Wednesday, 31 July 2019

Fesitival Literasi Sekolah Dukung Bakat Siswa

Festival Literasi Sekolah Dukung Bakat Siswa
Teringat dulu deh sewaktu SMP pertama kali ikut lomba puisi itu, hanya ada dimajalah, begitupun ketika SMA mencoba menulis cerpen kirim ke beberapa majalah. Media yang disediakan disekolah hanya Mading (Majalah Dinding), yang isinya ada puisi, info kegiatan sekolah, tapi lebih banyak ke curhat anak-anak kelas sih, walaupun sudah proses pemilihan tulisan mana yang harus di tempel di Mading, tetap saja banyak yang menempel beberapa puisi curhatan atau juga puisi yang ditujukan ke seseorang,, ahh jadi kangen masa-masa itu.

Nah, kalau SMP atau SMA sekarang masih ada tidak ya Mading? Tetapi anak-anak sekolah jaman sekarang lebih  beruntung pemerintah melakui Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah ( Ditjen Dikdasmen) telah menyiapkan wadah akbar untuk menunjang bakat tersebut yaitu melalui Festival Literasi Sekolah (FLS) dan tahun 2019 ini sudah menginjak usia yang ke-3. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 25 - 29 Juli 2019 di Jabodetabek.
festival literasi sekolah dukung bakat siswa

Dan FLS 2019 secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, kemarin, pada tanggal 26 Juli 2019. Dan sayapun berkesempatan hadir, bersama teman-teman blogger lainnya. Sebelum acara peresmian Bpk Didik Suhardi selaku Pelaksana tugas (Plt) Ditjen Dikdasmen Kemendikbud, memberikan sambutan dan mengatakan bahwa dengan gerakan literasi berharap, terutama di satuan pendidikan dapat mendorong tumbuh-kembangnya kemandirian dan inovasi sekolah- sekolah."

“Di era Revolusi Industri kemandirian dan inovasi merupakan dua komponen penting agar dapat menghadapi persaingan di abad 21, dan lewat ajang FLS ke-3 tahun 2019 ini adalah upaya Kemendikbud untuk meningkatkan budaya literasi, mulai dari membaca, menulis literasi terhadap IT, serta untuk memotivasi agar gerakan literasi di sekolah dapat berjalan dengan baik dan benar.”

“Gerakan literasi sekolah dilaksanakan di seluruh sekolah, dengan melibatkan 45,2 juta siswa di seluruh Tanah Air, baik yang ada di perkotaan, maupun di pedesaan. Harapan kami, literasi akan meningkatkan kualitas pendidikan." Ajang tahunan yang sudah menginjak tahun ke-3 pelaksanaan ini terdiri dari 2 acara.
  1. Lomba literasi. Lomba ini melibatkan 704 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Indonesia. Ke-704 siswa tersebut akan berlaga di 25 jenis lomba, antara lain, lomba menulis cerpen, mencipta komik digital, dan vokasi moda literasi bergerak. Perlombaan akan berlangsung di Jakarta, Tangerang, dan Bogor.
  2. Festival Literasi. Acara ini digelar di Plaza Insan Berprestasi dan Perpustakaan Kemendikbud dalam bentuk diskusi, pelatihan, peluncuran dan bedah buku, serta pemutaran film. Acara tersebut melibatkan sekitar 100 narasumber dari berbagai unsur, diantaranya dari kalangan guru, siswa, kepala sekolah, penggiat literasi, praktisi pendidikan, dan lain-lain.
festival literasi sekolah dukung bakat siswa

Kemudian kata Bpk Muhadjir Effendy, di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, mengatakan hakikat dari membaca ialah dapat memahami, mengkritisi, dan memberikan pendapat dari apa yang dibaca. Seperti cerita Nabi Muhammad SAW saat mendapat wahyu pertama dari Jibril, Nabi Muhammad SAW, diminta membaca atau iqra, padahal saat itu Nabi Muhammad SAW tidak bisa membaca. Artinya kita membaca tidak harus dengan huruf, fenomena alam ini juga bisa kita baca. Huruf itu hanya salah satu kode bikinan manusia agar kita bisa memahami sesuatu. Tetapi sebetulnya apa yang ada di jagad raya ini semua adalah merupakan pertanda. Penanda yang harus dipahami maknanya.”

Setelah memberikan sambutan peresmian dibuka dengan menekan tombol bahwa FLS 2019 resmi dibuka. Dan Bpk Muhadjir menuliskan pesan literasi untu anak sekolah isi sebagai berikut : Gerakan literasi bukan sekedar gerakan membaca tetapi membaca untuk memahami serta mengkritisi dan memberikan pendapat lain dariapa yang telah dibaca”
festival literasi sekolah dukung bakat siswa

festival literasi sekolah dukung bakat siswa

festival literasi sekolah dukung bakat siswa
Kemudian sayapun berkeliling ke booth-booth, SD, SMP. SMA da SLB yang kesemuanya memberikan karya-karya terbaiknya. Dari komik, merchandise sampai metode daur ulang sampah pakai belatung yang membuat saya ngeri-ngeri gimana melihatnya. terlebih di booth SLB, ada komik dan tas-tas kecil yang mereka pamerkan dan menurut informasi siswi SLBnya memenangkan lomba kreatif penulisan cerpen.

Dan kemarin juga saya sempat melihat karya dari moda literasi bergerak perpustakaan mini yang berbentuk rumah adat padang disebut Rangkiang karya dari siswa SMK N 2 Padang Panjang. Mereka seudah berangkat dari Padang semenjak hari Jumat dan menginap di hotel di kawasan Jakarta.  Katanya baru kali ini pengalaman datang ke Jakarta. 

festival literasi sekolah dukung bakat siswa

Perpustakaan keliling Cak hali karya dari SMK N 7 Surakarta becak ini inovatif sekali karena selain buku yang disediakan ada juga dua hammocknya yang membuat kita lebih santai membaca. Tidak ketinggalan juga sepeda perpustakaan yang dirakit sendiri oleh siswa SMK N 26 Jakarta.

Mudah-mudahan dengan adanya Festival Literasi Sekolah dukung bakat siswa ini, semakin menunjukan masih ada banyak anak-anak sekolah yang berprestasi, bahkan dari kreasi seni yang bisa ditampung tentunya dalam wadah yang positif. Sebuah karya yang inovatif walaupun bersaing tetapi tetap sportif. Dan bahagianya mereka bisa mempunyai teman-teman baru dari seluruh Indonesia. Semoga FLS ditahun mendatang juga bisa sampai ke daerah pelosok-pelosk lainnya bukan hanya daerah perkotaan.

Salam literasi
utieadnu

No comments :

Post a comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ