Saturday, 29 April 2017

"Travelling" ke Cirebon Bareng BigBird





“Travelling” ke Cirebon  Bareng BigBird

Hari sabtu tanggal 22 APRIL 2017, merupakan "moment" pertama dalam hidup ke Cirebon Pulang Pergi, walaupun orang tua berasal dari Kuningan hanya 30 menit ke Cirebon  baru kali ini saya keliling empat tempat di kota Cirebon dan semua itu karena Blue Bird dan ikut  komunitas  Indonesia Lifestyle digital influencer. Karena kalau ke Kuningan saya lebih suka menghabiskan waktu bersama ibu ketimbang jalan-jalan secara ibu saya orang rumahan.^^

Jam 06;30 kita berangkat dari Pool Blue Bird Mampang dengan 2 bus big bird, busnya nyaman banget Acnya dingin dan supir Pak Wildan baik dan ramah nyetir juga enak terbukti saya tidur hampir dua babak , perjalanan cukup lancar walau agak tersendat di tol jagorawi,  jam 11;30 kita sudah sampai di kota Cirebon.



Tempat pertama yaitu “Nasi Jamblang Bu Nur”, yang "viral" di medsos dengan sensasi keringatan, dan saya benar-benar merasakan, nasi yang khas diletakaan di atas daun jamblang atau daun jati ini, dengan antri mengambil lauk pauk dan kemudian duduk makan menunggu bangku kosong karena waktu itu pengunjung  penuh luar biasa mungkin karena “weekend” dan hampir yang datang semua berplat “B”, selama makan Nasi Jambang Bu Nur agak kurang konsen selain hawa panas diruangan juga  karena  ditunggu orang yang mau makan juga, mau tidak mau harus cepat selesai ,, ini loh sensasi keringatan yang di maksud.






Kemudian tujuan kedua kita ke Keraton Kasepuhan yang merupakan tempat sejarah penyebaran Islam di Cirebon juga sebagai tempat pertahanan dari penjajahan Bangsa Belanda, sebelumnya mampir sholat di Masjid Agung Cipta Rasa, sayang sekali  masjid yang besar ini lantainya agak berdebu mungkin karena banyaknya pengunjung dari luar kota yang konon ingin berziarah. Setelah Sholat kita lanjut berjalan ke Keraton Kasepuhan yang hanya berjarak 100 meter dari Masjid,  Halaman Keraton yang dikelilingi  oleh tembok bata merah dan didalamnya terdapat pendopo yang  mempunyai sejarah masing-masing  luas keraton kasepuhan ini kira-kira 25 hektar, dan bangunan siti Iinggil yang artinya siti itu tanah, Inggil itu Tinggi jadi tanah yang tinggi, atau “duwur” bahasa Cirebonnya.  adalah bangunan pertama di depan pintu masuk didalam nya ada beberapa pendopo tanpa dinding dengan bangunan utama bernama “Malang Semirang”  yang memiliki enam tiang yang melambangkan rukun Iman.

picture by Ig bunda Elisa Koraag




Masuk lebih dalam ada gapura bergaya Majapahit  dengan kedua singa putihnya konon menurut cerita katanya keraton kasepuhan ini masih mengingat leluhurnya yaitu Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran dan di bangunan lain terdapat kereta kencana dan benda-benda pusaka  lainnya. Bagian belakang Keraton namanya Keraton Pangkuwati keraton ini bangunan pertama yang di bangun Pangeran Cakra Buana selaku kepala keraton atau “kuwu” yang merupakan sebutan bagi pemerintah yang turut menyebarkan agama Islam di Cirebon.



Jika kita datang pada tanggal 1 muharam atau di sebut 1 suro di Keraton Kasepuhan ini ada acara tradisi pembacaan "Babad Cirebon" berupa upacara pembacaan sejarah penyebaran Islam di Cirebon, atau jika datang pada bulan kalahiran Nabi akan ada acara "panjang jimat" berupa bacaan syalawat yang diperuntukkan untuk Nabi Muhammad saw setiap tahunnya dan tradisi itu berlangsung hingga sekarang.



Namun amat disayangkan keraton yang luas ada beberapa pengemis bahkan di pintu masuk gerbang tiket Keraton banyak anak kecil yang meminta dengan sedikit memaksa mengikuti kemana kita pergi, sekiranya pemerintah Cirebon dapat menanggulangi ini sangat disayang jika ada turis dari manca negara melihat ini semua dapat mengurangi rasa ketertarikan untuk datang kembali ke keraton kesepuhan yang merupakan salah satu bangunan kebanggaan kota Cirebon.


Jam sudah menunjukkan pukul 16;00 tapi Pak Wildan supir big bird sama sekali tidak kelihatan mengantuk saya justru yang di dalam bus dan teman-teman sudah merasa lelah karena hawa panas tadi siang di Keraton Kasepuhan, tujuan selanjutnya adalah makan empal gentong haji Fuad,,, yeaayy makan lagi, Empal Gentong adalah kuliner yang wajib bagi yang mengunjungi kota Cirebon, makanan ini mirip dengan gulai yang dimasak dengan kayu bakar di dalam sebuah gentong (periuk tanah liat) dan daging yang digunakan adalah usus, babat dan daging sapi. Sejarah Empal Gentong pertama kali berasasal dari desa Battembat kecamatan Tengah Tani Cirebon. 



Istilah Empal di Cirebon adalah gulai dan di masak paling sedklit 5 jam di dalam gentong dan kayu yang dibakar biasanya memakai kayu dari pohon asam, hal itu gunanya untuk menciptakan rasa dan tingkat keempukkan daging dan gentong dari tanah liat itu juga memberikan sentuhan rasa sedap yang tiada tara. Untuk menetralisir lemak biasanya disajikan dengan daun kucai dan di taburi bubuk cabe kering bisa dimakan beserta lontong atau nasi.





Resto Empal Gentong H.Apud tempatnya lumayan besar dan nyaman sekali ada dua ruangan yaitu ruang VIP dan ruang biasa, kita semua memesan Empal Gentong dan Sate Kambing dan es teh manis, Empal Gentongnya enak gurih dan satenya tidak terlalu keras pas, nanti suatu saat saya akan menulis resep bagaimana cara membuat empal gentong yang enak ini.

Setelah puas makan kita menuju tempat khas oleh-oleh kota Cirebon, rasanya kurang pas kalau pergi tidak membawa oleh-oleh untuk orang-orang di rumah, oleh-oleh khas Cirebon yaitu, seblak kering dengan beraneka rasa, terasi udang, kerupuk melarat (melarat karena di goreng diatas pasir bukan dengan minyak) dan teh upet (teh melati khas Kota Cirebon) dilanjutkan sholat maghrib. 

Hari sudah beranjak malam jam 19;00 kita menuju tujuan terakhir yaitu “Batik Trusmi”, Pak Wildan  memberikan pengumuman “Bu,,diberi waktu hanya 30 menit jam 19;30 mohon sudah berkumpul di dalam bus!”  (tahu saja si bapak kalau sudah urusan belanja pasti kita-kita ini lupa waktu)



Bicara tentang batik Cirebon pasti tidak lepas dari “Trusmi”, sebuah tempat di Kabupaten Cirebon yang kini menjadi sentra Batik Trusmi, batik Trusmi Cirebon mulai ada sejak abad 14, suatu daerah dimana saat itu tumbuh banyak tumbuhan, kemudian para warga menebang tumbuhan tersebut namun secara seketika  tumbuhan itu muncul kembali, sehingga tanah tersebut dinamakan “Desa Trusmi”



Awal mulanya tercipta batik trusmi ketika sultan Keraton menyuruh orang-orang trusmi membuat batik seperti miliknya hanya berdasarkan motif karena ketekunan dan keapikan orang-orang trusmi dalam membuat  batik Sultan menjadi puas 

Ciri khas dari batik Trusmi (batik Cirebon) adalah

1. Warna dasar kain lebih muda dibandingkan dengan warna garis motif utamanya.
2. Desainnya klasik tradisional biasanya selalu mengikut sertakan motif wadasan (batu cadas) pada bagian motif tertentu, di samping itu ada unsur awan (mega mendung) yang disesuaikan dengan motif utamanya



Karena datangnya malam hari jadi tidak sempat mengambil gambar dari arah depan, di dalam pusat grosir ini bukan hanya kain batik yang dijual tapi bermacam-macam seperti, tas, sandal, kaos/tshirt, kemeja pria dan wanita, piyama, kulot, rok dan aneka pajangan khas Cirebon. Tempatnya luas dan nyaman betah pokoknya kalau berlama-lama di sini, Oh ya pengahasil produksi batik trusmi ada lima desa yang terletak di sekitar desa trusmi yaitu desa Gamel, Kaliwungu, Wotgali, Kalitengah dan Panembahan. Pertumbuhan batik trusmi ini sangat pesat sejak tahun 2000 bahkan sudah terkenal sampai manca Negara. dan menjadi salah satu ikon wisata kota Cirebon




Kalau" travelling" seharian ini seperti dikejar-kejar waktu harusnya “stay” biar leluasa tapi puas dan senang, apalagi dengan bus yang nyaman. Pak Wildan memang keren ini, membawa mobilnya stabil dan kondisinya benar-benar prima, (ini baru ciri khas supir sejati), memang benar perusahaan Blue Bird ternyata selain mempunyai bus yang nyaman dan terawat juga memiliki supir-supir yang handal dan berpengalaman, pukul 23;00 kita kembali ke Jakarta dengan selamat.

picture by mba wulan maharani


Awal mula Blue Bird Group adalah perusahaan taksi mulai dari regular (Blue Bird dan Pusaka), executive taxi (silver bird), kemudian terus berkembang untuk memenuhi kebutuhunan transportasi  yaitu Limousine & car rental (Golden Bird), charter bus (Big Bird), Logistic (Iron Bird Logistic), Industry (Restu Ibu Pusaka-Bus Body Manufacturing & Pusaka Niaga Indonesia), Property (Holiday Resort Lombok & Pusaka Bumi Mutiara), IT & Supporting Services (Hermis Consulting-IT SAP, Pusaka Integrasi Mandiri-EDC, Pusaka GPS, Pusaka Buana Utama-Petrol Station, Pusaka Bersatu-Lubricant, Pusaka Sukucadang Indonesia-Spare Part) dan Heavy Equipment (Pusaka Andalan Perkasa & Pusaka Bumi Transportasi

picture by senangpiknikcom

Dan merupakan alat trasportasi pertama yang menggunakan mesin mercedez bens, Kini layanan Blue Bird Group dapat dinikmati termasuk Jakarta dan sekitarnya, Bali, Bandung, Banten, Batam, Lombok, Manado, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Solo, Surabaya dan Yogyakarta. Juga di jantung pusat bisnis dan tujuan wisata di seluruh negeri.

Pada tanggal 30 Maret 2017. PT Blue Bird Tbk dan G0-Jek bekerja sama dengan meluncurkan aplikasi Go – Jek memiliki pilihan tambahan berkendara, dan juga Blue Bird mengeluarkan strategi baru demi meningkatkan pelayanannya dengan aplikasi “My Bue Bird”  dengan peluncuran “Go-Bluebird” ini tentu saja akan lebih mudah bagi customer setianya, tinggal mendownlaod aplikasi kita langsung bisa memesan dengan tujuan yang kita inginkan. 

Tentunya kerja sama dengan Go-Jek ini selain terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan pelanggan, dengan “Go-Bluebird” ini dapat menjadi salah satu tambahan channel order yang semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan Blue Bird juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan pengemudi, karena dengan mudah mendapat pelanggan. Blue Bird juga bisa kita temui dengan mudah di beberapa titik pangkalan di Mall ataupun hotel, karena armadanya lebih dari 35.000 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,  jadi dengan aplikasi “My Blue Bird” merupakan terobosan baru selain “call center” yang biasa kita gunakan.


Dan untuk yang akan pergi secara rombongan atau partai besar bisa memesan bus Big Bird selain sopirnya yang handal juga kondisi bus yang terawat akan nyaman kemanapun kita pergi, "download" aplikasi “My Blue Bird” dapatkan berkendaraan yang mudah dan aman.

 --------------
Alamat Nasi Jamblang Bu Nur
  Jl. Cangkring 2 No. 34, Kejaksaan Kota Cirebon

Alamat Empal Gentong dan Empal Asem H. Apud
  Jl. Raya. Ir. H , Djuanda No 24,  Battembat, Tengah Tani, Cirebon

Alamat Pusat Grosir Batik Trusmi
  Jl. Trusmi Kulon No 148, Kleret, Weru Lor Cirebon
 

29 comments:

  1. kangen sama empal gentongnyaaa


    salam kenal ya teh utie :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Jakarta kykny ada mba,. Cuma rasa n khsny beda dikit

      Delete
  2. Asyik banget za bisa traveling kayak gini

    ReplyDelete
  3. Wah, aku juga pengen jalan-jalan ke Cirebon nih, mba. Deket dari Jakarta tapi banyak sekali tempat wisata ya :)

    ReplyDelete
  4. Empal gentongnya mauuuu hehe.

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete
  5. Wih ke banyak tempat dalam sehari di Cirebon. Mending pake nginep kali ya supaya lebih puas belanja batik, hihihi

    ReplyDelete
  6. Seru banget mbak, ada empal gentong yang bikin penasaran. Wah, wisata batik juga. Mupeng tapi jauuuuh... hehe

    ReplyDelete
  7. Ngesir sama batiknya aku :D Soalnya pecinta batik. Hehehe

    ReplyDelete
  8. aku belum pernah ke cirebon mbaa, makasih udah posting jadi tau tempat2 seru di sana :D aku baru tahu kalau blue bird ada busnya (ga gaul hehe)

    suika-lovers.com

    ReplyDelete
  9. Waahh sendal batiknya lucuuuuuu

    ReplyDelete
  10. Waahh sendal batiknya lucuuuuuu

    ReplyDelete
  11. Eikeh juga org cirebon tapi di desa cikalahang, jadi jarang jelong manja

    ReplyDelete
  12. cirebon memang wisata kulinernya selalu bikin kangen..paling suka makan tahu gejrot. Happy banget mbak, bisa jalan bareng temen2

    ReplyDelete
  13. Jadi pengen nasi jamblang dan empal gentong. Kangen sama harum khas daun jati di nasi jamblang dan gurihnya soto empal. Mendadak pengen ke Cirebon lagi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuks mba nurul kita jalan bareng ke cirebon

      Delete
  14. Aku penasaran dengan nasi jamblang bu Nur. Ih, kalau ke pusatnya batik gitu rasanya pengen belanja. Batik Trusmi warnanya cakep, kalem2. #penggemar batik.

    ReplyDelete
  15. sayang banget kemaren tuh aku batal ikutan karena dadakan ada tugas negara huhu

    ReplyDelete
  16. sandalnya aku pernah dikirimi adek dari cirebon emang khas banget ya disana kerajinan tangannya. satu lagi Cirebon ada terasi ya mbba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba terasi udananya enaakkk harum aku juga suka

      Delete
  17. wah seru bisa jalan-jalan sekaligus gathering bareng blogger lainnya.. tapi memang untuk urusan per taksian.. blue bird sudah terpercaya sejak dulu.. dan inovasi mereka gabung ke gojek semakin cihuy...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iy bang,, smkn keren bluebrid pelayanan dn aplikasinya juga mendukung

      Delete
  18. Wow enak banget jalan2 sekalian wiskul ke Cirebon. Saya mau ambil open trip ke Cirebon belum jadi2, haha... Rutenya hampir sama dg yang Mba Utie ke sana. Blue bird sekarang udah punya bus juga ya. Kerjasama dg Gojek waktu itu sempat saya dengar dan sekarang udah diaplikasikan ternyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba,,, coba ikutan kemrin pasti seru,,aku dh coba yg di go jek ada pilihannya jd nyaman

      Delete
  19. Hmmm foto-foto wiskulnya menggoda banget mbak, apalagi lihatnya pas siang hari gini, mendadak krucuk-krucuk perutnya hehe.

    ReplyDelete
  20. hayuh mba kita kulineran bareng ke Cirebon

    ReplyDelete
  21. Wah,,,,pouch nya cakep, khas tradisional gitu.
    Saya belum pernah ke Cirebon. Jawa Barat cuma sampai di Bandung saja,hahaha

    ReplyDelete
  22. Big bird emang g diragukan lagi deh, nomer satu klo urusan transportasi. Secara teman2 walimurid pun maunya naik bigbird klo anaknya outing class. Wahh tidur dua babak ya?itu doyan apa hoby wkwkkw

    ReplyDelete
  23. jadi ngga penasran lagi sama nasi jamblang dan batik trusmi.

    ReplyDelete
  24. Meski klo malam kota Cirebon sepiiii,kangen inget 13 tahun lalu jalan-jalan sama sahabat ke alun-alun

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,