Monday, 19 February 2018

Tips Bercanda Yang Diperbolehkan


Siapa sih yang ngga senang kalau banyak teman dan berkumpul itu pasti seru?, bertukar pikiran, saling cerita pengalaman masing-masing, selain itu juga menambah silaturahim dan tentunya akan memperpanjang usia dan rezeki. Akan tetapi jika sedang berkumpul kemudian ada joke-joke yang nyeleneh kadang vulgar jadi bikin ngga respect.

Nah itu terjadi Kebetulan setelah reuni kemarin akhirnya kita sepakat utuk membuat grup di WhatsApp, selain untuk kemudahan berkomunikasi ini tentunya juga bertujuan kalau ada informasi yang terjadi atau ada peristiwa yang terkaint dengan teman-teman kita bisa lansung bisa mengetahui.


Mulailah setiap hari chat grup penuh dengan notifikasi maklum kita semua ini berbagai profesi ada yang guru, ibu rumah tangga, ada juga yang kerja diperkantoran. Tapi lama kelamaan kok chatnya menjadi garing, curhatan dalam rumah tangga sering diblow-up kadang ada chat yang berbau vulgar juga sering didiskusikan yang pada akhirnya membuat malas untuk membaca chat tersebut. Belum lagi gambar-gambar vulgar yang dikirimkan setiap harinya.


Akhirnya mau tidak mau saya memang harus mengambil langkah untuk keluar dari grup, karena candaan-candaanya semakin mengarah yang menurut saya tidak wajar meskipun sudah disilent dan sudah disetting untuk tidak bisa menerima gambar, tetapi jadi merusak hati. Dan pada akhirnya saya pamit dengan baik-baik untuk keluar dari grup dengan alasan handphone mau dipakai suami, tetapi hubungan baik tetap dijaga, jika ada informasi apapun ada yang sakit ataupun mengundang pernikahan saya akan tetap datang untuk silaturahim dan menjenguk

Sebenarnya dalam agama islam sendiri melarang dan menahan kita untuk banyak berbicara yang tidak berguna karena nanti akan mengarah menjadi ghibah dan biasanya akan timbul kebohongan-kebohongan yang mengikutinya.


Adab bercanda dan bergaul menurut agama islam sudah diatur bahkan ada di dalam Al-quran dan Hadist, bahkan Rosulullah SAW pernah bercanda itupun hanya sekali ketika beliau mengatakan kepada "seorang nenek yang sering memungut dauh dan tidak menggunakan sapu, nenek itu melakukannya dengan memungut satu persatu daun yang berserakan di halaman masjid sambil menyebut asma Allah, melihat itu beliau berkata, nanti di dalam surga tidak ada nenek seperti engkau!' alangkah sedihnya nenek itu, akan tetapi kemudian Rosulullah tertawa dan kelihatan gigi putihnya lalu berkata lagi. "Ya nenek karena engkau di surga akan berubah menjadi bidadari yang muda dan cantik!' Dan si nenek itupun kembali tersenyum.

Inilah adab-adab bercanda yang pernah saya baca

1. Tidak berlebihan
Dalam bercanda jangan sampai melampaui batas atau bercanda terus menerus. Karena terlalu banyak bercanda akan menjatuhkan kehormatan dan kewibawaan seseorang. Banyak bercanda dan tertawa juga dapat mematikan hati, sehingga kita sulit menerima nasehat dari orang lain. Rasulullah bersabda,

لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

"Janganlah kalian banyak tertawa, karena sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati." (HR. Ibnu Majah 4193. Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Shohihah 506)
2. Tidak bercanda dalam perkara agama
Bercanda yang menyangkut urusan agama. Dalam masalah agama termasuk bercanda yang tidak diperbolehkan. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam firmannya surat At-Taubah ayat 65

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ
  
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, 'Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.' Katakanlah, 'Apakah dengan Allah. ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?"

3. Tidak berbohong
Mungkin poin ketiga ini yang paling banyak dilakukan. Dimana demi mendapatkan kelucuan mereka rela mengada-ngada atau berbohong saat bercerita.

Padahal tidak diperbolehkan seseorang itu berdusta atau berbohong, baik saat bercanda atau serius. Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam bersabda,



وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

"Celakalah bagi orang yang bercerita kemudian berdusta agar membuat orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia. (HR. Abu Dawud 4990, Tirmidzi 2315, Ahmad 5/5-6, Darimi 2/382, Hakim 1/46. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Ghoyatul Marom 376, al-Misykah 4838)"
4. Jangan menghina orang lain
Dalam bercanda kita dilarang menghina orang lain atau menyebutkan aibnya untuk membuat orang lain tertawa. Karena hal itu akan menyebabkan permusuhan. Demikian juga dalam bercanda kita dilarang menuduh, mencela, atau menyifati seseorang dengan perkataan dan perbuatan yang tidak baik.

Bahkan kita juga dilarang menyebut seseorang dengan panggilan yang buruk, misalnya memanggil teman dengan sebutan atau gelar yang buruk

Allah berfirman dalam surat al Hujurat ayat 11. Dalam firman Allah ini dijelaskan bahwa kita tidak boleh memanggil nama teman dengan ejekan meskipun hanya bercanda.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dholim. (QS. al-Hujurot: 11)"

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ


Seorang muslim adalah yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya. (HR. Bukhori 10, Muslim 40)

Nah itulah adab bercanda yang harus kita ketahui, walaupun sebenarnya masih ada lagi yang lain, akan tetapi poin dari itu semua bicaralah yang baik jika perlu dan saat yang tepat.

Jika ingin bercanda yang bermanfaat bercandalah dengan anak-anak atau pasangan tentunya lebih menambah hubungan yang harmonis dan bounding yang bermanfaat bagi anak-anak, dan pilihlah teman yang selalu mengingatkan kita tentang kebaikan, karena kelak dialah yang akan mengajak kita ke surgaNya insyaAllah.

maaf ya tulisan ini bukan bermaksud menggurui atau menasehati, dan sayapun masih banyak belajar tentang hal ini. Terimakasih, semoga bermanfaat.
*sumber bacaan dan tulisan arab abanaonline


18 comments :

  1. Setuju banget sama poin poin di atas mba, bercanda jangan lebay sampai bawa bawa Agama segala. Dan juga jangan menghina manusia lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. gemes ya mba,,, mudah2an semua kita terhindar dari masalah2 sia,,, terus belajar menjadi yg baik

      Delete
  2. Kalau kita perhatikan emang banyak sekali yang bercanda yang juga mengandung kebohongan, dan mirisnya lagi digunakan para ustad dalam berceramah.Semoga kita terhindar dari yang demikian. Tipsnya bermanfaat sekali, terima kasih mbk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iy mas.. sama2,, semoga kita terhindar dari berkata sia2

      Delete
  3. setuju, krn sering candaan malah nyakitin perasaan orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba,,, sama2 mudah2an kita bisa banyak belajar y saling mengingatkan

      Delete
  4. Mba Utie, terima kasih sudah mengingatkan. Aku juga terkadang becanda kebablasan. Maksudnya pengen ngelucu tapi kok malah ada yang berkenan. Smoga kita terhindar dari hal hal yang tak baik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, sama2 mba al,,, nih juga masih banyak belajar

      Delete
  5. Beneran aku males bgt di grup yang emak2nya pada becanda tentang fisik sama perkataan kotor dan jelek, sebel aku pengen left aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, akupun udah left, mba,,, gk kepikiran juga sich kok usia udah makin bertambah bercadaannya masih kayak anak remaja

      Delete
  6. Dulu pernah ngalami ngalami di kantor becandaan agama, ish aku balas lagi sampai pada nyadar itu salah. Buatku becandaan agama tuh fatal

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mba Eni, gemes aja ya ngedengarnya, akupun samapi keluar dr tempat kerja salah satunya karena agama dipermasalahkan di sana

      Delete
  7. catatan penting nih, buat kita semua apalagi buat pelawak atau komedian di TV bikin konten becandaan sesuai adab, biar berkah

    ReplyDelete
  8. Kadang bercanda yang berlebihan mendatangkan amarah dan kebencian
    .kalau ada yang tersinggung kan gawat hehe apalagi jika kita belum terlalu mengenal teman tsb ya mb Utie ��

    ReplyDelete
  9. Nah, alhamdulillah baca ini jadi diingatkan sama Mba Utie.. Niatnya becanda tapi memang mesti liat-liat ya mba.. Apalagi kalau becandanya berlebihan dan malah menyakiti.. Sekarang banyak lagi yang becandain agama.. :(

    ReplyDelete
  10. wah jadi tau jika bercanda itu ada batasnya padahal kalo saya becanda kadang lepas landas

    ReplyDelete
  11. Becanda yg mengarah ke hal2 jorok tuh yg gak enak dibacanya.

    ReplyDelete
  12. Tengkyu remindernya mbak Utie. Emang becanda apalagi kalau menghina org lain bisa berabe. Ada yg sampai nhebabin permusuhan dll.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,