Saturday, 9 February 2019

Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue


Assalammualaikum,,,

Mendengar penyakit demam berdarah dengue (DBD), tentunya kita sangat takut dan khawatir jika menimpa salah satu keluarga kita, karena gigitan nyamuk kecil Aedes aegypti jika tidak cepat diobati bisa bearkibat fatal dan berujung pada kematian. Horor bangetkan,,,,,!!. Untuk lebih jelasnya kita mengenal lebih dekat dulu Jenis serangga Aedes aegypti yang merupakan predator mematikan bagi manusia.

Aedes aegypti merupakan pembawa virus dari penyakit demam berdarah, yang mempunyai warna khas belang putih hitam, satu jentik  nyamuk aedes aegypti  menjadi dewasa dalam waktu 12 – 14 hari, dimana sekali bertelur bisa menghasilkan telur  100-150  butir telur. Cara penyebarannya melalui nyamuk yang menggigit seseorang yang sudah terinfeksi virus demam berdarah. Virus ini akan terbawa dalam kelenjar ludah si nyamuk. Kemudian nyamuk ini menggigit orang sehat. Bersamaan dengan terhisapnya darah dari orang yang sehat, virus demam berdarah juga berpindah ke orang tersebut dan menyebabkan orang sehat tadi terinfeksi virus demam berdarah.

Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Nyamuk demam berdarah ini memiliki siklus hidup yang berbeda dari nyamuk biasa. Nyamuk ini aktif pagi hari sekitar pukul 9 – 10 dan sore sekitar pukul 15.00- 16.000,  untuk menghisap darah yang juga berarti dapat menyebarkan virus demam berdarah. Sedangkan pada malam hari, nyamuk ini tidur. Kata dr Siti Nadia tarmizi, M, Epid selaku Direktur P2PTVZ di acara Kemenkes DBD Bikin Baper, Selain dr Nadia hadir juga :
  • Ibu Prof Dr. dr, Nila Djuwita F. Moeloek Menteri Kesehatan
  • dr. Gia Pratama dokter sekaligus influencer
ki-ka : dr Nadia, Ibu Nila dan dr Gia
Lanjut dr Nadia kemudian  DBD menyerang pembuluh darah yang mneyebabkan indikator trombrosit turun drastis, perlu waspada dengan gejala awal DBD yaitu
  • Demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari bisa mencapai 41 derajat celcius
  • Nyeri kepala
  • Nyri saat menggerakkan bola mata dan nyeri punggung, kadang disertai adanya tanda-tanda pendarahaan
  • Nafsu makan kurang bahkan hilang selera
  • Badan terasa lelah, lesu dan capek terus menerus
  • Mual hingga muntah
  • Wajah berwarna kemerahan
Bagaimana gejala DBD pada anak? Selain mengalami gejala demam berdarah di atas, biasanya anak yang menderita penyakit DBD selalu disertai dengan munculnya bintik-bintik merah di kulit. Untuk beberapa kasus gejala DBD, terkadang hidung dan gusi penderita juga mengalami pendarahan dengan intensitas ringan. Masa inkubasi penderita penyakit akibat nyamuk DBD ini dalam rentang waktu antara 4 hingga 10 hari sejak gejala awal mulai terindikasi. Pada saat masa inkubasi inilah biasanya terjadi kesulitan untuk membedakan mana yang sebenarnya demam berdarah atau hanya sekedar sakit flu biasa.

Tingkat Parah Penyakit DBD yang Perlu Diketahui

Setelah mendapatkan hasil tes darah pasien dari laboratorium, dokter selanjutnya akan membagi tingkat parah penyakit demam berdarah yang diderita, terbagi menjadi beberapa kriteria antara lain:
Stadium Pertama
Terjadi infeksi virus dengan derajat pendarahan yang tampak hanya melalui indikator positif pada saat uji tourniquet yaitu alat untuk mengerutkan dan menekan guna mengontrol aliran darah.

Stadium Lanjutan
Ditandai dengan pendarahan tiba-tiba seperti bintik merah dan mimisan. Selanjutnya bisa memasuki DBD tingkat ke-2, di mana penderita mengalami syok (menarik diri) yang ditandai dengan kondisi suhu badan dingin di bagian tangan dan kaki, lalu nadi cepat tapi lemah, kesadaran menurun dengan tekanan nadi yang masih terukur.

Stadium Akut
Dalam istilah kedokteran, ini disebut sebagai DSS (Dengue Shock Syndrome), yang disertai tanda seperti kesadaran menurun bahkan koma. Selanjutnya ditandai dengan nadi sangat lemah bahkan nyaris tidak teraba, hingga tekanan nadi tidak bisa diukur.
Dengan mengetahui dan melakukan perawatan sejak awal, penyakit DBD ini akan mudah disembuhkan.

Pencegahan DBD
sumber twitter KemenkesRI 
Pencegahan DBD
Hal yang terbaik adalah mencegah agar tidak ada anggota keluarga yang terkena DBD. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegahnya yaitu:
  • Mencegah perkembangbiakan nyamuk ada di sekitar kita. kita dapat melakukan gerakan 3M yaitu Menutup tempat penyimpanan air, Menguras bak mandi dan Mendaur ulang barang-barang yang tidak terpakai. Larva nyamuk akan berkembang di genangan air dalam waktu sekitar seminggu. Untuk itu, perlu dicegah kemungkinan benda-benda yang merupakan tempat berkembangnya larva ini seperti pot bunga, kaleng bekas, ban bekas atau barang lainnya yang menampung genangan air, khususnya pada musim penghujan dimana tempat-tempat tersebut dapat menjadi genangan dari air hujan yang turun.
  • Cegah agar jangan digigit nyamuk, misalnya dengan cara menggunakan lotion atau obat pengusir nyamuk.
  • Menggunakan bubuk Abate pada selokan dan penampungan air agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.
  • Menanam salah satu dari 10 pohon pengusir nyamuk.
  • Membuat Larvitrap cairan sebagai perangkap larva/nyamuk yang dapat dibuat dari limbah botol bekas. (cara pembuatannya saya unggah di video di bagian akhir tulisan ya..)
  • Jaga kondisi tetap sehat. Kondisi badan yang kuat, membantu tubuh untuk menangkal virus yang masuk sehingga walau terkena gigitan nyamuk, virus tidak akan berkembang.
Demam Berdarah tidak dapat dianggap sebagai penyakit ringan. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Maka, tindakan pencegahan dan selalu waspada terhadap penyakit ini dapat melindungi orang-orang yang kita kasihi dari bahaya penyakit DBD. Kemudian Ibu Nila mengatakan bahagia berada di dekat para blogger dan berharap blogger dapat membantu menyampaikan keseluruhan tentang DBD agar masyarakat bisa membacanya

Dan sesi terakhir lanjut Dr Gia Pratama mengatakan kenapa rata-rata milineals tidak peduli dengan kesehatan atau justru ketakutakan karena ketidaktahuan?, sebenarnya kita bisa mudah mengenal diri kita sendiri dengan cara menilai bagaimana kita menjaga kesehatan, apa yang kita makan itulah diri kita sebenarnya you are what you eat. Jika selama ini kita mngkonsumsi pola makanan yang sehat, aktivitas rutin seperti olah laga, istirahat yang cukup maka  kesehatan optimal akan kita dapatkan tidak ada penyakit, penuan dini, kepikunan yang sebagian besar terjadi  pengaruh yang kita makan.

keseruan acara Blogger Crony dan nara sumber
sumber : Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarkat Kemenkes RI
Untuk  itu jaga kesehatan, mulai dari sekarang peduli dengan kebersihan lingkungan terutama sekitar ruma kita. insyaAllah penyakit apapun tidak akan hadir diri kita sendiri, karena kita sudah punya tubuh sudah punya tentara sendiri untuk menghalau, tutup dr Gia.

Semoga bermanfaat ya,,

*Pembuatan Larvitrap yang diperagakan oleh Bpk Hadi dan Ibu Budi dari BBTKLPP

24 comments :

  1. Aduuh..sedih kalau ada kelg sakit ya mba..itu sebabnya kita harus benar2 menjaga / mencegah termasuk mencegah DBD ini y mba.. Semoga pencegahan ini tersosialisasi dg baik sehingga meminimalisir kejadian DBD di masy

    ReplyDelete
  2. Kampung seberang aku, banyak yang terkena DBD mba, aku juga kadang was-was sih kerena rumah aku di tengah kebun dan di sebelah kali kecil.semoga kita aman-aman saja deh

    ReplyDelete
  3. penanganan DBD memang harus cepat, adikku thn lalu
    dbd huhu

    ReplyDelete
  4. Seram juga ya terkena dbd. Makanya mpo memberikan 8 tetes obat dari petugas jumantik.

    Alhamdullilah, semoga keluarga mpo tidak ada yang kena dbd

    ReplyDelete
  5. Insya Allah abis baca artikel ini jadi lebih aware ya terhadap DBD... Serem euy, nyamuk tuh kecil tapi kalau udah gigit bisa sampai mematikan

    ReplyDelete
  6. Jadi lebih paham bagaimana mencegah nyamuk besalin dimusim hujan.. dengan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dapat mencegah nyamuk berkembang biak.. siap laksanakan tips mencegah penyakit dbd.. demoga kita semua terhindari dari penyakit dbd yaaa

    ReplyDelete
  7. In skrg musim hujannya, dan rentang kena DBD, memang benr pencegahan harus dilakukan sebelum terjangkit, btw thanks sharingnya kak

    ReplyDelete
  8. Udah beberapa waktu ini di rumah gak nyimpen air di ember karena kan si nyamuk AA ini suka sama air bersih. Di depan rumah juga nanem serai. Katanya kan nyamuk gak suka

    ReplyDelete
  9. Baca ini mata ku beekaca2. Ya Allah.. kalau Allah udah berkehendak yaa aku ga bisa apa2. Anakku dulu pernah kena DBD sampai ke tahap dehidrasi. Kalau inget sedih banget

    ReplyDelete
  10. Lagi musim kayaknya ya DBD ini. Musim hujan soalnya. Aku juga waspada banget kalo anak2 ada yg demam. Pencegahan lebih baik lah pokoknya

    ReplyDelete
  11. Mau nyobain bikin larvitrap ini deh. DBD ini udah jadi momok banget yaaa.. nggak cuma anak2 aja loh yang kena, orang dewasa juga bisa terserang.

    ReplyDelete
  12. Terimakasih mba utie atas informasi nya. Bermanfaat banget apalagi di Indonesia abis musim hujan ya. Mmg kita harus mencegah dr awal sebelum terkena. Tips nya boleh diterapkan nih

    ReplyDelete
  13. Mau juga bikin larvitrap.
    Karena kita gak pernah tau ada genangan air mana yag berpotensi menumbuhkan jentik-jentik nyamuk.

    ReplyDelete
  14. Iya di sini juga lagi musim mbaaa.. memang kita harus peduli dengan kehatan kita dan tau berbagai tips dan trik pencegahan yaaa

    ReplyDelete
  15. Ya Allah bisa sampai syok dan koma juga ya DBD ini. Benar2 harus waspada. Terimakasih sharing ilmunya.

    ReplyDelete
  16. seram banget DBD ini yaa, Mba. Minggu lalu rumah kami baru habis difogging, ini salah satu usaha pencegahan berkembangbiaknya nyamuk DBD

    ReplyDelete
  17. Seram banget memang ini DBD mba yah, apalagi yang kena itu anak-anak, gak tega lihatnya apalagi ada adegan suntik gitu... apalagi musim gujan seperti ini harus jaga2 kondisi fisik dan rumah...

    ReplyDelete
  18. Ya Allah Semoga kita semua dilindungi dari DBD yang bergaya ini ya mba. Aku juga lagi rutin bersihkan lingkungan biar ga banyak nyamuk

    ReplyDelete
  19. Iya nih. Belakangan aku lihat banyak nyamuk Aedes yang berkeliaran. Makin takut kalau anak main di luar tanpa perlindungan.

    ReplyDelete
  20. Kalau musim pancaroba, penghujan kyk skrg emang sebaiknya antisipasi DBD ya sblm kejadian. Kerjasama jg sama masyarakat sekitar buat beberes lingkungan rmh, selain beberes rumah sendiri tentu aja

    ReplyDelete
  21. Kemarin di rumah ku ada "inspeksi mendadak" soal tempat-tempat jentik nyamuk. Ternyata di rumahku ada 3 tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk DBD. Baca artikel Mba, jadi makin membuat aku makin waspada nih sama penyakit satu ini.

    ReplyDelete
  22. Musim ujan gini harus aware sama DBD ya kak. Jangan sampai ada genangan air. Jaga kebersihan lingkungan juga ga boleh di lupa

    ReplyDelete
  23. ngeri juga ya sama nyamuk kecil dan belang2 ini. sering banget DBD ada di lingkungan rumah. kalau sudah ada yg masuk RS baru deh orang kelurahan datang nyemprot lingkungan rumah.

    pokoknya jangan ada genangan disekitar rumah. karena nyamuk tsb bersarang digenangan air yg bersih.

    ReplyDelete
  24. Makasih ya kak Zaskia Sungkar, lengkap banget ini info DBDnya. Tapi emang gak enak banget, karena dulu tahun 2014 aku pernah kena DBD dan kapok banget gak mau terulang lagi. Mau ngapa-ngapain gak enak, terutama makan.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ