Pekan Imunisasi Dunia 2021

Pekan Imunisasi Dunia 2021, Ayo Imunisasi, Bersatu Sehatkan Negeri
Haii,,, kalau bicara imunisasi jadi ingat saat anak-anakku masih kecil. Kebetulan dulu kakak ipar aktif sebagai petugas posyandu jadi  selalu warning aku, kapan waktunya aku harus membawa anak-anak ke posyandu terdekat. Dan alhamdulillah sampai sekarang mereka usia sudah besar imunisasi dasar sudah lengkap dong.

Dan salah satu vaksin yang aku ingat  adalah imunisasi DPT. Vaksin ini dapat mencegah tiga penyakit sekaligus, seperti difteri, pertusis, dan tetanus. Setelah menerima imunisasi tersebut, anakku kesekon harinya langsung demam. 
imunisasi

Ternyata demam terjadi ketika tubuh anak memproduksi respons imun yang memberikan respons dari penyakit tersebut. Tubuhnya akan membuat sistem imunitas baru, sehingga membuat demam terjadi. Tidak semua imunisasi akan menyebabkan demam, tetapi imunisasi DPT kemungkinan besar akan menimbulkannya.

Nah pada tanggal 06 April kemarin, bersama teman-teman blogger mendapat undangan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagai salah satu bagian dari Pekan Imunisasi Dunia yang jatuh pada tanggal 24 - 30 April dengan tema “Ayo Imunisasi, Bersatu Sehatkan Negeri” . Pembicara kali ini hadir secara offline dan online, karena masih pandemi dan tidak memungkin pembicara dari daerah untuk datang ke Jakarta.
  • Prof. DR.Dr. Hindra Irawan satari dari Komnas KIPI
  • Prof. Cissy Kartasasmita, dr, MSc, PhD, SpA(K) sebagai Ketua Satgas Imunisasi PP IDAI (secara online) dan
  • dr .Olivi Silalahi, MSc dari NPO Routine Immunization WHO Indonesia (secara online)
Menurut Prof Hindra bahwa setiap vaksin yang digunakan untuk masyarakat itu harus ada uji klinisnya kemudian tentunya akan dipantau oleh Komnas KIPI, jadi tidak boleh sembarangan apalagi disalah gunakan semua harus ada aturannya.
pekan imunisasi dunia
Prof Hindra
Kemudian Banyak orang sering menganggap vaksinasi dan imunisasi sebagai hal yang sama. Termasuk aku nih. Padahal sebenarnya vaksinasi dan imunisasi memiliki makna yang berbeda. Perbedaan vaksinasi dan imunisasi sering diabaikan karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu.

Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin melalui disuntikkan maupun diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibodi guna menangkal penyakit tertentu. Sedangkan, imunisasi merupakan proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

Mengapa Imunisasi Penting?

Nah menurut Prof Cissy Mengapa vaksinasi itu Penting ada 3 alasannya? :
  • Secara Individu vaksin dapat mencegah penyakit infeksi, contoh BCG, DPT, Polio, Measles, Hepatitis B, Hib , PCV, Influenza, Dengue dll
  • Secara Komunitas Ketika masyarakat telah di imunisasi untuk mencegah suatu penyakit, maka penyebaran penyakit tersebut akan terhambat, biasa disebut dengan istilah “herd”, “indirect” tentunya terjadi kekebalan komunitas.
  • Herd Immunity Ketika masyarakat telah mempunyai kekebalan secara tidak langsung mencegah sebagian masyarakat yang tidak diimunisasi seperti bayi, dan orang yang menderita defisiensi imun.
imunisasi
Prof Cissy
Intinya Mengapa Imunisasi Penting?

Setiap orang pada dasarnya sudah memiliki sistem kekebalan sejak masih dalam kandungan untuk melindungi dari serangan penyakit. Meski begitu, sistem kekebalan tubuh anak/bayi belum bekerja seoptimal dan sekuat sistem imun orang dewasa sehingga mereka akan lebih gampang sakit.

Ini peran imunisasi untuk menjaga kesehatan sejak baru lahir, kalau tidak mendapatkan imunisasi, sistem imun si kecil tidak akan kuat.

Imunisasi adalah cara memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga kebal akan serangan kuman penyakit, baik itu bakteri, virus, jamur, parasit, dan lainnya. Lewat imunisasi, artinya kita melindungi anak dari berbagai risiko penyakit pada masa yang akan datang.

Imunisasi lewat pemberian vaksin akan membantu sistem imun anak memproduksi antibodi khusus untuk melawan jenis-jenis penyakit tertentu.

Beberapa Jenis Imunisasi Dasar
Kemudian memenuhi jadwal imunisasi anak sangat penting untuk mencegah penyakit serius di kemudian hari. Terutama beberapa imunisasi dasar yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Alasan untuk tidak memberikan imunisasi pada anak juga sebenarnya tidak ada, karena vaksinnya bisa diperoleh secara gratis di pusat layanan kesehatan milik pemerintah.

Beberapa jenis penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian imunisasi pada anak adalah tuberkulosis, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, rubella, dan masih banyak lagi. Lalu, apa saja imunisasi dasar yang perlu diberikan pada anak
Jadwal Imunisasi Dasar Anak

Mengutip dari web Kementerian Kesehatan RI, imunisasi dasar lengkap untuk anak perlu dilakukan sesuai usianya. Berikut ini jadwal imunisasi dasar untuk anak yang perlu diketahui orangtua:
  • Imunisasi Hepatitis B (HB-O) untuk bayi yang usianya kurang dari 24 jam.
  • Imunisasi BCG, Polio 1 untuk bayi usia satu bulan.
  • Imunisasi DPT-HB-Hib, Polio 2 untuk bayi usia dua bulan.
  • Imunisasi DPT-HB-Hib 2, Polio 3 untuk bayi usia tiga bulan.
  • Imunisasi DPT-HB-Hib 3, Polio 4, dan IPV untuk bayi usia empat bulan.
  • Imunisasi Campak/MR untuk bayi usia sembilan bulan.
  • Imunisasi DPT-HB-Hib lanjutan dan MR lanjutan untuk anak usia 18 bulan.
  • Imunisasi DT dan campak/MR untuk usia 7 tahun.
  • Imunisasi TD untuk anak usia 8 tahun.
  • Imunisasi TD untuk anak usia 11- 12 th.
Imunisasi Saat Pandemi.

Ternyata nih menurut data 2020 ada sekitar 786 ribu anak-anak Indonesia belum lengkap mendapatkan imunisasi. Dan juga termasuk 10 besar negara di dunia yang menyumbangkan jumlah anak yang belum imunisasi dasar lengkap. Terlebih saat pandemi seperti ini. Orang tua menjadi khawatir untuk membawa anak ke faskes guna mendapatkan imunisasi. Padahal jelas bahwa imunisasi itu sangat penting.
imunisasi pandemi

Ini tips membawa anak imunisasi saat pandemi.
  • Membuat janji kunjungan dengan fakes
  • Datang tepat waktu sesuai waktu yang ditentukan
  • Menggunakan masker
  • Cuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer
  • Segera membersihkan diri/mandi serta mengganti semua pakaian dan perlengkapan ibu dan anak .
Jadi yuks, mumpung belum terlambat kita harus segera nih melengkapi imunisasi dasar untuk anak-anak kita, bisa dilihat dari buku catatan imunisasi atau KMS, apakah sudah lengkap pemberian imunisasinya.

Bagaimana Jika Anak Telat Imunisasi? (Imunisasi Kejar)

Mungkin kita sebagai orang tua sempat lupa untuk membawa anak ke dokter anak untuk diimunisasi. Atau saat jadwalnya anak kita sedang kurang sehat seperti batuk, pilek, demam, atau diare saat jadwal imunisasinya tiba sehingga kita harus menunggu dulu sampai dirinya sembuh.

Jika jadwal imunisasi anak terlewat atau telat, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk segera diimunisasi agar anak tidak berisiko tertular penyakit. Pemberian vaksin yang tidak sesuai jadwal tidak menjadi masalah, asalkan jenis imunisasi wajibnya sudah lengkap semua saat anak berusia 1 tahun.

Pemberian imunisasi sebenarnya aman dan masih dianjurkan meskipun ia sedang sakit ringan seperti batuk, pilek, infeksi telinga, atau demam ringan. Namun, sebaiknya tetap konsultasi dulu dengan dokter soal kondisi anak sebelum melakukan imunisasi.

Di pekan imunisasi dunia 2021 ini, semoga kita semua lebih aware terhadap kesehatan anak-anak kita. Dan ketahuilah bahwa anak-anak yang telah divaksin akan melindungi dirinya dan melindungi anak yang lain yang belum menerima vaksin.

Semoga bermanfaat ☺️
utieadnu

10 comments

  1. Iya mbak betul banget anak bayi wajib diimunisasi apalagi mereka masih rentan terhadap berbagai penyakit.

    ReplyDelete
  2. Aku juga dukung vaksin untuk anakku. Sekarang lagi nungguin giliran vaksin COVID-19, mudah-mudahan beres vaksin ini si corona minggat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk anak2 mungkin usai smp Kali klo utk vaksin covid

      Delete
  3. Kalau dalam makna imunisasi dan vaksin berbeda, namun sama sama penting. Begitu bukan mba??

    ReplyDelete
  4. Anakku juga udah imunisasi lengkap. Tinggal imunisasi tambahan aja nih harus di kejar. Tahun ini perlu 4x vaksinasi dg jenis vaksin yg beda. MMR, Thypim, influenza dan Hep A

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah, meski anakku sudah 8 dan 10 tahun, tapi untuk jadwal imunisasi rutin diberikan dari sekolah yang bekerjasama dengan puskesmas setempat, sehingga baik imunisasi dasar dan imunisasi tambahan, tetap kami lakukan.

    Bismillah..
    Semoga menjadi langkah ikhtiar kami untuk jaga kesehatan.

    ReplyDelete
  6. Daku juga suka ketuker mbak, ternyata beda pengertian ya antara vaksinasi dan imunisasi. Perlu memang untuk diluruskan hal yang sudah biasa didengar tersebut

    ReplyDelete
  7. Ilmu bermanfaat banget ini ya, anak-anakku juga dulu imunisasi dasar lengkap dan bersyukur banget ini imunisasi sekarang sudah digalakkan lagi, infonya semakin menyebar ya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ