Monday, 10 September 2018

Kebutuhan Gizi Pada Anak



Assalamualaikum wr wb

Kebutuhan gizi pada anak tentunya berbeda dengan berbeda dengan orang dewasa, anak memerlukan nutrisi dan kalori tambahan sebagai salah satunya yang penting yaitu untuk tumbuh kembang. Meski begitu, tetap saja kalori yang masuk dan kalori yang keluar harus seimbang. Nah, justru kita sebagai ibu mileneal harus konsen terhadap gizi anak agar maksimal.

Diacara  Kelas Gizi dan Food For Kids Indonesia, pada tanggal 8 September 2018 bertempat di Gili Gili Restourant Bogor hadir  Ibu Dr Ir Dwi Hastuti MSc mengatakan memberikan nutrisi pada anak tentunya tanggung jawab kita sebagai orangtua harus konsen terhadap asupan nutrisi yang diberikan setiap harinya. Ada yang harus kita perhatikan diantaranya, jangan sampai kita memberi asupan tidak membatasinya atau mengontrol sehingga anak bisa menjadi over weight/kelebihan berat badan.

Ada tips-tips yang perlu diperhatikan :
  • Latih kepekaan rasa mereka. Kalau anak dibiasakan makan yang sehat-sehat, pola ini akan terbawa sampai nanti. Makanya, mulailah membentuk kebiasaan ini sejak dini. 
  • Hanya sajikan makanan yang sehat. Misalnya, perbanyak sayur dan buah, batasi asupan gula (coret minuman yang diberi pemanis buatan dalam daftar belanja!), olahlah makanan secara sehat (lebih banyak yang dipanggang atau direbus ketimbang digoreng), dan sebagainya. Lupakan aturan ‘habiskan makananmu'.
  • Anak harus belajar berhenti makan begitu kenyang. Jika ia harus selalu menghabiskan apapun (padahal perutnya sudah tidak muat lagi), Anda bakal kerepotan untuk menyuruhnya berhenti makan nantinya! Catatan: Tak perlu menyediakan makanan yang berlebihan. Kalau masih lapar, si kecil pasti minta lagi kok.  
  • Siasati acara makan bersama. Penelitian membuktikan, keluarga yang selalu makan bersama, minimal 1 kali sehari, akan mengonsumsi makanan yang lebih bergizi dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Yang penting, jangan hidangkan semua makanan di atas meja, melainkan taruhlah makanan (yang lengkap dan sesuai kebutuhan) di piring masing-masing. Juga, aturlah agar acara makan ini berlangsung paling lama sekitar 30 menit.
Ibu Dwi Hastuti picture by instagram foodforkidsindonesia
Lalu bagaimana jika anak sulit makan? yang kadang membuat orang tua pusing?
  • Pamerkan kebiasaan sehat. Anak adalah peniru ulung. Makanya,  ibu dan suami nih, harus kompak dan membuat si kecil selalu melihat  berdua menikmati makanan yang baru dan sehat.
  • Buatlah makanan sehat sebagai satu-satunya pilihan. sehari-hari hanya siapkan makanan bergizi seimbang pada waktu makan. Begitu lapar, mau tidak mau anak akan makan makanan yang disediakan. 
  • Perkenalkan makanan baru setiap minggu. Jika awalnya anak tidak mau menyentuh makanan, cobalah lagi, lagi, dan lagi. Penelitian  membuktikan, anak akan menerima makanan yang semula ditolaknya, setelah terekspos makanan tersebut sampai 10-15 kali. Jadi, jangan memaksa dan jangan cepat-cepat menyerah ya!  
  • Biarkan anak memilih. Berikan daftar makanan yang terbaik bagi anak, lalu biarkan ia memilih 2-3 jenis makanan yang paling disukainya. Anak pasti akan menghabiskan makanan yang dipilihnya sendiri.
  • Jadikan ajang permainan. Misalnya, ajak anak berlomba mengunyah. Ia harus menghunyah nasi sampai 10 kali dan lain-lain. Selain seru, tantangan seperti ini akan membuatnya tidak terburu-buru mengunyah makanan.
  • Dan jangan lupa peran air minum sangat penting usahakan memberikan minum sesering mungkin karena biasanya anak-anak kalau sedang bermain kadang lupa untuk minum.
Kemudian hadir Ibu Annisa Rizkiriani, S.Gz, M.Si yang menyatakan bahwa pertumbuhan gizi anak dimulai sejak berada dalam kandungan atau lebih dikenal dengan 1000 hari pertama. Yaitu  usia 0 – 2 tahun. Pemenuhan gizi yang optimal selama periode 1000 HPK, selain memberi kesempatan bagi anak untuk hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih produktif, juga berisiko lebih rendah dari menderita penyakit degenerative. Menurut penelitian  memberikan bukti kuat bahwa gizi yang cukup di dalam kandungan dan di usia 2 tahun pertama kehidupan sangat kritis untuk pembangunan sumber daya manusia.
 
Ibu Annisa picture by instagram foodforkidsindonesia
Pertumbuhan anak pada periode emas berlangsung secara cepat, yaitu selama tahun pertama dan kedua usia anak. Namun, dalam kasus-kasus kekurangan gizi, justru fakta menunjukkan bahwa penurunan status gizi terjadi pada periode ini. Oleh karena itu asupan makanan selama kehamilan sangatlah perlu untuk diperhatikan. Dengan meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan anak sejak dalam kandungan akan didapatkan generasi penerus yang lebih produktif sehingga dapat memajukan kualitas generasi muda.
 
perserta workshop sedang menyimak materi
So, penting bangetkan menerapkan pola makan sehat untuk anak pemberian nutrisi yang konsisten adalah kuncinya. Daripada berkutat pada menambahkan porsi makannya, fokuslah pada gaya hidup sehat untuk seluruh anggota keluarga. Atur pola makan, seperti menerapkan jadwal 3 kali makan pokok dan 2 kali makan camilan dalam sehari. Kurangi konsumsi junk food dan minuman tinggi gula seperti soda. Jangan lupa untuk memasukkan beberapa jenis makanan berikut dalam menu makanan keluarga:
  • Buah dan sayuran segar
  • Sereal dan roti gandum
  • Produk susu, seperti susu murni, yogurt, dan keju rendah atau tanpa lemak
  • Daging tanpa kulit dan lemak, seperti ayam, kalkun, dan ikan. Tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan. Misalnya anak jajan sembarangan di sekolah.
Anak akan menghadapi banyak godaan setiap harinya walaupun kita telah berusaha maksimal untuk membentuk pola makan sehat di rumah. Kalau perlu, bawakan bekal untuk anak  di sekolah dan ingat juga kita  sebagai orangtua adalah panutan dalam proses ini, jadi pilihlah makanan sehat untuk diri sendiri dan keluarga. Dan meski anak-anak usia sekolah cenderung sibuk, upayakan untuk ajak makan dengan keluarga  sesering mungkin. Makan dengan keluarga adalah waktu yang tepat bagi setiap anggota keluarga untuk saling berbagi cerita. Melalui kegiatan ini, kita dapat memastikan anak mendapat asupan nutrisi terbaik.

semoga bermanfaat ya..








3 comments :

  1. Alhamdulillah sih di rumah mencegah banget makan junk food dan soda. Semoga aja makanan yang lain yang aku buat juga tergolong makanan sehat ya

    ReplyDelete
  2. Untungnya anakku yang balita doyan banget makan sayur dan buah, cuma kakaknya nih yang masih harus dibujuk untuk makan sayur :)

    ReplyDelete
  3. makasih sharingnya, kalau anakku suka sayuaar tp agk suka buah, jd buah hrs dijus

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,