Kampanye Ayo 3M Plus Vaksin DBD Diluncurkan

Kampanye Ayo 3M Plus Vaksin DBD Diluncurkan Menuju Target Zero Death 2030
Seperti yang kita ketahui kasus demam berdarah ternyata salah satu penyakit yang mematikan, dan itu juga sudah berlangsung lama di Indonesia. Terlebih sekarang nih musim kemarau kok panas banget ya.. Dan ternyata jadi banyak nyamuk juga. Baru tahu nih kalau nyamuk Aedes aegypti itu bisa berkembangbaik biar di air bersih, bukan hanya di genangan air hujan.


Sesuai dengan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak fenomena El Nino diperkirakan akan terjadi dari bulan Agustus sampai dengan bulan September 2023. Seiring dengan terjadinya fenomena El Nino, suhu akan menjadi lebih hangat sehingga membuat nyamuk Aedes aegypti semakin mengganas. Bahkan frekuensi nyamuk menggigit bisa naik hingga 3-5 kali lipat saat suhu panas mencapai 30 derajat Celcius ke atas.

kampanye ayo 3m plus vaksin dbd

Penyakit demam berdarah ini berhubungan sekali sama lingkungan lingkungan rumah yang kotor, tidak teraturnya pembuangan sampah dan masalah sanitasi. Maka dari itu, butuh upaya pencegahan demam berdarah dari diri sendiri dan orang di sekitar rumah agar penyakit ini tidak semakin menyebar luas. Demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue. Ada hal-hal yang sebenarnya bisa kita bisa lakukan untuk selamat dari demam berdarah ini.dengan menjaga lingkungan tetap bersih, juga menggunakan penangkal nyamuk agar tidak berkembang biak di rumah.

Mungkin langkah ini terlihat kecil dan sepele, aku coba menulis lagi langkah 3M Plus ini karena sungguh menyakitkan sih kalau kita kehilangan anak, saudara, kakak, adik apalagi orang tua jika meninggal karena penyakit satu ini.

Menguras,
Menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan minimal satu minggu sekali untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.


kampanye-ayo-3m-plus-vaksin-dbd
Pencegahan DBD dengan 3M Plus
(picture by kkn Undip)


Menutup,
Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Memanfaatkan
Menggunakan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Sedangkan yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut:
  • Menggunakan obat anti nyamuk
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
  • Gotong Royong membersihkan lingkungan/Fogging
  • Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup
  • Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras
  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
Vaksin Demam Berdarah

Jika semua cara pencegahan di atas sudah semua kita lakukan tapi masih takut akan risiko demam berdarah, konsultasikan ke dokter mengenai vaksin DBD di klinik atau rumah sakit terdekat. Ya, tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya vaksin dengue sudah lama ada di Indonesia. Vaksin DBD pun juga sudah disetujui oleh BPOM RI. Vaksin DBD sebagai cara pelengkap perlindungan dari pencegahan demam berdarah sudah dapat diberikan pada orang-orang yang berusia 6-45 tahun.

kampanye ayo 3m plus vaksin dbd
Penandata tanganan perjanjian kerjasama
Kementrian Kesehatan RI dan
PT Takeda Innovative Medicines

Nah kemarin, bersyukur banget nih pada tanggal 27 September 2023, kampanye #Ayo3MPlusVaksinDBD sudah diluncurkan karena kasus demam berdarah dengue masih perlu perhatian khusus dari berbagai pihak. Menurut data resmi dari Kementerian Kesehatan RI, dari awal tahun sampai dengan minggu ke-33 tahun 2023 telah tercatat 57,884 kasus demam berdarah dengue dengan 422 kematian yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama dengan Takeda telah membangun kerja sama publik dan privat yang kuat serta meluncurkan kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD pada hari ini. Adapun kerjasamanya meliputi:
  • Peningkatan peran serta masyarakat atau pemberdayaan masyarakat;
  • Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan;
  • Penyusunan dan pelaksanaan terkait program koalisi bersama masyarakat menuju nol kematian akibat dengue (zero dengue death 2030);
  • Pendekatan terpadu untuk pencegahan dan pengendalian dengue sinkronisasi data (bridging) dengan SIARVI (Sistem Informasi Arbovirosis);
  • Peningkatan peran dan kerja sama penentu kebijakan di pusat dan daerah.

Walaupun langkah-langkah tersebut sudah esensial, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Kementerian Kesehatan RI, mengatakan "perlunya inovasi lebih lanjut yang melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satu inovasi yang dinilai sangat efektif adalah penggunaan vaksin DBD."

kampanye ayo 3m plus vaksin dbd


"Vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi fokus program pemerintah dalam upaya menurunkan angka kematian akibat penyakit ini di Indonesia. Meskipun pencegahan sederhana dengan 3M tetap penting, kampanye pencegahan DBD sekarang juga mencakup Vaksin DBD sebagai bagian penting untuk mengurangi risiko mengalami demam berdarah berat dan rawat inap,"

“Penanggulangan DBD di Indonesia merupakan tantangan yang kompleks. Namun, Pemerintah telah berkomitmen untuk mencapai nol kematian akibat infeksi dengue pada tahun 2030 melalui Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025. Kami menghimbau masyarakat untuk bersama-sama, dengan prinsip-prinsip 3M plus dan vaksin mandiri DBD dalam mengatasi tantangan ini dan melindungi masa depan generasi mendatang,"

Pemerintah pun berkolaborasi dengan PT Takeda Innovative Medicines untuk menyediakan vaksin DBD ini. Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Indonesia, secara tegas mendukung upaya mencapai target nol kematian akibat DBD pada tahun 2023 melalui vaksin ini. Namun, ia juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter untuk pencegahan lainnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Tika Bisono, Dengue Prevention Ambassador, menyambut baik vaksin DBD ini. “Saya menunggu cukup lama vaksin ini. Saya sudah kampanye selama bertahun-tahun, hingga akhirnya vaksin ini lahir. Tentunya saya berharap pemerintah akan membawa program vaksinasi ini menjadi program nasional dan kelak treatment-nya bisa diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat Indonesia, Ia menyebutkan usia anak-anak memang tercatat sebagai jumlah penderita tertinggi, namun orang dewasa pun tidak luput dari ancaman.”

Kemudian kata Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), Ketua Komunitas Dengue Indonesia. "Di negara atau wilayah dengan penularan infeksi demam berdarah dengue yang tinggi, anak-anak cenderung paling banyak terkena dampaknya, walaupun paparan pada usia dewasa muda saat ini juga meningkat. Upaya sosialisasi pengendalian vektor nyamuk dan vaksinasi dengue pada anak menjadi sangat penting sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui kegiatan edukasi pencegahan infeksi demam berdarah dengue kepada masyarakat,”

Sedangkan Gamze Yuceland, President, Growth & Emerging Markets, Takeda Pharmaceuticals International AG, juga memberikan dukungan kuat untuk mengatasi DBD di Indonesia dan mencapai visi nol kematian DBD pada tahun 2030. "Kami berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mencapai nol kematian akibat DBD di Indonesia pada tahun 2030. Kami juga bangga menjadi salah satu pendiri Koalisi Bersama Lawan Dengue (KOBAR), yang didukung oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kaukus Kesehatan DPR RI, serta mendorong masyarakat untuk mendukung kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD."

Mengenai efektivitas vaksin, pada kesempatan yang sama, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Sukamto Koesnoe mengungkapkan bahwa vaksin DBD memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, baik untuk individu yang memiliki antibodi maupun yang belum memiliki.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan farmasi, dan masyarakat, diharapkan angka kematian akibat DBD dapat terus menurun, hingga dapat membawa Indonesia menuju visi nol kematian pada tahun 2030.

Dan hal yang terpenting lagi yang harus kita semua lakukan adalah menjaga daya tahan tubuh. Menjadi langkah penting lainnya yang perlu dilakukan sebagai pencegahan demam berdarah adalah meningkatkan daya tahan tubuh.

Dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, risiko kita terkena penyakit pun dapat dikurangi. Caranya dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. Mencegah demam berdarah dengan cara banyak mengkonsumsi berbagai jenis makanan sehat dapat meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Aturlah menu makanan yang kaya akan vitamin dan mineral seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta daging.

Berolahraga juga cara terbaik menjaga kesehatan tubuh guna mencegah demam berdarah. Usahakan untuk olahraga secara rutin. Kurangi pula kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, kurang tidur, serta pelajari cara mengelola stres yang baik. dijamin akan merasakan perubahan yang nyata dalam kesehatan secara keseluruhan baik diri sendiri maupun keluarga.



utieadnu

C-ANPROM/ID/QDE/0240 | Oct 2023


20 comments

  1. Alhamdulillah, akhirnya ada vaksin DBD juga. Soalnya, aku pernah mengalami sendiri dan sangat terasa betapa cepatnya bikin trombosit turun.

    ReplyDelete
  2. tenang deh ya sekarang sudah ada vaksin dbd, meski begitu tetap disiplin terapkan 3m di rumah

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah... sekarang selain dengan melakukan 3M untuk pencegahan demam berdarah dengue juga ditambahkan dengan vaksin ya mak uti.

    ReplyDelete
  4. Iya bener, berasa makin banyak aja nyamuk di rumah. Jangan sampai deh kena DBD. Udah ngerasain sampai dirawat. Gak nyaman banget. Pengen banget bisa divaksin DBD.

    ReplyDelete
  5. Masih banyak yang meremehkan demam berdarah padahal kasus kematiannya juga tinggi kan ya. Emang bener kalo berhubungan ama lingkungan rumah yang kotor apalahi pembuangan sampah yang sembarangan dengan sanitasi buruk. Agaknya patut kita ingat kembali Gerakan 3M dan jangan lupa ikutan vaksin DBD.

    ReplyDelete
  6. Untuk 3M, insyaallah sudah ya. Kudu konsisten aja nih buat jaga kebersihan dan kesehatan biar jauh dari DBD. Soal vaksin, ini belum. Mari agendakan dulu

    ReplyDelete
  7. Syukurlah sekarang ini udah ada vaksin DBD selain langkah 3 M. Harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga buat memulai langkah preventif atau pencegahan. Lebih baik mencegah daripada mengobati soalnya

    ReplyDelete
  8. Nyamuk2 penyebab DB emang sebandel itu, bahkan di musim panas mereka bisa berkembang biak di air bersih ya.
    Kudu banget nih jaga kebersihan dan melakukan langkah2 pencegahan lainnya supaya lingkungan bebas nyamuk.
    Kalau sekarang emang udah ada vaksin DBD, ini juga bentuk ikhtiar supaya gak gampang sakit andai kegigit nyamuk ya mbak,

    ReplyDelete
  9. di lingkungan kami selalu ada 3M minimal sekali dalam 3 bulan. Nah, vaksin DBD ini yang belum pernah dilakukan. Bisa banget ini diusulkan ke pemerintah setempat untuk diagendakan.

    ReplyDelete
  10. Ya Allah Mbak Utie.. Meuni bener musim kemarau kan panas ya, logikanya gak ada nyamuk, tapi bener kok malah nyamuknya tambah banyak 😭 serem soalnya di rumah ada anak-anak

    ReplyDelete
  11. Saya rasa mengikuti program pemerintah untuk mencegah demam berdarah ini sangat bagus dan mudah diikuti. Tapi emang kalah di masyarakat bawah masih suka ada yang menentang dengan adanya vaksinasi tuh. Padahal vaksin juga sebagai bentuk ikhtiar kita ya

    ReplyDelete
  12. Demam bedarah (DBD) ini penyakit yang mematikan di negara kita. Kalau komplek ada yang kena 1, cepet banget nularnya. Mungkin karena nyamuknya yg banyak ya.

    Wajib banget deh melakukan 3M bahkan kalau perlu kita vaksin DBD.

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah,
    Edukasi untuk kita semua untuk selalu waspada dengan lingkungan. Jangan kotor dan ada genangan air yang berpotensi jadi rumahnya si nyamuk-nyamuk nakal.
    Plus vaksin DBD biar komplit.

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah ya, sekarang kita bisa mencegah penyebaran penyakit DBD bukan hanya dari kampanye Ayo 3M tapi sekarang ada vaksinnya juga. Jadi lebih tenang, deh!

    ReplyDelete
  15. Senang ya, sekarang sudah ada vaksin Dbd
    Upaya kita mencegah dbd makin lengkap
    Jadi lebih tenang

    ReplyDelete
  16. Di cuaca yang ekstrim kayak sekarang, bener jadi makin khawatir sih dengan DBD. Usaha pencegahannya mesti lengkap. Alhamdulillah sekarang sudah ada vaksin DBD, jadi bisa makin lengkap untuk melindungi keluarga dari DBD ya mbak

    ReplyDelete
  17. Demam berdarah tuh menakutkan apalagi sebentar lagi musim hujan sebaiknya memang menerapkan 3m dan vaksin DBD biar lebih terlindungi ya

    ReplyDelete
  18. Sekarang M satunya bukan mengubur lagi ya melainkan merecycle karena banyak plastik, kaleng yg ga terurai kalau ditimbun atau dikubur saja. Vaksin dengue penting sekali ternyata

    ReplyDelete
  19. Alhamdulillah sudah ada vaksin DBD, DBD menurut aku memang berbahaya sih. Kupikir, banyak kasus DBD saat musim hujan aja karena banyak genangan air, ternyata cuaca panas gini juga ngaruh ya, banyak kasus DBD.

    ReplyDelete
  20. Wah sekarang dbd dah ada vaksinnya ya maaaaak.. aku baru tau nih, jadi selain melakukan 3M, kita bisa mencegah dbd dengan vaksin dbd juga yaaa

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih🙏