Monday, 30 September 2019

Indonesia Travel Insights 2019

Indonesia Travel Insights 2019
Kalau mendengar kata Google pasti semua identik dengan cari informasi? Segala sesuatu informasi yang kita butuhkan pasti dengan cepat tersaji tinggal klik kata kunci yang kita inginkan. Apalagi kalau travelling google sangat membantu iya kan,, dari informasi tempat pariwisata, hotel, tiket, kuliner bahkan kita bisa juga mencari tren tempat wisata mana yang paling menarik dikunjungi dan instagramable.

Nah,, dalam menyambut hari pariwisata sedunia yang bertepatan pada tanggal 27 septembet 2019. Google membagikan sejumlah hasil analisis penting tentang perkembangan pariwisata di Indonesia. Hal ini menarik diikuti karena anak muda tidak lagi berwisata atau merencanakan perjalanan seperti orang tua mereka. 
Indonesia Travel Insights 2019

Bertempat di Kantor Google Indonesia saya dan beberapa rekan blogger hadir untuk mendengarkan tentang beberapa hal kemajuan pariwisata khususnya di Indonesia. Dalam acara Indonesia Insights Travel 2019 hadir:
  • Ryan Raharjo perwakilan dari Google Indonesia
  • Ari Prasetyo Deputi Management Strategis Kemenpar
  • Zulfi Rahardian Indusry Manager Google Indonesia
  • Sarlina Wijaya CMO Pegipegi
  • Ika Paramitha, Vice President Marketing Airy
Ternyata menurut Bpk Ryan Minat pada pariwisata dan pengalaman wisata terus bertumbuh, terbukti dengan kenaikan penelusuran terkait wisata sebesar 39% sejak awal 2018 menurut Google Trends. Tentu saja ada beberapa keyword yang menjadi acuan para traveler untuk mencari informasi.
Indonesia Travel Insights 2019
Ryan Rahardjo dari Google Indonesia
Dan juga menurut temuan Google kata Bpk Zulfi temuan Industry Manager Google Indonesia, mengungkapkan Indonesia menjadi pasar pariwisata online terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai 8,6 miliar dolar AS untuk pemesanan tiket pesawat dan hotel.

Tentunya angka tersebut diyakini masih akan terus meningkat mengingat masih banyak potensi yang belum dikelola secara maksimal. Hingga 2025 diprediksi pertumbuhan dari sektor pariwisata bisa semakin meningkat.

Lanjutnya ada 4 hal yang akan mendorong pariwisata online, yaitu 
  • Online travel aggregator (OTA), 
  • Airlines booking online, 
  • Long tails hotel, 
  • Experiences. 
Masing-masing faktor bersifat komplementer untuk menciptakan iklim wisata yang kondusif. Dari sisi OTA, misalnya, pencarian berkaitan dengan travel online itu naik 38 persen dalam 18 bulan terakhir, mulai Januari 2018 hingga Juni 2019. Kata kunci seperti promo dan harga tetap muncul sebagai kata kunci pencarian, tetapi kata kunci yang berkaitan dengan layanan juga ikut mengemuka. Seperti cara check in, cara reschedule, cara refund, hingga cicilan. Melonjak hingga 138 persen. Ini menunjukkan masyarakat semakin cerdas. Selain promo dan harga, pelaku bisnis juga dituntut untuk menyediakan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia.
Indonesia Travel Insights 2019
Zulfi Rahardian Industry Manager Google Indonesia
Sedangkan booking tiket secara online, hampir semua maskapai menyediakan layanan ini. Meski begitu, kenaikan harga tiket maskapai yang terjadi mulai akhir tahun lalu nyatanya berpengaruh signifikan terhadap peralihan moda transportasi yang dipilih wisatawan.

Ada temuan menarik lainnya terungkap berkaitan hotel dan akomodasi yang pencariannya naik hingga 37 persen dalam 18 bulan terakhir. Kata kunci yang menonjol adalah hotel murah, temuan itu mengindikasikan bahwa wisatawan, khususnya kalangan milenial dan generasi Z, berpikiran terbuka dan lebih eksploratif. Asalkan hotel atau penginapan bisa menyediakan layanan yang diperlukan, mereka tak akan segan memesan.

Situasi tersebut memungkinkan hotel-hotel lokal yang ada di tempat wisata berkembang. Beragam brand dengan kategori hotel bujet juga ikut merangkak naik. Meski begitu, bukan berarti hotel branded tak lagi diminati. Sedangkan penelusuran untuk akomodasi hemat dalam kategori branded naik lima kali lipat sepanjang periode yang sama. 

Dan yang menentukan semua itu adalah experience. Pencarian tentang atraksi dan aktivitas di tempat wisata meningkat hingga 47 persen dalam periode yang sama. Kata kunci yang menonjol terkait hal itu di antaranya 'terdekat'. "Misalnya mall terdekat, tempat makan terdekat, wisata terdekat, kafe terdekat, pantai terdekat, taman terdekat, dan spa terdekat. Mereka mencari yang terdekat dan lokal punya kesempatan ini tentunya bisa digarap oleh beberapa tenant yang terdekat di tempat wisata.

Kemudian lanjutnya penelusuran untuk aktivitas liburan secara umum telah melonjak sebesar 47% dari paruhpertama 2018 hingga paruh pertama 2019. Selain itu, taman hiburan menjadi makin populer. Dufan, Taman Safari, Trans Studio Bandung, dan Jatim Park 3 adalah taman hiburan teratas, sementara Dieng, Gunung Bromo, dan Borobudur merupakan atraksi paling populer bagi para traveler.
Indonesia Travel Insights 2019
Bpk Ary, Travelio, Ibu Sarlina, Ibu Ika dan Bpk Zulfi
Dan menjelang akhir tahun, kami melihat penelusuran terkait wisata rata-rata naik 20% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Penelusuran untuk destinasi domestik seperti Jakarta dan Bali tetaplah yang teratas, tetapi Purwokerto, Padang, Banjarmasin, dan Cirebon muncul sebagai kota dengan popularitas yang paling meningkat selama setahun terakhir.

Penelusuran untuk destinasi internasional naik 5% selama periode yang sama tahun lalu. Tujuan regional seperti Singapura, Bangkok, dan KL menempati posisi teratas, tetapi volume penelusuran untuk Paris dan Dubai juga mengalami pertumbuhan pesat. Data Google Trends menunjukkan peningkatan 153% untuk staycation sejak Januari 2018,

Dan menurut Bpk Ari menyampaikan bahwa pegawai di lingkungan Kemenpar harus mempunyai kemampuan dan keterampilan digital yang tinggi. Hal ini sesuai dengan kebijakan Menteri Pariwisata, bahwa dunia pariwisata kini memasuki era tourism 4.0

Terkait temuan dengan temuan Google hal ini juga menjadi tantangan bagi UMKM dan pemerintah daerah. Pasalnya, keterampilan pengusaha di daerah masih jadi pekerjaan rumah. Juga dalam hal ini pemerintah membantu dalam hal infrastruktur di tempat wisata maupun infrsatruktur jalan ketempat wisata tersebut.

Sedangkan dari awal tahun pertama 2018 hingga tahun 2019, penelusuran untuk brand agregator perjalanan online (online travel aggregator, atau OTA) seperti Traveloka, Tiket.com, dan Pegipegi naik 20% secara agregat sementara penelusuran untuk akomodasi hemat dalam kategori branded naik 5x lipat sepanjang periode yang sama.

Menurut Ibu Serlina Sekitar 70% pengguna Pegipegi merupakan Milenial dan Generasi Z dan kami mencatat dan generasi ini terus bertumbuh tiap tahunnya. Sebagai salah satu OTA terdepan di Indonesia, Pegipegi terus berkomitmen untuk membuka kemudahan akses perjalanan kepada seluruh masyarakat dengan harga yang kompetitif serta didukung dengan produk dan layanan yang lengkap dan praktis.

Kata kunci kepraktisan dan ramah budget menjadi kunci untuk marangkul milineal dan Pegipegi berusaha untuk meningkatkan dan merangkul beberapa maskapai perjalanan juga hotel yang tersebar diseluruh Indobesia. Yang bisa memberikan layanan maksimal bagi para traveler.
Indonesia Travel Insights 2019

Sedangkan Airy akan tetap mempertahankan posisinya sebagai operator jaringan akomadasi nomor satu di Indonesia kata Ibu Ika kini terdapat lebih dari 2000 partner hotel yang tersebardi lebih 100 kota di Indonesia. Insight dari Google, sangat membantu untuk mengetahui tren wisata di Indonesia dan menjadikan dasar dalam menyusun strategi digital yang menyeluruh. contohnya dengan melakukan upgrade hotel, skill dan pelaku usaha disekitarnya dengan menggunakan property sistem digital.

So, bagi sahabat semua tentunya kehadiran aplikasi google sudah tidak diragukan lagikan dalam hal mencari informasi. semoga saja pilihan pariwisata domestik makin meningkat untuk di explore selain membantu perekonomian pariwisata setempat tentunya Indonesia travel insights makin meningkat setiap tahunnya. Semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat untuk semuanya. 

utieadnu.

















4 comments :

  1. Memang, pariwisata sendiri sudah menjadi gaya hidup masyarakat saat ini. Terlebih kaum milenial. lebih membeli pengalaman ketimbang membeli barang. Semoga dengan adanya platform yang terus berintegrasi bisa memajukan wisata di Indonesia

    ReplyDelete
  2. krn aku rutin traveling, google itu amaaaat sangaaat membantu ketika akan dan sedang jalan2 :D segala sesuatu info ttg tempat yg aku mau datangin, udh pasti aku cari di google. ga kebayang sih kalo Search engine 1 ini hilang :D. Moga2 dengan bertambahnya OTA , persaingan dalam hal travelign bisa lebih sehat, dan customer jd punya banyaak pilihan lagi utk memutuskan destinasi travelingnya.

    ReplyDelete
  3. wah Cirebon masuk kota popularitasnya meningkat ya..bener sih apalagi menuju cirebon itu mudah bgt dari mana2



    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ