Monday, 18 November 2019

Cerita Dibalik Cagar Budaya Banten Lama

Cerita Dibalik Cagar Budaya Banten Lama
Masih ingat dengan istilah bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, nah cagar budaya merupakan peninggalan sejarah dan mempunyai banyak cerita didalamnya, sebagai bangsa yang menghargai jasa para pejuang yang terdahulu yang telah menjaga bumi pertiwi ini dari tangan penjajah, untuk mengenangnya maka cagar budaya wajib kita lestarikan.

Karena meski bagaimana pun juga, bangunan lawas memiliki nilai tersendiri sebagai pengingat akan perkembangan yang dialami sebuah daerah. Dan menjadi sebab juga bangsa Indonesia ada. 


Warisan cagar budaya sangat bermanfaat untuk perkembangan pengetahuan generasi yang akan datang Karena benda cagar budaya dapat di eksplorasi untuk ilmu pengetahuan. Seperti beberapa situs di Cagar Budaya Banten Lama, sebulan kemarin saya mengunjungi cagar budaya bersama beberapa teman kagum dengan latar belakang kisah didalamnya.

Cagar Budaya Banten Lama
Ada feel tersendiri begitu menginjak kaki di antara reruntuhan tetapi sedikit miris karena area sedikit kurang terpelihara masih banyak tangan-tangan jahil menorehkan nama lewat cat dan pilox, mungkin karena kurangnya pengawasan didaerah cagar budaya ini. Atau keisengan yang sebenarnya mengerti itu tempat bersejarah akan tetapi tidak peduli.

Sebelum mengupas satu persatu apa saja Cagar Budaya yang ada di Banten Lama, apa yang dimaksud dengan Cagar Budaya? Cagar Budaya adalah warisan Budaya yang bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama. Nah, Cagar Budaya boleh digunakan selama tidak merubah bentuk, struktur warna bangunan tersebut.


Keraton Kaibon
Hari pertama kita menuju Keraton Kaibon yang terletak di Kampung Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen. Keraton kaibon menjadi salah satu bangunan cagar budaya Provinsi Banten yang menyimpan cerita kejayaan Kerajaan Banten Lama, dibangun pada tahun 1815. Keraton Kaibon dibangun sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah. Hal ini dikarenakan Sultan Syafiudin sebagai Sultan Banten ke 21 saat itu usianya masih 5 tahun. Nama Kaibon sendiri dipastikan diambil dari kata keibuan.

Keraton Kaibon dibangun menghadap barat dengan kanal dibagian depannya. Kanal ini berfungsi sebagai media transportasi untuk menuju ke Keraton Surosowan yang letaknya berada di bagian utara.Walaupun tinggal puing-puing namun masih ada sisa bangunanya yang ketika masuk terlihat jelas adalah bangunan yang menyerupai masjid. Bangunan masjid ini berada di sisi kanan gerbang. Selain pilar yang masih utuh, di dalam bangunan tersebut juga terdapat mimbar yang berfungsi sebagai tempat berdirinya khotib.


Dibagian depan keraton dibatasi dengan gerbang yang memiliki 5 pintu. Arti angka lima ini mengikuti jumlah shalat dalam satu hari yang dilakukan umat muslim. Gerbang yang bergaya Jawa dan Bali ini memiliki ketinggian 2 meter dengan bentuk Candi Bentar sebagai motifnya. Tahun 1832 Keraton Kaibon dihancurkan oleh pihak Belanda yang dipimpin oleh Gubernur VOC saat itu, Jendral Daen Dels. Penyerangan dilakukan karena Sultan Syaifudin menolak dengan keras permintaan sang jendral untuk meneruskan pembangunan Jalan Raya Anyer

Sayangnya banyak sekali coret-coretan yang tidak bertanggung jawab sehingga mengurangi estetika sejarah, semoga saja pihak terkait bisa mengawasi orang-orang yang berkunjung sehingga keaslian warna reruntuhan tetap terjaga.

Benteng Spellwijk
Hari semakin panas akhirnya kita menuju Benteng Speelwijk terletak di kampung Pamarican. Benteng ini dibangun pada masa kesultanan Banten yang berfungsi untuk menahan serangan dari laut, letaknya berada persis di sisi utara kesultanan. Benteng itu hampir 70% tinggal reruntuhan juga yang terlihat nyata dan masih kokoh adalah gerbang dan beberapa sudut benteng ini meninggalkan bentuk bangunan yang masih bisa dinikmati dan diketahui fungsinya.
Benteng Spellwijk
Benteng ini dibangun oleh arsitek yang berasal dari Tionghoa yang diberi gelar Pangeran Cakradana salah satu orang kepercayaan Sultan Agung Tirtayasa pada tahun1682. Kemudian diperluas pada tahun 1731 pada masa pemerintahan gubernur VOC , Cornelis Jeansz Spellman Bangunan inilah yang menjadi salah satu alasan kesultanan Banten memiliki pertahanan yang sulit ditembus oleh para penjajah dari eropa yang hendak memasuki wilayah Banten. 

Walaupun akhirnya dikuasai oleh Belanda karena anak dari Sultan Agung Tirtayasa yaitu Sultan Haji terbujuk oleh rayuan Belanda. Benteng ini diduga mempunyai dua fungsi, yakni sebagai pertahanan dan pemukiman. Di areal benteng, tepatnya di sisi luar sebelah selatan terdapat pemakaman orang asing yang disebut kerkhoff.

Melihat kondisi bangunan cagar Budaya ini memang tidak semenarik mall atau taman hiburan yang sering kita jumpai. Dan ini yang menyebabkan sepi pengunjung padahal masuknya free dan pastinya kalau disana ada tour guide yang bisa menceritakan tentang sejarah cagar budaya ini. Kita hanya membayar sukarela.

Dan cagar Budaya merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat. Bagaimana Cagar Budaya ini bisa menjadi menarik pengunjung?bukan hanya anak-anak sekolah yang ingin belajar sejarah tetapi Juga masyarakat umum yang mengajak keluarganya agar cagar Budaya Banten Lama ini menjadi tujuan travelling. Yang perlu diperhatikan juga mudahnya transportasi umum yang menjadi mediator.

So, Mari kita jaga bersama Cagar Budaya yang menjadi bukti bahwa ada banyak jasa para pejuang yang mempertahankan bangsa ini dari tangan penjajah. Meskipun tinggal reruntuhan jangan rusak keaslian dengan tangan jahil kita untuk mencoret -coret dindingnya. Bukan tidak mungkin apabila di Banten Lama ada saksi bisu sejarah yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Banten dan Cagar Budaya ini jika dikelola dengan baik akan menambah pendapatan pemerintah daerah jika banyak wisatawan dalam maupun luar negeri yang datang.

Sebenarnya masih banyak Cagar Budaya Banten Lama yang bisa kita kunjungi seperti Keraton Surosowan, Vihara Avolakistavara,  Gedung Juang 45 , sayangnya gedung ini halamannya dijadikan tempat parkir rumah sakit jadi tidak begitu kentara kalau dilihat dari luar dan Museum Negeri Provinsi Banten yang sampai sekarang setiap tahunnya suka di pakai untuk acara 'seren taun' oleh masyarakat Baduy.


Mari kita jaga cagar Budaya ini yang merupakan warisan nasional yang kelak akan menjadi warisan dunia, disetiap peninggalannya pasti ada cerita dibalik Cagar Budaya Banten Lama yang harus kita ketahui. 

Yuks sebagai tanda kepedulian kita ikuti lomba blog competition yang diadakan oleh Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis didukung oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.



Utieadnu.

*Cerita dibalik Keraton Kaibon dan Benteng Spellwijk dari penuturan guide tour








22 comments :

  1. Aku merasa kecil sekali klo melihat bangunan2 tua cagar budaya seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba perjuangan mereka utk negeri tercinta berasa bngt

      Delete
  2. Kadang aku kepikiran dulu bangunan seperti ini apa gak pake atap tertutup atau memang terbuka gitu. Cuma pengaruh cagar budaya kita tidak jauh dari belanda ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tertutup pastinya mas,, itukan Istana hancur krn Belanda dan Belanda yg awal menjajah Kita mas

      Delete
  3. Melalui bangunan lawas kita bisa mengenal sejarah makanya perli banget melestarikan cagar budaya ya. Lewat wisata sejarah yang dikenalkan paa masyarakat juga berarti ikut melestarikan. Aku belum pernah ke cagar budaya Banten nih padhaal gak jauh-jauh amat dari Jakarta ta

    ReplyDelete
  4. Wow, ternyata banyak banget stories behind cagar budaya ya Mak
    Tiap orang kudu banget concern dan ikut melestarikan cagar budaya.
    Jangan sampe cagar budaya berubah bentuk dan jadi spot bisnis, diubah peruntukannya jadi mall yaaaa

    ReplyDelete
  5. Foto yang ketiga ada vandalisme di temboknya. Memang sedih deh lihatnya kalau kurang terawat begini. Semoga semakin banyak cagar budaya yang mendapatkan perhatian

    ReplyDelete
  6. Banyak sekali ya Cagar Budaya Banten lama, sayang banget Keraton Kaibon tempatnya jadi kurang terawat seperti itu. Bila dikelola dengan baik pasti akan jadi lokasi wisata bersejarah yang ramai pengunjung. Semoga bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

    ReplyDelete
  7. Nah ini aku pernah lihat temanku upload juga dan jadi pengen banget kesana dan bikin konsep foto outdoor yang cakep disana.

    ReplyDelete
  8. Beruntungnya bisa main kesana mom utie. Selain buat refreshing kan nambah pengetahuan juga. Mana tempatnya cakep buat foto2

    ReplyDelete
  9. Belum pernah kedaerah sini, Banten lama ini bagus ya jadi tujuan wisata padahal, semoga nanti bisa kesana , aamiin.

    ReplyDelete
  10. waaaah, masih cakep cagar budaya Banten Lama nyaaaaa. Harusnya bisa semakin dirawat dan dilestarikan ya, karena pastinya mengandung sejarah penting ya maaaak

    ReplyDelete
  11. Kalau kita tidak tau dan aware bagaimana kita akan melestarikan ya mbaa.. semoga makin banyak yang mencintai warisan budaya ini

    ReplyDelete
  12. Duh, sayang banget ya gedungnya tinggal sebagian gitu. Kebayang deh gimana megahnya waktu zaman dulu. Semoga dengan banyaknya ditulis tentang Cagar Budaya, kerusakan tempat-tempat bersejarah begini bisa hilang.

    ReplyDelete
  13. berarti kalau ke tempat bersejarah begini sekalian cari tour guide-nya ya biar lebih paham bagaimana kisahnya, tak hanya sekilas baca dari buku

    ReplyDelete
  14. MashaAllah lihat dari fotonya aja keren banget ya mbak bangunannya, semoga dengan lomba yang dibuat ini makin banyak generasi muda yang mencintai Cagar Budaya yang kita miliki

    ReplyDelete
  15. Seriously aku baru tahu di Banten ada cagar budaya seperti ini. Kalau kesini harus bareng sama tour guide ya mba, supaya tahu juga sejarahnya.

    ReplyDelete
  16. Aku juga baru tau kalau di banten ada cagar budaya ini.. Karena emang penting banget buat dilestarikan yaa dan dikenalkan

    ReplyDelete
  17. Sedih kalau ada cagar budaya yg tertera vandalisme gitu mbak.
    Adanya cagar budaya ini menjadi pe.er. Buat masyarakat pun pemerintah juga ya mbak

    ReplyDelete
  18. Kalau lihat bangunan cagar budaya yang mangkrak tuh berasa sedih ya mba. Semoga makin banyak bangunan tersebut yang dirawat sehingga bisa terjaga keberadaannya.

    ReplyDelete
  19. Wah masuknya free. Hebat nih pengelolanya. Sayang banget ya dicoret-coret dindingnya. Hiks. Belum pernah ke Banten nih. Rasanya ingin keliling cagar budaya. Semoga terus terawat dan tidak tambah rusak.

    ReplyDelete
  20. Iya ya, bangunan "bekas" istana, benteng, candi memang banyak yang tak terawat. Masuknya tak dipungut biaya pun, pengunjungnya sedikit

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ