Thursday, 20 August 2020

Pusat Investasi Pemerintan Berikan Dana Relaksasi Untuk Membantu UMKM

Pusat Investasi Pemerintan  Berikan Dana Relaksasi Untuk Membantu UMKM
Hai,, semua seperti yang kita ketahui masa pandemi berdampak pada semua sektor tidak termasuk Usaha mikro kecil dan menengah yang merupakan ujung tombak perekonomian nasional. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian terus meningkat sampai sekitar 60 persen di masa sebelum pandemi.

Sebenarnya keberadaan UMKMlah yang menjadi garda paling depan dalam pencapaian pilar ekonomi dengan penciptaan lapangan kerja, penciptaan kondisi kerja yang layak. Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh dengan jumlah pelaku UMKM yang hampir meningkat setiap tahunnya.

Seperti di lingkungan di tepatnya di Depok Sawangan hampir 27 keluarga di lingkungan satu RT saja mempunyai UMKM pengrajin Tape Singkong yang turun menurun. Dan menjadi tumpuan hidup sehari-hari satu rumah bisa menghasilkan 2 - 4 kwintal setiap harinya dan memperkerjakan hampir 5 - 7 orang. Biasanya mereka memasarkan ke pasar-pasar tradisional, supermaket sampai restoran besar.


Tetapi tepatnya bulan Maret kemarin, semenjak dilakukan Lock down, di beberapa daerah, kemudian diberlakukan work from home. Usaha mereka mengalami penurunan sangat drastis, karena banyak pasar, restoran tutup otomatis, usaha yang menjadi tumpuan sehari-hari akhirnya harus tutup secara perlahan, walaupun ada hanya memproduksi 5 kilo saja perharinya. Sedih memang, bahkan kemarin Tape singkong yang telah di produksi dibagi-bagi percuma di jalan raya.


Nah pada awal bulan Juli kemarin usaha mereka mulai ada sedikit kenaikan karena beberapa  pasar dan restoran dibuka bahkan banyak usaha kecil rumahan yang membuat kue membeli walaupun tidak begitu banyak jumlahnya hanya 7 per kilo tiap minggunya. Namun cukup membuat mereka bernafas lega. 


Ada kabar baik kini dari Pemerintah karena  sejak awal pandemi telah menempatkan UMKM sebagai prioritas utama penerima manfaat dalam pemulihan ekonomi nasional. Sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2020 yang mengatur tentang pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan membuat kebijakan relaksasi dalam bentuk penundaan pokok dan masa tenggang kepada Debitur, Penyalur dan Lembaga  Linkage/Koperasi penyalur pembiayaan UMi yang terdampak pandemi COVID-19. 

Dukung PEN PIP yang memberikan relaksasi Rp 298,7 M kepada PT Pegadaian (Persero), PT BAV dan 15 Koperasi
Tepatnya pada tanggal 18 agustu 2020 di Jakarta  Ibu Ririn Kadariyah  sebagai Direktur PIP, memberikan relaksasi kepada 15 dari 43 koperasi yang menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi)-nya melalui PT Bahana Artha Ventura (BAV) dengan nilai sebesar Rp272,7 miliar. Sedangkan relaksasi senilai Rp26 miliar kepada PT Pegadaian (Persero) telah diserahkan pada hari Jum’at tanggal 14 Agustus 2020.


Kata Ibu Ririn "pemberian relaksasi dengan total hampir Rp300 miliar kepada 110 ribu debitur ini adalah bentuk dukungan PIP dalam melakukan percepatan PEN khususnya membangkitkan kembali Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) yang terpuruk. Sebenarnya kami siap memberikan relaksasi kepada seluruh debitur yang terdampak melalui penyalur pembiayaan UMi. Namun sebagian di￾absorb oleh koperasi dan lembaga linkage-nya sendiri dengan memanfaatkan dana selisih pengembalian pokok yang diterima dari debitur dan kewajiban pengembalian pokok kepada PT BAV atau kepada PIP karena adanya perbedaan kebijakan pemberian tenor pinjaman. Sedangkan sebagian lainnya mengajukan relaksasi kepada PIP"


Adapun 15 Koperasi di bawah PT BAV yang mendapatkan relaksasi adalah 
  • KSPPS Abdi Kerta Raharja, 
  • KSPPS Al Amanah, 
  • KSPPS BMT Pradesa Finance Mandiri, 
  • KSPPS Nusa Ummat Sejahtera, 
  • KSPPS BMT ItQan, 
  • KSP Mitra Dhuafa, 
  • KSP KUD Mintorogo, 
  • KSPPS Artha Bahana Syariah, 
  • KSPPS BMT Mentari Muammalat Mandiri, 
  • KSPPS BMT Mitra Ummat Nasional, 
  • KSPPS BTM Amanah Bina Insan, 
  • KSPPS BTM Bina Masyarakat Utama, 
  • KSPPS BMT UGT Sidogiri dan 
  • KSU Krama Bali.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula tiga koperasi yang berkantor pusat tidak jauh dari Jakarta sebagai perwakilan koperasi penerima relaksasi, yaitu KSPPS Abdi Kerta Raharja, BMT ItQan dan KSP Mitra Dhuafa. Para pengurus ketiga koperasi tersebut menyaksikan penandatanganan Surat Persetujuan Pemberian Relaksasi antara PIP dan PT BAV serta menandatangani addendum akad perjanjian.

Selain melakukan relaksasi, PIP tetap menyalurkan pembiayaan UMi kepada para pelaku usaha mikro yang tersebar di seluruh Indonesia. Sampai dengan akhir semester I 2020, lebih dari Rp 7,039 triliun dana disalurkan kepada 2,3 juta debitur. Tidak hanya itu, PIP juga melakukan pelatihan pemasaran daring kepada pelaku usaha mikro dan pendampingan program langsung di marketplace.

Semoga saja dengan bantuan dana pinjamin yang pengembaliannya ini dimudahkan dapat membantu UMKM hingga pelosok Indonesia, saya tahu UMKM disini sangat sulit untuk berkembang merka hanya melayani beberapa langganan saja setiap harinya tetapi hasinya tidak pernah sampai meluas. Butuh strategi pemasaran khususnya program digital untuk perkembangan usahanya.

Kemarin kebetulan saat saya pindah dari Jakarta ke Depok saya menulis tentang UMKM Tape  Singkong Sawangan di blog. Karena pada awalnya saya tertarik ternyata tape bukan hanya di produksi di Bandung, yang memang terkenal dengan "peyeum-nya". Tape Singkong Sawangan tidak kalah enaknya. Selang berapa lama, akhirnya Tape Singkong Sawangan menjadi distributor tetap di salah satu restoran yang mempunyai cabang di Jabodetabek. Artinya mereka memang perlu pelatihan digital untuk mengembangkan usahanya.

Dan perhatian PIP ini yang memberikan relaksasi Rp298,7 M kepada PT Pegadaian (Persero), PT BAV dan 15 Koperasi menjadi angin segar bagi pelaku UMKM. agar mereka bisa kembali bangkit dan tentunya perekonomian Indonesia juga lambat laun menjadi stabil kembali.

Dan kita tentunya berharap agar pandemi ini juga cepat berakhir agar siapapun yang terkena dampaknya bisa kembali beraktivitas seperti semula.

utieadnu







16 comments :

  1. Waaah, aku tergoda sama tape singkong, kabitaaa!!

    Btw, ikut senang juga, akhirnya ada yang peduli dan memberikan solusi bagi mereka pelaku UMKM yang terkendala masalah finansial. Semoga bisa bangkit lagi usahanya seperti sediakala .

    ReplyDelete
  2. Semoga relaksasinya bs bermanfaat dan tepat sasarannya ya Mba..

    ReplyDelete
  3. Oalah, baru tahu sejarah tape singkong sawangan tuh ya ternyata. Hehehe...
    Semoga relaksasi ini bisa dinikmati merata ya

    ReplyDelete
  4. Semoga dengan adanya relaksasi dan kucuran bantuan lagi pada UKM bisa memperbaiki perekonomian pelaku UKM dan berkontribusi unt perbaikan ekonomi negara 😊🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Aku juga happy banget mengetahui program ini, Mba Utie. Semoga bisa menjadi oksigen penyelamat bagi para pelaku bisnid UMKM agar bisa bangkit kembali yaa.

      Delete
  5. Kapan hari abis lihat cerita singkatnya di akun instagram teman. Wuahh ini tulisan lengkapnya yaa.. semoga relaksasi dan kucuran bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik :)

    ReplyDelete
  6. Udah seharusnya ya pemerintah mengutamakan umkm , mereka fondasi perekonomian kita
    Ujung tombak yang harus diutamakan

    ReplyDelete
  7. Hidup umkm! Semoga perekonomian segera menggeliat kembali

    ReplyDelete
  8. Semoga upaya relaksasi ini benar-benar dapat membantu teman-teman pelaku usaha untuk semakin giat dan fokus dalam mempertahankan bisnisnya di masa pandemik ini. Mereka adalah orang-orang yang punya peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Tentu membutuhkan dukungan dari pihak terkait agar roda perekonomian tidak serta merta berhenti.

    ReplyDelete
  9. Bagi saya yang bukan pelaku UMKM, saya harus baca artikel ini berkali-kali untuk paham tentang apa yang dimaksud dengan relaksasi. :(
    Kalau penundaan untuk membayar kewajiban utang, saya masih ngerti.

    ReplyDelete
  10. Semoga di tahun depan, usaha yang digerakkan oleh pelaku UMKM lekas membaik kembali ya. Sungguh angin segar sekali, membaca tulisan ini. Terima kasih.

    ReplyDelete
  11. Membantu banget pastinya untuk UMKM dengan adanya angin segar seperti ini. Masa pandemi ini memang menjadi masa tersulit untuk semuanya apalagi pelaku usaha ya.

    ReplyDelete
  12. Semoga kegiatan bermanfaat seperti ini bisa membawa perubahan2 yang berarti bagi UKM di tanah air

    ReplyDelete
  13. Semoga bisa bangkit perekonomian kita dengan adanya relaksasi ini. UMKM tentu sangat terbantu

    ReplyDelete
  14. saya suka tape singkong, bisa dibuat olahan macam-macam salah satunya bolu tape kesukaan.
    semoga berita ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM ya Mbak.
    Dan produksi rumahan macam Tape singkong ini bisa kembali bersinar lagi :)

    ReplyDelete
  15. Memang pandemi ini membuat pusing para UMKM. Semua berimbas. Semoga kucuran dana relaksasi dari PIP bisa membantu UMKM agar bangkit lagi, dan setelah pandemi mereka bisa produksi massal lagi. Amin

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih🙏