Thursday, 6 September 2018

Membesarkan Anak-Anak di Era Digital Bersama SIS Bona Vista



Assalamualaikum wr wb,,

Siapapun orangtuanya pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya baik itu fasilitas pendidikan, kesehatan dan juga kepenuhnan gizi setiap harinya. Lalu apakah kita sebagai orang tua ketika menginginkan yang terbaik untuk anaknya harus memaksa atau mendikte, bahkan memenuhi semua kebutuhannya agar semua yang kita inginkan tercapai?

Anakmu adalah bukan anakmu mereka anak dunia jadi teringat sedikit kata-kata dari filsuf Jerman, yang terbaik untuk anak tidak harus berbanding lurus dengan keinganan kita, salah-salah kita justru memanfaatkan anak untuk ambisi kita. Apalagi memberikan anak segala fasilitas yang seharusnya belum dia dapatkan seperti gadget misalnya. Nah, pada tanggal 31 Agustus  bertempat di SIS Bona Vista saya dan teman blogger mendapatkan ilmu parenting dari praktisi psikolog anak dan remaja Elizabeth T Santosa  di acara Moms Blogger Gathering dengan tema  Raising Children in Digital Era
 
Mr John head teacher at SIS Bona Vista
Membesarkan Anak-anak di Era Digital Bersama SIS Bona Vista

Teknologi memang diciptakan untuk mempermudah kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah gadget. Semua orang berhak merasakan dan menikmati teknologi gadget ini, termasuk anak kita. Gadget hendaknya jangan diasosiasikan sebagai hal yang bisa merugikan anak, gadget jika diulik lebih dalam bisa menjadi media belajar yang sangat menyenangkan untuk anak. Nah tentunya, semua itu terkandung pada orang tua sebagai akses kontrol, pengawas dan orang yang ada di dekat anak.

Menurut Ibu Lizzie (Elizabeth T Santosa), tablet/smartphone juga memiliki banyak efek postif bagi anak. Misalnya internet, email, WhastUp, camera dan semua hal yang bisa mempermudah komunikasi antara anak terhadap orang di sekitarnya. Aplikasi dan game yang ada di dalam gadget juga bisa menjadi alternatif atau sarana hiburan yang murah meriah. Jika diteliti lebih dalam, banyak game populer yang diambil dari pelajaran sehari-hari, Kuncinya kembali kepada orang tua untuk memilah-milah aplikasi apa saja yang cocok dipakai oleh anak. Sebaiknya kita memilih aplikasi yang berguna untuk dirinya, yang penunjang pelajaran di sekolah dan kreativitas sesuai hobinya.
  
Mba Dessy dan Ibu Lizzie
Ternyata ada usia terbaik dimana gadget bisa diberikan kepada anak yaitu usia 13 – 14 tahun keatas dan itupun dengan catatan dibawah pengawasan kita. Lalu apa jadinya ketika memberikan gadget dibawah usia tersebut, yaitu ada hal-hal yang buruk jika kita memberikan dan membiarkan mereka bebas memakainya.
  • Memengaruhi perkembangan otak anak
  • Membuat anak menjadi malas bergerak, sehingga sistem motoriknya lamban untuk berkembang
  • Memengaruhi perkembangan kesehatan mental dan sosialnya. Anak yang kecanduan internet dan gadget tidak bisa bersosialisasi dengan baik, sehingga dia tidak memiliki teman bermain
  • Membuat anak ketergantungan terhadap gadget, sehingga dia tidak bisa mandiri dalam menyelesaikan masalah.
  • Anak menjadi lamban dalam berpikir
Itu sebagian dampak buruknya, lalu bagaiman kalau sudah terlanjur memberikan gadget pada anak?, meski diakui bahwa internet juga memiliki konten yang baik dan bagus untuk perkembangan anak. Namun, jika tidak selektif dan dibatasi, screentime yang berlebihan bisa berdampak buruk pada anak. Jadi intinya kontroling ada dipihak kita orang tua, seperti Ibu lizzie dirumahnya No gadget and television at monday until friday, tidak peduli dengan rengekan anak dan mencoba memberikan permainan serta bounding time semaksimal mungkin. Ketika hari jumat sore setelah pulang sekolah anaknya boleh bermain gadget itupun dibatasi waktunya, atau dibawah pengawasannya. Melihat youtube bersama yang berisikan edukasi. Jadi bisa dikatakan Anak tidak dilarang menggunakan gadget, tapi dibatasi.

Hal itupun alhamdulillah sudah saya praktekan dirumah, sejak menikah sudah kompromi dengan suami tidak ada televisi dan gadget untuk anak. Boleh memegang gadget hanya pada hari tertentu dan jam-jam tertentu itupun gadget kita berdua, Dan ada dampak positif pada anak-anak saya seperti Ade berhasil mencari uang tambahan untuk tabungan dan jajan dari hasil pembuatan slime, squishy disekolahnya belum lagi pernak pernik permainan edukasi saya tidak pernah membelikannya tapi dia buat sendiri itu caranya dia lihat semua di youtube. 

Dan Abangnya senang sekali memelihara binatang, melihat dari youtube bagaimana  memelihara burung? akhirnya bisa mempraktekan dirumah, juga hobinya bermain bola dia lihat cara pemain idolanya bermain, alhasil pernah menjadi striker terbaik di usia 11 tahun untuk wilayah Jakarta Barat. saya sebagai orang tua hanya memberikan fasilitas dan arahan. Walaupun mereka sesekali merengek minta dibelikan televisi dan gadget seperti teman-teman disekolahnya, tapi saya bisa mengalihkan perhatiannya. Dan otomatis mereka bisa mengalihkan sendiri keinginan untuk memiliki gadget dengan bermain diluar rumah dan mengembangkan hobinya.

Jadi bisa disimpulkan pemakaian gadget, harus perhatikan waktu pemakaian dan perhatikan pula isi aplikasi yang dimainkan anak di dalam gadgetnya, main bersama ketika anak bermain dengan gadget adalah solusi yang tepat. 




Fasilitas Pendidikan Untuk Anak
Memberikan fasilitas pendidikan yang terbaik tentunya merupakan cita-cita kita sebagai orangtua, yang tentunya bisa menunjang cita-citanya. Dalam memilih sekolah anak, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan orangtua. Selain masalah biaya, letak sekolah, juga kemampuan anak harus menjadi hal yang dipertimbangkan. Ini menjelaskan, dalam memilih sekolah anak, hal penting yang harus diperhatikan orangtua adalah kecocokan sekolah dengan anak. Dari sistem belajar, lingkungan sekolah, hingga budaya di sekolah tersebut.

Nah, di SIS Bona Vista memberikan keleluasaan sesuai minat dan tumbuh kembang anak-anak murid kata Ibu Monika Avrianny dari Departement Marketing SIS Bona Vista. Adanya fasilitas yang lengkap sarana dan prasana sekolah turut menunjang untuk anak-anak mencapai cita-cita yang dinginkannya.

Singapore Intercuktural School Bona Vista
Singapore Intercultural School Bona Vista (SIS Bona Vista)  ini pada awalnya dikenal dengan nama Singapore International School (SIS) dan telah berdiri sejak tahun 1996 di Jakarta. SIS Bona Vista, adalah bagian dari SIS Group of Schools yang mengoperasikan 7 sekolah di Indonesia, yakni SIS Bona Vista, SIS Pantai Indah Kapuk, SIS Kelapa Gading, SIS Cilegon, SIS Semarang, SIS Palembang dan SIS Medan. Mengadaptasi kurikulum pendidikan Singapura lebih dari 21 tahun, SIS Group of Schools memiliki berbagai keunggulan yang diakui sebagai lembaga pendidikan internasional. SIS telah memenuhi syarat melalui Sertifikasi Internasional untuk Pendidikan Menengah Umum (IGSCE), Cambridge, dan Baccalaureate Program (IB).

SIS Bona Vista Academy pertama kali didirikan, atas gagasan Bapak Jaspal Sidhu dan Bapak Tony Kasim, yang juga merupakan anggota dewan dari Grup Sekolah-Sekolah di Singapura. Sekarang SIS Bonavista ini dikepalai oleh Mr John P Birch yang sudah mempunyai pengalaman lebih dari 23 tahun di bidang Pendidikan. Beliau ikut juga memberikan kata sambutan diacara kemarin ternyata humble juga ditengah-tengah sambutan yang belum bisa berbahasa Indonesia.

SIS Bona Vista mempunyai tagline Inspired Learning for Inspired Future, berusaha mengedepankan pendidikan yang nyaman bagi anak-anak muridnya. Bahasa inggris dan Bahasa mandarin merupakan bahasa yang diwajibkan anak-anak agar bisa terjun langsung di era digital saat ini, selain itu juga Bahasa Indonesia tetap dipakai sehari-hari dan ada testnya juga ujar ibu Monica lebih lanjut.
Selanjutnya kita diajak keliling melihat ruangan sekolah bisa saya tangkap bahwa SIS Bona Vista ini, dilihat visi dan misi sekolah yang bertujuan menciptakan anak-anak dengan nilai tes yang bagus atau membentuk anak-anak yang memiliki kemampuan belajar seperti kemampuan analisa, riset, penyelesaian masalah sehingga dapat menjadi pembelajar mandiri.
  • Pengaturan kelas, dalam pengaturan tidak terlalu monoton, ada ruang yang cukup untuk anak bergerak, ruang untuk berkumpul dan bisa terjadi interaksi dengan baik antara guru-murid.
  • Dinding. terisi dengan hasil karya semua  siswa
  • Cara guru berinteraksi dengan murid-muridnya, yang mengedepankan kehangatan dan tulus, tidak bersifat mengendalikan dan memerintah.
  • Lingkungan sekolah, suasana sekolah yang menyenangkan dan membuat anak-anak betah untuk menghabiskan waktu. 
  • Memiliki perpustakaan sekolah yang lengkap. 
  • Staf dan guru yang ramah. Kemarin saya juga sempat menyapa murid-murid yang sedang berjalan dan mereka dengan ramah menjawab.
Tertarik untuk menyekolahkan anak-anak disini bisa datang di acara open house dan mega bazar pada tanggal 15 September 2018.

picture by facebook SIS Bona Vista
SIS Bona Vista
Jl. Bona Vista Raya Lebak Bulus
Jakarta Selatan
021 759 14414

Semoga bermanfaat ya,

31 comments :

  1. Di era digital anak anak harus waspada dari yang namanya kecanduan gadget yang akan menganggu kesehatan mereka.

    ReplyDelete
  2. Wah jadi pengen datang ke mega bazaarnya.Itu pasti ada pameran sekolahnya jg ya?

    ReplyDelete
  3. Sekolahnya bagus in aku suka lihat fto2nya.
    Sbg orgtua harus bijak ya menerapkan pola pengasuhan pd anak, apalagi skrg teknologi udh makin canggih yg jdi orgtua gak boleh kalah swing am anaknya .

    ReplyDelete
  4. Sekolahnya keren ya mak, fasilitasnya lengkap juga.

    ReplyDelete
  5. Huhuhu, sekolahnya bikin mupeng nih. Walopun harganya mahal, tapi fasilitas dan kualitasnya keren. Worth it!

    ReplyDelete
  6. sekolahnya keren banget. sayangnya jauh banget dari Bogor yaa ..

    ReplyDelete
  7. Keren nih sekolah nya, saya jadi ingin sekolah kan anak saya Azzam di sini,, biayanya mahal ga ya, lihat fasilitasnya yang lengkap gini.

    ReplyDelete
  8. Efek gadget salah satunya itu membuat anak lambat berpikir, kayaknya bener deh. Dulu siswaku ada yang kalo mikir lola banget. Pas aku cari tahu, ternyata dari kecil udah biasa banget megang hp.

    ReplyDelete
  9. Sekolahnya baguus. Bersih dan visinya jelas untuk menginspirasi ya. Kalau gadget itu emang dah masalah dr dulu utk anak2 di era digital ini ya. Skrg peran orangtualah yg menjadikan gadget ini sebagi teman kah atau sebagai musuh?

    ReplyDelete
  10. InshaAllah bermanfaat ka.. belajar dari mana saja penting bagi kita sebagai orangtua, untuk masa depan anak. Tidak ada kata terlambat jika ingin selalu memberikan yang terbaik untuk anak. Tipsnya bermanfaat banget ka

    ReplyDelete
  11. Ternyata singkatan dari sis itu Singapore Intercuktural School ya. .Aku pikir singapire internasional school loh mba..

    ReplyDelete
  12. Semoga pendidikan Indonesia yang nasional dapat maju seperti sekolah internasional ya

    ReplyDelete
  13. Sekolahnya keren ya...klo soal gadget aku cukup setreng saat mereka kecil. Klo sdh besar sih agak mending lah ada waktu sehari sejam apa 2 jam blh pke gadget..

    ReplyDelete
  14. Tanggal 15 September ya open house sekaligus mega bazaarnya? langsung datang apa telepon dulu ya? makasih sebelumnya ����

    ReplyDelete
  15. Acaranya seru ya, memang kebijakan orangtua terhadap gadget itu beda beda ya. Kalau aku memilih membatasi gadget sampai anak aku cukup umur dan mengerti...

    ReplyDelete
  16. Perkembangan teknologi gadget tidak bosa kita tolak krn ini seiring dg perkembangan jaman. Yg bosa di lakukan adalah bagaimana kita sebagai orang tua bisa memfilter untuk anak2 kita. Plus minusnya dan positif negatifnya kita harus kasi tahu sekaligus mendampinginya bermain.

    ReplyDelete
  17. Emang gadget tu bikin galau, disatu sisi banyak manfaat, disisi lain takut anak kecanduan. Aku sama abinya pun berusaha, ngatur2 gimana enaknya, supaya manfaatnya dapet tapi minim mudhorotnya kalau anak dikasih gadget

    ReplyDelete
  18. Penasaran deh dengan Sekolah ini, terutama di Era serba Teknologi dengan dampak baik buruknya, Anak-anak sangat perlu berada di bawah pemantauan Orang yang tepat terutama Orangtua. Aku sendiri tidak melarang tapi memang cukup membatasi, so far Alfath gak yang addict ke gadget, interest-nya ke hal-hal yang jauh dari gadget sangat membantu mengurangi keinginan nonton Youtube atau sekedar mainin HP. Semakin usia Anak bertambah, tantangan pastinya lebih besar.

    ReplyDelete
  19. Anak-anak memang sebaiknya dikenalkan dengan gadget pada saatnya, agar tidak keliru menggunakan.
    Pendampingan dari orang tua sangat penting

    ReplyDelete
  20. Apa yang disampaikan Miss Lizie nih benar benar membukakan mata aku deh mba. Gadget bagaimanapun harus mendapatkan pengawasan dari orangtua jika anak bermain gadget ya mba.

    ReplyDelete
  21. Note nih mbak Uti, 15 September berarti sabtu dalam wkt dekat ini ya. Bisa buat rekomendasiin ke keluarga yg lagi nyari sekolah buat anaknya nih mbak

    ReplyDelete
  22. Wah keren ya sekolahnya, bahagianya mereka bisa menikmati masa kecilnya di tempat yg bermutu. Dan aku ikut bangga sama anaknya mbak bisa berbisnis karena bantuan gadget ya

    ReplyDelete
  23. Asyik banget fasilitas sekolah bertaraf international gini ya. Menang budgetnya gede, tapi fasilitas dll mendukung sangat

    ReplyDelete
  24. Sekolahnya baguuuus bangeeed yach. Namanya juga internasional. Fasilitasnya lengkap pula. Kurikulumnya pasti sangat apik keren nih. Memang sih zaman sekarang anak2 kecil sudah pegang gadget ya tapi kita jagan ketakutan dulu. Ada cara tersendiri yang asyik mengelola gadget karena ada manfaatnya juga kan. Kasih jam2 tertentu aja dan pasti para guru di sekolah ini paham benar caranya.

    ReplyDelete
  25. liat fasilitasnya sangat lengkap pas buat pendidikan zaman now,bikin anak-anak merasa nyaman belajar

    ReplyDelete
  26. Anak2ku pengen jadi youtuber nih sejak suka nonton youtube. Bagus ya sekolahnya. Pengen deh ada 1 anak yg sekolah di sana.

    ReplyDelete
  27. Sayangnya jauh yah semoga segera buka di Depok. Mengenai gadget no komen hahaha karena banyak justifikasi yang mendasar pada sisi negatifnya saja.

    ReplyDelete
  28. Kita perlu banyak sekolah intercultural, anak-anak pastinya bisa lebih mudah menerima keberagaman dan toleransi

    ReplyDelete
  29. Aku termasuk yang sangat tegas mbatasin gadget buat anak. Paling mereka pakai buat belajar bahasa Inggris dan gambar.
    Emang baiknya dikontrol, krn zaman now gak mungkin anak gak megang gadget. Sekolahnya bagus ya...

    ReplyDelete
  30. Ngeliat fasiitas sekolahnya, pengin Mada masuk TK-nya, tapi biayanya ndak nahaaaan hihihi

    Soal gadget, hanya boleh di waktu2 tertentu aja, Mah

    ReplyDelete
  31. keren banget sekolahnya ya mbak, jadi macam dejavu saya, inget fasilitas anak anak waktu sekolah di Jepang dulu ... duh mupeng deh sekolah lagi di sana heuheu

    makasih sharingnya mbak Utie, emang tantangan banget mendidik anak di era digital ini

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,