Kamis, 25 Mei 2017

"Depression Let's Talk"



Depresi , benarkah berbahaya jika dibiarkan dan berlaru-larut?, apasih sebenarnya depresi itu depesi itu ganguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala kecemasan, dan jika dibiarkan akan mengarah ke ganguan jiwa berat, seperti achizophreania. Jika salah satu anggota keluarga kita mengalami depresi hendaknya jangan di jauhkan atau jangan di stigma”sudah tidak waras’. Stigma yang negative maka akan membuat penderita makin terasa terbebeni.

Dr. Eka Viora SpKJ

Lalu bagaimana sikap kita seharusnya ? bagi seseorang yang hidup dalam depresi, langkah kita sebagai orang terdekat ajak mereka berbicara karena itu merupakan langkah awal tahap penyembuhan dan pemulihan. Hal itu juga yang dianjurkan oleh World Health organization (WHO). Pada hari kesehatan dunia tanggal 7 april 2017 mngangkat tema “Depression : Let's Talk” dengan tujuan utama untuk mengajak seluruh warga dunia agar mau membantu dan menyikapi dengan baik orang yang mengalami ganguan mental khususnya depresi. Salah satu langkah pertama adalah menangani isu seputar prasangka dan diskriminasi.

Dr Eka Viora SpKJ – Ketua PP PDSKJI, bahwa pasien depresi di dunia, Indonesia menempati urutan ke 4, dan sebanyak 30% tidak terdeteksi  sedangkan 40% tidak terobati.

Dr. Richard Budiman SpKJ (K)

Direktuk Utama RSJ Dharmawangsa Dr. Richard Budiman SpKJ (K) rata-rata orang yang depresi itu mengarah untuk bunuh diri, karena adanya diskriminasi  negative kepada penderita. Dan pada tanggal 20 mei 2017 bertempat di Novatel Mangga Dua  RSJ Dharmawangsa bersama  PT. Mersifarma TM, sebagai salah satu perusahaan farmasi di Indonesia yang sejak awal berdirinya selalu konsinten dalam mendukung masalah kesehaan jiwa di Indonesia mengadakan seminar nasional yang bertajuk “Neuropsychiatris Symposium on Depression & Anxiety”. Bersamaan itu pula menhadirkan obat antidepresan yaitu “ELXION”

F, Tito Koesnadi

Menurut Direktur PT. Mersifarma F. Tirto Koesnadi, ELXION (escitalopram)  merupakan obat anti depresan  sebagi terapi pilihan bagi pasien-pasien depresi, saat ini banyak digunakan untuk terapi depresi adalah obat-obat yang termasuk golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor), obat-obatan yang termasuk di dalam golongan SSRI ada beberapa termasuk Elxion Escitalopram.

Mengapa Elxion Escitalopram lebih unggul dibandingkan dengan obat antidepresan lainnya, karena mekanisme kerja sangat unik, yang mempunyai dua aksi yaitu :
  • Bekerja pada Primari Sita di jalur penghambatan proses ruetaka serotonin
  • Berikatan pada Alloteris Site.



Dan dalam waktu 7 hari sudah kelihatan hasilnya, obat ini tidak menyebabkan ketergantungan, tetapi memang dalam jangka 1 – 2 tahun pasien harus terus mengkonsumsi obat antidepresan.

Sebenarnya siapa saja tanpa disadari bisa terkena gejala depresi :
  •  Pasien TBC misalnya mereka harus selalu rutin minum obat, dan makan minum dengan tempat terpisah dari keluarganya, jika tidak ada perhatian yang lebih dari keluarga maka rasa putus asa karena setiap hari harus minum obat,  kemungkinan tingkat depresi mereka lebih tinggi.
  •  Seseorang yang terlalu cemas berlebihan
  • Seseorang yang mungkin termasuk kita misalkan terlalu terbawa perasaan (BaPer) dengan omongan orang,  misalkan di dunia medsos seringkali jika kita membaca status orang yang tidak berkenan lalu cepat tersinggung, dan langsung membalas dengan opini yang lebih mnyakitkan (opini war), atau bisa juga menebar kebencian di medsos dengan timeline yang mengajak membenci seseorang. Dan tanpa disadari sebenarnya orang-orang tersebut sudah mengalami tingkat depresi awal.
  •  Gejala lainnya misalkan perasaan depresi, hilangnya minat, rasa lemas tidak bertenaga, serta gejala tambahan ; konsentrasi/perhatian menurun, rasa tidak berguna dan rasa bersalah, ganguan pola tidur, ganguan pola makan/berat badan dan rasa putus asa dan pikiran bunuh diri

Hidup nyaman dan “enjoy” merupakan langkah awal tidak terjadinya depresi, rasa cemas yang berlebihan dalam mensikapi hidup harus segera ditoleransi pada diri kita sendiri. Dan jika memang ada salah satu keluaga kita menderita despressi, mari ajak bicara mereka jika sudah terbuka bisa diajak untuk pergi ke psikiater terdekat, perhatian dan bukan stigma negative pada mereka akan membatu tingkat despressi lambat laun akan hilang. Jika memang keadaannya sudah tidak mungkin di tolong segera bawa ke RS Jiwa terdekat banyak tenaga ahli dokter-dokter yang lebih konsen untuk menanganinya.





6 komentar:

  1. semua orang punya potensi depresi, ada teman atau siapapun untuk berbagi cerita sekedar menumpahkan rasa penting banget jadinya.
    kepribadian orang beda2 tp hakikatnya penting mencurahkan yg menyesakkan dada

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar mba ophi diri kita sendirilah yang bisa memanage itu semua

      Hapus
  2. Kalau ada teman ngobrol yang asik biasanya depresi bisa segera tertangani ya mba. Biar hidup makin nyaman tanpa cemas

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar banget mba alida, teman salah satu solusi sebagai tempat untuk curhat

      Hapus
  3. Wah bunda makasih banyak ya. Ilmu bangettt tulisannya 😃

    BalasHapus
  4. Jadi mereka yang suka war-waran di medsos bisa jadi kena depresi dan butuh teman bicara. Bukannya dibully rame-rame, ya? Malah mungkin jadinya makin rumit.

    BalasHapus

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,