Monday, 23 July 2018

Stadhuis Schandaal Film Cinta yang Mengabadi



Stadhuis Schandaal dari judul filmnya pasti kita akan  mengetahui bahwa ada unsur-unsur Belandanya . Karena kata Stadhuis ini artinya balai kota, Film ini menceritakan kisah cinta yang menarik yang terjadi pada jaman kolonial  mengangkat kisah nyata tentang skandal cinta antara Sara, gadis keturunan Jepang-Belanda dengan Peter Cortenhoof,  di jaman Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon yang merupakan gebernur pertama, di Stadhuis (Balaikota) berlatar Batavia pada tahun 1628, yang sekarang  kini menjadi museum Fatahillah. Sang sutradara AdiSurya Abdi mencoba mengemas skandal cinta di zaman kolonial tersebut, ke era milenial seperti sekarang ini melalui tokoh Fei, yang diperankan oleh pemain baru, Amanda Riqby.

Film ini berawal tentang seorang mahasiswi (Fei) yang sedang melakukan riset atau pengumpulan data untuk tugas akhir di Kota Tua, tetapi didalam museumnya, Fei didatangi seorang gadis cantik dari jaman VOC dulu (Sara) dan membawa Fei ke Lorong waktu menuju abad 17, yaitu masa Gubernur Jendral Jan Pieterzoon

picture by facebook stadhuis schandaal
para pendukung film dan sutrdara Adisurya Abdi
Film Cinta Berlatar Belakang Sejarah 
Film yang berdurasi sekitar 95 menit ini adalah film pertama setalah AdiSurya Abdy absen selama 14 tahum dari dunia perfilman sebagai sutradara. Dengan dimulainya debut ini yaitu mencoba  memasukkan  unsur pengetahuan sejarah, dari mulai kebudayaan Tiongkok, kisah nyata percintaan Sara dengan latar belakang era kolonial Belanda di Indonesia, hingga sejarah Batavia.

Beliau menjelaskan, industri film Indonesia banyak mengangkat cerita sejarah sebagai film layar lebar, namun karena penggarapannya jauh dari aspek menghibur sehingga cenderung tak diminati penonton, khususnya millenial. Keunikan film kita adalah mengangkat kisah nyata sejarah tapi dalam wujud kekinian, dalam artian memakai format pendekatan hiburan kata  Adisurya Abdi di acara Pers Conference & Screening di Metropole XXI Jakarta.

Adisurya Abdy memilih para pemain Stadhuis Schandaal, sebagian besar para pemain muda dan disandingkan dengan para pemain senior, Tara Adia berperan sebagai Saartje Specx / Sarah), Amanda Rigby berperan sebagai Fei, Tio Duarte berperan sebagai Wisnu Wardhana, ayahnya Fei. Kemudian, Michale Lee berperan sebagai Peter Cortenhoof, Rensi Millano (Samina), Volland Humonggo (Danny Wong), George M Taka (Jan Pieterzoon Coen), Roweina Umboh (Eva Mert), Iwan Burnani (Jaques Spech), Septian Dwicahyo (Hans), Lady Salsabila (Mila), Stephanie Adi (Rika), Ati Cancer (Bibi), Bangkit Sanjaya (pelayan misterius), Kiki Amalia (Via), Anwar Fuadi (Abimanyu).

Meski bukan berasal dari kisah sejarah resmi, film yang mengambil seting waktu masa lalu selalu menarik untuk dilihat. Bukan saja karena banyak kisah yang tidak sepenuhnya tercatat dalam pelajaran buku sejarah melainkan juga tentang bagaimana kisah masa lalu diangkat menjadi tontonan yang menarik? Inilah yang coba ditawarkan oleh sutradara senior Adi Surya Abdy lewat film bertajuk Sarah & Fei, Stadhuis Schandaal yang diproduksi oleh Xela Pictures. Dan juga setelah melihat film ini ada keinginan dari yang sudah menonton untuk lebih mencintai sejarah, lebih sering datang ke museum untuk mempelajari yang telah lalu.
 
Gala premier di Metropole XXI
Para Pemain Utama Stadhuis Schandaal
Pemain utama dalam tokoh ini adalah dua gadis cantik yaitu Amanda Rigbi dan Tara Adia. Amanda Rigbi  berperan sebagai Fei, sering kita lihat di SitKom Sebuat Tv Swasta yang katanya beda sekali antara layar lebar dan main di untuk televisi. Gadis cantik berusia 26 tahun ini, sudah terbiasa didepan kamera, walaupun demikian untuk film ini, dia berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik dan menambah belajar aktingnya.

Sedangkan Tara Adia yang berperan sebagai Saartie Specx ( Sara ) ini aslinya mahir bermain biola dan seorang penyanyi, lebih dikenal dengan Violinist,  pernah meliris single pertamanya  pada bulan oktober 2015 yang berjudul “Yang Terdalam”  mahasiswi perguruan seni di Jakarta ini berhasil memerankan tokoh Sara untuk aktingnya dia sampai mencari tahu bagaimana kehidupan jaman dulu agar bisa menjiwai.

Di film ini selain 2 tokoh utama ada 3 tokoh yang menarik yaitu Volland Humonggo berperan sebagai Danny, Mikey Lee (Pieter) dan Haniv Hawakin (Chiko) ketiganya bisa langsung mencuri perhatian penonton dengan perannya. Salut saja untuk sutradara Adisurya Abdi, memberikan peran utama kepada pemain-pemain baru di layar lebar, dan ternyata akting mereka cukup memuaskan.

Oh iya untuk lokasi syuting di 2 negara yaitu Jakarta dan Shanghai,Ningho (Tiongkok) karena film ini bekerjasama dengan perusahaan film dan distribusi film dari Tiongkok. Selain di Jakarta, juga  di daerah Pangkalan Bun Kalimantan.

Semoga film Stadhuis Schandaal yang diproduksi oleh Xela Pictures ini sukses dan bisa meraih ribuan atau jutaan penonton. Baru kali ini loh, film yang menyatukan 2 unsur jaman dulu dan sekarang ada dalam 1 film.

Para Pemain Stadhuis Schandaal
Amanda Rigby (Fei)
Tara Adia (Sara)
Volland Humonggo (Danny Wong)
Mikey Lee (Pieter Cortenhoof)
Haniw Hawakin (Chiko)
Tio Duarte (Wisnu Whardana/Ayah Fei)
Rensy Millano (Ibu Fei)
Anwar Fuady (Abimanyu)
George Mustafa Taka (Gubernur Jendral Jan Pieterzoon)
Roweina Umboh (Eva Mert)
Septian Dwi Cahyo (Hans)
Ati Cancer (Bibi)


9 comments :

  1. Masuk ke lorong waktu duuuh seru nih. Saya paling suka cerita yg masuk2 ke lorong waktu atau masuk ke dimensi lain. Tapi nggak ada kisah percintaannya ya.. xixixi.. efek suka film romantis nih 😁😁

    ReplyDelete
  2. Paling asik nonton film tema kisah romantic ala2 percintaan gini deh...settingnya zaman dahuluuu kayaknya hrs ditonton nih. Ada Kota Tua segala ya... wah syutingnya di Jakarta dan Tiongkok..pasti seruuuu ����

    ReplyDelete
  3. Aku senang deh menonton film yang ada latar belakang sejarah. SOalnya jadi banyak informasi juga. Tak sabar juga butat menotnon. Btw aku baru tahu kalau stadhui ini artinya balai kota. Hhehehe

    ReplyDelete
  4. Unik banget sih alur cerita Film ini, ada lorong waktunya pula, semacam petualangan ke zaman dulu gitu ya, seruuu, terutama ada pengenalan sejarahnya. Tontonan edukatif, harus nonton nih :)

    ReplyDelete
  5. Bagus nih mengangkat sejarah Indonesia. Aku suka nonton film Sejarah.

    ReplyDelete
  6. Seneng klo nonton film yang berdasarkan sejarah nyata. Apalagi klo berbau mistis

    ReplyDelete
  7. Menarik jg ya ceritanya tetang cinta berlatarbelakang sejarah. Lumayan jauh juga ya mbak lokasi2 syutingnya sampai Tiongkok

    ReplyDelete
  8. Aku seneng deh kalau ada film yang ngangkat tentang sejarah Indonesia, karena sejarah kita tuh menarik lho. Aku punya buku novel fiksi sejarah yang menurut aku bagus banget. Gak kalah dengan buku novelnya Dan Brown. Duuh, jadi kepingin nonton deh. Apalagi setting ceritanya ada di tempat yang aku tahu (museum Fatahillah) jadi pasti lebih greget yaa nontonnya.

    ReplyDelete
  9. Wah...film2 setting-nya ada dizaman belanda tuh aku suka. Apalagi ceritanya juga ga pasaran ya. Jadi pengen nonton

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,