Rabu, 08 Februari 2017

Seorang Perempuan dan Hujan,,,,




Waktu itu turun hujan sangat deras, kalau seperti ini memang rada ngeri untuk melanjutkan perjalanan akhirnya saya menepi di pinggir jalan tepat, di depan sebuah rumah yang berhalaman luas, rumah itu begitu asri tanaman tertata rapi, banyak sekali tanaman bunga,  pandangan saya terhenti pada seorang perempuan yang sedang berdiri di tengah taman tangannya terbentang kemudian memutar-mutar, lalu duduk dan menutup kedua mukanya dengan telapak tangan, bahunya sedikit terguncang,, ooh,, saya sedikit terhenyak saya yakin dia sedang menangis, untung kaca mobil ini agak gelap mungkin perempuan itu tidak tahu kalau saya memperhatikannya sedari tadi,  setelah agak lama duduk kemudian perempuan itu berlari ke dalam rumahnya..

Saya agak terpaku sebentar berasa ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada perempuan itu, perlahan hujan agak mereda sayapun melanjutkan perjalanan untuk menjemput kedua buah hati saya. masih bergayut pertanyaan dan dugaan-dugaan apa sebenarnya yang terjadi pada perempuan itu.pikiran saya terhenti begitu melihat kedua anak saya berdiri di pintu gerbang sekolah, seperti biasa selalu banyak cerita dan cadaan begitu mereka masuk.

Keesokkan paginya saya sengaja berhenti agak lama di ujung depan pagar rumah perempuan yang kemarin saya lihat hampir 15 menit saya menunggu tapi dia tidak keluar, kemana perempuan itu?, hari ini memang tidak hujan hmm 5 menit lagi, saya pura-pura memainkan Hp, tapi perempuan itu tetap tidak keluar,, aah sudahlah,, sayapun menyalakan motor dan sesekali kepala saya menoleh kearah rumah itu, tetap tidak ada.

Bukan karena kurang kerjaan tapi entahlah sepertinya kalau ada seseorang yang lain dari pada yang lain dan mempunyai kebiasaan unik selalu membuat saya ingin tahu, dan entah mengapa berharap sore ini hujan turun lagi dan saya akan memakai si blue untuk menjemput anak-anak, dan benar saja hujan mulai turun satu persatu dan lama kelamaan menjadi deras walaupun agak kerepotan membuka pagar rumah tapi demi misi perempuan yang saya lihat saya menjadi semangat eh bukan juga sih demi anak-anakku supaya ngga kehujanan, 15 menit kemudian saya telah sampai didepan rumah itu dan kembali saya melihat perempuan itu keluar gerakan sama dengan yang kemarin dan kembali dia duduk bahunya terguncang pasti menangis kali ini lebih lama sampai tiba-tiba ada perempuan setengah tua datang memberi payung untuk membawanya ke dalam, kembali saya menarik nafas dalam apa gerangan yang terjadi dengan perempuan itu? Sampai kedua orang itu masuk kedalam baru saya menjalankan mobil.

Dan kembali sudah lima hari setiap hujan saya selalu melihat perempuan itu gerakannya pun sama,,, sayang hp saya tidak bisa memotretnya karena selain terhalang kaca dan hujan deras jadi tidak begitu kentara terlihat. Dan tepat pada hari sabtu anak-anak saya memang libur sekolah dan jalan itu adalah jalan  alternatif yang dekat dengan sekolah. saya mencoba melalui jalan itu tapi motor saya  terhenti karena tiba-tiba ada tiga mobil yang keluar dari rumah itu dan yang satu lagi mobil ambulans tiba-tiba entah kenapa dada saya tiba-tiba berdegup kencang sakali dan belum terhenti rasa itu ibu setengah tua yang saya liat pernah membawa payung menghampiri saya, dan berkata

“Neng,, saya tahu neng suka memperhatikan non Ine,,,!

saya hanya tersenyum dan menganguk kaku kemudian meminggirkan motor dekat pintu pagar, tanpa di pinta ibu setengah tua yang ternyata mba yang membantu dirumah itu bercerita.bahwa perempuan itu bernama Ine sekarang sedang sakit demam karena sudah dua hari tidak mau makan, dan kenapa dia menyukai hujan karena katanya jika turun hujan di sana dia bisa melihat orang-orang yang di cintainya, ternyata kedua orang tua dan anak serta suami tercintanya, telah meninggalkan seorang diri karena kecelakaan dan itu terjadi ketika hujan turun dengan derasnya… “ ooh,,!” hanya itu yang mampu saya ucapkan dan mengangguk terima kasih sebelum mba yun menutup pintu pagarnya. 

Saya tidak bisa melukiskan kesedihan yang dialami Ine, merasa  sendiri dalam kesedihan dan rasa kehilangan sangat besar tentunya dan hanya bisa mampu meluapkan lewat hujan, mungkin dengan irama hujan dia mampu mendengar kerinduannya, sampai pada hari-hari berikutnya saya tidak pernah lagi melihat Ine bahkan ketika hujan turunpun Ine tidak lagi terlihat dan dipagar rumahnya ada tertulis rumah ini di jual. Oh,,,,,,!!!

13 komentar:

  1. Wah, jadi bagaimana nasib Ine? Meninggal atau pindah rumah? hihi peƱasaran :)

    BalasHapus
  2. Ini cerita fiksi atau cerita nyata mba?
    Kasian sekali :(
    Sepi..

    BalasHapus
  3. beneran atau fiksi mba? tp ko berasa nyata y..

    BalasHapus
  4. Mbak Utie ini kisah nyata atau fiksi kahh.. ?
    Ahh jadi dibikin penasaran

    BalasHapus
  5. Aku juga mikir ini nyata apa fiksi ya? Kalau beneran, kasihan banget Ine yang trauma kehilangan seluruh keluarganya.

    BalasHapus
  6. Semoga Ine baik-baik saja... Trauma datang setiap hujan...hmmm kebayang...

    BalasHapus
  7. kasian... kalaupun ini fiksi tapi kisah ini bisa aja terjadi

    BalasHapus
  8. Hujan.
    Selalu membawa cerita.

    Semoga hujan hujan berikutnya, mba Ine mendapati episode hujan yang indah...

    BalasHapus
  9. Mbak ini kisah nyata atau fiksi?

    BalasHapus
  10. Lanjutin mba ceritanya, penasaran
    hujan memiliki banyak cerita

    BalasHapus
  11. Ini fiksi apa real mbak?
    Ikut sedih bacanya :(

    BalasHapus
  12. Pertanyaan ku sama dengan komentar yang lain, fiksi apa nyata, Mbak? Aku jadi penasaran sama kisah Mbak Ine. Eh kalo pun nyata dijadiin fiksi aja. Menutup penasaran orang-orang

    BalasHapus

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,