Kartini Millennial Go Ekspor, Lewat Limbah Kertas dan Warisan Budaya

Kartini Millennial Go Ekspor, Lewat Limbah Kertas dan Warisan Budaya
Kalau bicara tentang Ibu Kartini, tentunya pasti sudah tertuju dengan sosok pahlawan perempuan yang berani untuk lepas dari kungkungan tradisi lama, bahwa perempuan harus di rumah, hanya mengabdi kepada suami tidak perlu sekolah apalagi punya keterampilan khusus.

Nah dari sosok Kartini lah kita harus mengucapkan terima kasih dimana kesetaraan perempuan mulai diakui, Semangat serta sepak memperjuangkan emansipasi wanita dikenal hingga sekarang.

kartini-millenneal-go-ekspor

Bahkan banyak yang tidak tahu mungkin, Jika sosok R.A. Kartini juga turut aktif memperjuangkan UMKM dengan memperkenalkan ukiran jepara hingga ke pasar Eropa. Dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar jawa pada masanya.

Kemarin di acara Kartini Milenial Go ekspos yang diadakan oleh BNIXpora pada tanggal 20 April 2022 di Jakarta. Saya pun berjumpa dengan 2 sosok kartini millennial yang membuka mata saya untuk bisa lebih berbuat untuk orang banyak.

Salam Rancage Limbah Kertas yang Mendunia

Namanya Ibu Aling Nur Naluri alumni Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam IPB, yang bisa membuat perubahan dalam wujud nyata menjadikan ibu-ibu rumah tangga sekitaran daerah Bogor Utara, tepatnya di Gang Abdul Kodir mempunyai aktivitas yang bermanfaat bahkan mempunyai nilai ekonomi yang bisa membantu mencukupi perekonomian setempat.

kartini-millennial-go-ekspor-lewat-limbah-kertas-dan-warisan-budaya
Ibu Aling Nur Naluri

Melalui Salam Rancage, Ibu Aling bergerak memberdayakan masyarakat sekitar kelurahan Tanah Baru. Konsep pemberdayaan masyarakat ini menyasar ibu rumah tangga dan ibu berusia lanjut yang punya waktu di rumah.

Yaitu dengan mengelola limbah kertas,  Koran bekas dianyam menjadi aneka macam produk, menjadi bahan-bahan perabotan rumah tangga seperti keranjang sampah, vas bunga, tas, keranjang cucian hingga barang-barang kerajinan terkecil seperti tempat tisu, tempat pensil, dan lain-lain.

Diperlukan waktu minimal dua tahun untuk melakukan pelatihan dan pendampingan warga untuk bisa memproduksi karya unik ini. Jumlah komunitas ibu-ibu dari kelurahan Tanah Baru yang sudah mahir membuat karya unik dari bahan Koran bekas itu 60-an orang. Dalam sehari, mereka bisa mendapatkan puluhan ribu rupiah sampai ratusan ribu per orang.

Dan tidak sangka juga response sangat luar biasa, awal aku melihat beberapa yang dipamerkan kemarin juga kupikir terbuat dari rotan tidak disangka ini dari koran bekas yang digulung. Bahkan katanya bulan Mei ini mendapatkan pembeli dari Italia yang memesan keranjang barang dan pembeli dari Singapura yang tertarik dengan souvenir bunga kering
limbah-kertas-salam-rancage
Source salamrancage

salam-rancage
Product salam rancage

Hingga kini sudah mencapai ratusan lebih item produk kerajinan yang dihasilkan dari Salam Rancage. Komunitas sosial-bisnis ini, menawarkan harga yang bervariasi, mulai yang harganya cuma Rp 2.000 hingga ada yang dibanderol Rp 750.000

Ada juga hal yang unik  ini yaitu Pasar Dongko (dagangan orang gang kodir), kegiatan pasar ini sebulan sekali diadakan pada minggu pertama, pasar dadakan yang menjual produk dari hasil tanaman mereka. 

pasar-dongko
source salamrancage : Pasar Dongko
(th 2020) 

Bahkan lewat pasar dongkonya juga para suami yang terdampak karena pandemi di PHK, menyediakan layanan antar pesanan kepada pelanggannya dengan menggunakan rantang. Yang nantinya rantang dikembalikan sedangkan isinya untuk para pembeli. Dan sekarang kampung ini yang dulunya merupakan tempat yang kumuh, banyak sekali perubahan, kini menghijau dan bersih dari sampah.

Kutubaru dan Batik Wisni Indarto Kembangkan Warisan Budaya

Kalau berkata kebaya pasti yang terbayang kuno, Hanya perempuan yang sudah sepuh memakainnya. Tapi ternyata Wisni Indarto begitu peduli dengan warisan bangsa.

Kecintaannya pada kutubaru dan batik, membawa menempuh perjalanan mencari jati diri sebagai perempuan Indonesia. Berawal dari memakai kutubaru dan batik sebagai baju sehari-hari, akhirnya melebarkan sayapnya dengan membuka bisnis Saung Batik WDrupadi.

Kutubaru ini adalah pakaian tradisional perempuan Indonesia yang sebenarnya bisa digunakan pada segala momen. Dengan cutting yang simpel, kutubaru mudah disesuaikan dengan jarik warna apa pun.

kartini-millennial-go-ekspor-lewat-limbah-kertas
Ibu Wisni Indarto ( no 2 dari kiri)

Katanya terhitung 9 tahun memadukan kebaya kutubaru, jarik batik, dan sneakers sebagai busana sehari-harinya. Entah itu di rumah, bekerja, atau sesederhana ke pasar, tetap tampil percaya diri dengan gaya klasik ini.

Pada akhirnya batik dan kutubaru WDrupadi dikemas dalam gaya masa kini dengan sentuhan sporty, Dan dia sangat bangga jika ada perempuan di luar negeri tapi orang Indonesia memakai kebaya kutubarunya.

Saat ini WDrupadi dipasarkan secara online dan offline. Setiap bulan ia bisa mengantongi omzet Rp 45 juta-50 juta. Pemesannya sendiri dari berbagai daerah di Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, dan lainnya. Lewat WDrupadi, dia berharap warisan budaya Indonesia ini membuat bangga generasi penerus.
kebaya-kutubaru-wisni-indarto

Kagum banget waktu melihat fashion show kemarin warna kutubaru dan jariknya sebenarnya bertabrakan tapi tidak sangka justru enak dilihat.

Apa yang dilakukan Ibu Aling dan Ibu Wisni tentunya bukan hal yang mudah dan terjadi seketika semuanya butuh proses. Semoga ya UMKM Indonesia terus berkembang dan terus mendunia. Bahkan kita harus bangga untuk mengenakannya, karena dari segi kualitas tidak kalah dengan brand luar.

Dari kedua sosok ini kita banyak belajar bahwa hidup bukan hanya untuk diri sendiri tapi bagaimana bisa bermanfaat untuk orang banyak dengan keterampilan yang dipunya orang lain bisa merasakan kebahagian untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

utieadnu

14 comments

  1. Wow luar biasa, kagum sekali untuk karya Ibu Aling bisa mengolah limbah sampah, koran menjadi sebuah karya yang bernilai dan bermanfaat.
    Salam: Dennise Sihombing

    ReplyDelete
  2. wah keren ya craft terbuat dari limbah kertas

    saya sering lihat kriya limbah kertas

    tapi ini yang terbaik, mungkin karena finishingnya bagus ya?

    ReplyDelete
  3. Keren banget ituuu Salam Rancage. Pengen belajar bikin prakarya dari limbah gitu euy, plus pemasarannya. Tapi nggak tau di mana belajarnya.

    ReplyDelete
  4. MashaAllah keren-keren banget produknya ya Mbak. Pemanfaatan limbah seperti ini adalah salah satu langkah dan wujud nyata kita akan kepedulian lingkungan. Sekaligus mencabar kreativitas hingga mendapatkan penghasilan sampingan juga kegiatan yang sangat bermanfaat.

    Saya naksir banget dengan kebaya Kutung itu. Pengen punya yang warna biru. Keren tampaknya.

    ReplyDelete
  5. Batik dan kebaya kutubaru bisa meraih omzet 50 juta _+ itu keren banget! Pengolahan limbah kertas dan bahan2 lainnya menjadi produk elegan bercita rasa seni tinggi dapat menjadi cuan dan mengharumkan nama bansa. Keren banget ide para pelaku UKM ini. Semoga semakin maju san sukses ya :)

    ReplyDelete
  6. wah iya, produknya salam rancage terlihat sekilas kayak berbahan rotan, tapi ternyata dari koran bekas. Kreatif banget ya, produknya banyak banget macamnya.

    Saya juga punya satu kebaya model kutubaru gini mbak, tapi udah jarang dipakai.

    ReplyDelete
  7. Limbah kertas didaur ulang menjadi karya sepertinya perlu ditekuni dan didiseminasi program.

    ReplyDelete
  8. Nggak nyangka banget kalau barang tersebut terbuat dari limbah ya. Keren banget. Pemberdayaan ibu-ibu nya pasti sukses nih kalau ide nya keren seperti ini

    ReplyDelete
  9. Pengolahan limbah yang tepat, bisa berhasil seperti ini dan menginspirasi pastinya.
    Dengan begitu menjadi langkah baik agar bisa terus konsisten dalam tata kelolanya.

    ReplyDelete
  10. wah keren banget yaa, olahan limbah jadi produk berkelas ekspor gini, yang kaya gini nih yang harus dibudidayakan biar lbh banyak produk kreatif kaya gini

    ReplyDelete
  11. Aku selalu salut sama perempuan-perempuan Indonesia yang memiliki visi misi untuk memberdayakan perempuan lain di lingkungannya, supaya lingkungannya semakin baik

    ReplyDelete
  12. Keren banget hasil daur ulangnya yaa, gak kelihatan kalo bahan bakunya dari limbah

    ReplyDelete
  13. Ketika ada sentuhan tangan dingin dari ornag-ornag kreatif, barang yang dianggap remeh atau bahkan tidak berharga menjadi memiliki nilai lebih.

    ReplyDelete
  14. Kutubaru nya begitu berwarna
    Gagasan dan ide seperti ini penuh kreatifitas tapi juga berorientasi pada lingkungan yg dampak positifnya juga membantu perekonomian serta membuuat umkm terus bergerak

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ