Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi
Hai semua semoga selalu dalam keadaan sehat-sehat ya, sedih banget memang dengan keadaan sekarang baru saja beberapa bulan membaik eh kita harus dengan virus varian baru lagi.

Sudah senang ketemu teman kantor, anak-anak pun bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Kita harus kembali menghadapi kenyataan untuk kerja dan belajar di rumah. Situasi yang seperti ini tentunya bisa membuat kesehatan mental juga ikut terganggu. Gimana tidak sudah hampir 2 tahun lebih kita seperti dipaksa untuk mengikuti protokol kesehatan.

tips-menjaga-kesehatan-mental


Tidak bisa berjumpa dengan ibu, saudara bahkan teman, secara langsung walaupun tujuan untuk kebaikan bersama tapi tetap saja seperti ada yang kurang. 

Tetapi ada pelajaran yang bisa kita ambil dari situasi pandemi. Untuk menjaga kesehatan tubuh.

Selama 2 tahun ini kita jadi fokus pada kebersihan dan menjalankan pola hidup sehat, tentunya untuk meningkat imun tubuh agar tidak tertular virus. Dan benar adanya bahwa kesehatan itu mahal harganya.

Selain kita memperhatikan kesehatan fisik sebenarnya harus ada yang kita jaga banget yaitu kesehatan mental. Ada beberapa tips yang bisa membantu kesehatan mental yang bisa kita lakukan.

Tips Menjaga Kesehatan Mental

Batasi Penggunaan Media Sosial

Mengikuti perkembangan berita yang sedang terjadi memang penting, tetapi jika berdampak pada psikis masing-masing orang, sebaiknya batasi penggunaan media sosial. Terus-menerus terpapar berita-berita di luar sana kadang sering berdampak negatif bagi kesehatan mental. Batasi penggunaan teknologi, mengingat terkadang perlu keluar dari dunia maya dan mencari aktivitas lain yang membuat diri sendiri merasa senang dan nyaman.
tips-menjaga-kesehatan-mental
No handphone

Sibukkan Diri dengan Berbagai Aktivitas atau Eksplorasi diri

Saat pandemi otomatis banyak aktivitas kita dilakukan di rumah saja. Pasti ada rasa jenuh dan lelah berlebih karena keterbatasan tersebut. Sisi positifnya, kita jadi punya waktu untuk lebih mengeksplor diri.

Misalkan berkebun, terus terang ini yang aku lakukan melihat tanaman menjadi healing tersendiri. Kemudian memasak , satu hal ini yang membuat kita jadi sering conba menu baru, karena ingin memberikan gizi yang terbaik buat keluarga. Menu baru jadi sering kita buat, walapun itu mencontoh resep yang ada di youtube. Pokoknya masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan.

Dan ini terus terang kegiatan memasak dan berkebun jadi membuat kadar stres kita berkurang.


Tetap Menjaga Interaksi Sosial

Keterbatasan ruang gerak sosial karena pandemi mengakibatkan kita tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan keluarga dan teman-teman kita. Untungnya, kita hidup di era modern yang memungkinkan kita untuk tetap bisa menjalin komunikasi secara virtual melalui voice call, video call/conference, dsb.

tips-menjaga-kesehatan-mental
Tetap interaksi meskipun on-line

Dengan berinteraksi secara virtual, kita tetap dapat bersilaturahmi tanpa harus meninggalkan rumah dan kesehatan mental tetap terjaga, karena kita tidak mungkin akan merasa melalui semua ini sendirian.

Menjaga Kesehatan Finansial dengan Asuransi Kesehatan

Pandemi ini juga mempengaruhi aspek finansial merupakan main issue yang jadi keresahan banyak orang sejak tahun lalu, saat pandemi Covid-19 melanda. Tidak sedikit orang yang kehilangan pekerjaan, terkena kebijakan pengurangan gaji, dan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Makanya, nggak heran kalau kesehatan mental kita akan terganggu, karena stres memikirkan biaya kehidupan sehari-hari.

Nah memiliki asuransi kesehatan di masa pandemi menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga diri dan keluarganya, serta kondisi finansial . Adanya asuransi kesehatan di masa pandemi setidaknya menambah satu keuntungan, yakni asuransi akan mengcover seluruh biaya pengobatan dan biaya perawatan tanpa membongkar celengan atau menarik dana darurat.

Salah satu perusahaan asuransi jiwa berbasis digital terkemuka di Indonesia, FWD Insurance, menghadirkan FWD Hospital Care Protection

FWD Hospital Care Protection memberikan cakupan perlindungan menyeluruh untuk pelayanan medis rawat inap dan rawat jalan serta serangkaian fasilitas rehabilitasi termasuk perawatan ekstra. 

Para nasabah dapat memilih berbagai pilihan layanan berdasarkan wilayah geografis dan manfaat yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tingkat resiko kesehatan mereka.

fwd-hospital-care-protection
source FWD

Selain manfaat rawat inap dan rawat jalan biasa, produk ini juga dilengkapi dengan manfaat atas biaya rawat jalan untuk penyakit infeksi dan juga manfaat rehabilitasi, konsultasi ahli gizi dan pemantauan kanker selama masa pemulihan nasabah. 

Selain itu, produk ini juga memberikan manfaat tambahan lain yakni limit booster, no claim bonus dan santunan pemakaman. Untuk memberikan kemudahan bagi nasabah, produk ini juga didukung jangkauan perlindungan di seluruh dunia serta pengajuan klaim melalui aplikasi FWD MAX.

Manfaat rawat jalan seperti apa yang kamu butuhkan? Apakah ingin manfaat rawat jalan langsung ke dokter spesialis atau ke dokter umum dulu baru berjenjang ke dokter spesialis dalam kondisi khusus? Bila mengutamakan kenyamanan dan kecepatan tindakan, memilih manfaat rawat jalan langsung ke dokter spesialis akan lebih efektif bagi kebutuhanmu.

Oleh karena itu, situasi pandemi seperti sekarang memberikan pelajaran berharga kepada kita agar dapat mengelola keuangan dengan lebih baik. Mulailah dengan membuat perencanaan keuangan sederhana yang bisa jadi pegangan kita setiap menerima gaji atau sumber income lain.

Jangan lupa alokasikan sebagian income untuk dana darurat, asuransi dan investasi. Keadaan memang tidak menentu, tetapi kita harus tetap mempersiapkan dana untuk tujuan-tujuan keuangan di masa mendatang. Kondisi finansial yang sehat membuatmu menjalankan hidup dengan nyaman dan kondisi kesehatan mental juga tetap terjaga.

Sekarang kita sama-sama berdoa agar tidak ada lagi varian virus lain untuk seterusnya tetap jaga protokol kesehatan dan jaga pola hidup sehat. Dan mulai menyadari nih detik ini juga betapa pentingnya proteksi kesehatan, untuk mengurangi risiko kerugian financial nantinya.

Tetap semangat ya semoga tips menjaga kesehatan mental selama pandemi bisa bermanfaat.

utieadnu

26 comments

fanny_dcatqueen said...

Memang mba, ngaruh banget ke kesehatan mental pandemi ini :(. Aku yg tadinya udah mulai happy sepertinya pandemi bakal berakhir, hrs kecewa lagi pas muncul varian baru. :( . Udh 3 tahun ga ketemu ortu di Medan saking kuatirnya jadi carrier.

Berharap bgt Yaa ini bakal selesai.

Kalo masalah asuransi kesehatan, penting sih ini. Aku sendiri Ama suami punya juga, selain asuransi jiwa, kami juga pake asuransi kesehatan utk rawat jalan. Biar gimana pentingkah buat proteksi. Apalagi kalo amit2 kena sakit berat. Setidaknya ga harus jual aset, cukup dr asuransi.

Dian Restu Agustina said...

Jaga mental selama pandemi wajib itu...
Dan jika masalah kesehatan sudah terproteksi asuransi bakal lebih tenang pikiran. Seperti asuransi kesehatan dari FWD Hospital Care Protection ini yang punya banyak manfaat dan keuntungan.

Sapamama said...

Wah, ada produk asuransi kesehatan baru ya. Di kondisi tak menentu seperti sekarang memang penting banget punya asuransi kesehatan mba. Stay healthy yaaa...

Suciarti Wahyuningtyas (Chichie) said...

Menjaga kesehatan mental selama pandemi itu penting banget ya menurutku, menemukan teman 1 circle pun itu wajib banget karena bagaimanapun mereka ini bisa menjadi penyemangat kita dan tempat kita meluapkan isi hati saat senang atau pun sedih. Selain itu yang namanya sehat itu mahal, makanya jangan lupa kasih proteksi diri. Kalau aku biasanya self reward itu dengan memiliki proteksi diri berupa asuransi kesehatan.

Eviindrawanto.Com said...

Selama pandemi memang banyak tantangan, bahkan bertubi-tubi. Itu lah yang bisa mempengaruhi mental kita ya Mbak. Kalau gak kuat-kuat bisa jadi senewen deh. Nah keamanan finansial selama pandemi bisa sedikit mengurangi agar mental kita tetap sehat ya

Eni Rahayu said...

Memang menjaga kesehatan mental selama pandemi itu sangat penting. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental terutama yaitu bangun pikiran positif supaya terhindar dari rasa bosan yang mengakibatkan stress. Karna stress itu lah yang menjadi sumber berbagai penyakit.

Jalan-Jalan KeNai said...

Saya udah menyadari tentang kesehatan mental ini dari awal pandemi. Meskipun alhamdulillah secara fisik masih diberi kesehatan sampai sekarang. Tetapi, mental udha kena sejak awal. Bersyukur pelan-pelan membaik. Berharap banget pandemi bisa lekas selesai. Biar bisa tenang lagi kayak dulu

Dennise Sihombing said...

Kesehatan mental itu memang penting banget ya harus dijaga.Apalagi selama pandemi ini berita-berita hoax berimbang dengan berita sebenarnya. Sekarang ini aku lebih membatasi berinterasi dengan sosial media.Supaya sehat mentallah. Salam sehat: Dennise

Nanik nara said...

yang namanya sehat itu emang mahal, makanya mesti di jaga. Baik kesehatan fisik maupun mental. Sebagai perlindungan dan berjaga-jaga kalau tiba-tiba sakit, bisa banget dengan ikut program asuransi kesehatan

Dee_Arif said...

Memang ya mbak, saat pandemi nggak hanya kesehatan fisik yang perlu dijaga ya mbak
Tapi juga perlu menjaga kesehatan mental pula

Rach Alida Bahaweres said...

Menjaga kesehatan agar tetap sehat dan kuat itu memang wajib banget di situasi seperti sekarang ya mba. Apalagi ini juga kita harus tetap waras diantara kepungan informasi yang kadang bikin panik

Niken Nawang Sari said...

Menjaga kesehatan mental di masa pandemi emang penting banget ya mbak. Kadang rasanya nggak kuat juga dengan keterbatasan mobilitas, tapi kembali lagi mencoba menyibukkan diri dengan apa yang ada di depan mata supaya nggak stress. Penggunaan media sosial emang harus dibatasi, kalo nggak tuh biasanya aku jadi sering capek sendiri.

Lidya Fitrian said...

Media sosial memang kadang bikin kita gak bosen dengan segala hal di dalamnya tapi kalau gak dibatasi bisa bikin stres juga ya mbak. Kalau gak diatasi stres ini berpengaruh ke kesehatan mental jadinya.
Kalau gak punya proteksi kesehatan apalagi di masa pandemi bikin stres juga ya makanya sebisa mungkin punya perlindungan kesehatan. FWD memang care dengan nasabahnya ya dalam hal pelrindungan kesehatan

lendyagassi said...

Kalau kesehatan fisik bisa terukur dengan baik karena kalau sakit, ada tanda yang bisa diketahui segera. Tapi kalau kesehatan mental, hanya diri kita sendiri yang tahu.
Semoga dengan adanya alarm yang ada, kita gak abai dan teta sehat fisik mental di masa pandemi.

Ida Raihan said...

Bener Mbak. Pandemi ini memang bikin stress, aku pun lama belum bisa ketemu orang tua di Lampung, udah sejak akhir 2018 berada di Surabaya. Sehat selalu ya Mbak bersama seluruh keluarga.

Sri Widiyastuti said...

Iya mbak, salah satu terapi jitu untuk membantu kita menjaga kesehatan mental adalah membatasi diri dengan gadget dan sosial media. masa pandemi kudu pintar menjaga kesehatan lahir batin yaa.

Nurul Fitri Fatkhani said...

Setuju, MBak. Menghadap pandemi kita harus rajin menjaga daya tahan tubuh. Terutama di musim pancaroba, harus jaga kesehatan ya...

Adriana Dian said...

setuju bangeeeet, kesehatan mental emang jadi satu hal yang harus banget dijaga selama pandemi ya maaak.. karena kadang, pas mental kita nggak sehat, kita jga ngga bisa rasain apa apa yaaaa.. huhu

Dian farida ismyama said...

Aku bosan banget selama pandemi. Tapi ada juga yang disyukuri. Salah satunya karena suamiku wfh udah 2 tahun ini. Anak2 jadi tiap hari ketemu ayahnya 24 jam. Hehe. FWD Hospital Care Protection penting ya dipunyai oleh kita

Helenamantra said...

Waktu awal gelombang ketiga ini aku panik, mbak Utie. Parno, khawatir kena lagi. Jadinya kurangi medsos dan perbanyak kegiatan di dunia nyata. Soalnya tiap buka medsos isinya cerita isoman.

echaimutenan said...

aku pun ini kudu aware
mana pas awal pandemi aku kena post partum ya Lord ampun kerasa banget masa-masa awal panik dll itu. ibu dan bapak yang waras itu emang pentingg

April Hamsa | Mom Blogger said...

Penhgen membatasi medsos tapi krn kerjaan jadi gak bisa haha. Paling yaaa kurang2in overthinking aja soal segala macam hal dan tetep beraktivitas sebaik mungkin. Beriteraksi sesekali ma temen juga penting ya, entah online atau offline.
FWD ini asuransi yang bagus buat jaga2 kondisi kesehatan yaa, walau gak minta sakit juga sih hehe, setidaknya ada proteksi.

Uniek Kaswarganti said...

Setuju tuh mba, kita sebaiknya membatasi scrolling media sosial, terutama pada konten2 yg potensial menimbulkan penyakit hati, misal iri dan dengki.

Nah, di masa yang rawan ini, sudah selayaknya kita memiliki perlindungan diri untuk kita dan keluarga. Harus pilih yang memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan budget kita.

Hidayah Sulistyowati said...

Awal pandemi aku sempat nggak mau scroll media sosial. Gara-gara bikin makin parno dan stress dengan berita yang kadang gak benar. Tapi sekarang sih udah bisa menjaga mental health, dan meemilih circle pertemanan yang enggak jadi racun itu penting

Ayaaa KEB said...

Tips pertama memang mantul banget di aku Mbak Uti. Pas burnout, scrol media malah makin menjadi. Akhirnya memberikan jeda beberapa hari buat puasa sosmed ternyata lebih tenang. Btw, aku juga pake FWD, kemarin pas lahiran dicover dan prosesnya pun gampil banget pake aplikasi. No ribet! :)

Antung apriana said...

pandemi ini memang sangat berpengaruh ya sama kesehatan mental kita. apalagi kalau kita kebanyakan overthinking ya, mbak. mana ekonomi juga terpengaruh semakin bikin stress jadinya. huhu