Monday, 22 April 2019

Usaha Rumahan Tape Sawangan


  1. Usaha Rumahan Tape di Sawangan..
Semenjak tinggal di Depok, Sawangan  baru menyadari usaha rumahan yang dilakukan tetangga sekitar, yaitu pembuatan tape berbahan dasar singkong. Awalnya saya pikir tape hanya berasal dari daerah kota Bandung karena memang terkenal disana dengan Peuyeum Bandungnya. Dan tape sawangan ini rasanya enak sekali. Sudah banyak yang membuktikan, ada rahasia yang akan saya berikan bagaimana cara pembuatan tape singkong ini bisa enak?



Sebut saja Mak Ratu dari remaja sampai usianya kini menjelang 70 tahun, usaha rumahan ini masih digeluti. Dan yang jadi marketing hanya kedua anaknya. Tape ini hanya dijual sekitaran Depok, Cinere paling jauh pernah sampai daerah Ciputat. Darinya saya belajar cara pemilihan singkong yang bagus dan yang tidak untuk dijadikan tape. 



Bukan hanya mak Ratu Ada sekitar 25 kepala keluarga yang saya ketahui di lingkuang tukun warga sini. tetangga belakang sama melalukan usaha rumahan ini hanya bedanya Baba ini beliau sekaligus pengepul singkong yang di ambil dari sekitaran Bogor, Gunung Kapur bahkan sempat ke daerah Sukabumi jika singkong sulit didapatkan. 



Singkong ini biasanya dia jual Rp 3.500/kg kesetiap rumah, dan tiap rumah ada yang mengambil 50kg - 1 kwintal. Tidak kebayangkan berapa harga singkong dari petaniny, jika dari pengepulnya Rp 3.500/kg. Bahkan di daerah Cirebon Kuningan tempat tinggal ibu saya singkong hanya dihargai Rp 300/kg. Padahal mereka menunggu panennya lama sekali. Hmm bagi kita apalah artinya uang Rp 300,- . Kadang suka sedih kapan petan-petani palawija itu bisa puas menikmati hasilnya tenaga yang mereka keluarkan tidak seimbang dengan hasil panen.

usaha rumahan tape sawangan

Kembali ke usaha rumahan tape sawangan. Akhirnya saya mencoba menulis tape ini lewat media sosial tentunya blog saya dan mencoba mengiklankan lewat e-comerce, dan ternyata tulisan saya banyak yang membaca sampai sekarang tape ini menjadi suplier tetap di sebuah resto yang mempunyai banyak cabang di seluruh Jabodetabek. Dan Alhamdulillah juga sudah sampai ke daerah Jambi, Pekanbaru dan Medan.



Kata mereka tape sawangan ini beda, walaupun sudah 3 hari didalam lemari es masih tetap enak dan tidak berbau alkohol. Padahal cara pembuatannya masih tergolong alami dan sama sekali tidak memakai bahan pengawet.



Cara pengolahan singkong menjadi tape

Ada kuncinya untuk singkong ini agar enak dan awet, pilihlah singkong yang berwarna kuning atau singkong mentega, yang mudah dikupas. Setelah singkong dikupas kemudian direbus memakai kayu bakar lebih kurang 30 menit kemudian ditiriskan setelah agak dingin baru ditepuk-tepuk dengan ragi khusus. Untuk menjadi tape ini membutuhkan waktu 3 hari. Baru siap-siap dipasarkan
usaha rumahan tape sawangan



Cara saya mengemas tape ke konsumen agar aman dan tahan lama saya menggunakan plastik yang agak tebal tentunya yang tahan panas dan tidak mudah bocor juga aman digunakan untuk bahan makanan/food grade. selama ini saya mengemasnnya dengan menngunakan plastik PP Wayang yang terbuat dari kemurnian biji palstik dan menggunakan bahan standard food grade (tidak mengandung biji plastik daur ulang). maka kantong plastik PP Wayang sangat aman untuk digunakan bersentuhan langsung dengan Produk makanan dan minuman.
usaha rumahan tape sawangan


Selain itu kualitas bahan yang baik juga mengurangi resiko plastik menjadi lebih cepat menguning. Karena plastik PP wayang ini bening jadi tidak merubah asli warna tape didalamnya, Untuk membeli palstik PP wayang ini sudah banyak ditemukan di pasar tradisional, atau toko didekat perumahan jadi bisa dengan mudah didapatkan. 



Untuk lebih jelasnya beberapa sertifikasi yang telah diterima oleh plastik PP Wayang, agar benar-benar kita aman menggunakannya :

  • Sertifikasi ISO 9001, Sertifikasi dalam hal manajemen produksi & penjaminan mutu produk
  • Sertifikasi Halal MUI
  • Indonesia Best Brand Award (2011 – 2018), Penghargaan untuk produk pilihan masyarakat

Biasanya saya mengemasnya per kilo kemudian dipress. Tapi perlu diingat nih untuk mengurangi sampah plastik sekecil mungkin. Biasanya untuk pengiriman rumahan terdekat, adakalanya saya menggunakan dus khusus makanan yang dilapisi daun. Hanya untuk pengiriman jauh saja saja menggunakan plastik PP wayang karena bisa tahan dari kebocoran tentunya juga air hujan. Sekarang plastik PP wayang ini ada kemasan terbaru bedanya tidak begitu kentara sih, hanya plastik lama lebih sedikit tebal ketimbang yang barus. Dan kemasannya merk PP wayang yang baru lebih terlihat jelas.




Harga perkilo tape ini saya jual kisaran Rp 18.000 - Rp 20.000 dan tentunya ada minimal order sekitar 10 kg. Senang rasanya bisa membantu usaha mereka walaupun masih tahap lingkungan kecil. Melihat mereka tersenyum ketika saya memberikan order tape ada kerut-kerut bahagia pun ketika saya ceritakan bahwa tape ini juga sudah dipesan diluaran pulau Jawa. Karena mereka sama sekali tidak mengerti apa itu media sosial yang mereka tahu handphone itu hanya untuk berkirim pesan dan hanya untuk menerima telpon. 



Tetapi kendalanya sekarang singkong sulit sekali didapatkan nah, ini sebanarnya yang menjadi problem disekitaran usaha rumahan tape sawangan ini. Kadang kalau tidak ada singkong 2 - 3 hari mereka menganggur karena hanya singkonglah satu-satunya usaha mereka. Semoga saja ini ada jalan keluarnya dan usaha rumahan tape sawangan ini jadi bertambah maju dan bisa mensejahterakan hidup mereka ke arah yang lebih baik.

oh iya untuk mengurangi limbah plastik biasakan untuk membuang sampah pada tempaknya pisahkan sampah organik dan anorganik, dengan itu kita memudahkan sampah yang bisa didaur ulang kembali.

No comments :

Post a comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ