Cegah Bahaya Ruam Popok , Yuks!! Segera Konsultasi ke Dokter

Cegah Bahaya Ruam Popok, Yuks! Segera Konsultasi Ke Dokter
Soal popok sekali pakai atau yang biasa disebut dengan diapers tentunya bukan hal baru lagi sekarang. Ini ngebantu banget buat kita orang tua saat ini. Tapi dengan praktisnya popok sekali pakai ini timbul juga masalah yaitu tentang bahaya ruam popok pada si kecil. Harus banget kita sebagai orang tua hati-hati

Dulu sewaktu anakku yang pertama Azka, padahal usianya sudah mau menginjak usia 2 tahun, setiap malam hampir sering ngompol. Dan setiap kali pipis itu banyak banget. Kadang baru sekali pipis saja popok sudah penuh.

cegah-bahaya-ruam-popok


Biasanya untuk menghindari itu aku dan suami kalau malam hari punya alarm khusus bangunin Azka untuk ajak ke kamar mandi. Tapi kadang ini sering terlewat mungkin karena kami siangnya terlalu lelah akhirnya bablas. Popok sudah penuh bahkan sering bocor dan alhasil kasur, baju dan celananya ikut basah. Dan jadi timbul ruam popok di selangkangan bahkan pantatnya. 

Pada akhirnya aku bawa Azka ke dokter dan syukur cuma diberi salep karena memang ruamnya masih ditahap awal.

Ternyata memang memilih popok sekali pakai itu jadi peer buat kita para orang tua bukan hanya nyaman untuk si kecil tapi nyaman juga untuk orang tua dan ada nilai ada plusnya, yang nggak gumpal, anti bocor , timbul ruam, gatal dan tentunya bikin anak-anak kita bebas bergerak. 

Selain menghambat pergerakan anak, popok yang menggumpal ini juga bisa menimbulkan masalah lain khususnya pada kulit. Karena cairan tidak terserap atau tertampung dengan sempurna, mengakibatkan kulit jadi lembab terus menerus sehingga mengakibatkan munculnya bakteri. Munculnya bakteri ini bisa menimbulkan masalah baru pada anak yaitu ruam popok seperti pada Azka anakku.

Lantas apa saja penyebab dan cara mengatasi bahaya ruam popok pada si kecil?

Penyebab Ruam Popok 
Ruam popok bayi ini bisa terlihat seperti bercak merah di pantat bayi Moms, atau sisik merah di area genital. Ruam popok bayi dapat terjadi akibat:
  • Iritasi oleh tinja dan urin
  • Makanan atau produk baru
  • Kulit sensitif
  • Popok yang terlalu ketat
Kunci agar kita bisa memberikan perawatan yang efektif adalah dengan memahami jenis ruam yang dimiliki bayi. Jenis bahaya ruam popok bayi yang sering dialami oleh anak adalah ruam popok akibat jamur dan ruam popok biasa.

Apa perbedaan dari kedua jenis bahaya ruam popok ini? 
  • Ruam Popok Karena Jamur
Ruam popok bayi akibat jamur adalah ruam popok yang umumnya timbul pada pantat bayi dan balita yang masih kecil. Jenis ruam popok bayi ini biasa dikenal juga dengan nama ilmiah Candida dermatitis.

Jenis ruam popok bayi akibat jamur ini biasanya berlangsung selama lebih dari beberapa hari, bahkan setelah popok rutin diganti.

Ruam ini disebabkan juga oleh ragi yang disebut Candida albicans. Ruam ini biasanya berwarna merah, sedikit terangkat, dan memiliki titik-titik merah kecil yang menyebar di luar bagian utama ruam. Seringkali dimulai pada lipatan kulit bagian dalam dan dapat menyebar ke kulit di bagian depan dan belakang bayi.
  • Ruam Popok Biasa
Berbeda dengan ruam popok bayi karena jamur, jenis ruam popok bayi biasa ini diakibatkan oleh penggunaan popok itu sendiri. Biasanya disebabkan oleh kulit yang basah atau lembap (terutama karena urin dan feses) yang bersentuhan langsung dengan popok. 

Selain itu, jenis ruam popok biasa ini bisa terjadi karena beberapa sebab berikut:

Iritasi dari tinja dan urin. Paparan urin atau tinja yang terlalu lama dapat mengiritasi kulit sensitif bayi. Si Kecil mungkin lebih rentan mengalami ruam popok jika ia sering buang air besar atau diare karena tinja lebih mengiritasi daripada air kencing. 

Lecet atau gesekan. Popok atau pakaian ketat yang bergesekan dengan kulit bayi juga dapat menyebabkan ruam popok.

Iritasi karena produk baru. Kulit bayi mungkin bereaksi terhadap tisu bayi, popok sekali pakai merek baru, atau deterjen, pemutih, atau pelembut kain yang digunakan untuk mencuci popok kain anak. Zat lain yang dapat menambah masalah pada kulit Si Kecil adalah bahan yang ditemukan di beberapa lotion bayi, bedak dan minyak.

Kulit sensitif. Bayi dengan kondisi kulit, seperti dermatitis atopik atau dermatitis seboroik (eksim), kemungkinan lebih besar mengalami ruam popok. Namun, kulit yang teriritasi dari dermatitis atopik dan eksim terutama mempengaruhi area selain area popok.

Penggunaan antibiotik. Antibiotik membunuh bakteri, baik itu bakteri baik maupun jahat. Saat bayi meminum antibiotik, bakteri yang menjaga pertumbuhan jamur bisa habis, mengakibatkan ruam popok karena infeksi jamur. Penggunaan antibiotik juga meningkatkan risiko diare. Bayi yang disusui yang ibunya minum antibiotik juga berisiko tinggi mengalami ruam popok.

Jenis ruam ini biasanya, ditandai dengan adanya tanda kemerahan dan pembengkakan kulit di sepanjang bagian atas popok, di atas pantat bayi, dan di sekitar kaki.

Jika anak mengalami ruam popok bayi biasa, coba bantu bayi untuk tidak menggunakan popok sebisa mungkin, agar kulit tetap bersih dan kering.

cegah-bahaya-ruam-popok

Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi

Cara mengatasi ruam popok bayi ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk Si Kecil.

Bila Pup, Segera Ganti Popok
Ketika Si Kecil buang air besar pada popok, harus sigap untuk segera menggantikannya. Jika tidak dapat menyebabkan pantat Si Kecil terkena bakteri dari pupnya, dengan begitu bisa menyebabkan ruam popok bayi kembali lagi.

Selain itu, ini juga cara paling penting untuk mencegah dan mengobati ruam popok bayi adalah dengan menjaga popok bayi tetap kering dan bersih. Dan pastikan popok tidak dibungkus terlalu kencang.

Kapanpun bayi tidak memakai popok, baringkan ia di atas handuk. Selain itu, beri anak jeda waktu tidak memakai popok di siang hari. Ini dapat membantu menjaga area popok tetap kering.

Saat mengganti popok bayi, bersihkan area tersebut dengan lembut dengan kain lembut atau sedikit air. Tisu boleh saja, usap lembut. Jangan menggosok kulit terlalu keras, dan hindari tisu yang mengandung alkohol. Gunakan sabun lembut atau pembersih bebas deterjen saat memandikan bayi. Pastikan untuk menepuk, bukan menggosok area tersebut.

makuku-sap-diapers-slim


Ganti Popok Setiap 3-4 Jam Sekali
Menjaga kebersihan popok dengan rutin mengganti popok setiap 3-4 jam sekali. Biasanya penggunaan popok yang terlalu lama bisa menyebabkan munculnya ruam kembali karena kulit yang lembab.

Maka dari itu, hindari terlalu lama penggunaan popok pada Si Kecil, terlebih lagi bila kulit yang mengalami ruam terjadi kontak dengan urin dan kotoran, sehingga dapat membuat ruam akan semakin parah.

Saat bayi mengalami ruam popok bayi, kita harus waspada saat mengganti popok. Yang terbaik adalah mengganti popok bayi sesering mungkin, idealnya setelah kotor atau penuh dengan urin bayi.

Basuh dengan Air  atau Tisu Bayi yang Lembut 
Ketika ingin membersihkan pantat Si Kecil, bisa membasuh dengan air dan menggunakan sabun yang cocok untuk si Kecil atau menggunakan tissue bayi yang tidak menggunakan alkohol.

Selain itu, cara lain mengatasi ruam popok bayi adalah membilas bokong bayi dengan air hangat. Bilas pantat bayi dengan air hangat setiap penggantian popok.

Selalu Keringkan Kulit dengan Baik, Setelah Mandi atau Sehabis Pup
Bakteri yang menyebabkan terjadi ruam popok bayi ini biasanya sangat menyukai kondisi yang lembap dan hangat.

Karena itu, usahakan untuk membuat area tersebut selalu kering baik itu setelah mandi atau sehabis pup, gunakan handuk lembut hingga kering dan terjaga dari masalah ruam.

Gunakan Popok dengan Bahan Lembut dan Tetap Kering
Memilih popok yang tepat juga merupakan kunci penting dalam pemakaian popok, agar tidak terlalu ketat. Popok yang ketat mencegah aliran udara ke daerah popok, sehingga menciptakan area lembab dan ditumbuhi ruam popok bayi.

Penggunaan popok yang ketat juga bisa menyebabkan lecet di pinggang atau paha Si Kecil. Carilah popok yang mampu menjaga kulit Si Kecil tetap kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik untuk mengatasi terjadinya ruam popok bayi. Seperti teknologi baru dari yang ada di MAKUKU SAP Diapers Slim.

makuku-sap-diapers-slim


MAKUKU SAP Diapers Slim Popok Super Tipis

Popok dengan daya serap tinggi biasanya berbahan SAP (Super Absorbent Polymer). Bahan tersebut bisa menyerap air dengan stabil sehingga penyerapan bisa terjadi dengan cepat dan merata. Selain itu, popok dengan sirkulasi udara yang lancar juga membuat permukaan kulit bayi tetap senantiasa terasa kering dan tidak mudah iritasi. Dengan begini, popok bayi tidak menggumpal sehingga anak tetap nyaman beraktivitas.

Salah satu popok berbahan SAP generasi terbaru adalah MAKUKU SAP Diapers Slim . MAKUKU merupakan popok generasi ketiga atau terbaru  penyerapan lebih maksimal dengan teknologi SAP (Super Absorbent Polymer) yang membuat cairan dapat diserap dengan rata, lebih stabil, dan tidak menggumpal di satu bagian popok sehingga akan nyaman dipakai untuk si kecil.

Popok super tipis untuk bayi yang aktif ini selalu mengutamakan kenyamanan agar si kecil senang seharian. Hadir dalam bentuk celana dan perekat, tersedia juga dalam berbagai ukuran mulai dari newborn, S, M, L, XL, hingga XXL.

Kelebihan MAKUKU SAP Diapers Slim, antara lain:

1. Anti Gumpal
MAKUKU SAP Diapers Slim memiliki struktur yang stabil sehingga membuat popok anti gumpal dan tidak mudah jatuh, serta membuat bayi tidak merasa berat saat bergerak. Penyerapan kecepatan tinggi dan merata membuat air yang masuk ke popok dengan cepat diserap secara merata sehingga dapat melindungi pantat bayi dengan lebih baik.

Selain itu, juga memiliki kapasitas penyerapan yang baik sehingga dapat terus menyerap tanpa menggumpal. Stabilitas yang baik ini juga mengurangi perasaan seperti popok akan jatuh.

2. Mengunci Cairan
MAKUKU SAP Diapers Slim tidak hanya nyaman, tetapi juga dapat secara efektif mengurangi ruam merah pada pantat bayi. Inti SAP pada popok MAKUKU memiliki kapasitas penyerapan yang kuat dan merata sehingga dapat menjaga permukaan popok tetap kering atau mengunci cairan.

3. Super Tipis
Popok MAKUKU menggunakan inti SAP dengan ketebalan popok hanya 1.6mm. Lapisan yang bisa dibilang sangat tipis untuk sebuah popok. Ditambah lagi dengan struktur yang pas, sangat mirip dengan pakaian dalam bayi sehingga dapat membuat kaki bayi lebih nyaman dan mudah bergerak serta beraktivitas.

Walaupun desainnya tipis, MAKUKU SAP Diapers Slim ini bisa menampung urin atau air dengan kapasitas yang besar hingga 600ml. Lapisan permukaan pun dipilih menggunakan bahan yang lembut, selembut susu dan dibuat semirip mungkin dengan sentuhan telapak tangan ibu. Dengan begini, kemungkinan besar popok tidak akan mengiritasi kulit bayi sehingga kesehatan kulit bayi tetap terjaga.

cegah-bahaya-ruam-popok-yuks-segera-konsultasi-ke-dokter


MAKUKU SAP Diaper Slim juga memiliki struktur 3D ini pun memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
  • Mengurangi kontak dengan kulit sehingga mengurangi terjadinya ruam merah
  • Desain 3D mempercepat penyerapan membuat permukaan tetap kering
  • Sirkulasi udara yang baik bahkan bisa meningkatkan sirkulasi udara hingga 60%
Sirkulasi udara pada MAKUKU SAP Diapers SLIM ini adalah bagian penting yang menjadi perhatian. Pasalnya, bagian ini juga menjadi salah satu kunci kenyamanan sebuah popok. Kita bisa juga lihat nih struktur MAKUKU SAP Diapers Slim ini

Dengan menggunakan popok yang memiliki bahan lembut Si Kecil akan terhindar dari ruam kemerahan. Untuk menjaga agar kulit Si Kecil tetap terjaga dan terhindar dari ruam popok bayi, perlu adanya perhatian ekstra dalam mengganti popok.

Dengan teknologinya ini, MAKUKU SAP Diapers Slim, tentuya membuat pantat bayi mendapatkan perlindungan yang menyeluruh serta mengurangi kemungkinan bayi mengalami ruam popok. Tapi semua itu tentunya juga harus didukung oleh kedisiplinan kita sebagai orang tua dalam proses penggantian popok si kecil. 

makuku-sap-diapers-slim


MAKUKU SAP Diaper Slim ini juga sudah aku buktikan  pada ponakanku, Khalid yang berusia 1,5 tahun. Ini beneran super tipis, saat bundanya menganti popoknya masih kering dan tidak menggelumbung. Saat ini Khalid baru bisa berjalan jadi saat memakai MAKUKU Diapers SAP Slim ini sama sekali tidak mengganggu aktivitasnya, senang banget akhirnya menemukan diapers yang tepat nih. Kata bundanya.

Karena pada awalnya sama diapers yang dipakai sebelumnya selalu menggelembung dan belajar jalannya jadi nungging persis seperti bebek atau kakinya ngangkang karena popok yang terlalu tebal.

Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Mengganti Popok
Cara mengatasi ruam popok bayi selanjutnya adalah cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok. Sebelum dan setelah mengganti popok, cuci tangan dengan baik. Mencuci tangan dengan baik dapat mencegah penyebaran bakteri atau jamur ke bagian lain tubuh bayi kita, atau anak-anak lain.

Hindari Penggunaan Bedak pada Area Sensitif
Sebaiknya dalam mengatasi ruam popok bayi,  harus  menghindari penggunaan bedak terlebih lagi pada area sensitif. Karena menggunakan bedak bisa membuat ruam semakin parah, akan lebih baik  menggunakan diaper cream untuk meredakan ruam popok.

Sebab formula yang ada dalam diaper cream ini bisa menenangkan kemerahan pada ruam popok pada Si Kecil.

Segera Konsultasi ke Dokter Anak
Meskipun ruam popok bayi dapat terlihat gatal, menyakitkan, dan membuat kesal,  mungkin tidak mengganggu bayi. Pengecualiannya adalah saat ruam menjadi infeksi. Jika ruam tampak terinfeksi, kita harus menghubungi dokter anak sesegera mungkin.

Gejala ruam popok bayi yang terinfeksi meliputi:
  • Lecet di area popok
  • Demam
  • Kemerahan dan terjadi pembengkakan di area tersebut
  • Nanah atau cairan yang keluar dari area popok
  • Ruam yang tidak akan hilang setelah perawatan atau mulai memburuk
Ruam popok bayi juga bisa berkembang menjadi infeksi jamur atau jamur sekunder yang disebut kandidiasis, yang akan tampak berwarna merah cerah dan kasar.

Kadang-kadang dapat ditemukan di lipatan kulit dengan bintik-bintik ruam merah di luar area popok di perut atau paha. 

Periksa dengan dokter untuk didiagnosis jika melihat gejala-gejala ini. Dokter mungkin akan meresepkan krim antijamur jika menurut mereka bayi mengalami ruam popok bayi akibat jamur. Jika ruam pada bayi sulit disembuhkan atau Si Kecil tampak kesakitan karena ruam popoknya, ini juga merupakan tanda untuk membawa anak ke dokter.

Konsultasi Dokter Gratis untuk Para Ibu Indonesia

Oh iya sebagai informasi. MAKUKU bukan hanya menyediakan diapers yang berkualitas dan nyaman untuk si kecil sebagai brand yang berkomitmen untuk mendukung kesehatan bayi, berupaya untuk memberikan edukasi yang sampai kepada Ibu di Indonesia tepat dan diakui oleh para ahli. Konsultasi Ibu dan anak serta edukasi yang tepat ini diperoleh dengan membangun kerjasama bersama 10 rumah sakit di Indonesia. Tujuannya untuk mengurangi kekeliruan ataupun hoax mengenai kesehatan bayi.

MAKUKU juga telah mengadakan konsultasi gratis atau tanya dokter gratis bagi para Ibu di Indonesia sejak Agustus 2022. Hingga saat ini, konsultasi masih terus dilakukan bersama dr. Scorpicanrus Tumpal Andreas Christian Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A dan dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG (K) Onk. Keduanya memiliki komitmen yang sama dengan MAKUKU sehingga berkenan mengedukasi perihal kesehatan ibu dan anak melalui MAKUKU Private Consultation. Untuk menjangkau seluruh Ibu di Indonesia,

Kolaborasi dengan 10 rumah sakit ini sudah dilaksanakan pada tanggal 16 - 18 Desember 2022, untuk mendukung kesehatan bayi di masa pertumbuhan dengan mengadakan konsultasi kesehatan gratis. Program ini diperuntukkan untuk mengedukasi Ibu mengenai masalah ruam popok bayi dan didampingi langsung oleh dokter spesialis anak dan spesialis kulit.

Dan MAKUKU berharap program ini akan menjadi langkah awal bagi pemangku kesehatan lainnya untuk terus melakukan edukasi yang tepat bagi para Ibu dalam mendukung kesehatan bayi bagi pertumbuhan yang optimal.

Bagi yang ingin membeli MAKUKU SAP Diapers Slim hadir dalam tipe perekat (ukuran Newborn, S, M) dan celana (ukuran M, L, XL, XXL) mulai dari Rp. 99.000,00 hingga Rp. 237.900,00. Semua tentang produk MAKUKU tersedia di Website MAKUKU.  dan bisa juga mengunjungi akun instagram @makuku.indonesia.official

Beri kenyamanan pada si kecil dengan memilih popok yang super nyaman dan cegah bahaya ruam popok, yuks!, segera konsultasi ke dokter dan ganti diapers dengan MAKUKU SAP Diapers Slim.

Utieadnu­čśë






28 comments

  1. iya betul, ruam popok ini bikin anak nggak nyaman ya, makanya harus segera dilakukan konsultasi ke dokter bila perlu dan pastinya pilih Diapers yang nyaman seperti MAKUKU SAP Diapers Slim ini ya.

    ReplyDelete
  2. Bener banhes mas teknologi MAKUKU bikin nyaman

    ReplyDelete
  3. Sama nih, anakku juga ngalamin ruam popok. Dulu belum tau cara pilih popok yang tepat. Yang penting harganya murah aja. Enak ya sekarang udah ada Makuku. Ruam popok pun bisa dicegah.

    ReplyDelete
  4. Ruam popok emang nggak bisa disepelekan juga yaa, jadi pilih diapers yang tepat juga jadi salah satu solusi untuk meminimalisir ruam popok pada anak2.. Keponakan pake MAKUKU juga dan emang oke lho!

    ReplyDelete
  5. Kasihan sih kalau lihat bayi kena ruam akibat popok ya.
    Sekarang ada solusi ya, Makuku jadi pilihan tepat atasi ruam

    ReplyDelete
  6. Ruam popok memang bikin bayi ga nyaman, apalagi kalau sampai iritasi kulit.

    ReplyDelete
  7. Setuju. Harus benar-benar pilih merk berkualitas agar ruam bayi seperti yang sudah dijelaskan tidak terjadi pada si buah hati.

    ReplyDelete
  8. Bahaya ruam popok buat si kecil gak bisa dianggap sepele ya mbak. Orangtua kudu peka melihat dan memahami ini, sehingga si kecil tetap nyaman beraktivitas

    ReplyDelete
  9. Happy banget sekarang ada Makuku ya?

    jadi inget dulu, sewaktu anak2ku ruam popok terpaksa pakai popok kain deh
    Dan itu merepotkan banget

    ReplyDelete
  10. Ruam popok itu bahaya banget kalau gak segera diatasi, harus bener-bener pilih popok yang cocok dengan bayi. Seperti menggunakan Makuku ini, beneran nyaman banget dipakai baby

    ReplyDelete
  11. Ruam popok memang gak boleh dianggap enteng ya Mbak. Bukan hanya soal kenyamanan tapi juga masalah kesehatan bagi bayi/anak. Apalagi buat bayi/anak yang memiliki masalah sensitifitas pada kulit. Bisa berlarut-larut itu masalahnya. Semoga diapers MAKUKU bisa jadi salah satu solusi jitu untuk mengatasi ini.

    ReplyDelete
  12. Ruam popok ini memang sering dialami anak ya, Mbak. Dan pastinya ini sangat menganggu mereka. Yang belum bisa menyampaikan, pasti hanya menangis saja. Makanya perlu dicarikan diapers yang pas dan bebas ruam popok. Dan ternyata kalau ruam popok, jangan malah diberi bedak ya, Mbak.

    ReplyDelete
  13. Bagus nih ada produk seperti MAKUKU yg konsen dengan pemberian solusi agar bayi terhindar dari ruam popok.

    ReplyDelete
  14. Kalau punya bayi, emang akhirnya mesti pilih-pilih keperluan bayi yang nggak cuma hemat tapi bikin anak-anak nyaman ya. Dan aman buat kulit mereka. Popok Makuku bisa jadi rekomendasinya.

    Eh sama, anak pertamaku dulu juga gitu, mau tidur udah ganti popok baru, tapi pas pagi bangun tetap aja kasur basah, ternyata pipisnya banyaaak banget sampai popoknya bocor

    ReplyDelete
  15. MAKUKU bagus banget yah..
    Bisa sangat tipis sehingga pas dipakein celana atau baju anak tetep terlihat gemoy..
    Selain itu juga daya tampungnya juga penyerapannya yang maksimal, sehingga memilih MAKUKU SAP Diapers Slim ini uda jadi pilihan terbaik. Apalagi untuk kulit bayi yang sensitif.

    ReplyDelete
  16. Menghindari ruam popok malah harus menghindari pemakaian bedak ya. Padahal di daerah sekitar rumahku malah kalau bayi tu kayak kudu dibedakin sekitar area vitalnya sebelum dipopokin. Mungkin cuma yang sensitif kali ya... Kalau nggak sensitif mungkin nggak masalah kali ya...

    ReplyDelete
  17. Ruam popok pasti bakal bikin bayi rewel, maka popok dengan SAP yang berdaya serap tinggi seperti MAKUKU ini bisa jadi solusi. Apalagi pas buat kulit bayi yang sensitif sekalipun

    ReplyDelete
  18. Penggunaan pampers untuk balita memang menjadi pelengkap membantu aktifitas bayi dan kegiatan orangtua. Bayi membutuhkan pampers yang pas sesuai jenis kulit bayi. Meminimalisir ruam pada bayi.

    ReplyDelete
  19. Nah ini diaaaa
    Banyak balita yg nangis gegara ruam popok tapi sayangnya ortu engga aware
    Makasi imfonya ya

    ReplyDelete
  20. paling sedih kalo liat bayi kena ruam popok, karena biasanya gelisah,
    dan kalau kita kan lecet dikit aja perih ya, lhaaa kalo di pantat bayi gimana? makanya seneng ada MAKUKU yang anti ruam popok

    ReplyDelete
  21. Tehnologi Makuku Diapers terbaru dan keren banget ya, bisa mencegah ruam popok. Apalagi buat anak bayi, ini sih harus dicobain.

    ReplyDelete
  22. Kebanyakan kasus ruam popok pada abyi diakibatkan terlambat melakukan penggantian popok ya mba. Apalagi pada bayi baru lahir. Popok yang terlalu ketat juga pernah saya alami semasa merawat si kembar. Ini juga menyebabkan ruam di selangkangan anak.

    Dari berbagai jenis ruam popok ini, patut dikenali cirinya oleh ibu ya. Makuku kayaknya solusi untuk semua nih kayaknya.

    ReplyDelete
  23. ruam popok itu momok banget, dulu paling sedih kalau baby ku kena ruam popok. Biasanya sama ibuku ngga boleh dulu pake diaper.. repot kan jadinya.Senangnya sekarang ada Makuku, mau infoin ke sepupu aku yang habis lahiran buat coba Makuku

    ReplyDelete
  24. sedih banget kalau anak bayi kena ruam popok soalnya akan rewel dan gatal banget, kalau ada popok yang cocok pasti nyaman

    ReplyDelete
  25. Masalah ruam popok mengacu pada pemilihan popok untuk anak. Pastikan cari yang bahannya lembut ya mom biar kulit bayi gak iritasi. Makuku ini rekomended banget dan terbukti mengatasi ruam popok pada bayi. Patut dicoba

    ReplyDelete
  26. Alhamdulillah saat Julio bayi, dia nggak pernah kena ruam karena pasti akan perih dan nggak nyaman banget buat bayi ya. Diusahakan banget rutin ganti popok dan jangan biarkan terlalu lembab. Pmilihan popok pun menjadi hal yang crucial.

    ReplyDelete
  27. Barusan pulang antar anak lihat ada stan Makuku. Langsung baca review ini secara gak sengaja. Wah, memang sebagus itu ya diapersnya. Premium banget dari tampilannya.

    ReplyDelete
  28. Ponakanku juga pakai Makuku nih mbk. Rekomendasi dari aku juga. Hehehe. Soalnya bagus nih Makuku. Meresap dengan baik da cepet kering.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ