Selasa, 04 Oktober 2016

Selalu Ada dua Sisi dari Cerita,,,










Meiiii ini kamu beneran?? Hampir terbengong-bengong aku melihat penampilannya kini tshirt ketat dan rok di atas lutut serta make up yg super duper menor,,
“Ha,,ha,,, iyalah!"" Siniiii aku mau cerita!!" sambil menarik tanganku untuk duduk dikursinya. Mungkin orang-orang terbengong-bengong juga melihat aku yang berjilbab ditarik wanita bak aktris film ini.
"Pa,, kabar? Kutill,,,,? "ah dia masih ingat nama kecilku berati memang Mia teman liqo ku dulu. 
"Baikkk,, Alhamdulillah,, kamu sendiri?"
"Sangat baik!" Sambil tertawa lepas
"Kapan balik dari Perancis?" Tanyaku datar
"Dah hampir setahun,,, ihh lama banget kita ngga ketemu ya! Aku sekarang kerja di perusahaan advertising yang di daerah Rasuna Sa'id tiii,, mainlah ke rumah,,,!" Tiii,,,,,!",,,. Tiiiii,,, jangan bengong terus atuch,,,!" katanya sambil memukul tanganku pelan.
 "Iya,,, aku kaget liat kamu sekarang,,. Berubah pisan?"
"Ya,, gimana ya,,, aku lebih enjoy sekarang happy?"
"Jadi dulu kamu ngga happy?" Tanyaku lagi
"Happylah,,,. !" Kembali tertawa lepas
"Ssstttt,,,,, ketawamu jangan keras-keras!"
"Eh,,, iya lebih buruk dari Khimar ya?" Ini kartu namaku aku weekday biasanya di apartemen kalau weekend aku baru pulang ke pondok gede!,,,!"
 "InsyaAllah kalau ada waktu aku main!"

 Pertemuan singkat di mall Sudirman itu masih menyimpan tanya kebingungan yang menjadi Mia yang dulu lain dari yang sekarang,,, dulu ketika sama-sama kita tinggal di daerah pondok gede, kita dulu sering liqo/ngaji bareng bahkan saking serunya kita bersahabat suka janjian memakai warna jilbab samaan,, di jalan Alif lah pertama kita ketemuan punya guru liqo sama dan akhirnya menjadi akrab kadang seminggu sekali kita gantian nginep,, ngobrol sampe malam terus hafalan surat bareng sallng murojaah ahhh pokoknya indah,,,,

 Sampai akhirnya kita lama berpisah karena ayahnya ditugaskan di Perancis dan tentu sama Mia ikut serta. Selama di Perancis Mia masih rajin berkirim kabar sampai tahun ke dua bagaimana dia kesulitan disana dan agak dikucilkan karena memakai jilbab di negara minoritas tapi karena ayahnya mempunyai kedudukan di kedutaan itulah agak meringankan Mia dia bisa dengan bebas kuliah dan belajar disana,, senang dan seru pokoknya mendengar cerita-cerita nya lewat telpon tapi kadang kita lebing sering chat di email.

Tapi tahun ketiga mulai jarang, akunya juga sibuk dengan kerjaan di kantor kemudian menikah Mia sempat kukabari tapi emailku tidak terbaca mungkin. Sampai akhirnya tadi pertemuan tadi sore aahhh Mia betapa aku kangen dengan Mia yang dulu kangen kita berangkat bareng liqo kangen curhat dan kangen gimana kita sering diomelin karena hafalan suratnya gak nambah-nambah.

"Habis gimana tiii?" Kadang aku ketemu client di cafe! Terus kadang ketemu client di lobby hotel!" Jadi bingung juga kalau aku pake hijab!" Itu alasannya ketika aku menanyakan kenapa penampilan nya berubah total. Dulu di negara minoritas kamu begitu kukuh dengan pendiriannya memakai hijab Mia tapi kini kenapa?"
 "Itu urusan nanti,, tii?" Tapi aku gak berubah masih tetap Mia yang dulu hanya casing nya tiii,, percaya deh,,!"

 Seminggu kemudian aku mencoba mampir ke rumah orang tua Mia,,, dan ternyata ayahnya Mia sudah meninggal dua tahun yang lalu dan ibunya sedang terbaring sakit jadi harus tiga kali sehari cuci darah dan adiknya. Mia dua masih sekolah,,, aaahhhh kemana aku selama ini mengaku sahabat tapi sama sekali tidak tahu keadaan rumah yang dulu sebagai rumah keduaku. "Maafkan saya mah,,, baru sempat ke sini saya pikir mama dan keluarga masih di Perancis!"
 "Tidak apa-apa nak,,, sewaktu ayahnya Mia meninggal jadi kita langsung balik kembali ke Jakarta,, kan kamu ngga tahu? Doakan saja Mama cepet sembuh ya,,!" sambil mengusap kepalaku,,

 Ahhh kurus sekali mamany Mia tapi masih kelihatan cantik "Sayangnya Mia tidak pulang hari ini,, katanya masih lembur mau ada event..!" Kadang Mama kasihan sama Mia karena dia jadi tulang punggung Sekarang adik-adiknya masih kuliah tapi yang satu Ivan sebentar lagi akan wisuda...!"

Panjang lebar mamanya Mia bercerita dan ternyata Mia pernah menikah dengan pria asli Perancis (mualaf) namun pernikahannya hanya berlangsung tiga tahun bercerai karena sudah tidak cocok lagi katanya,,, bagaimana ayahnya meninggal mendadak karena serangan jantung dan secara tidak langsung mereka harus hijrah lagi kembali ke Jakarta,, uang pensiunan ayahnya kurang cukup untuk berobat dan cuci darah tiga kali sehari belum lagi adik-adiknya masih kuliah butuh biaya besar jadi Mia lah yang harus bekerja keras. "Mama sudah menyuruh dia menjual apartemen nya tiii.. tapi dia bila hanya itu peninggalan ayah selama Mia masih sanggup bekerja Mia tidak akan menjual barang apapun peninggalan ayah mah..." Jadilah Mia seperti itu tiii kadang pulang pagi jadi kadanga dia pulang ke apartemen, Mama kasihan melihat Mia,,?" dan tentunya kamu terkaget-kaget melihat Mia Sekarang tii,, doakan saja ya,,,!" Air mata Mama Mia mengalir deras tanpa sengaja kita menangis sampai sesenggukan sambil berpelukan,
Selang dua bulan kemudian ada email masuk,, dari Mia,,,

Dear sahabat sholehah ku,,

sungguh pertemuan kemarin adalah tamparan keras bagiku yah aku sekarang jadi budak hedonisme tidak peduli apapun aku harus mendapatkan uang dan uang yang banyak seolah uang adalah pilihan terakhir, aku ingin mama sembuh kalau perlu biarlah ginjalku untuk nya,, tapi kamu menyadari aku seolah-olah aku lupa bahwa kematian itu mengincar setiap menit bahkan detik bagaimana jika aku yang mati dulu lalu bagaimana dengan Mama bagaimana dengan mendiang ayah melihat anaknya kini,, selangkah keluar tanpa hijab sepuluh langkah dia mendekati neraka,,,. Duhhhh tiii kenapa aku jadi seperti ini? , Ivan cerita katanya kamu pernah ke rumah dan kamu berdua menangisi aku,,,

yah padahal dulu kita pernah berjanji persahabatan kita harus bersama sampai surgaNya kita saling mencari kalau salah satu kita tidak berada di surga,, tapi kini aku yang akan menjerumuskan ke dua orang tuaku kedalam naar,, aku janji tiii,,hampir dua pekan ini aku sudah berhijab kembali pelan pelan aku akan merubah kembali penampilanku,,, rezki yang berkah itu perlu benar adanya dan entah kenapa Mama jadi semakin sehat sepertinya pengebotan herbal yang kamu sarankan menjadikan Mama tidak perlu lagi cuci darah,,, dan benar juga bahwa jilbab bukanlah alasan satu-satunya penghalang berkarir client ku justru tambah respect kepedaku tidak seperti dulu mungkin menganggap aku sebagai wanita itulah kau tahu sendiri kan?  Makasih ya tiiii,,,, atas izin Allah kita dipertemukan lagi uang bukanlah satu-satunya tujuan hidup kenapa dunia yang mengatur kita harusnya kita yang mengatur dunia,, dunia hanya sebagai jembatan kita sendiilah yang membangun jembatan itu, mau megah atau berlubang-lubang atau putus sama sekali. Yang kelak akan kita lewati untuk kembali kepada yang kuasa,, ahad depan main ke apartemenku ya ajak anak-anak ,,

Yaaa Mia!!!! Hanya itu balasan emailku

Selalu ada dua sisi cerita di balik sikap seseorang yang harus kita tahu sebelum kita menjudge tapi paling tidak kita harus tetap memberikan masukan pahit atau manis, jika kita diam atau cuex jelas salah. selama kita masih makhluk Allah yang diberi nafas dan kalau memang saling mencintai atas nama Allah kenapa harus takut atau diam jika seseorang yang kita cintai itu salah jalannya.

Utie 085775866676


.


Top of Form
Bottom of Form
Top of Form
Bottom of Form

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,