Sunday, 24 November 2019

Ada Potensi Ekonomi dari Sampah Plastik

Ada Potensi Ekonomi dari Sampah Plastik
Masalah sampah plastik sepertinya tidak habis dibicarakan karena "katanya" selalu jadi masalah, padahal seandainya saja kita ketahui bahwa ada kehidupan ke-2 pada plastik, yang artinya sampah plastik ada manfaat nilai lebih bagi kehidupan manusia.

Kemudian maraknya kampanye mengurangi sampah plastik dengan memberlakukan larangan penggunaan plastik sejatinya bukanlah solusi yang tepat. Kampanye pelarangan penggunaan plastik bukanlah bagian dari solusi sampah. Masalah lingkungan yang terjadi bukanlah pada plastiknya, tetapi pada perilaku manusia dan ketidaksiapan dalam manajemen limbah. Sehingga solusi paling tepat untuk persoalan lingkungan ini bukan dengan melarang penggunaan, tetapi membenahi manajemen sampah plastik. Maka, pengelolan sampah plastik harus menjadi prioritas. 
Ada potensi Ekonomi dari sampah plastik


Sebab tidak bisa dipungkiri plastik menjadi solusi bagi kehidupan modern. Plastik telah membawa manfaat positif bagi peradaban. Memproduksi plastik ternyata lebih hemat energi dibanding produksi paperbag atau alternatif kemasan berbahan dasar lainnya. Plastik hasil daur ulang bahkan lebih energi dan rendah emisi gas rumah kaca.

Beberapa keunggulan yang dimiliki plastik adalah
  • Aman dan higienis.
  • Ringan
  • Umur produk lebih panjang
  • Tahan terehadap benturan
  • Konsumsi bahan bakar dan kehilanganproduk selama proses pengankutan hemat.  
Satu pendekatan yang harus dikembangkan adalah pengelolaan berkelanjutan melalui pendekatan Circular Economy (ekonomi melingkar). Pengelolaan berkelanjutan ini membuat siklus pakai plastik tidak lagi berakhir di tempat pembuangan sampah dan dapat kembali dimanfaatkan baik dalam bentuk bahan daur ulang, lisrik, bahan bakar dan naphtha. Pada intinya adalah bagaimana mengubah cara pandang terhadap plastik kemasan bekas pakai, tidak sebagai sampah, tapi sebagai sebuah komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan.
Ir. Ahmad Zainal
Plastik jenis PET adalah salah satu jenis plastik yang sangat ekonomis karena dapat didaur ulang. ujar Bpk. Ir. Ahmad Zainal Abidin, MSc. PhD, Ahli Kimia ITB. Di acara diskusi publik "Potensi Ekonomi dari Pengelolaan Sampah Plasti yang di gagas oleh Komunitas Plastik Untuk Kebaikan, pada tanggal 9 November 2019, lanjutnya Siklus hidup PET tidak hanya berhenti sebagai sampah, tapi sebagai sebuah komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan. Pengembangan daur ulang plastik jenis PET menjadi sangat mendesak untuk memulai aksi dan program nyata untuk menumbuhkan budaya baru di Indonesia, yaitu daur ulang dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Ada potensi Ekonomi dari sampah plastik

Selain Bpk Ir. Ahmad Zainal hadir juga pembicara yang lain:
  • Novrizal Tahar Direktur Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup.
  • Christine Halim, Ketua Umum Asosoiasi Daur Ulang Plastik Indonesia.
  • Pris Poly Lengkong, Ketua Ikatan Pemulung Indonesia.
  • Endang Truni Tresnaningtyas, Direktur Bank Sampah Induk Patriot Bekasi.
Sampah plastik yang tidak diolah menjadi permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia bahkan dunia, karena berpotensi mencemari laut dan lingkungan. Di Indonesia, sampah plastik kota yang mengalir ke laut mencapai 30 persen. Padahal bila dikelola dengan baik, sampah plastik tersebut memiliki nilai ekonomi. 
Ki-ka: Endang Truni, Pris Poly, Ir Ahmad Zainal,
dan Christine Halim
Di sisi lain, pengelolaan sampah melalui daur ulang di Indonesia masih sedikit. Tingkat daur ulang sampah plastik di Indonesia itu tidak sampai 11 persen, hanya 9-10 persen. Artinya, 90 persen sampah plastik belum terdaur ulang. Ujar Ibu Christine, padahal kata di berbagai negara, daur ulang sampah plastik sudah mengarah ke circular economy. Sistem circular economy ini memungkinkan sampah plastik didaur ulang hingga menjadi produk baru. Bahkan, konsep ini diklaim dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan.

Pemerintah terus berupaya mengurangi sampah plastik. Sampah yang kerap mengancam kelestarian lingkungan itu, dipandang mempunyai nilai ekonomis tinggi bila ditangani dengan baik, sampah plastik memiliki potensi ekonomi yang prospektif. Dan pemerintah memiliki cara baru dalam menangani sampah plastik, yakni pendekatan ekonomi. Sampah plastik bisa memberi ekses positif terhadap ekonomi asalkan, dikelola secara serius. Ketika bicara soal sampah. Tidak lagi hanya mengumpul dan buang seperti yang lalu. Tapi, sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi.

Kemudian kata Ibu Endang Indonesia sudah memiliki sekitar 7.000 bank sampah. Hal ini, memberi dampak positif terhadap masyarakat. Apalagi puluhan ribu nasabah bergerak dalam sektor bank sampah, yang artinya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Sedangkan di Bekasi sendiri sudah memiliki 73 Bank Sampah yang terseber di sekitar kota Bekasi dan yang jadi penggeraknya adalah ibu-ibu rumah tangga.
ada potensi Ekonomi dari sampah plastik

Sedangkan untuk pemulung menurut Bpk Pris Poly ada 3.7 juta orang dari 25 provinsi yang masuk dalam ikatan pemulung Indonesia, dari sisi ekonomi kemasan plastik terutama botol plastik jenis PTE adalah sampah yang nilai ekonominya sangat bermanfaat bagi pemulung. Sayangnya pemulung ini berjasa untuk mengurangi sampah plastik profesi mereka masih dianggap hina. Untuk sebulan saja saya bisa menghasilkan 400 juta dari sampah plastik. Jadi sampah plastik ini jika dikelola dengan baik bukan hanya sekedar pilah lalu buang akan ada potensi ekonomi yang sangat besar didalamnya.

Jika kebijakan larangan plastik diberlakukan, berdampak besar bagi industri daur ulang dan banyak pihak yang bergantung hidup pada plastik. Setiap orang adalah penghasil sampah plastik, maka sangat perlu untuk selalu menjaga kebersihan lingungan di sekitar kita. Bijaklah berplastik kemudian pilah sampah dan itu akan sangat membantu kuantitas dan kualitas sampah plastik yang tumbuh di luar kontrol. Percayalah ada potensi ekonomi dari sampah plastik, yang seharusnya kita ketahui.

Facebook : Komunitas Plastik Untuk Kebaikan
Instagram : @plastikuntukkebaikan
You tube : Plastik Untuk Kebaikan
Twitter : @PlastikKebaikan

Utieadnu

25 comments :

  1. Setuju, mba, jadi kata kuncinya, "dikelola dengan baik"
    Karakter peduli lingkungan memang membutuhkan komitmen semua orang. Siapa saja harus turut serta dan berperan untuk menyelamatkan lingkungan.

    ReplyDelete
  2. Agree Mbak Utie. Selama ini, orang-orang hanya menyalahkan sampah. Padahal kalau dikelola dengan baik, sampah ini bisa diolah lagi. Syukur-syukur pengolahan limbah plastik bisa melebihi 50% dari sampah plastik yang ada.

    ReplyDelete
  3. Nah, iya banget niiihh
    Asal bisa dikelola dgn baik, sampah plastik juga bawa kemaslahatan dlm hidup.
    Di Jatim lagi rame bgt soal isu micro-plastik yg dipake bahan bakar untuk pabrik bahan pangan.
    semoga segera ditemukan solusinya

    ReplyDelete
  4. bude aku bisa lho bikin bunga anggrek dari sedotan, dan hasilnya bagus banget. Sama bikin bunga-bunga lainnya dari plastik botol air mineral

    ReplyDelete
  5. Setuju, yes. Jadi jangan dilarang tapi dibereskan manajemen pengelolaan sampah plastik.

    ReplyDelete
  6. Di kantorku sekarang udah pisah-pisah kalau buang sampah sesuai jenisnya. Aku gatau sih mba ini sampahnya sampai ke mana. Tapi kalau udah dipisahin gini harusnya sih bener-bener dikelola dengan baik sampah daur ulangnya. Semoga ya..

    ReplyDelete
  7. Benar juga, selama pengelolaannya tepat guna. Sebenarnya plastik masih memiliki banyak fungsi yang bermanfaat. Semoga saja semua masyarakat dipermudah untuk menyalurkan sampah botol dan plastiknya. Soalnya, di tempat saya masih jarang ada bank sampah. Pemulung juga susah ditemui, jadi mau tak mau tetap dikumpulkan di bak sampah biasa.

    ReplyDelete
  8. aku selalu misahain sampah plastik. ada yg selalu ambil tiap hari di rumah. buat didaur ulang lagi jadi yg lebih bermanfaat

    ReplyDelete
  9. betul, kalau aku sampah sudah aku pilah2 dan aku setorkan ke bank sampah

    ReplyDelete
  10. Aku udah berusaha banget setahun terakhir diet plastik. Harapannya sih orang-orang juga serempak melakukan hal yang sama ya supaya terasa perubahannya. Terutama untuk plastik jenis PET itu

    ReplyDelete
  11. ibarat mata pisau, sampah plastik bisa bermanfaat tapi juga bisa mematikan. Kita pilih yang sesuai dengan kebutuhan keluarga aja kali ya, memisahkan sampah organik dan plastik

    ReplyDelete
  12. Baru tahu nih ada komunitas plastik untuk kebaikan. Tapi memang sih ya plastik itu emang ringan :)

    ReplyDelete
  13. Itulah kenapa saya lebih setuju dengan kampanye bijak berplastik daripada zero plastik. Saya pribadi belum bisa sepenuhnya gak pakai plastik. Tetapi, memang plastik juga masih ada gunanya. Hanya saja harus bijak menggunakannya

    ReplyDelete
  14. Plastik emang gak bs dipisahkan dr kehidupan kita ya. Apa2 pakai plastik, jd kalau mau ditiadakan ya susah juga.
    Aku setuju sih, harus bijak menggunakan plastik, bukan zero plastik. Harus bijak juga mengelolanya

    ReplyDelete
  15. Potensi ekonominya emang besar sih.. apalagi dengan semakin maraknya bisnis kuliner..plastik kemasan semakin banyak jadi sampah.. Bagus ada yang garap pengolahannya.. jadi bisa bernilai lebih dari sekedar sampah ya..

    dianesuryaman dot com

    ReplyDelete
  16. Saya juga suka setor plastik ke bank sampah... Di komplek aja ada banyak, bank sampah rt, posyandu, majelis talim, dll... Tapi rutinnya sih ke bank sampah yang di sekolah anak, soalnya anak bisa dapat reward, hehehe...

    ReplyDelete
  17. Pantesan di bank sampah dibedakan untuk botol plastik itu dipisah ke tiga bagian: tutup, label dan botol ternyata kaitannya dengan daur ulang. Memang pengggunaan plastik mesti dilakukan secara bijak karena ada berbagai sisi yang mesti dikaji termasuk potensi ekonomi

    ReplyDelete
  18. Wah finally ya akhirnya sampah plastik yg slama ini disalahkan ternyata ada manfaat lebih ternyata.. semoga programnya terus berlanjut dan berkembang yaa mba

    ReplyDelete
  19. Plastik sama manusia kyk love hate relationship. Soalnya kita gak bisa gtu aja lepas dr plastik. Kalau dikelola dengan bagus sbenarnya ya bisa ya kita manfaatkan keberadaa plastik ini, buat sebagian org malah sampah plastik ini berharga. Intinya yg penting pengelolaan sampahnya.

    ReplyDelete
  20. Padahal dulu yang menciptakan plastik ini niatnya baik untuk melestarikan hutan, mengurangi penebangan pohon-pohon di hutan. Tapi karena manajemen pemakaian yang sekali pakai buang yang berakibat menumpuknya sampah plastik di lingkungan. Seharusnya bisa didaur ulang oleh masing² pengguna.

    ReplyDelete
  21. Kalau dikumpulkan sampah plastik bisa menghasilkan kerajinan yang bagus ya dan bisa meningkatkan potensi ekonomi masyarakat

    ReplyDelete
  22. Aku pernah nonton Vlog yang membudidayakan sampah plastik, mereka kreatif banget bisa Me daur ulang plastik dan dijadikan pernak pernik, ad jg yg membuat kreasi kursi, rumah plastik dan bahkan di Fashion. Mmg benar Jika kt tahu mengolahnya, maka sampah plastik berpotensi menghasilkan keuntungan

    ReplyDelete
  23. pertama kali kenal bank sampah saat tahun 2012-an di Jogja. dari situ saya jd biasa milah sampah meski di jatim belum digalakkan hal serupa

    ReplyDelete
  24. Di Sekolah anakku sebulan sekali ada acara pengumpulan Bank Sampah jadi anak2 pada ngumpulin sampah, lumayan nanti dibayar hehe seneng deh anak2

    ReplyDelete
  25. Setuju banget sih, manfaat plastik belum tergantikan, ini yang membuat kita kesulitan mengurangi ketergantungan pada plastik. Dan untuk sampah plastik, asal kita semua bergerak dan mau mengelola dengan baik, saya rasa segala permasalahan yang kini ada dan mengkambinghitamkan plastik, bisa sedikit demi sedikit kita kurangi.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ