Kamis, 24 November 2016

Like Autumn,,,,,,,,

picture by beritahariankosmo.blogspot




Mita memegangi ujung jilbabnya angin bertiup kencang sekali autumn kali ini anginnya  tiba-tiba begitu kencang, salahnya dia tidak memakai mantel tubuhnya yang kecil seperti ikut melayang di tiup angin, ketika dia agak kesulitan waktu berjalan untunglah tiba-tiba ada tangan Damar membantunya untuk berjalan. "Mita kamu nekat sekali sih pulang sendirian, kia masuk ke kafe ini sebentar!" Mita mengucapkan terima kasih tanpa bersuara tiba-tiba brakk saja tubuhnya jatuh pingsan. Tentu saja Damar panik, untunglah pemilik kafe Mr Daniel baik sekali mereka membawa Mita ke ruangannya yang berada di belakang kafe. Tidak lama kemudian Mita siuman dilihatnya Damar menatap khawatir,
"Ada di mana aku Dam,,,,,?" Tanya Mita dan mencoba bangkit dari tidurnya.
"Di kafenya Mr Daniel,, kamu pingsan dan hidung mu mengeluarkan darah, aku agak khawatir jadi aku telpon ayahmu,, sebentar lagi beliau datang,,!"
"Ohhh makasih ya Dam,,, maafkan merepotkan mu jadinya,?"
Tidak lama kemudian terdengar suara ayah Mita, "Mita kamu tidak apa-apa nak?" Ayah Mita mendekat kemudian memeluk tubuh anak semata wayangnya.
"Tidak dad,,, maafkan membuat Dady khawatir lagi," Mita melihat ada genangan air mata di ujung wajah penuh kasih itu.
 "Ok,, kita pulang,,!" Tq Mr Daniel ,,!" Ayah Mita mengalami Mr Daniel maaf telah merepotkan Anda,!"
 "No problem,, nice to meet you,,!" "Damar mau ikut bersama kami?" Damar hanya mengangguk kemudian ikut menolong Mita masuk ke dalam mobil.

 Rupanya kejadian kemarinlah akhir perjumpaan Damar dengan Mita, siapapun tidak menduga kisah akhir hidup seseorang, keesokan paginya Damar di telepon Mr Ryan ayahnya Mita bahwa Mita telah pergi untuk selamanya, begitu juga Drue teman kuliahnya.

Damar tercenung di sisi tanah merah yang hampir dipenuhi bunga. Inilah sebenarnya jawaban Mita atas lamarannya. "Jangan aku,,, Damar,, bukan aku menolak tapi jangan pernah mencintaiku cukup jadikan aku teman yang akan menjadi kenangan terbaikmu...!" Itu jawaban Mita, ketika dia mengungkapkan perasaannya, "aku mencintaimu mit,,,, maukah kau !menikah denganku?" Andai saja dia. Bisa menyimak lebih dalam jawaban Mita tentu dia tidak akan menyesal seperti ini, Mita merahasiakan penyakitnya leukimia stadium akhir,,, sudah menyerangnya beberapa bulan terakhir ini, begitu pintarnya Mita menutupi penyakitnya hampir sempurna tidak satupun teman-teman kuliahnya mengetahui terlebih Drue sahabatnya sendiri.

: Drue menyentuh pundak Damar,, "kita pulang Dam,,, semua sudah pergi tinggal kita berdua,," "Ohh,, !" Damar bangkit, "hmmm sepertinya aku ke rumah Mita, menemani Mr Ryan kasihan beliau....
 "Ok lah,. Aku langsung pulang ya, mungkin baru besok aku ke rumah Mita,,,!"

 Damar memandang rumah kecil yang begitu banyak pepohonan rumah ini akan terasa sepi sekali, tidak akan ada lagi tawa ceria Mita. "Mr Damar did you remember me?" Seru seseorang lelaki berkulit hitam yang tiba-tiba berdiri dihadapannya. Damar mengerenyitkan dahinya ya sepertinya wajah ini familiar tapi kenapa lupa?
"I an Nico we used to meet in a public library at Marton cum Grafton!" ( telepon umum yang di sulap menjadi perpustakaan umum)
"Yeahh Nico,,, how the news you, we have not met?"
 "Fine,,, I am sorry to hear that abaut Mita,, she is good girl, i am indebted to her? I want to meet with her father?"
“Ok,,, mari aku antar,," Terlihat Mr Ryan sedang duduk tercenung di kursinya sedangkan Mrs Ryan masih memeluk foto anaknya wajah keduanya terlihat begitu berduka. Damar mengetuk pintu yang telah terbuka. Mr Ryan menolah dan tersenyum
 "oh,, Damar masuklah..!"
 "Mr Ryan ada yang ingin bertemu dengan Anda?"
 "Saya Nico dulu kami sering bertemu di perpustakaan di Marton cum Grafton, dulu sewaktu istri saya mau melahirkan Mitalah yang membawa ke rumah sakit dan putri anda yang menjadi tanggungannya Saya amat menyesal baru datang hari ini?"
"oohh Mita tidak pernah bercerita tentang itu?" Jawab Mr Ryan.
"Bahkan saya belum sempat berterima kasih dia sudah pergi?" Nico tertunduk,, "maafkan saya,, Mr Ryan?"
 "Sudahlah,, Nico,, cukup doakan anakku?"

Ada perasahaan bangga dan haru seorang Mita yang dikenalnya begitu baik dan sederhana sakit yang dideritanya serta kebaikan-kebaikan yang dilakukan ditutupi dengan sempurna, gadis yang dikenal pertama kalinya di University c london, dan ketika pertama kali berjumpa dia tahu bahwa gadis ini tepat untuk dimilikinya. Tapi sekarang Mita telah pergi meninggalkan banyak kenangan begitu banyak orang-orang baru yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa dan Ayah ibunya hampir rata-rata tidak mengenali mereka,

Damar berjalan diantara daun-daun yang berguguran hampir menutupi jalan, dia tidak menyesal telah menambatkan hatinya pada Mita, emtah sampai kapan perasaan kehilangan dan cintanya pergi dia akan tetap menikmatinya.



6 komentar:

  1. Baca cerita ini, jadi ngebayangin berada di antara daun-daun yang berguguran Hihihi

    BalasHapus
  2. sedih bacanya, tapi hidup mengalir bukan karena sebuah keinginan tetapi sudah ketetapanNya.
    Kisah yang menarik

    BalasHapus
  3. Aaakkk sedih aku. Untuk awal-awal mungkin damar akan larut dalam kesedihannya. Tapi dia pasti akan menemukan mita lain dalam hidupnya.

    BalasHapus
  4. Ceritanya bagus dan mengalir Mba, sekedar saran untuk tanda baca mungkin bisa diperbaiki lagi. Mana yang harus diberi tanda koma atau titik. Biar bacanya juga makin enak. Semoga berkenan yaaa^^

    BalasHapus
  5. asiikkk, like autumn ya , tetap melekat :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,