Selasa, 11 Juli 2017

Lawang Sewu,,, Seribu Pintu??






Lawang sewu merupakan ikon kota Semarang konon gedung tua ini peninggalan kolonial Belanda menempati lahan seluas 18.232 m² , terdiri dua lantai dan ada ruang bawah tanah, gedung ini titik awalnya merupakan sejarah perkeretapian di Indonesia karena di bangun sebagai Het Hoofdkantoor Van de Nederlandsch – Indische Spoorweg Maatscappij (NIS), yaitu perusahaan kereta api swasta di masa pemerintahan Hindia Belanda yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia dan menghubungkan Semarang dengan “Vorstenlanden” (Surakarta dan Yogyakarta), dengan jalur pertamanya, jalur Semarang Temanggung pada tahun1867.

Lalu kenapa gedung ini dinamakan lawang sewu, lawang barasal dari bahasa Jawa yang artinya “Pintu”  sedangkan sewu berarti "seribu". Lalu benarkah gedung pintunya berjumlah seribu? Setelah menanyakan kepada petugas disana ternyata jumlah  pintu Lawang Sewu yang hanya memiliki 429 pintu dengan daun pintu lebih dari 1200. Sebagian pintunya memiliki 2 daun pintu, sebagian lagi memiliki 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun dengan engsel, ditambah lagi dengan 2 daun pintu jenis sliding door/pintu geser. 

tampak depan gedung lawang sewu (foto by ucha)

Setelah cukup lama Lawang Sewu seperti tak terurus, akhirnya Lawang Sewu dilakukan pemugaran yang memakan waktu cukup lama. pemugaran selesai pada akhir Juni 2011 dan kembali dibuka untuk umum setelah tanggal 5 Juli 2011. Lalu diresmikan oleh Ibu  Ani Bambang Yudhoyono dan pernah dijadikan tempat Pameran Kriya Unggulan Nusantara yang menampilkan produk-produk tradisional dari seluruh nusantara.

Benarkah lawang sewu ini ada nilai mistiknya? seperti cerita-cerita yang beredar, konon gedung ini dulu di kuasai oleh Belanda dan menjadi saksi sejarah kelamnya Bangsa Belanda terhadap rakyat Indonesia dan ketika Jepang menjajah Indonesia, maka gedung ini direbut oleh tentara Jepang dan disana banyak tentara Belanda yang disiksa oleh tentara Jepang, adapun jeritan-jeritan yang  sering terdengar itu merupakan jeritan para none-none Belanda yang menyaksikan penyiksaan tersebut,  bahkan bangunan yang menjadi saksi bisu tempat bertempurnya para pahlawan tanah air untuk mengusir para serdadu Jepang yang terakhir berkuasa. Jadi saksi bisu ribuan pejuang Indonesia yang disiksa di lokasi itu. Benar atau tidak kita sendirilah yang mempercayainya, karena menurut hadist agama saya rumah yang tidak ada penghuninya bahkan tidak pernah ada pengajian (penghuninya yang membaca qur’an) maka rumah itu disebut “kuburan” 

ruang dalam lawang sewu

Walaupun menyimpan cerita mistik dari berbagai versi Lawang sewu ini merupakan bangunan kebanggaan kota Semarang  dan pernah dipakai untuk kantor jawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) atau sekarang berganti nama menjadi PT Kereta Api Indonesia. Dan juga pernah sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan pernah juga dijadikan Kantor Wilayah (Kanwil Kemhub) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Dan  Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan gedung Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno bersejarah di Kota Semarang yang wajib dilindungi keberadaanya.

lorong lawang sewu


Kini  Lawang Sewu banyak sekali pengunjungnya, katanya tidak sah kalau ke Semarang belum ke “lawang Sewu”  bahkan Lawang sewu banyak dipakai sebagai foto “pre weeding” pada saat saya mengunjunginya.

bagian samping lawang sewu foto by rivi

Jadi untuk yang belum pernah ke “Lawang Sewu” penasarankan untuk merasakan sensasi dan  suasana eksotiknya, Secara umum gedung Lawang Sewu  memiliki gravitasi yang menarik karena wilayah keberadaan gedung yang terletak di tengah-tengah Kota Semarang, keberadaannya sangat berarti bagi pembentukan citra lingkungan dan mampu tampil sebagai “landmark” bagi Kota Semarang. keseluruhan gedung ini merupakan karya yang sangat indah  sehingga dijuluki “ Mutiara dari Semarang “.

12 komentar:

  1. Sering denger cerita serem di lawang sewu dari nenek... Tapi liat foto fotonya kok ga seserem ceritanya ya mbak... :)

    BalasHapus
  2. Sering denger cerita serem di lawang sewu dari nenek... Tapi liat foto fotonya kok ga seserem ceritanya ya mbak... :)

    BalasHapus
  3. Saya ke Lawang Sewu saat hamil 6 bulan. Banyak yg bilang jangan terkait hal2 mistis itu. Apalagi saya mau turun ke lantai bawah tanah, basah2an dalam air menuju bekas penjara 1 m jaman penjajah dulu.
    Alhamdulillah semua baik2 saja. Saya sih positif thinking aja. Ke sana kan utk nambah ilmu dan wawasan...

    BalasHapus
  4. Aku pernah kesana pas siang aja udah kerasa gimanaa gitu. Kesannya mistis banget deeh

    BalasHapus
  5. Weh..Ngeri ngeri ya ke bangunan kuno banyak mitos yg bikin merinding

    BalasHapus
  6. Alu ga berani ke ruang bwah tanahnya atuuut

    BalasHapus
  7. Ke Semarang memang wajib ke sini!! Aku aja pengen lagi. Toh ya lokasinya di tengah kota. Jadi aksesnya gampang. Cuma parkiran mobil itu tuh yg rada ribet. Tapi worth it kok :)

    BalasHapus
  8. sebenarnya sih gedungnya indah ya.
    mungkin suatu saat akan menyempatkan ke sana jika lagi di semarang :)

    BalasHapus
  9. Saya belum pernah ke Semarang. Lawang sewu ini ngetop banget ya, termasuk ttg mistiknya ini. Dalamnya lorong2 gitu ya.

    BalasHapus
  10. Pengen banget ke sana. Jaman kecil emang suka denger cerita2 mistis ttg Lawang Sewu. Tapi kata tmnku itu ta benar, malah sbnrnya Lawang Sewu itu obyek wisata menarik. Moga2 aku kelak bisa ke sana jg :D

    BalasHapus
  11. lama gak ke lawang sewu,

    besok mampir dah :D

    BalasHapus
  12. Lawang sewu yang aku dengar emang kental dengan mistiknya, tapi lihat foto2 Mba yg brpose dibeberapa lokasi jadi ngilangin kesan mistik dan malah kesannya unik hehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,