Wednesday, 17 October 2018

Menapaki Sejarah Lewat Cagar Budaya Banten Lama


Pernah mendengar istilah bangsa yang besar besar adalah bangsa yang menghargai sejarah, dan kesempatan itu datang pada saya dan teman blogger di acara jelajah Kawasan Cagar Budaya Banten Lama  pada tanggal 12 – 14 Oktober 2018 yang diprakasai oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Melihat dari dekat peninggalan-peninggalan bersejarah terasa merinding betapa mereka penuh tumpah darah berjuang untuk mempertahakan bumi nusantara ini dari tangan penjajah membangun benteng, memperkuat bangunan keraton, walaupun akhirnya hancur berkeping, tetapi nama mereka tetap dikenang karena jasa baiknya.

Ada feel tersendiri begitu menginjak kaki di antara reruntuhan tetapi sedikit miris karena area sedikit kurang terpelihara masik banyak tangan-tangan jahil menorehkan nama  lewat cat dan pilox, mungkin karena kurangnya pengawasan didaerah cagar budaya ini.  Atau keisengan yang sebenarnya mengerti itu tempat bersejarah akan tetapi tidak peduli.

Sebelum mengupas satu persatu apa saja Cagar Budaya yang ada di Banten Lama, apa yang dimaksud dengan Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama. Nah, Cagar Budaya boleh digunakan selama tidak merubah bentuk, struktur  warna bangunan tersebut.

Menakapi Sejarah Lewat Cagar Budaya Banten Lama

Gedung Juang 45
Tiba dikota Serang pukul 5 sore setelah  beristirahat sebentar kemudian makan malam di Resto Taktakan. Setelah makan  kita jalan kaki menuju Gedung Juang 45 terletak di Jalan Ki Mas Jong, Serang. Yang letakya tidak jauh dari Resto dan bersebrangan dengan alun-alun Serang. Konon katanya, bangunan ini merupakan markas Kempetai. Setelah kekalahan tentara Jepang, gedung ini diambil alih menjadi markas Badan Keamanan Rakyat. Sebuah peristiwa besar pernah terjadi di gedung markas Kempetai, yaitu penyerbuan yang dilakukan oleh pemuda Banten untuk merebut kekuasaan dan markas tersebut pada tahun1945.
Gedunga Juang 45 picture by Sani
Nah Gedung ini sekarang di jadikan kantor namun sayangnya halamannya kurang terurus karena dijadikan tempat parkir rumah sakit dan kantor polisi yang berada dekat Gedung Juang 45 ini. Dan pinggir jalannya banyak pedagang kaki lima. Jadi baik siang ataupun malam Gedung Juang 45 ini tidak terlihat dari luar karena tertutup banyak mobil.

Keesokan paginya setelah sarapan  kita akan mengunjungi 3 tempat yaitu menuju  Museum Negri Banten, Batik Banten dan Rumah Dunia yang didirikan oleh Gol A Gong, Untuk Batik Banten dan Rumah Dunia akan saya tulis di blog berikutnya ya.

Museum Negri Provinsi Banten
Lokasi museum ini tidak jauh dari Gedung Juang 45 terletak di Jl. BrigJen KH Samun No 5, Kotabaru Serang. Sampai didepan gedung ini saya berdecak kagum atas kemegahan gedung khas jaman Belanda yang dulu katanya bekas kantor Residen Van Bantam atau orang Banten menyebutnya dengan Keresidenan Banten. Gedung ini berdiri sejak tahu 1821. Ketika Jepang berkuasa pun tempat ini menjadi basis pemerintahannya, setelah Indonesia merdeka tempat ini kembali dijadikan kantor Residen Banten dan Inspektur Wilayah Banten di Jawa Barat

Museum Negrei Banten
Nah, pada masa Gubernur H. Rano Karno tempat ini dialih fungsikan sebagai Museum Negri Provinsi Banten. Masuk diaula depannya kita akan mendapati berbagai koleksi museum, mulai dari keramik peninggalan zaman dulu, keris pusaka, berbagai arca, dan yang paling mencuri perhatian adalah sebuah fosil badak bercula satu yang ditempatkan dalam etalase kaca.  Dan di aula ini biasanya digunakan untuk kegiatan menonton film yang berkaitan dengan sejarah Banten.

Fosil Badak Bercula Satu
Dibelakang museum banyak sekali bangunan-bangunan yang dibiarkan kosong, padahal kalau dipergunakan tentunya bisa menambah pendapatan sendiri bagi pemerintahan kota Banten. Dan setiap 1 tahun sekali di sini diadakan upacara Seren Taun. Yaitu upacara yang penyimpanan hasil padi untuk disimpan didalam lumbung atau Leuit

Keraton Kaibon
Hari ke-2 kita menuju Keraton Kaibon yang terletak di Kampung Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen. Keraton kaibon menjadi salah satu bangunan cagar budaya Provinsi Banten yang menyimpan cerita kejayaan Kerajaan Banten Lama, dibangun pada tahun 1815. Keraton Kaibon dibangun sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah. Hal ini dikarenakan Sultan Syafiudin sebagai Sultan Banten ke 21 saat itu usianya masih 5 tahun. Nama Kaibon sendiri dipastikan diambil dari kata keibuan.

Keraton Kaibon dan coretan di dinding yang tidak bertanggung jawab

Keraton Kaibon dibangun menghadap barat dengan kanal dibagian depannya. Kanal ini berfungsi sebagai media transportasi untuk menuju ke Keraton Surosowan yang letaknya berada di bagian utara.Walaupun tinggal puing-puing namun masih ada sisa bangunanya yang ketika masuk terlihat jelas adalah bangunan yang menyerupai masjid. Bangunan masjid ini berada di sisi kanan gerbang. Selain pilar yang masih utuh, di dalam bangunan tersebut juga terdapat mimbar yang berfungsi sebagai tempat berdirinya khotib.

Dibagian depan keraton dibatasi dengan gerbang yang memiliki 5 pintu. Arti angka lima
ini mengikuti jumlah shalat dalam satu hari yang dilakukan umat muslim. Gerbang yang bergaya Jawa dan Bali ini memiliki ketinggian 2 meter dengan bentuk Candi Bentar sebagai motifnya. Tahun 1832 Keraton Kaibon dihancurkan oleh pihak Belanda yang dipimpin oleh Gubernur VOC saat itu, Jendral Daen Dels. Penyerangan dilakukan karena Sultan Syaifudin menolak dengan keras permintaan sang jendral untuk meneruskan pembangunan Jalan Raya Anyer


sisa reruntuhan bangungan Masjid di Keraton Kaibon
Sayangnya banyak sekali coret-coretan yang tidak bertanggung jawab sehingga mengurangi estetika sejarah, semoga saja pihak terkait bisa mengawasi orang-orang yang berkunjung sehingga keaslian warna reruntuhan tetap terjaga.

Benteng Spellwijk
Hari semakin panas akhirnya kita menuju Benteng Speelwijk terletak di kampung Pamarican. Benteng ini dibangun pada masa kesultanan Banten yang berfungsi untuk menahan serangan dari laut, letaknya berada persis di sisi utara kesultanan. Benteng itu hampir 70% tinggal reruntuhan juga yang terlihat nyata dan masih kokoh adalah gerbang dan beberapa sudut benteng ini meninggalkan bentuk bangunan yang masih bisa dinikmati dan diketahui fungsinya.


Bagian sudut belakang Benteng Spellwijk
Benteng ini dibangun oleh arsitek yang berasal dari Tionghoa yang diberi gelar Pangeran Cakradana salah satu orang kepercayaan Sultan Agung Tirtayasa pada tahun1682. Kemudian diperluas pada tahun 1731 pada masa pemerintahan gubernur VOC , Cornelis Jeansz Spellman Bangunan inilah yang menjadi salah satu alasan kesultanan Banten memiliki pertahanan yang sulit ditembus oleh para penjajah  dari eropa yang hendak memasuki wilayah Banten. Walaupun akhirnya dikuasai oleh Belanda karena anak dari Sultan Agung Tirtayasa yaitu Sultan Haji terbujuk oleh rayuan Belanda. Benteng ini diduga mempunyai dua fungsi, yakni sebagai pertahanan dan pemukiman.  Di areal benteng, tepatnya di sisi luar sebelah selatan terdapat pemakaman orang asing yang disebut kerkhoff.

Tidak jauh dari Benteng Spellwijk tepatnya disebrangnya ada bangunan Vihara Avolokitesvara yang sekarang dijadikan tempat sembahyang penganut kepercayaan tradisional Tionghoa atau sering disamakan sebagai penganut agama Konghucu. Konon vihara ini dibangun oleh Sunan Gunung Jati sebagai hadiah untuk Puteri Ong Tien yang dinikahinya. Dulu vihara ini dijadikan tempat perlindungan dari bencana Gunung Krakatau pada tahun 1883 oleh masyarakat Banten. Karena tidak kuat baunya dupa saya hanya sebentar didalam dan hanya berdiri diliuar memandangi lilin-lilin besar yang terus menyala.


Vihara Avolokistavara
Setelah puas menikmati Benteng Spellwijk dan masuk sejenak ke Vihara Avolokistavara akhirnya kita menuju 2 tempat terakhir yaitu Keraton Surosowan dan Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama.

Keraton Surosowan
Menuju Keraton Surowon pukul 11:45 matahari semakin panas, jadi kalau teman mau mengunjungi Keraton Surosowan ini jangan lupa membawa payung, masker atau topi, karena memang masuk kedalam keraton ini banyak debu tempatnya tidak jauh dari Masjid Agung Banten. Yang sedang menambah perluasan area tetapi sayang ternyata perluasannya memakai area dari keraton. Duh,, bagaimana sampai bisa memakai area Keraton apakah pihak masjid sudah diberikan izin memakai area Keraton Surosowan yang termasuk cagar budaya oleh pemerintahan  setempat?

Keraton Surosowan tinggal 
Nah,  memasuki area Karaton surosowan kita akan terhenyak karena keratonnya hanya tinggal reruntuhan bangunan yang tenggelam bersama kejayaan kerajaan Banten.  Menurut cerita sejarah bangunan ini dulu menjadi pusat dari kerajaan dan tempat tinggal sultan bersama keluarga dan pengikutnya. Kini, reruntuhan tersebut hanya meninggalkan cerita dibalik masa emasnya yang telah hilang. Keraton Surosowan menjadi saksi bisu saat Banten berjaya dengan pelabuhannya yang ramai dengan aktivitas perdagangan. Keraton Surosowan diperkirakan dibangun antara tahun 1526-1570 saat Pemerintahan Sultan Banten yang pertama yaitu Sultan Maulana Hasanudin. Sejarah pembangunan keraton ini tidak lepas dari pemberian wilayah yang diserahkan oleh Sunan Gunung Jati kepada anaknya Sultan Maulana Hasanudin.

Layaknya keraton di Jawa, Keraton Surosowan juga berfungsi sebagai tempat tinggal sultan beserta keluarga dan pengikutnya. Keraton mengalami kehancuran yang dilakukan oleh Belanda pada tahun 1680.

Bale Kembang Rara Denok
Walau cuma rerentuhan akan tetapi kita masih bisa melihat bekas ruangan demi ruangan . Dan yang nyata ada dinding berupa benteng setinggi 2 meter dengan lebar 5 meter ini yang mengelilingi keraton serta kolam dan tempat beristirahat yang bernama Bale Kambang Rara Danok. Bentuknya segi empat dengan panjang 30 meter dan lebar 13 meter membuat kolam ini menjadi tempat yang pas untuk beristirahat bagi putri-putri sultan. Konon katanya yang mandi disini akan enteng jodoh, wahhh,,,, berminat, teman?

Perluasan Masjid Agung Banten yang memakai area Keraton Surosowan
Selanjutnya karena sudah menunjukkan waktu zuhur akhirnya kita sholat dulu sebelum menuju Museum Situs Purbakalan Banten Lama yang letaknya bersebrangan dengan Keraton Surosowan.

Museum Situs purbakala Banten Lama
Museum ini tepatnya di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Museum Situs Kepurbakalaan berjarak 12 Km arah utara dari pusat Kota Serang. Masuk ke area museum, pada bagian depan terdapat meriam Ki Amuk yang memiliki ukuran 2,5 m dan terbuat dari tembaga. Meriam ini merupakan hasil rampasan dari tentara Portugis saat ingin menguasai Kota Banten. Ada pula hiasan pintu gerbang Keraton Surowsoawan yang terbuat dari batu berjejer di halaman depan museum. Sementara itu, reruntuhan gerbang keraton yang terbuat dari batu karang dipagari guna menjaga dari hal yang dapat merusak benda bersejarah ini.


Meriam Ki Amuk hasil rampasan dari tentara Portugis

Masuk ke dalam bangunan museum, ada 2 gerabah berukuran besar. Walaupun terlihat retak dan tambalan dibagian sisinya, gerabah ini masih terlihat kuat dan memperlihatkan sisa-sisa kejayaan zaman Kerajaan Banten Lama. Pada bagian belakang, museum ini memiliki peninggalan perabotan rumah tangga. Barang berupa keramik, gelas, dan mangkuk ini didominasi dengan warna putih. Terdapat juga kunci dan gembok pada masa Banten Lama. Selain itu, di museum ini juga terdapat koleksi senjata seperti keris dan tombak yang menghiasi salah satu sudut ruangan. Menuju pintu keluar museum, terdapat arca nandi yang merupakan peninggalan kebudayaan Hindu-Budha.

Akhirnya perjalan kita mengelilingi Cagar Budaya Banten Lama berakhir di Museum Situs Purbakalan Banten Lama dan harus kembali ke Jakarta, Menapaki peninggalan semua Cagar Budaya Banten Lama , ada rasa haru dan bangga luar biasa. Demi melindungi bumi nusantara dari tangan penjajah segala upaya mereka lakukan, harta, airmata, bahkan nyawa dipertaruhkan. Semestinya kita bisa mengambil pelajaran dari semua itu. Indonesia wajib kita lindungan sebagaimana yang telah dilakukan pejuang-pejuang terdahulu.

Semoga juga Cagar Budaya Banten Lama bisa dipertahankan, keaslianya agar kelak anak cucu kita yang belajar sejarah bisa membuktikan bahwa sejarah itu pernah ada dan tempatnya walau tinggal reruntuhan tapi nama-nama mereka tetap harum sebagai pejuang yang pernah membela bumi pertiwi ini dari tangan penjajah. Dan kita sendiri seberapa cinta dengan sejarah? Sudahkah menapaki dan mengulas tempat-tempat bersejarah? Padahal secara tidak langsung bumi ini merdeka atas jasa para pendahulu. Yuks ajak keluarga untuk mengunjungi museum dan Cagar Budaya yang ada. Apalagi Cagar Budaya  Budaya Banten Lama agar bisa merasakan sesuatu yang beda ketika mengunjungi secara langsung dan ini tidak jauh dari Jakarta.

Semoga bermanfaat ya.

*sejarah Banten dambil dari sejaran Banten Lama



43 comments :

  1. Wahh, Banten ternyata kaya akan potensi wisata sejarahnya ya Mbak. Jadi pengen traveling ke sana. Selama ini Banten yang saya tau cuma sebatas Bandara Soetta aja.. Semoga nanti ada kesempatan bisa menjelajah ke beberapa tempat wisatanya

    ReplyDelete
  2. Epic banget bangunan bersejarahnya ya. Btw, kayanya ga ada pohon gitu, panas gak sih mom cuacanya

    ReplyDelete
  3. Aku selalu suka liat bangunan bersejarah begini. Keren tyt banten ya. Aku blm pernah kesana sekalipun sih. Heu

    ReplyDelete
  4. keren banget ya, meskipun kebanyaka tinggal puing2 yang sebagian tidak terawat, tapi tidak bisa menyembunyikan sejarah di baliknya :)

    ReplyDelete
  5. Waktu Banten masih masuk ke Provinsi Jawa Barat saya banyak belajar terkait budaya dan sejarahnya. Setelah Banten berdiri sendiri kami warga Jabar tidak lagi belajar soal Banten dan seputar budaya serta sejarahnya ini. Wah ternyata banyak yang harus saya update. Trims infonya Mbak :)

    ReplyDelete
  6. aku belum pernah ke banten mbak. kalau liat ini jadi pengen ke banten. ternyata ada klentengnya juga. bagus. ternyata sejarah di banten banyak juga

    ReplyDelete
  7. Keraton kaibonnya instagramable sekali yaa.. bisa bikin banyak banget foto2 cakep disitu. Semoga kapan2 bisa ke banten ah :)

    ReplyDelete
  8. Aku suka sama wisata museum dan wisata cagar budaya. Di Banten ternyata banyak juga ya wisata cagar budaya yang asik dikunjungi. Semoga suatu saat nanti aku bisa berkunjung ke museum dan cagar budaya Banten.

    ReplyDelete
  9. Wisata historis kayak gini bagus banget untuk menambah wawasan sekaligus epic buat popotoan #eaaaaa. Banten ternyata menyimpan banyak fakta sejarah yang luar biasa ya mba.

    ReplyDelete
  10. Selain suku Banten yang kental dengan tradisi yang masih dipertahankan, ternyata Banten juga punya banyak situs sejarah ya? Bagus-bagus lagi bangunannya, langsung kepikiran buat foto-foto, eeaa

    ReplyDelete
  11. aq baru tahu ternyata cagar budaya banten ada banyak dan menarik untuk di kunjungi.. semoga ada kesempatan dan waktu untuk bisa datang melihat langsung, thanks for sharing mbak

    ReplyDelete
  12. Dari Jakarta deket banget padahal ya, tapi kok ya enggak kepikiran ke tempat-tempat ini. Kalau ke Banten selalu ke pantai dan pantai lagi hihihi
    Aku bookmarked infonya Mbak..thanks

    ReplyDelete
  13. Wah dibanten ada ya tempat wisata yang bagus seperti ini. Mudah-mudahan pengelolanya bisa lebih perhatian ya supaya tidak ada lagi tangan-tangan jahil yang berkeliaran

    ReplyDelete
  14. Masih bagus cagar budaya yang ada di Banten ini. Hampir mirip dengan bangunan yang ada di Jawa Tengah ya. Jalan-jalan ini jadi bapak tilas sejarah dahulu.

    ReplyDelete
  15. Aku tuh dari dulu pengen banget mengunjungi Banten karena budaya dan sejarahnya. Ternyata bener ya semenarik dalam bayanganku. Tapi sayang banget, kok ada yg iseng sampe corat-coret, huhu, menyedihkan

    ReplyDelete
  16. Banten itu erat kaitannya sama sejarah Islam kalu gak salah ya?
    Aku blm terlalu eksplor Banten, pdhl deket banget ya ma Jakarta. Bisa jd jujugan pelesir tipis2 nih. TFS

    ReplyDelete
  17. Ade pernah kemari waktu anter anak2 karyawisata. Dah lama banget. Skrg anak2nya dah pada kuliah semeter akhir kali. Masih sama spt yg dulu ya. Bedanya dulu ga ada payung2 macam di Masjid Nabawi gitu.

    Soal mandi dan enteng jodoh. Buat yg single kali yaaa.. ade kalau mandi disitu pasti mba utie ga mau aku sbg teman. Hahaha..

    ReplyDelete
  18. tempatnya instagramable semuaa, cuxok buat foto2 hihi. aku tinggal di provinsi Banten lho, tapi belum pernah main2 sampe sini

    ReplyDelete
  19. Selain berwisata kita juga dapet ilmu yah..

    ReplyDelete
  20. Saya pernah tuh ke keraton surosowan panas banget kan disana

    ReplyDelete
  21. Gerabahnya buat apa ya ? Besar sekali

    ReplyDelete
  22. Aku beneran baru tahu Banten punya cagar budaya menarik seperti ini padahal papah n mamah (uwa) tinggal disana dan ga pernah kasih tahu tempat begini mereka ajakinnya ke Anyer mulu hehehe

    btw sedih ya masa banyak coretan ya mba kesel sama ulah mereka huhuh

    ReplyDelete
  23. Suka iri deh sama daerah yang masih ada peninggalan zaman belandanya. Di tempatku nggak banyak situs bersejarah kayak gini

    ReplyDelete
  24. Suami aku yang pengen wisata sejarah di banten kukirim tulisan mbak utie ah.

    ReplyDelete
  25. Banten itu sebenarnya punya sejarah yang luar biasa. sayangnya belum banyak digali.
    dari artikel ini jadi banyak tambah pengetahuan sejarah soal banten lama deh. Dan kusuka dengan keraton Kaibon dan benteng Spelwijk.

    ReplyDelete
  26. Suka liat cagar budaya seperti ini gak nyangka di Banten ada ya..sayang aja jarang pepohonan jadi panas kayaknya ya..hehe..

    ReplyDelete
  27. Senangnya jika bisa melihat lebih dekat sejarah kota Banten yang mungkin kini kurang dikenal ya. Aku berharap kegiatan seperti ini bisa diadaptasi oleh anak anak sekolah

    ReplyDelete
  28. Mengenal sejarah Indonesia khususnya Banten nggak ada habisnya ya. Dengan berkunjung kita terasa dekat dengan masa dalam sejarah ini.

    ReplyDelete
  29. seru banget mba Utie, kebetulan aku mau ke Bante juga. jadi nanti kalau mau mampir kesini aku mau gangguin mba utie yah tanya tanya wakakakka

    ReplyDelete
  30. Kalau secara teoritis Banten nih wisatanya banyak ya, tapi kurang terekspos. Padahal kalau mau dibenahi lagi, pasti situs sejarah kaya gini bakalan jadi rame dan menjadi pendapatan daerah, keren gitu, masih tersimpan cerita dibalik keruntuhan

    ReplyDelete
  31. Perjalanan nostalgik yang mengesankan...

    ReplyDelete
  32. Spot sejarah aku kurang tertarik sich, tp melihat foto dn baca tulisan jadi buatku sdkt tertarik utk ke sana nih..

    ReplyDelete
  33. Aaarghhh keren banget Mba Utie, bikin pingin ke Banten. Sampai sekarang masih jadi cita-cita aku nih....

    ReplyDelete
  34. Wah. ...ternyata Banten banyak sejarah nya ya. Saya malah awam sekali dengan Banten. Tapi setelah membaca sejarah tentang Banten saya jadi tahu, terimakasih infonya, kapan² pengen jg ajak keluarga kesini

    ReplyDelete
  35. MasyaAllah.. ternyata Banten menyimpan begitu banyak kekayaan budaya. Aku beneran baru tau mbak.. thanks for sharing

    ReplyDelete
  36. Seneng sekali bisa mengunjungi peninggalan masa lalu, karena pasti ada banyak cerita yang tertinggal.
    Aku dari dulu senang kunjungi peninggalan masa lalu, cuma sekarang belum sempat

    ReplyDelete
  37. Masya Allah, aku baru tahu nih Mba Utie. Awal tahun lalu ke Serang tapi ziarah makam, kalau tahu ku minta ke paksu nih buat wisata sejarah. Asyik banget bisa wisata sejarah, jadi makin cinta sama tanah air kalau habis baca ceritc sejarah gini, langaung pula

    ReplyDelete
  38. lengkap nih artikel buat referensi orang yang mau berkunjung ke Banten. Akutu setahun ini banyak bolak balik banten untuk urusan kerjaan tapi asli baru tau banget tentang sejarahnya ya lewat tulisan ini. thanks mba utie

    ReplyDelete
  39. Selalu sukak dengan apapun yg berbau budaya dan museum. Dua hal ini bisa membuat mood aku yg tdnya buruk menjadi bersemangat. Museum dan keraton adalah tempat eksotik yg membawa ketenangan.Tempat yg bikin betah utk berlama2. Pengen lagi deh ke Banten. Ingin eksplore lebih bnyk tempat lagi

    ReplyDelete
  40. Banten ini dulu salah satu kerajaan Islam yang cukup terkenal ya? Syukurlah beberapa peninggalannya masih cukup terawat hingga skrng ya mbak, ya meski ada bbrp yg kyknya perlu direkonstruksi lg ya kyknya :D

    ReplyDelete
  41. Jadi pengen ke banten.
    Saya suka sama tempat seperti ini jadi bisa belajar juga.
    Dan kalau bisa kesana pengen banget explore sejarahnya :)

    ReplyDelete
  42. Seru banget Mak perjalanan kemarin yaa. Gak usah jauh2 dari Jakarta, liburan ke Banten Lama seru kan? mari kita ulang :)

    ReplyDelete
  43. Ternyata ada juga ya wisata budaya gini di Banten. Baru tau banget nih soal ini. Saking kayanya Indonesia, setiap tempat aja selalu ada ceritanya ya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya mudah-mudahan bermanfaat, nanti insyaAllah saya akan balik meninggalkan jejak,,, salam persahabatan selalu,