Friday, 25 October 2019

Kemasan Styrofoam Aman Untuk Makanan

Kemasan Styrofoam aman untuk makanan
Kemasan styrofoam sepertinya sudah tidak asing lagi kita dalam kehidupan sehari-hari, bahkan terkadang setiap  saya tidak membuat sarapan dan membeli bubur ayam, pasti makananya dibungkus dengan wadah styrofoam. Tetapi sebagian orang yang masih ragu untuk menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan, karena "katanya"  berbahaya tidak terkecuali dengan saya. Nah keraguan itu akhirnya terjawab. 

Di acara Cooking in Style with Chef Lucky Andreono How to Make Quality Take - Away Food. Karena selain kita menyaksikan demo memasak hadir juga Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung (LTPM ITB).




Pada acara masak kali ini Chef Lucky mendemokan  2 menu resep yang mudah sekali yakni Tumis Ayam Cabe Garam dan Tumis Udang Telur Asin. Ternyata bahan-bahn masakan ini semua dibeli disupermaket dan memakai kemasan styrofoam. Kata chef Lucky kemasan styrofoam ini praktis karena membuat bahan-bahan masakannya tidak mudah tumpah dan juga awet karena styrofoam kedap air. Nah Jika ingin menaruh makanan yang sudah dimasak beri waktu sekitar 1 menit setelah matang.



Dan alasan lainnya kenapa styrofoam digunakan untuk kemasan makanan:

  • Bersih, Higenis dan Tidak berpori
  • Ringan
  • Mudah diolah
  • Bahan Isolosi yang efektif untuk makanan 
  • Masa penyimpanan lebih lama
  • Kuat, tahan lama dan tahan banting
  • Ekonomis

MC, Bpk Zainal  Dan Chef Lucky
Yang membuat saya masih penasaran, kenapa orang-orang takut masih saja takut menggunakan styrofoam? Ternyata adanya informasi penting yang kebanyakan orang belum tahu. Menurut Bpk Zainal penggunaan styrofoam tidak dilarang. Pasalnya, ketika menelisik lebih jauh mengenai bahan untuk membuat styrofoam. Kandungan residu stiren di dalamstyrofoam tidak lenih dari 10 ppm, angka tersebut jah dari batas aman yakni 5000 ppm. Maka dari itu, sebetulnya tidak masalah menggunakan styrofoam.


Dan kandungan stiren pun terkandung secara alami dan dapat ditemukan di buah strawberry, kopi, kayu manis dan daging. Inilah juga satu alasan mengapa penggunaan styrofoam aman. Bahkan di negara lain kemasan styrofoam sudah diuji klinis dan masih dalam batas aman menggunakannya asalkan tidak belebihan.

Sebagai bentuk untuk tindakan kehati-hatian, masyarakat dihimbau memperhatikan tiga hal. 
  • Perhatikan logo segitiga dengan kode 'PS' yang umumnya terdapat di kemasan makanan styrofoam.
  • Perhatikan logo food grade yaitu dengan tanda sendok dan garpu 
  • Tidak menggunakan kemasan styrofoam lagi artinya styrofoam hanya digunakan sekali pakai.
Lebih lengkap lihat gambar dibawah ini:


Efek Terhadap Lingkungan 

Dan kemasan makanan styrofoam sebenarnya adalah kemasan yang paling berkelanjutan untuk lingkungan, artinya sampah styrofoam adalah sampah yang 100% bisa digunakan kembali. Sampah ini bisa dipecah, dan kembali dibentuk menjadi produk baru. Jadi nih tinggal kesadaran ada didiri kita setelah penggunaanya. Hanya saja, memang untuk tindakan daur ulangnya masih belum begitu masif. 

Kita harus menilai suatu bahan ramah lingkungan adalah jika dari sisi produksi sampai ke sampahnya paling sedikit menggunakan energi nah pembuatan styrofoam ini hanya 3,5 % sedangkan alumunium, kertas peggunaan energinya lebih besar. Dan sampah tersebut bisa di daur ulang. Jangan menyerahkan sampah untuk diurai oleh alam saja, tetapi kita harus bertanggung jawab atas sampah tersebut.

Jadi kesadaran membuang dan memilah ada didiri kita. Seandainya saja misalkan satu wilayah RT /RW atau kelurahan ada yang mau memilah styrofoam ini lanjut Bpk Zainal tentu bisa menjadi penambahan pendapatan karena ada asosiasi atau pabrik pengelolaan daur ulang salah satunya ada di Kerawang yaitu PT. Kemasan Cipta Utama Jl. Surya Madya Kav 1- 28F Kawasan Industri Surya Cipta Kutanegara, Ciampel, Kerawang Jawa-Barat yang mempunyai cabang di kota besar Indonesia seperti. Makassar, Surabaya, Pasuruan dan Bali yang mau menjemput sampah styrofoam yang sudah dipilah dan dikumpulkan.

Memang beberapa dari tantangan sampah plastik adalah pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan sampah yang masih rendah, dan kebijakan pemerintah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karenanya, Bpk Zainal juga berharap, pemerintah dan pelaku industri dapat bekerja sama untuk mengembangkan industri daur ulang plastik karena potensinya yang besar bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi.



Setelah mendengar pemaran ini jadi mulai tersadar bahwa styrofoam berbahaya adalah mitos. Kemasan styrofoam aman untuk makanan. Acara dilanjutkan dengan membuat sushi. Ternyata untuk membuat sushi sangat mudah nih, kata Chef Lucky berasnya tidak perlu yang berasal dari Jepang. Kuncinya beras Indonesia yang pulenpun bisa. Jadi mudah untuk digulung dan semakin padat kita menggulung maka sushi tampilannya akan menjadi lebih cantik. 

Semoga bermanfaat ya, tetap bijaklah menggunakan kemasan styrofoam 

utieadu

No comments :

Post a comment

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, Jangan tinggalkan Link URL BlogPost ya,,, makasih­čÖĆ