Thursday, 8 June 2017

Saya Indonesia, Saya Pancasila,,






Saya Pancasila, Saya Pengawal Pancasila, dan Saya Indonesia itu harapan yang diucapkan oleh Bapak Zulkifli Ketua MPR RI, pada tanggal 1 Juni 2017, di gedung MPR RI Jakara dalam acara “Ngobrol Bareng Netizen” dan beliau juga mengharapkan kita sebagai penerus media , netizen ataupun blogger hendaknya  dalam menyampaikan berita jangan pernah menjadi provokasi keadaan media yang kini sedang caruk marut, banyak yang belum “move on” padahal pemilu sudah usai, masih banyak "timeline" yang saling membenci padahal terang-terangan orang yang di bela kita tidak kenal sama sekali, mari sebagai netizen sebarkan berita yang baik, karena Pancasila itu artinya “kasih sayang”, “gotong royong” sudah saatnya kita sekarang saling merangkul hilangkan rasa benci walaupun beda pilihan.


Dan  hendaknya Pancasila iu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,  kita sosialisasikan apa itu undang-undang , dan demokrasi adalah memilih karena hasilnya bukan karena sembako, , uang, kudungan baju, lalu lupa akan siapa yang kita pilih sebenarnya.karena resiko kita yang akan rasakan sendiri  jika salah memilih wakil rakyat, maka akan ada wakil rakyat yang tidak peduli dengan rakyat karena Pancasila itu menciptakan kesejahteraan bukan kesenjangan, katanya lagi.

Sayang Bpk Zulkifli hanya sebenar karena beliau akan menghadiri buka puasa bersama anggota DPR , (titip suara kami ya pak!”) ternyata Bpk Zulkifli orangnya ramah sebelum beliau berbicara kita di undang untuk foto bersama, bahkan ada yang mengajak wefie, sayangnya saya tidak kebagian karena harus bergantian dengan 100 orang yang  netizen. 

t

Setelah Bpk Zulkifli pergi dilanjutkan oleh Bpk Makruf Hasan SekJen MPR RI beliau dikenal sebagai Bpk Blogger MPR RI,  beliau juga tidak kalah ramahnya dengan Bpk Zul,  katanya Pancasila sebagai deklarasi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar martabat kita sebagai orang Indonesia tidak luntur hanya karena hilangnya falsafah Pancasila, sebagai nitezen/blogger hendaklah menulis hal-hal yang baik yang dapat memberi nilai lebih dalam setiap tulisannya,  ada yang menarik dari Bpk Makruf Hasan beliau ternyata terampil dalam membacakan puisi ada  bait yang saya suka dari puisinya :

….. Jadikan Kejujuran sebagai martabat bangsa Indonesia……

Kita kembali ke sejarah kenapa tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari Pancasila  dan mengapa tanggal 1 Juni yang dipilih?

Pada Peraturan Presiden  tersebut dijelaskan bahwa penetapan hari lahir Pancasila mengacu pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei-1 Juni 1945. Dalam hari-hari itu, ada 3 orang tokoh yang memaparkan tentang dasar negara yakni Muhammad Yamin, Soepomo  dan Soekarno.




Istilah Pancasila baru diperkenalkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Tetapi masih ada proses selanjutnya yakni menjadi Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada 22 Juni 1945 dan juga penetapan Undang-undang Dasar yang juga  Pancasila pada 18 Agustus 1945.Oleh para anggota BPUPKI kemudian disepakati bahwa pidato Soekarno yang menjawab pertanyaan sidang tentang apa dasarnya Indonesia merdeka. Setelah itu dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).. Walaupun urutan Pancasila bukan seperti sekarang.

picture by Febrianty Rahma
 
Begitu penting arti Pancasila bagi rakyat Indonesia, yang merupakan acuan seluruh rakyat Indonesia, hendaknya kita mensosialisasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya untuk di hafal 1 sampai 5, tapi mari terapkan nilai dan artinya, mulai dari detik ini “Pancasila Reborn” dihati kita, sudah saatnya hormat menghormati antar umat beragama, jangan saling benci, menjadi provokator satu sama lainnya, hidup dengan damai saling membantu, tidak selalu ikut memberitakan yang belum tentu kebenarannya (hoax), saling mengasihi, sesuai dengan harapan kita semua bahwa Pancasila lahir untuk mensejahterakan bukan menciptakan kesenjangan. Saya Indonesia, Saya Pancasila. Dan itu tujuan utama mengapa MPR RI mengajak kita untuk “ngobrol bareng”.

3 comments:

  1. ya kita tinggal di negeri ini tentunya hrs junjung tinggi idiologi negara kita

    ReplyDelete
  2. Yuhuuu... makin ke sini, memang harus diingat ya ttg kehidupan yang sesuai Pancasila dan juga berdemokrasi :)

    ReplyDelete
  3. yup.. yang paling penting jangan benturkan pancasila dengan Islam. Karena ajaran Islam kalau diterapkan menyeluruh justru bisa membumikan nilai-nilai pancasila secara nyata. nggak seperti sekarang yg masih sebatas jargon. korupsi bertentangan dengan pancasila kan ya? menyerahkan sumber daya alam pada asing bertentangan dengan pancasila kan ya? Kok bapak penguasa berbuat demikian.. yuk terus menjadi muslim Indonesia yang cerdas. Allahu akbar

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,