Tuesday, 2 April 2019

Audisi Beasiswa Bulutangkis

Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum Ada Unsur Eksploitasi Anak

Mendukung hobi anak tentunya menjadi kewajiban kita sebagai orangtua, apalagi jika hobi itu dikaitkan dengan olahraga yang tentunya banyak manfaat bagi tubuh sehat. Apa yang harus kita lakukan untuk mendukung hobi anak kita tersebut. Tentunya ingin agar hobi anak tersalurkan secara profesianal juga nanti akan bermanfaat bagi kehidupannya kelak, agar anak semakin semangat. Ada Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum yang begitu menjadi banyak pilihan orangtua. Namun secara tidak disadari justru menjerumuskan anak ke dalam bahaya. Kok bisa!!!

audisi beasiswa bulutangkis


Sejak tahun 2006. Djarum yang merupakan merk rokok terkenal sudah mengadakan event audisi beasiswa bagi usia remaja di dearah Kudus. Pada tahun 2015 audisi meluas ke berbagai daerah di Indonesia dan pada tahun 2017 peserta audisi diperluas usianya yaitu dibawah usia 6 tahun sampi 15 tahun.

Yang kita tahu dan semua juga tahu bahayanya kandungan rokok zat adiktif, racun bagi tubuh kita dan mengakibatkan sesorang menjadi kecanduan, sulit untuk lepas. 



Mengapa ada unsur eksploitasi?
Dalam 10 tahun jumlah peserta audisi naik hingga 13 kali lipat yaitu sekitar 23.683 anak yang terlibat, kemudian hanya 245 orang saja yang menerima beasiswa prosesntasenya hanya 0.01% dari jumlah peserta. Dan kemudian yang lolos hanya 3 orang ke arah profesional.

Selama audisi peserta diwajibkan untuk mengenakan tshirt/kaos yang bertuliskan Djarum dengan huruf besar dibagian depan. Selain itu juga selama kegiatan berlangsung anak-anak terpapar brand Djarum. karena spanduk Djarum tersebar ditempat kegiatan meskipun disana tidak ada yang menjual rokok. Tanpa orangtua sadari anak kita sudah dijadikan sepeti spanduk/iklan berjalan.

Bukan tidak mungkin kaos tersebut sepulang audisi dipakai anak dan setelah dicucipun jika pergi main pasti ada hari anak tersebut memakai kaos yang bertuliskan Djarum. Miris sekalikan. Disatu sisi anak-anak diharuskan untuk melakukan aktivitas yang baik bagi tubuh yaitu olah raga, tapi disisi lain anak dijadikan iklan rokok berjalan.

audisi beassiwa bulutangkis
(ki-ka), Bpk Bagja, Ibu Lisda dan Ibu Liza
Menurut Ibu Lisda Sundari pendiri Yayasan Lentera Anak, diacara temu blogger di Kantor Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 30 Maret 2019, eksploitasi anak di audisi beasiswa bulutangkis  Djarum ini harus segera dihentikan, dikarenakan anak-anak yang usianya terbilang dini tersebut setelah diwawancarai 68% menyatakan bahwa Djarum itu rokok, 31 % Djarum itu sebagai ajang kompetisi bulutangkais, dan hanya 1% yang menyatakan Djarum itu alat untuk menjahit. Yang berarti asumsi mereka tahu bahwa Djarum itu rokok yang telah berbuat baik menyalurkan hobi mereka. Otomatis alam sadar mereka menyatakan bahwa rokok sudah berbuat baik.

Dan bukan tidak mungkin kelak nanti Djarum bisa mereka pilihan ketika bertemu lingkungan yang kesemuanya merokok. Selain Ibu Lisda hadir juga
  • Liza Djaprie psikolog
  • Bagja Hidayat, editor Senior Tempo
Begitu juga menurut psikolog Liza Djaprie. menyatakan bahwa otak anak seperti spons. Menyerap semua informasi yang diterima sesuai yang tersampaikan. Sehingga jika rokok dipersepsikan sebagai bulutangkis mereka akan menerima itu. Sama halnya mereka menyerap Djarum sebagai pemberi beasiswa.

Pelanggaran Hukum dan Eksplotasi Anak
Jelas jika meracu pada PP 109/2012 Pasal 47 (1) yaitu mengikutsertakan anak-anak pada penyelenggaraan kegiatan yang disponsori rokok dan pasal 37 (a) yaitu menggunakan nama merk dagang dan logo produk tembakau brand image produk tembakau. Jelas Djarum pasti diduga telah mengeksposlaisi anak secara ekonomi, yakni menggunakan tubuh anak untuk dijadikan sebagai sarana promosi produk yang telah membunuh 200.000 manusia di dunia setiap tahunnya.

ausisi beasiswa bulutangkis
kaos bertuliskan Djarum
Nah kita sebagai orangtua harusnya aware dengan promosi terselubung tersebut. Lebih baik salurkan anak yang hobinya ke media yang lebih baik. Bisa disalurkan ke sekolah bulutangkis yang dulu sebagi pemain bulutangkis, banyak pilihan sebanarnya. Jika anak disalurkan ke audisi beasiswa bulutangkis Djarum ini, tetap mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. 

Yayasan Lentera anak ini telah mengadukan auidisi beasiswa bulutangkis ini ke komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI) sebagai lembaga negara untuk menjalan tugasnya sesuai pasal 76, (g) UU perlindungan anak no.35 tahun2014 untuk memberikan laporan kepada pihak berwajib tentang adaya dugaan pelanggaran hukum dan ekpoliasi anak pada kegiata audisi beasisswa bulutangkis Djarum.

Semoga setelah membaca ini mata kita terbuka sebagai orangtua hendaknya melindungi anak sejak dini. Memberikan lingkungan terbaik mendukung hobi anak dan tentunya menyalurkan ke wadah yang positif juga. Sayang sekali jika dipikir-pikir dan tanpa kita sadari anak-anak dilingkungan rumah kita jaga. Tetapi justru kita menjerumuskan anak ketempat yang membahayakan hidupnya kelak, seperti audisi beasiswa bulutangkis ini.

Semoga bermanfaat ya.


No comments :

Post a comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ