Dompet Dhuafa selalu mengingat dan mengajak kita untuk berbuat kebaikan, rasanya sudah seperti teman akhirat karena melalui program-program Dompet Dhuafa mengingatkan kita ada hak dan kewajiban yang harus kita tunaikan di dunia ini, salah satunya program BesTeam - ( Bestian sama Yatim).
Apa itu BesTeam?? Merupakan gerakan kolaboratif dari Dompet Dhuafa yang bertujuan untuk memperkuat pendampingan dan pemberdayaan anak yatim di Indonesia. Nah kemarin tanggal 18 Juni 2026 program “BesTeam (Bestian Sama Yatim)” resmi diluncurkan di ANTARA Heritage Centre, Jakarta Pusat, Hal ini juga bertepatan dengan momentum Muharram 1448 Hijriah, yang merupakan bulannya anak yatim.
Bukan sekadar program santunan biasa, gerakan ini membawa filosofi hangat yang membumi. Kata “bestian” diambil dari niat tulus untuk menjadi seorang bestie sahabat dekat yang selalu hadir, mendampingi, dan menguatkan di kala sepi. Sementara BesTeam adalah penegasan bahwa memuliakan anak yatim tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan sebuah kerja tim terbaik yang berlandaskan kebersamaan dan kasih sayang.
Dalam peluncuran program ini menampilkan anak-anak yatim yang telah didampingi oleh Dompet Dhuafa, ada penampilan adik yatim yaitu pidato Bahasa Inggris oleh Safa dan bernyanyi oleh Zahra dari salah satu panti asuhan di daerah Depok. Selain itu juga hadir :
- Widodo Ketua Program BesTeam 2026 Dompet Dhuafa
- Herdiansiah Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR)
- Teuku Wisnu public figure
- Elizabeth Driemirda; GM Regional D Gramedia
- Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, seorang alumni penerima beasiswa Youth Ekselensia Scholarship (YES) Dompet Dhuafa asal Medan, Sumatra Utara.
Tentunya kita pernah mendengar sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini," kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan sedikit di antara keduanya. (HR. Bukhari).
Program ini tentunya menyasar untuk kita bersama memuliakan anak-anak yatim, bukan hanya berkata kasihan, tapi kita upayakan mereka mempunyai masa depan seperti anak-anak yang lainnya. Kehilangan sosok orang tua sejak kecil bukan sekadar perkara terguncangnya roda ekonomi sebuah keluarga. Bagi anak-anak yatim, khususnya mereka yang tumbuh di lingkaran kurang mampu, kepergian sang kepala keluarga sering kali merenggut separuh dari rasa percaya diri, arah hidup, hingga hak-hak dasar untuk merajut masa depan yang diimpikan.
Adapun Program BesTeam, yaitu ada:
- Beasiswa Pendidikan Yatim,
- Yatim Ekonomi Berdaya,
- Kesehatan Anak Yatim.
Bpk Herdiansyah menjelaskan, “BesTeam bukan sekedar kontribusi bersama, tapi kita mendorong secara holistik. Karena kita yakini bahwa satu instrumen saja tidak cukup, empat pilar utama—Best Heart, Best Mind, Best Future, dan Best Impact—dirajut untuk mengintervensi berbagai lini kehidupan anak yatim, mulai dari jaminan kesehatan kita kuatkan, beasiswa pendidikan kita bantu, hingga pemberdayaan ekonomi kita dorong,”
Best mind dengan membangun kecerdasan dan pendidikan agar anak yatim memiliki masa depan yang mandiri.
Best future dengan menghadirkan peluang dan harapan agar mereka menjadi generasi yang berdaya.
Best heart dengan menumbuhkan kasih sayang, kepercayaan diri dan kekuatan mental untuk mereka.
Best impact untuk menghadirkan dampak yang optimal bagi sekitar agar merangkul mereka.
Selain itu keterlibatan Gramedia sebagai mitra strategis. Melalui kampanye “Muliakan Yatim: Satu Warna Kebaikan, Sejuta Cahaya Masa Depan”, Gramedia mengajak anak-anak dari keluarga Indonesia untuk ikut berlomba mewarnai sekaligus mendonasikan Paket Belajar.
Ibu Elizabeth Driemirda “Sudah Merupakan komitmen Gramedia yang telah lama bergerak beriringan, sinergi bareng Dompet Dhuafa. Jadi sebenarnya Gramedia sudah lama bestie-an, ini sesuai visi misi Gramedia untuk mencerdaskan bangsa. Kami menyediakan produk yang terkait pendidikan, juga penunjang lain, dengan menyediakan kebutuhan pendidikan bagi adik-adik yatim,”
Oh iya sebelum talk show dimulai ada Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, alumni penerima beasiswa Youth Ekselensia Scholarship (YES) Dompet Dhuafa asal Medan, Sumatra Utara. Rahmad yatim piatu sejak kecil. Ayahnya meninggal sejak Rahmad usia 6 bulan dan ibunya meninggal saat berusia 8 tahun. Rahmad pun diasuh oleh tante (adik dari ibunya) yang juga memiliki tiga orang anak.
Kata Rahmad “Saat di SMA, biaya kebutuhan sekolah itu terasa memberatkan. Saya segan untuk meminta ibu asuh saya. Dari situ saya cari tahu tentang beasiswa dan dapat informasi tentang Program YES Dompet Dhuafa. Ternyata kami tidak hanya dapat bantuan uang saku, tapi lebih penting juga dapat pembinaan leadership dan potensi, pendampingan, hingga social project,”
Sebagai anak yatim yang pernah menghadapi beratnya keterbatasan, program pendampingan dari Dompet Dhuafa telah mengubah arah hidupnya, mengantarkannya pada berbagai prestasi yang dulu mungkin hanya berani diimpikan.
Bagaimana Cara Ikutan Program BesTeam?
Nah kita juga bisa ikut program BesTeam ini melalui, Dompet Dhuafa melalui laman di yatim.dompetdhuafa.org. sekaligus berkontribusi melalui https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/bestianyatim InsyaAllah kita bisa berdampingan bersama Rasulullah di surgaNya.
utieadnu



No comments
Post a Comment
Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih🙏