Wednesday, 20 November 2019

Lindungi Keluarga Dari Diabetes

Lindungi Keluarga Dari Diabetes
Tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia atau World Diabetes Day. Setiap tahun, peringatan hari diabetes sedunia selalu mengusung tema khusus sebagai fokus kampanye. Dan pada tahun ini, temanya adalah Family and Diabetes. Dan ternyata penderita diabetes bukan hanya dikalangan dewasa, anak-anak juga bisa terdampak dari diabetes ini. 
Lindungi keluarga dari diabeates

Tema ini dipilih untuk meningkatkan kesadaran publik akan dampak dari penyakit diabetes bagi keluarga pasien, serta untuk meningkatkan peran keluarga dalam penanganan, terapi, pencegahan, dan edukasi terkait diabetes. 


Ada 3 pesan penting yang disampaikan dalam Hari Diabetes Sedunia 2019, yakni mendeteksi diabetes, mencegah diabetes tipe 2, dan menangani diabetes. Ujar Dr. Cut Putri Ariene selaku Diretktur P2PTM Kemenkes RI, selain DR Cut Putri hadir juga beberapa pembicara diacara Hari Diabetes Sedunia 2019 yang diadakan Kemenkes RI pada tanggal 15 November 2019 yaitu :
  • Prof, dr Jose RL Batubara PhD SpA (K) dari Divisi Endokrinologi Anak, FKUI - RSCM
  • dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD. KEMD selaku Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi.
  • Suharyati, SKM, MKM RD- PERSAGI
  • dr. Michael Triangto SpKO
Lindungi keluarga dari diabeates
dr Fatimah, Prof Dr Jose dan DR Cut Putri
Penanggulan dini diabetes dideteksi, semakin baik apabila diabates ditangani secara lebih awal, hal ini akan mencegah terjadinya komplikasi penyakit, karena Diabetes merupkan induks dari semua penyakit. seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan amputasi anggota tubuh, terutama kaki. kata dr Jose.

Demikian pula dengan diabetes tipe 1, peran keluarga sangat besar dalam mendeteksi penyakit secara dini. Gejala diabetes tipe 1 pada anak-anak antara lain peningkatan rasa haus dan frekuensi buang air kecil, peningkatan rasa lapar, bobot badan berkurang, anak menjadi mudah lelah, serta nafas anak yang berbau.
 

Pencegahan diabetes tipe 2 membutuhkan keterlibatan keluarga
Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan diabetes tipe 2. Salah satunya adalah dengan memulai gaya hidup sehat, seperti diet dan olahraga. Saat sebuah keluarga secara bersama-sama mengonsumsi makanan yang sehat dan beraktivitas fisik, ini dapat meningkatkan kesehatan keluarga. Tentunya ini dapat berperan dalam mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Dukungan keluarga juga sangat dibutuhkan bagi seseorang yang hendak mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat.

Sedangkan diet sehat menurut Ibu Suharyati bisa dimulai dengan menjauhi minuman dengan tambahan gula, mengonsumsi setidaknya 3 porsi sayuran dan buah-buahan dalam sehari, memilih daging segar dibanding daging yang diolah atau kalengan.

Untuk sumber karbohidrat sendiri, pemilihan roti dan pasta dari gandum utuh ketimbang roti putih. Dan sebagai sumber lemak adalah menjauhi lemak jenuh, seperti mentega, lemak hewan, minyak kelapa, dan minyak sawit. Itu semua dapat diganti dengan minyak tak jenuh, seperti olive oil, canola oil, corn oil, atau sunflower oil. Atau perlu diperhatikan yaitu isi piringku berupa 1/2 piring dengan sayur dan buah, 1/3 piring dengan makanan pokok dan sisanya dengan lauk pauk.
Lindungi keluarga dari diabeates
dr Michael dan Ibu Suharyati
Keluarga pasien diabetes perlu mendapatkan edukasi
Hidup dengan diabetes memang cukup berat bagi sebagian pasien. Dukungan keluarga adalah kunci utama agar pasien bisa menjalani terapi dengan baik. Kata dr Fatimah Keluarga dapat membantu pasien dengan diabetes dalam hal pengonsumsian obat secara rutin, mengingatkan pasien untuk mengecek dan kontrol penyakit secara rutin, serta menerapkan gaya hidup sehat.

Edukasi adalah hal penting agar keluarga pasien dapat terlibat aktif dalam penanganan pasien diabetes. Oleh karena itu, Hari Diabetes Sedunia tahun ini juga menekankan pentingnya sosialisasi terkait edukasi bagi keluarga dan juga tenaga kesehatan yang menangani pasien diabetes. 

Diharapkan dengan semakin besarnya peran keluarga, maka penyakit diabetes lebih dapat dicegah, dideteksi secara dini, dan tentunya ditangani dengan lebih baik lagi. Agar angka morbiditas dan mortilitas akibat diabetes juga dapat menurun. 

Penderita Diabetes Tetap Harus Olahraga
Untuk mengawali latihan, sebaiknya mulai olahraga dalam 10 menit per sesi. Secara bertahap, pasien bisa meningkatkan lamanya waktu olahraga per sesi sebesar 30 menit. Ini akan membantu menyesuaikan kondisi tubuh dengan olahraga yang dilakukan.
 
Jenis olahraga untuk penderita diabetes menurut dr. Michael olahraga untuk penderita diabetes yang mudah dilakukan dalam rutinitas harian, seperti: 

Jalan cepat 
Aktivitas ini mudah dan sering dilakukan oleh semua orang. Olahraga ini merupakan salah satu aktivitas yang paling tepat untuk penderita diabetes, bisa menyesuaikan kecepatannya sebagai bentuk latihan aerobik untuk meningkatkan denyut jantung sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. 

Yoga 
Olahraga ini menggabungkan gerakan tubuh yang membangun kelenturan, kekuatan, dan keseimbangan. Ini membantu untuk mengurangi stres, memperbaiki fungsi saraf, melawan resistensi insulin, dan memperbaiki kadar gula darah karena meningkatkan massa otot dan stres berkurang. Kelebihan lainnya, pasien bisa melakukan latihan ini sesering mungkin sesuai keinginan. 

Bersepeda 
Bersepeda merupakan bentuk latihan aerobik yang menguatkan jantung dan meningkatkan fungsi paru-paru. Selain itu, olahraga ini juga meningkatkan aliran darah ke kaki dan membakar kalori untuk menjaga berat badan. Untuk menghindari terjatuh dan cedera atau cuaca yang tidak mendukung, sebaiknya olahraga ini menggunakan sepeda statis.

Latihan angkat beban 
Latihan ini direkomendasikan karena manfaat utamanya untuk meningkatkan massa otot. Saat massa otot bertambah maka akan lebih mudah mengendalikan gula darah. Namun, untuk olahraga jenis ini harus benar-benar memperoleh izin dari dokter sebab olahraga ini cukup berisiko dengan cedera.

Berenang 
Olahraga ini sangat ideal untuk penderita diabetes karena tidak memberikan tekanan pada sendi. Berenang juga dapat menurunkan tingkat stres, membakar kalori, dan menurunkan kadar kolesterol. Ini lebih mudah dilakukan dibanding jalan cepat karena harus mengurangi aliran darah ke pembuluh darah kecil secara berlebihan yang bisa membuat pasien kehilangan sensasi di kaki, bila hal tersebut terjadi. Berjalanlan dikolam renang ujar dr Micheale olahraga ini sangat baik membantu sekali.

Lindungi keluarga dari diabeates

Jangan lupa untuk selalu mengecek gula darah, sebelum dan sesudah melakukan olahraga. Kemudian, lakukan latihan pemanasan dan pendinginan selama lima menit. Siapkan air minum supaya tubuh tetap terhidrasi, konsumsi obat yang diresepkan dokter, dan jangan lupa untuk selalu menyediakan makanan cemilan sesuai rekomendasi dokter. Sebaiknya, ajak orang terdekat untuk membantu dan memantau waktu olahraga, waktu istirahat, dan keselamatan selama berolahraga.

Intinya dari peringatahan hari diabetes sedunia tahun 2019 ini jaga pola makan, pola hidup sehat dan lindungi keluarga dari diabetes.

Utieadnu





























































.

No comments :

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ