodanya. Apalagi patung naga yg saling berhadapan. Kereeen sih.

    Pasti aku datangin juga kalo nanti kesana.

    Naah kalo dpt pengalaman di mana barang yg tertinggal tetep bisa ditemukan, itu rasanya kepercayaan kita terhadap brand tersebut langsung naik Yaa :). Penting memang menjaga safety tapi juga trust buat semua usaha. Jadi para customernya tetep bakal balik lagi untuk memakai produk2 mereka.

    ReplyDelete
  2. Setuju banget mba...memang Aman sih Naik Damri

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ