Friday, 1 February 2019

Upaya Pencegahan Gizi Buruk dan Stunting



Assalamualaikum,,

Pernah mendengar istilah gizi buruk dan stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada priode emas 1.000 hari pertama kehidupan anak. Stunting menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Tinggi badan balita stunting lebih rendah daripada standar umurnya. Ketika beranjak dewasa anak stunting rentan terhadap penyakit, kurang berprestasi di sekolah, rentan mengalami kegemukan, dan ketika dewasa lebih mudah terkena berbagai penyakit tidak menular, seperti jantung dan diabetes.

Sedangkan gizi buruk yang nanti akan mengakibatkan stunting pada anak, Gizi buruk dan Stunting ternyata masih jadi permasalahan di Indonesia, banyak daerah-daerah yang bahkan dekat dengan Jakarta mengalami Gizi Buruk, hal itu seperti yang disampaikan oleh Ibu Yuli Supriati dari Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS), bahwa di daerah Pandeglang, Cirebon banyak sekali ditemukan anak-anak yang mengalami gizi buruk salah satunya karena pemberian SKM sebagai pengganti ASI. dengan alasan harganya yang murah, dan tidak sanggup untu membeli susu formula lainnya.

Upaya Pencegahan Gizi Buruk dan Stunting

Selain Ibu Yuli Supriati hadir juga sebagai pembicara di acara Diskusi Publik Menyambut Hari Gizi Nasional 2019, Pentingnya Edukasi Pemenuhan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Menuju Zero Gizi Buruk dan Stunting 2045, di LBH Jakarta pada tanggal 29 Februari 2019. Yaitu :
  • Bpk. Ir Doddy Izwardy, MA Direktur Gizi Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI.
  • Ibu Anisyah S.Si, Apt, MP Direktur Registrasi Pangan Olahan BPOM dan
  • Arif Maulana , SH. MH, Direktur LBH Jakarta
  • Arif Hidayat, SH, MH Ketua KOPMAS
Menurur Bpk Doddy Gizi buruk yang berakibat stunting dikarenakan kurangnya asupan bergizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Gizi buruk pada anak dimulai dari berat badan yang kurang. Ini terlihat pada masa 1.000 hari pertama kelahiran. Karena itu ibu harus peka untuk mendeteksi perubahan berat badan anak. Sebab, jika tidak segera diatasi, dapat mengakibatkan dampak yang permanen pada anak karena mengganggu perkembangan otak saat dewasa. 

Ki-Ka; Kang Maman, Bpk Ari, Bpk Doddy, Ibu Yuli dan  Ibu Anisyah
Anak-anak dengan gizi buruk tidak dapat seproduktif seperti anak-anak lainnya. Untuk diketahui, anak mengidap stunting , baik sejak lahir maupun setelah lahir, tidak akan dapat sembuh 100%, khususnya anak yang sudah mengidap stunting sejak lahir. Jadi anak yang stunting tidak bisa sembuh total. Karena ini sifatnya permanen dan tidak bisa diulang. Kekurangan gizi pada dua tahun pertama kehidupan anak juga dapat menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki. Menurut penelitian, sebanyak 25% bayi yang mengalami gizi buruk akan memiliki IQ 51-70 pada usia 40 tahun nanti.

Permasalahan gizi buruk tidak hanya mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak semata. Nyatanya dengan IQ yang rendah, orang bersangkutan akan sulit mendapatkan pekerjaan yang mumpuni. Dengan demikian dapat berpengaruh pada kondisi perekonomiannya. 

Jadi penting sekali peran orang tua, dimana seorang ibu adalah kelompok kecil yang akan melakukan perubahan besar dirumahnya cukupi kebutuhan gizi anak-anak, gizi disini bukan hanya makanan melainkan perhatikan pola makan dan hidup sehat dan juga aktivitas fisik yang rutin, pantaulah berat badan sebulan sekali itulah definisi gizi sebenarnya.

Bpk Ir, Doddy Izwardy
Dan saat ini  fokus pemerintah adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Terdapat 3 hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap

Pola Makan
Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam. Istilah ''Isi Piringku'' dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam satu porsi makan, setengah piring diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat.

Pola Asuh
Stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan Balita. Dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal keluarga, hingga para calon ibu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin, serta memeriksakan kandungan empat kali selama kehamilan. Kemudian bersalin di fasilitas kesehatan, lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan berupayalah agar bayi mendapat colostrum air susu ibu (ASI). Berikan hanya ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan. Setelah itu, ASI boleh dilanjutkan sampai usia 2 tahun, namun berikan juga makanan pendamping ASI. 

Jangan lupa pantau tumbuh kembangnya dengan membawa buah hati ke Posyandu setiap bulan. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah berikanlah hak anak mendapatkan kekebalan dari penyakit berbahaya melalui imunisasi yang telah dijamin ketersediaan dan keamanannya oleh pemerintah. Masyarakat bisa memanfaatkannya dengan tanpa biaya di Posyandu atau Puskesmas.

Sanitasi dan Akses Air Bersih
Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih, mendekatkan anak pada risiko ancaman penyakit infeksi. Untuk itu, perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan. Pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua (seorang ibu) maka, dalam mengatur kesehatan dan gizi di keluarganya. Karena itu, edukasi diperlukan agar dapat mengubah perilaku yang bisa mengarahkan pada peningkatan kesehatan gizi atau ibu dan anaknya. Kata Bpk Doddy .

Ibu Pkk dari salah satu desa di Pandeglang, menuturkan masih banyak penderita gizi buruk di daerahnya
dan sulitnya mengedukasi mereka.
Kemudian Ibu Anisyah upaya BPOM dengan banyaknya penyimpangan pemberian SKM diberikan kepada bayi, pruduk yang terlanjur bereadar akan dievaluasi dan diregulasi harus ada standart produk dan label tambahan bahwa SKM bukan pengganti susu terlebih ASI. Dan pencegahan gizi buruk harus dilakukan sejak dini melalui pemberian air susu ibu (ASI) dan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang tepat untuk anak. Karbohidrat, lemak, dan protein adalah tiga zat utama yang dibutuhkan anak untuk perkembangan otaknya. 

Dari KOPMAS, Bpk Arif mengatakan meskipun Riskesdas 2018 menunjukkan adanya perbaikan status gizi  pada balita Indonesia, namun ancaman gizi buruk tetap menghantui dikarenakan sulitnya  akses kampung yang dijangkau. Intinya masalah gizi buruk dan stunting ini merupakan tanggung jawab kita bersama perlu adanya sinergi baik pemerintah, swasta maupun Lembaga-lembaga non pemerintah/LSM  dan KOPMAS hadir mengajak serta membantu pemerintah untuk bersama-sama dalam upaya mengurangi gizi buruk, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya generasi muda.

Semoga kita sebagai ibu menjadi tahu untuk memberikan yang terbaik buat keluarga untuk mencegah gizi buruk dan stunting terjadi lagi, Jika ada tetangga sedang memberikan SKM kepada bayinya jangan segan-segan untuk memberitahu bahwa kandungan gula pada SKM sangatlah besar, dan bukan penganti ASI/susu.

Semoga bermanfaat ya..

32 comments :

  1. Tetap selalu menjaga kesehatan dengan baik supaya terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan, amin.

    ReplyDelete
  2. Ya Allah, jadi efek stunting itu sampai jangka panjang. IQ rendah saat usia kepala 4 bisa karena gizi buruk, ya.

    ReplyDelete
  3. Pola makan yang nggak beragam padahal pondasi banget ya. Duh imbasnya ya Stunting nggak main main. Prihatin dan ngeri.

    ReplyDelete
  4. Serem banget ya kalau stunting sejak lahir jadinya permanen, ga bisa disembuhkan 100%. Hiks

    ReplyDelete
  5. saya agak takut ini sama masalah stunting karena anak saya selalu di garis kuning BBnya tapi sampai sekarang bidan masih bilang masih bagus. Semoga masalah stunting di Indonesia bisa segera diatasi yaa.

    ReplyDelete
  6. Ternyata efek stunting itu gak hanya membuat anak lebih pendek aja ya Mba Utie.. Efeknya bisa jangka panjang sampai dewasa ya.. Sampai lebih rentang terkena jantung n diabetes.. 1000 hari pertama anak memang penting banget.. Kampanye tentang bahaya stunting mesti lebih banyak ya, terutama buat masyarakat di daerah yang kurang terjangkau juga..

    ReplyDelete
  7. Dulu pernah ikut PKL sebagai penyuluh di desa. Memang sulit mengatur kebiasaan pola makan dan pola asuh, akibatnya masih banyak penduduk yg stunting, kukira itu karena keturunan, ternyata bukan. Dan ironisnya masih sampai sekarang ya

    ReplyDelete
  8. Sedihnya Indonesia masih mengalami gizi buruk.
    Edukasi yang kurang serta pola hidup yang kurang tepat, membuat generasi Indonesia masih ada yang mengalami stunting.

    Semoga melalui tulisan-tulisan yang mengedukasi seperti ini, bisa lebih banyak lagi masyarakat yang paham akan pentingnya 1000 Hari Pertama pada anak.

    ReplyDelete
  9. Penting sekali pemenuhan gizi anak pada usia emas mereka ya.. semoga angka anak stunting semakin diperkecil dari waktu ke waktu

    ReplyDelete
  10. Pola makan memegang peranan banget, ya. Saatnya kita para ibu untuk semakin melek dengan gizi

    ReplyDelete
  11. Tahun 2019 ini, masalah stunting masih menjadi masalah bangsa kita ya.. artinya masih butuh lagi edukasi yang menyeluruh tentang dampak dan cara pencegahan stunting ini.. agar masyarakat lebih peduli sehingga angka stunting di Indonesia semakin berkurang.. aamiin

    ReplyDelete
  12. Sedih banget karena banyak anak2 yang terkena gizi buruk karena para ibu kurang edukasi tentang ASI dan SKM.

    Semoga penyuluhan seperti ini lebih gencar lagi dilaksanakan secara menyeluruh yah mbak, terutama di pelosok.

    ReplyDelete
  13. Pencegahan stunting memang harus dari titiknya ya.. agar angka stunting di Indonesia tidak semaking meningkat

    ReplyDelete
  14. Sering banget nih denger stunting, karena pemerintah saat ini sedang giat-giatnya menurunkan tingginya angka stunting di Indonesia. Semoga negara kita bisa bebas stunting dan gizi buruk ya. Amiin

    ReplyDelete
  15. Sebagai calon ini, sangatlah penting mengetahui sebab stunning dan Mencegahnya. Terima kasih Ulasannya kak 😊

    ReplyDelete
  16. Iya nih, masih banyaj masyarakat yg salah kaprah ttg pemberian SKM. Termasuk salah satunya ART di rumah bumer. Udah dikasih tahu juga kalau SKM itu bnyk gulanya, eh malah tiap ngasih anaknya SKM masih aja ditambah gula lagi. Soalnya 1 sachet SKM untuk 2 kali minum,jadinya ya kurang manis sampai hrs ditambah gula. Pernah diberi susu formula sm UHT lha kok anaknya mencret. Kalau sudah gitu, hrs bener2 perhatiin lg gizii dr makanannya yg lain.

    ReplyDelete
  17. Dulu aku sempat gagal.paham, aku kira stunting sekadar gizi buruk. Ternyata lebih dari itu ya. Semoga pencegahan stunting ini disupport banyak pihak, agar penderita juga berkurang. Cuci tangan setiap usai melakukan aktivitas luar ruangan ini selalu aku tekankan pada anak-anak. Agar mereka juga tahu pentingnya menjaga kebersihan

    ReplyDelete
  18. Iya kejadian di kenalanku, ga mampu beli sufor jadi anak dikasi SKM. Jajannya juga kurang sehat. Jadi cukup pengaruh ke kesehatan anak.

    ReplyDelete
  19. kalo di desa masalah tertinggi itu gizi buruk kalo di kota malah obesitas ya. Tapi kadang anak2 kota itu juga bisa kena gizi buruk. soalnya menunya bikin kenyang tapi miskin nutrisi penting.

    ReplyDelete
  20. Wah miris ya kalau baca2 ttg kekurangan gizi atau gizi buruk. Lebih miris lg krn ada yg bukan krn faktor kemiskinan tp krn ketidaktahuan..hrs ditingkatkan nih edukasi nya..

    ReplyDelete
  21. Sedih yaaa mba mendengar masih banyak kasus stunting dan gizi buruk. Banyak cara untuk atasi kasus ini

    ReplyDelete
  22. Miris banget ya kak tempatnya tidak jauh dari ibu kota tapi masih banyak yang menderita gizi buruk. Semoga ajanya tahun 2045 Indonesia bebas dari gizi buruk dan stunting.

    ReplyDelete
  23. Wah ada Pak Doddy. Pak Doddy ini kalau ngomong soal gizi anak selalu berapi2 hehe. Emang penting sih mencegah gizi buruk. Bukan hanya tugas pemerintah, tapi jg kepedulian masyarakat sekitar ya mbak. Moga2 upaya pemerintah berhasil dan ke depannya negara ini generasinya terhindar dr stunting.

    ReplyDelete
  24. Aku concern banget soal tumbuh kembang anak2. Sejak mereka bayi jangan sampe kurva pertumbuhannya menyentuh garis kuning. Sampe jungkir balik deh cari cara supaya mereka gak susah makan. Karena aku paling takut sama stunting :(

    ReplyDelete
  25. Semoga angka stunting semakin berkurang dari waktu ke waktu ya Mbak. Perlu banget edukasi ke semua ini, baiknya saat Posyandu atau pertemuan PKK, misalnya diingatkan kembali bahwa bayi dibawah 2thn itu lebih baik mengkonsumsi ASI daripada minuman lainnya apalagi SKM.

    ReplyDelete
  26. Pola asuh yang salah dan kurangnya ilmu mengenai gizi jadilah banyak kasus stunting di Indonesia ya. Semoga kasus ini bisa segera diberantas secara keseluruhan ya untuk masa depan bangsa

    ReplyDelete
  27. aku galau jadinya mbak. anakku itu pernah dikatain gizi buruk gitu mbak. tapi kan dia makannya banyak dan aktif. gimaa ya?

    ReplyDelete
  28. Iya sih mak SKM itu nggak baik diberikan ke anak untuk dikonsumsi sebagai susu, aku pernah negur sodara yang anaknya minum SKM sehari sampai 3x, tapi jawabnya enteng banget ya mau gimana lagi anaknya suka. Kadang yang bikin sulit itu membuka wawasan ortu nya.

    ReplyDelete
  29. Banyak orang yang belum tau ya seputar kandungan gula yang tinggi di SKM. Dikiranya SKM itu ya susu, padahal kan tidak benar. Edukasi macam ini harus terus dilakukan agar sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan pengetahuan kesehatan yang memadai, semoga kondisi stunting ini bisa ditanggulangi.

    ReplyDelete
  30. Ternyata masih banyak masyarakat yang mengalami gizi buruk ya..
    Semoga dengan giatnya edukasi tentang nilai gizi dari pemerintah, masalah gizi buruk bisa segera teratasi.

    ReplyDelete
  31. Kasian ya anak-anak dengan gizi buruk ini. Kalo dulu ads pembagian susu gratis. Semoga nanti diadakan lagi ya.

    ReplyDelete
  32. MasyaAllah makasih ya Mba Utie, sudah diingatkan bahaya stunting ini aku juga sedang belajar menjadi calon ibu yang baik dan gizi bisa seimbang

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,