Friday, 28 June 2019

Cegah dan Kendalikan Penyakit Tidak Menular

Cegah dan Kendalikan Penyakit Tidak Menular
Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi salah satu yang menyebabkan kematian dan ancaman bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, kok bisa,,,! Ternyata banyak sekali jenis PTM yang saya baru ketahui di acara Workshop Blogger Kesehatan cegah dan kendalikan PTM sekaligus memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2019, selama 2 hari yang diadakan oleh P2PTM dan Kemenkes RI. Ternyata faktor dominan dari PTM adalah perilaku hidup yang tidak sehat ujar dr Theresia Sandra Diah Ratih, MHA selaku Direktorat Pencegahan dan Pengendalian PTM.



Jaman semakin maju gaya hidup digital, hedonisme dan yang kesemuanya serba canggih membuat kita semakin dimanjakan oleh alat modern seperti handphone, laptop, notebook misalnya. Kemudian juga konsumsi makanan yang serba instant atau junkfood selalu menjadi pilihan kepraktisan. Tentu saja membuat aktivitas gerak kita akan berkurang bahkan akan timbul gejala PTM, tanpa kita sadari lanjut dr Theresia ada 4 faktor risiko penyebab PTM yang harus diperbaiki.
 
Karena 80% PTM disebabkan oleh
  • 26.1 % penduduk kurang aktivitas fisik
  • 93.5 % penduduk usia diatas 10 tahun kurang menginsumsi buah dan sayur
  • 36.3 % penduduk usia 15 tahun ke atas merokok dan diikuti juga oleh perempuan usia 10 tahun sebanyak 1.9%
  • 4.6 % penduduk di atas usia 10 tahun mengonsumsi alkohol.
cegah dan kendalikan penyakit tidak menular
dr. Theresia
pict by Nurul
Lalu stategi bagaimana untuk Cegah dan Kendalikan PTM

Salah satunya tentunya memberikan kesadaran peningkatan gaya hidup sehat dengan perilaku CERDIK
  • C ek kesehatan secara berkala
  • E nyahkan asap rokok
  • R ajin aktivitas fisik
  • D iet sehat dengan kalori seimbang
  • I striahat cukup
  • Kelola Stress
Kemudian juga adanya strategi Pencegahan dan Pengendalian PTM di dengan cara
Pendiran Pos Pembinaan Terpadu PTM (POSBINDU) yang diutamakan untuk:
Menjaga agar masyarakat tetap sehat dan terhindar dari Faktor Perilaku berisiko, mampu mengindentifikasi dan memodifikasi perilaku berisikonya agar tidak menjadi onset PTM serta

menemukan dini kasus-kasus berpotensi PTM agar dapat dirujuk ke FKTP dan ditangani sesuai standar.

Posbindu PTM pengembangannya berbasis wilayah, disetiap desa atau kelurahan diharapkan minimal terdapat 1 Posbindu PTM untuk menjangkau seluruh Penduduk usia 15 tahun keatas di wilayah masing-masing dengan upaya promotif dan preventif melakukan pendidikan penguatan kesadaran masyarakat adalah Kunci Utama keberhasilan pengendalian PTM, untuk itu sejak tahun 2015, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian PTM Sudah membuat terobosan peningkatan kesadaran masyarakat melalui website dan media Sosial secara masif dan berkesinambungan.

Sedangkan untuk program pengendalian tembakau
Merokok merupakan salah satu faktor risiko PTM penyebab penyakit Kardiovaskular, Kanker, Paru Kronis, dan Diabetes. Hal tersebut sekaligus merupakan faktor risiko penyakit menular seperti TBC dan Infeksi Saluran Pernapasan, masalah kesehatan yang menimpa banyak umat manusia.

Program pengendalian tembakau di Indonesia meliputi : 
  • Melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok dengan menetapkan kawasan bebas rokok di 7 tempat (sekolah, sarana bermain anak, fasilitas pelayan kesehatan, rumah ibadah, transportasi umum, tempat kerja, ruang publik dan tempat-tempat lainnya; 
  • Memperingatkan masyarakat tentang bahaya rokok bagi kesehatan dengan cara menyantumkan gambar pada kemasan rokok (Peraturan Menteri Kesehatan No. 28/2013), iklan layanan masyarakat, dan EIC lainnya termasuk media sosial; 
  • Membatasi tayangan iklan rokok di televisi pada pukul 5 pagi hingga 9.30 malam; 
  • Melarang penjualan rokok kepada anak-anak berusia di bawah 18 tahun dan wanita hamil; 
Kawasan Tanpa Rokok
Peraturan untuk melindungi masyarakat dari asap rokok tidak hanya dalam lingkup nasional namun juga dalam lingkup daerah. Saat ini terdapat 186 kota/kabupaten di seluruh provinsi di Indonesia yang telah mengembangkan dan melaksanakan peraturan bebas asap rokok dalam beragam jenis dan tahap.
cegah dan kendalikan penyakit tidak menular
Dr. Rita Ramayulis
Kesemuanya ini harus ada sinergi dan harmonisasi dalam pencegahan PTM antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, sektor swasta, akedemisi dan seluruh masyarakat selain dr Theresia hadir juga Dr. Rita Ramayulis, DCN . MKes Ahli Gizi yang mengatakan diperlukan diet seimbang dan aktivitas fisik untuk pencegahan PTM terpenuhinya zat gizi makro dan zat gizi mikro pada tubuh, tidak dikurangi atau dilebihkan.
  • Zat gizi makro itu seperti karbohodrat, protein, lemak dan air yang akan menghasilkan energi sel lemak
  • Zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral yang menghasilkan sumber vitamin, mineral dan serat.
Kemudian aktivitas fisik, 
Aktivitas fisik yang dilakukan secara terstruktur dan terencana disebut latihan jasmani, sedangkan aktivitas fisik yang tidak dilakukan secara terstruktur dan terencana disebut aktivitas fisik sehari-hari. Untuk menilai aktivitas fisik, dimensi utama yang menjadi fokus yaitu tipe, frekuensi, durasi, dan intensitas aktivitas fisik. Tipe adalah jenis aktivitas fisik seperti berjalan, bersepeda, olahraga, dan lain-lain frekuensi aktivitas fisik mengacu kepada jumlah sesi aktivitas fisik dan lamanya waktu yang dihabiskan ketika melakukan aktivitas fisik, juga terakhir intensitasnya.

Manfaat Aktivitas fisik tentunya sangat possitif ke tubuh sepeeti
  • Mengendailkan berat badan, tekanan darah
  • Menurunkan risiko keropos tulang.
  • Mencegah diabetes militus 
  • Meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh
  • Memperbaiki kelenturan sendi dan kekuatan otot, memperbaiki postur tubuh juga mengendalikan stress dan mengurangi kecemasan.
Kemudian untuk masalah gizi harus sesuai dengan istilah isi piringku seperti gambar dibawah ini, dan cukup mengonsumsi garam 5 gram per harinya sedangkan gula hanya maksimal 50 gram.
cegah dan kendalikan penyakit tidak menular

Bener banget sih ya,  jika kita pola makan sehat juga aktivitas rutin maka sudah pasti penyakit apapun tidak akan ada yang mampir pada tubuh kita. Tentunya itu tergantung pada niat dan azam didiri kita semua. Semoga setelah hari ini kita semua mulai hisup sehat ya.

Kemudian hari ke dua kunjungan ke RS Kanker Dharmais, RS Kanker Dharmais diresmikan oleh Presiden kedua RI, Bapak HM. Soeharto pada tanggal 30 Oktober 1993. Dan setiap harinya melayani 800 sampai 1.000 pasien rawat jalan. Tiba di rumah sakit pukul 08:00 pagi.
cegah dan kendalikan penyakit tidak menular
Bpk. Prof Abdul Kadir
Langsung disambut oleh Prof Abdul Kadir selaku Direktur utama yang mengatakan bahwa penyakit kanker merupakan biaya no 2 tertinggi dan diharapkan sekali adanya peran pemerintah. Selama ini pengobatan pasien terlalu berjenjang lama, sehingga yang datang ke RS Dharmais ini hampir rata-rata sudah memasuki stadium lanjut.

Dari 80% yang berobat di RS ini yang paling banyak adalah pasien dengan penyakit kanker payudara menurut DR. Dr. Denni Joko, Sp. B (K) Onk, MM salah satu dokter specialist bedah di RS Dharmais ini mengatakan bahwa kanker payudara itu tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Tumor ganas merupakan kumpulan sel kanker yang berkembang secara cepat ke jaringan di sekitarnya atau menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. Penyakit ini terjadi hampir selalu pada wanita namun dapat terjadi pula pada pria.

Sel kanker dapat terbentuk di jaringan lemak di dalam payudara, kelenjar susu (lobulus), ataupun di saluran susu (duktus)
cegah dan kendalikan penyakit tidak menular
dr. Denni
Apa saja ciri-ciri kanker payudara?
Ciri-ciri kanker payudara yang paling khas adalah munculnya benjolan di payudara.
  • Benjolan ciri-ciri kanker payudara memiliki tekstur yang keras dengan batas yang tidak jelas dan permukaannya yang tidak rata. Benjolan juga terus menetap 8 hingga 10 hari usai menstruasi. Bila benjolan ciri-ciri kanker payudara dekat dengan puting susu, akan terlihat bahwa puting susu tertarik ke dalam dan agak susah digerakkan (lengket).
  • Selain munculnya benjolan, tanda dan ciri-ciri kanker payudara yang dapat kita kenali lainnya adalah: Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara, Perubahan bentuk pada puting payudara.
  • Rasa sakit pada payudara yang tak kunjung hilang, bahkan ketika kita sudah masuk ke masa haid bulan berikutnya. Meski begitu, beberapa wanita juga ada yang tidak mengalami rasa sakit atau nyeri di payudaranya.
  • Puting mengeluarkan cairan bening, berwarna cokelat, atau kuning. Puting tiba-tiba memerah dan bengkak tanpa diketahui penyebabnya.
  • Bengkak di sekitar ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelenjar getah bening di daerah tersebut.
  • Pembuluh vena terlihat pada payudara, akibatnya urat-urat di bagian payudara terlihat dengan jelas.
  • Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan), terkadang kulit juga jadi mencekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan.
Apabila mengalami atau mencurigai salah satu gejala dan ciri-ciri kanker payudara seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Hal ini dilakukan agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi. Dengan tanggap terhadap ciri-ciri kanker payudara, maka peluang untuk sembuh dari penyakit ini juga semakin besar.

Kapan harus periksa ke dokter?
Kita harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mencurigai memiliki salah satu tanda atau ciri-ciri kanker payudara seperti yang sudah disebutkan di atas. Pemeriksaan payudara secara mandiri dan teratur penting untuk dilakukan.

Apa penyebab kanker payudara?
Penyebab kanker payudara belum diketahui pasti. Meski begitu, para ahli meyakini jika penyebab kanker payudara karena sel‐sel payudara berkembang secara abnormal dan membentuk sebuah benjlan di payudara. Benjolan ini dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya dan ke bagian tubuh yang lain.

Terdapat beberapa kondisi yang bisa jadi faktor penyebab kanker payudara. Para dokter memperkirakan sekitar 5‐10 persen penyebab kanker payudara berhubungan dengan mutasi gen yang diturunkan di keluarga.

Maka jika memiliki riwayat kanker di payudara dalam keluarga, sebaiknya segera memeriksa darah untuk mendeteksi gen tersebut. Selain mutasi gen, para ahli juga sepakat bahwa riwayat medis dan gaya hidup seseorang bisa jadi faktor penyebab kanker payudara.

Kata Dr Denni lebih lanjut di RS Dharmais ini terdapat tipe terapi standar yang dapat dilakukan dokter sebagai obat kanker payudara, di antaranya:

Pembedahan
Bedah konservatif, yaitu mengangkat sel kanker beserta kelenjar getah bening yang terlibat.
Mastektomi total, yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker.
cegah dan kendalikan penyakit tidak menular
Alat terapi sinar trilogi
Terapi radiasi
Terapi radiasi adalah terapi kanker dengan menggunakan sinar X bertenaga tinggi yang ditargetkan untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini umumnya dilakukan secara teratur bagi wanita yang berisiko tinggi setelah menjalani prosedur mastektomi. 

Kemoterapi
Kemoterapi, yaitu terapi kanker menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan sebelum pembedahan untuk mengecilkan tumor sebelum diangkat. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan setelah pembedahan untuk mencegah pertumbuhan tumor kembali.

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?
  • Gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu mengatasi kanker payudara:
  • Gaya hidup sehat. Diet sehat dan berolahraga teratur merupakan hal penting. kita dapat memulai dengan mengurangi konsumsi alkohol dan BERHENTI MEROKOK.
  • Diet sehat. Konsumsi nutrisi yang baik sangatlah penting. kita akan sulit menahan makanan di dalam perut karena terapi yang diterima dapat menyebabkan mual atau mengubah sensasi rasa. 
  • Olahraga teratur. Kanker dapat menyebabkan lemas yang berkepanjangan dan tidak akan membaik dengan beristirahat. Berolahraga teratur dapat membantu Anda menghilangkan rasa lemas. Anda dapat memulainya dengan berjalan dan memilih olahraga yang nyaman untuk Anda.
Bagaimana cara mencegah kanker payudara?
Nah di RS Dharmais ini juga ada poliklinik deteksi dini kanker, disana kita bisa memeriksa apabila memang ada gejala penyakit kanker. Untuk kanker payudara ada langkah penting untuk mencegah penyakit ini.

Periksa payudara sendiri
Langkah paling mudah untuk mengetahui gejala kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Tujuannya untuk memeriksa benjolan pada payudara. Anda dapat melakukan pemeriksaan ini di rumah secara rutin. Pemeriksaan yang dilakukan secara rutin akan membantu kita untuk mengenali tekstur jaringan payudara normal.

Oleh sebab itu, jika suatu saat  merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada payudara, Dapat segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan cara ini, akan dapat dengan mudah mendeteksi gejala kanker payudara.

Waktu terbaik untuk memeriksa payudara adalah beberapa hari setelah siklus menstruasi selesai. Karena perubahan hormon dapat mempengaruhi bentuk dan perasaan  terhadap payudara.
cegah dan kendalikan penyakit tidak menular

Mamografi
Selain melakukan SADARI, kita dapat melakukan pemeriksaan mamografi secara rutin untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker di bagian payudara. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mengetahui gejala kanker payudara awal. Mamografi sendiri adalah teknik pemindaian gambar menggunakan sinar rontgen dosis rendah untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker di payudara.

Di RS Dharmais ini mempunyai mobil khusus mamografi yang berkeliling keseluruh puskemeas/unit kesehatan di Jabodetabek, jika mau didatangi mobil momografi ini kita diharuskan menghubungi pihak Rumah Sakit terlebih dulu untuk mamografi di mobil ini gratis. Nah jika melakukannya di rumah sakit dikenakan biaya Rp 600.000,-.

Selain itu juga RS Dharmais mempunyai alat baru yang bernama Trilogi dimana pasien yang telah operasi disinar didaerah tertentu untuk mengurangi menjalarnya sel kanker. Setelah mendengar arahan dari dokter-dokter yang berada di RS Dharmais akhirnya kita kembali ke Gedung Kemenkes di Rasuna Said Kuningan.

Setalah Isoma lanjut mendengarkan pemaparan dari DR Rulli Nasrullah M.Si yang lebih suka dipanggil dengan sebutan Kang Arul temanya Social Media Content, yang mengatakan jika ingin post istagram buatlah gambar dan content yang menarik terutama judul di awal yang akan membuat penasaran untuk seseorang membaca caption kemudian sertakan hastag populer dan hastag khusus kita.

Jika sudah demikian dipastikan follower akan bertambah dengan sendirinya. Alhamulillah 2 hari ini sarat banyak ilmu walaupun sedikit lelah tapi happy bisa bertemu dengan orang-orang baru terutama di RS Dharmais melihat banyak pasien kanker yang sedang duduk diruang tunggu. semakin semangat untuk merubah gaya hidup yang lebih baik.
cegah dan kendalikan penyakit tidak menular

cegah dan kendalikan penyakit tidak menular

Jika ingin sehat dan tercegah dari PTM ubah gaya hidup kelebih yang baik. Sehat itu pilihan dan kita yang tentukan sendiri. semoga pemaparan cegah dan kendalikan penyakit tidak menular dapat bermanfaat ya.


https://twitter.com/p2ptmkemenkesRI
https://www.instagram.com/p2ptmkemenkesri/

utieadnu

22 comments :

  1. Pergerakan asap rokok nih yang paling sudah dikendalikan. Ketika seseorang berusaha hidup sehat, masih saja ada orang lain di sekitarnya yang tak peduli saat merokok, tidak mau pergi ke area khusus merokok. Bahkan tak jarang ada orang tua yang dengan bebasnya merokok di sebelah anaknya yang masih kecil. Duuuhh...

    ReplyDelete
  2. Salah satu pemicu PTM itu merokok y mba, agak susah rupanya bagi yang kecanduan merokok ini terjadi dengan mertua sama bapak saya mba sudah mah mereka berdua kena stroke tapi ga ada kapoknya tetap saja merokok padahal bahaya merokok itu udah jelas terpampang nyata

    ReplyDelete
  3. Suamiku nih perokok, susah banget dikasih tau. Padahal aku sakit sakitan sesak napas karena bapakku dulu perokok. Sekarang bapakku surah insyaf karena kena paru2 basah & jantung.

    ReplyDelete
  4. Penyakit Tidak Menular ini justru seperti momok yang menakutkan ya mak. Apalagi semuanya ini disebabkan karena faktor gaya hidup, duh serem ih. Soalnya mamaku diabetes karena faktor pola makan yang salah juga.

    ReplyDelete
  5. Wuaahh makasii sharing nya Mak.
    Sungguh bermanfaat karena banyak bgt yg blum paham serba serbi penyakit tdk menular
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  6. Pengen banget suami bisa enyahkan rokok semoga tergerak hatinya hidup lebih sehat lagi, terima kasih artikelnya ya mba bermanfaat banget

    ReplyDelete
  7. Wah baru tahu persen terbanyak pemicu PTM adalah usia di atas 10 tahun kurang mengonsumsi sayur dan buah.

    Benar-benar ini jadi PR kita semua nih.

    ReplyDelete
  8. Setuju banget nih mbak.. rokok memang sama sekali tidak ada manfaatnua malah merugikan orang lain juga..

    ReplyDelete
  9. wah noted banget nih postingannya. PTM jaman sekarang memang serem-serem ya Mak, huhuhu. Makasi sharing-sharingnya ya mak Utieeee

    ReplyDelete
  10. Aku tertarik untuk mamografi, Mbak. Infonya pas kebenaran banget aku butuh dari segi biayanya. Ntar aku coba lagsng ke Dharmais aja. Memang penyakit Tidak Menular seperti ini cenderung menuntut perubahan pola hidup. Jadi pengobatan yang utama itu lebih pada diri kita sendiri dulu. Baru yang lain.

    ReplyDelete
  11. Wah, coba kalau unit mobil mamografi ini terbesar diberbagai wilayah indonesia. Pastri sangat mempermudah sekali para wanita yang ingin periksa

    ReplyDelete
  12. Kawasan tanpa rokok itu penting nanget bagi kita semua. Karena kita menghirup udara harus yang segar, bukan kepulan asap rokok yang bisa bikin penyakit.

    ReplyDelete
  13. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat... hmmm ya sekarang aku sedang dalam tahap berproses kesana mbak. Pelan-pelan mulai perbanyak asupan buah dan sayur. Sekarang yang masih PR banget nih olahraganya. masih suka banyak alasan mager tuh.

    ReplyDelete
  14. Setelah mama kena stroke, aku jadi rutin lari pagi karena harus sehat untuk merawat mama. Daging banget ya mbak acaranya. Banyak informasi baru tentang keehatan. Thanks for sharing

    ReplyDelete
  15. Acara seperti ini berguna banget ya kak.. Bisa menambah knowledge tentang penyakit..

    ReplyDelete
  16. Duh penyebab terbanyaknya karena kurang konsumsi buah n sayur ya...peer banget nih krn anak2 d rmh pilih2 klo makan sayur

    ReplyDelete
  17. Masih banyak yang kurang paham dengan Kanker Payudara ini. Kita kudu awas. Dan aku pribadi kudu jauh2 dari Perokok

    ReplyDelete
  18. Gaya hidup tak sehat memang menjadi ancaman utama berkembangnya PTM ini ya mba. Banyak begadang, makan tidak teratur, kadar stress makin meninggi, banyak anak muda yang terserang penyakit yang cukup serius saat ini. Harus segera mengubah pola hidup sehari-hari ya.

    ReplyDelete
  19. Keliatannya aja gak berbahaya ya karena gak menular tapi sebenarnya pembunuh nomor satu nih penyakit yang tidak menular. Dan aku termasuk yang berisiko karena udah obesitas.

    ReplyDelete
  20. Soal kanker payudara bikin aku ngeri lho. Makanya aku berusaha SADARI terus tiap berkaca. Semoga kita dijauhkan dari salah satu PTM ini ya.

    ReplyDelete
  21. Cek kesehatan berkala sangat penting ya mba, lagi kalau bisanjauh-jauh dari asap rokok. Semoga kita sehat selalu ya.

    ReplyDelete
  22. Sepertinya sosialisasi Penyakit Tidak Menular ini perlu digalakkan, karena banyak orang masih kurang aware dengan penyakit apa saja, dan jadi nggak peduli.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ